
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti mengusap wajahnya dengan kasar, dia berfikir keras langkah apa yang akan dia kerjakan untuk menghadapi musuh yang ternyata sudah mengepung kerajaan.
"Apa yang kupikirkan waktu itu ternyata benar, aku harus memberikan informasi pada panglima ke satu dan dua agar cepat datang ke krajaan Awang Awang Vampire, tapi aku harus memastikan lebih dulu di mana Ratu Shima berada, aku khawatir dia keluar dan bertemu dengan para pasukan musuh, aku harus cepat menemukan Ratu Shima."
Bergegas Raja melangkah pergi meninggalkan Puri Istana kepribadian, tapi ketika Raja keluar sudah tampak prajurit kerajaan menghadang langkah kaki nya.
"Raja, prajurit kerajaan Awang Awang Vampire banyak yang terdesak mudur dan gugur di Medan perang, semua karena mereka kurang persiapan kebanyakan dari mereka tidak siap sehingga tidak memiliki persenjataan yang lengkap pintu depan seperti nya akan segera bisa di buka dan di serbu musuh bagaimana ini, Raja."
"Bedebah..!siapa yang berani bermain-main dengan kerajaan Awang-awang Vampire, baik turunkan lima ribu prajurit pemanah terbaik naik keatas atap serang mereka dari atas dengan panah api dan kau persiapkan kuda putih ku,biar aku sendiri yang akan menghadang mereka masuk ke dalam kerajaan selain itu utus luma orang prajurit untuk mencari keberadaan Ratu Shima, lindungi di apa kalian mengerti?"
"Siap, Raja! kami mengerti."
"Pergilah, cepat."
"Siap, Raja!
Bergegas para prajurit itu pun pergi, Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Aku akan menghubungi panglima ke satu dan dua agar segera membawa pasukan yang ada di gunung Merbabu di bawa kembali ke krajaan."
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti menghidupkan simbul penghubung yang biasa di gunakan untuk menghubungi Panglima ke satu dan dua.
"Dengarkan perintahku, kerajaan dalam bahaya bawa seluruh prajurit yang ada di gunung Merbabu untuk menghadang musuh, lakukan penyerangan dari udara agar musuh tidak bisa masuk ke dalam istana."usai mengguncapkan itu Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti segera mematikan kembali simbul penghubung.
"Raja, kuda putih dan dua rubu pasukan sudah siap,"
"Baik, aku akan segera kesana, jangan lupa cari Ratu Shima dan lindungi dia dimana pun dia berada."
"Baik, Raja,!
Dengan menunggangi kuda putih dan dua ribu pasukan prajurit kerajaan Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti berangkat ke akun alun di mana semua prajurit yang ada di sana banyak yang gugur dan jika Raja tidak menurunkan pasukan ke sana sudah bisa di pastikan Musuh bisa langsung masuk ke dalam kerajaan.
****
Di tempat yang berbeda Ratu Shima yang melihat pasukan Vampire dari udara segera datang menghadang.
"Pasukan Vampire itu tidak boleh sampai ke batas kerajaan Awang Awang Vampire, aku akan mengalihkan perhatian mereka."
Dari jarak yang cukup jauh Ratu Shima menarik satu anak panah, tatapan matanya begitu tajam, satu...dua..tiga ...sampai sepuluh itu yang akan jadi sasaran utamaku,"
"Sruuuuuuttttt...... sruuuuuuttttt... sruuuuuuttttt...!"sekali tarik Rstu Shima yang cukup mahir dalam menggunakan anak panah bisa melepaskan anak panah lima kali dalam satu tarikan, musuh yang tidak menyadari jika di depan nya sudah ada musuh yang menghadangnya dan memberikan serangan tak terduga membuat beberapa Vampire yang terbang langsung ambruk dan jatuh.
"Aaaaaah...brugh.....!"
"Aaaaaaa... Brugh..!"
Tidak tanggung-tanggung sepuluh orang prajurit kerajaan Ambarwata langsung jatuh tersungkur ketanah jatuh dari atas ketinggian hanya dengan dua tarikan anak panah.
"Bedebah..! Rupanya kehadiran kita sudah ada yang mengetahui, siapa orang itu mengapa aku tidak melihat pasukan nya, cepat cari sosok itu dan habisi."
"Baik, panglima! semua nya cepat arahkan anak panah lurus kedepan, di sana ada satu sosok prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang mungkin sedang menghadang kita."
"Baik, semuanya bersiap....satu dua....tiga...panah.....!"
"Sruuuuuuttttt.....!
"Sruuuuuuttttt..!
"Sruuuuuuttttt...! hampir seribu prajurit kerajaan Ambarwata yang bertugas menyerang dari udara membidikkan anak panah lurus ke depan.
Ratu Shima sedikit terkejut ketika melihat banyaknya anak panah menuju ke arahnya, dengan gerakan cepat Ratu shima mengibaskan jubah panjang nya, Ratu Shima melakukan gerakan membuka dan menutup membuka untuk menghalau panah panah yang meluncur dengan cepat kearahnya menutup untuk melindungi tubuhnya, karena panah yang meluncur ke arah Ratu Shima sangat banyak, sudah bisa di pastikan Ratu Shima kewalahan dan tanpa disadari dua anak panah melesat dengan cepat ke arah lengan dan perut, tak bisa di hindari satu anak panah berhasil melukai lengan Ratu Shima.
"Aaaaaah...!" teriak Ratu shima dengan suara tertahan, anak panah berhasil menancap di lengan nya, darah hitam mulai mengalir dari kulit nya yang putih.
Ratu Shima berusaha mencabut anak panah yang menancap di lengan nya, untuk itu konsentrasi pada musuh yang ada di depannya berkurang dan hal itu di gunakan pasukan prajurit kerajaan Ambarwata untuk membidikkan anak panah lagi, melihat banyaknya anak panah yang meluncur ke arahnya Ratu Shima kembali mengibaskan jubah panjangnya agar tubuhnya bisa terlindungi, untuk satu sampai sepuluh kali Ratu Shima bisa bertahan dan menahan semua panah yang mengarah padanya, tapi lambat laun tenaganya habis terkuras di tambah dengan anak panah yang masih baru saja di cabut terus menggalihkan darah hitam hal itu membuat kekuatan Ratu Shima berkurang dan pada detik berikutnya, anak panah yang meluncur dengan cepat tak lagi bisa di elak kan, Ratu Shima yang menyadari dirinya sudah tak berdaya dia hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya, Ratu Shiima sudah pasrah akan nasib nya ketika jarak antara dirinya dan anak panah tinggal satu mete
Pada saat anak panah itu semakin dekat dengan Ratu Shima, sebuah bayangan hitam berkelebat dengan cepat membabatkan pedangnya menghalau anak panah yang mengarah pada Ratu Shima.
Tanpa Ragu bayangan hitam itu langsung melingkar kan tangannya pada pinggang Ratu Shima dan dengan gerakan sangat cepat pedang panjang nya menghalau semua anak panah yang datang.
"Ayo, serang panah mereka semua....!"
"Siap, Raja!
"Sial, kenapa ada kekuatan besar dari udara,"
"Saya tidak tau panglima!"
"Apa mungkin kerajaan Awang Awang Vampire sudah tau kedatangan kita,"
"Itu tidak mungkin, panglima lihatlah baju seragam mereka berbeda dengan para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang ada di bawa sana."
"Kau, benar, ini pasti bantuan dari kerajaan lain, lalu bagaimana mungkin mereka bisa mendatangkan bantuan secepat ini bukankah penyerangan kita secara mendadak tidak ada yang tau,"
"Saya, juga binggung panglima."
"Jika begini terus kita bisa kalah."
"Lalu apa yang harus kita lakukan panglima?"
"Perintahkan untuk memanah dengan panah api,"
"Baik, semuanya, cepat panah dengan api?'
Serentak dari semua pasukan Ambarwata melakukan penyerangan dengan anak panah berapi, tapi musuh yang ada di depannya rupanya bukan sembarangan prajurit kerajaan, dimana mereka bisa dengan muda menghalau derasnya anak panah berapi karena baju dan juga senjata mereka semua adalah baju dan senjata yang bebas dan aman alias tahan bakar.
Apa yang terjadi di Medan pertempuran di udara membuat panglima Ambarwata tercengang, belum juga rasa terkejut nya hilang tiba-tiba di kejutkan dengan datangnya Air deras yang tiba-tiba turun padahal tidak ada mendung dan suasana dalam keadaan malam yang cerah dengan bintang rembulan bersinar terang.
"Bagaimana, ini bisa terjadi?"
"Aku juga tidak tau panglima, seperti nya mereka menggunakan kekuatan gaib."
"Kau benar mereka pasti menggunakan ilmu sihir."
"Kita harus mencari jalan keluarnya."
Panglima Ambarwata dan panglima besar kerajaan sedang berfikir untuk mencari kelemahan dari musuh yang ada di hadapannya.
Di sisi lain sosok yang telah melindungi Ratu Shima dan berani melingkarkan tangannya pada pinggang Ratu Shima dan oleh beberapa prajurit di panggil dengan sebutan Raja, dia adalah Raja Sangkala AYah dari Ratu Shima.
"Croboh...! kenapa kau bisa secroboh ini, mana Suamimu yang kau banggakan itu hah, apa dia bisa melindungi mu, ayo, Kembali ke kerajaan Sangkalah sekarang juga "
"Tidak, Ayah! aku tidak mau, aku tidak mungkin meninggalkan istana kerajaan Awang Awang Vampire dalam situasi yang seperti ini, aku harus membantu menyelamatkan kerajaan."
"Bodoh..! kau benar benar bodoh Shima, para prajurit ku ada di sini itu sudah cukup tidak perlu lagi ada dirimu, ayo pulang..!"
"Tidak, Ayah! Tolong menggerti lah, aku tidak bisa membiarkan semua ini aku ...
"Kau istri dari Raja sialan itu, apa itu yang ingin kau katakan."
"Ayah, ini bukan saatnya meninggilkan ego, ayolah Ayah lupakan kisah lalu dan biarkan aku menjadi Rati dan istri yang baik di kerajaan ini."
"terserah kamu, aku tidak akan ikut campur lagi karena aku juga tidak sudih membantu nya."
"Ayah, jangan begitu bagaimana pun juga Raja Prayudha itu menantu Ayah,"
"Cih, menantu dari mana melindungi istri sendiri juga tidak bisa,"
"Ayah jangan bicara begitu."
Tubuh Ratu Shima yang di bawa Raja Sangkala turun dan berhenti di atas tanah menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Aku memang tidak berhak lagi melarang mu jadi terserah kamu,, aku hanya bisa memberi mu ini, pakai dan gunakan jika kau dalam bahaya kau bisa melepaskan ke atas maka akan kau akan melihat kehebatan dari dari gelang ini, kalau begitu aku pergi jaga dirimu baik-baik,"
"Siap, Ayah!"
"Hati-hati dan jaga dirimu baik-baik Nak,"
Setelah mengucapkan itu Raja Sangkalah terbang melesat Kembali ke krajaan Sangkala, sementara Ratu Shima menundukkan kepala sebagai tanda hormat dan Tersenyum pada kepergian Ayahnya.