The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.319.GEMETAR



Setelah kepergian Pangeran Yasza salah satu prajurit kerajaan Ambarawarta pun melangkah pergi dengan buru-buru dia khawatir Pangeran Yasza akan kembali dan mengetahui kalau dia sedang berpura-pura pingsan.


sementara pangeran Yasza yang mencari salah satu pengganti dari prajuritnya yang pingsan menatap nanar kepada beberapa gerombolan prajurit Ambarwati yang sedang berkerumun di kedai tempat makanan para prajurit kerajaan Ambarawarta, melihat kedatangan Pangeran Yasza semua prajurit itu segera bangkit berdiri dan memberikan salam hormat.


Dengan senyum yang tersungging di bibirnya Pangeran Yasza menyuruh mereka semua untuk duduk kembali.


Ada sekitar lima orang prajurit kerajaan Ambarawarta yang berada di tempat itu, Pangeran Yasza menatap dengan sangat intens pada beberapa orang prajurit yang ada di tempat itu sehingga mereka semua dengan gerakan refleks menundukkan kepala.


Entah mengapa mereka merasa sangat was-was dan takut melihat tatapan Pangeran Yasza yang begitu intens pada mereka dalam hati mereka bertanya-tanya ada apa, mengapa pangeran Yasza terlihat begitu serius hingga rela mendatangi mereka, tapi semua pertanyaan tersimpan dalam hati tak ada satupun yang berani mengungkapkan.


"Kemarilah kalian,"


Kelima orang prajurit kerajaan Ambarwata saling berpandangan sebelum akhirnya mereka maju kedepan mendekati pangeran Yasza.


"Berdiri yang tegak aku mau mencoba kekuatan cambuk ini."


Mendengar perkataan pangeran Yasza sontak saja para prajurit kerajaan Ambarwata itu terkejut bukan kepalang.


"Pangeran apa kami tidak salah dengar,"


"Kenapa?" tanya pangeran Yasza dingin.


"Masa Pangeran mau mencambuk kami apa salah kami pangeran."


"Kalian tidak bersalah aku cuma mau tes kekuatan Cambuk ini apa benar jika di hujamkan tidak sakit."


"Ah, Pangeran jangan bercanda di mana-mana Cambuk itu sakit pangeran."


"Tidak cambuk ini seperti nya lembek, aku sudah mencanbuk berkali-kali tawananku itu tapi dia tidak merasa sakit, sekarang bersiaplah aku akan mencoba satu satu pada kalian."


"Tapi Pangeran....!


"Sudah, cepat berdiri jika ada yang membantah aku tambah menjadi dua cambukan."


Kelima prajurit kerajaan ambarawata saling berpandangan tapi kemudian mereka berdiri tegak pasrah dengan apa yang akan mereka alami, meskipun dalam hati mereka sangat tidak menyukai apa yang Pangeran mereka ingin lakukan, Karena bagaimanapun juga mereka bukanlah orang-orang bodoh yang bisa di bohongi jika di cambuk tidak akan sakit.


Melihat kelima prajuritnya sudah siap pangeran Yasza segera mendekati salah satu dari mereka dan mengangkat tinggi-tinggi cambuk yang ada di tangannya.


Dengan tubuh bergetar prajurit kerajaan Ambarwata pun segera memejamkan matanya.


"Cetaaaaaaarrr...!"


Cambuk melayang dan menghujam ke tubuh para prajurit kerajaan Ambarwata yang telah di jadikan percobaan.


Teriakkan kesakitan dengan bibir meringis ke lima prajurit kerajaan Ambarwata terkapar di lantai.


Masih tidak yakin, penasaran dan tidak percaya dengan lantang pangeran Yasza memerintahkan kepada prajurit mereka untuk mencambuk Pangeran Yasza.


Awal mula mereka diam dan tidak berani tapi karena Pangeran Yasza terus meminta akhirnya dengan tangan bergetar prajurit itupun melakukan apa yang di perintahkan Pangeran Yasza kepada mereka.


Satu pukulan cambuk yang cukup keras membuat Pangeran Yasza meringis menahan sakit karena geram dengan sakit yang di alaminya pangeran Yasza memukulkan kembali cambuknya pada tubuh prajurit yang telah mencambuknya.


********.


Di sisi lain Tania yang tidak bisa memejamkan mata sedikitpun Mondar mandir dalam ruangan hatinya begitu resah dan berusaha mencari jalan agar bisa keluar dari kamar istana Puri kepribadian Pangeran Yasza.


"Pintunya terkunci dari luar aku harus bagaimana, dan bagaimana keadaan Tatius aku benar-benar tidak bisa percaya orang itu dia sangat licik dan kejam, bisa jadi apa yang terjadi pada Raja waktu di tawan ketika itu bisa jadi Tatius juga akan mengalaminya, tidak aku tidak akan membiarkan Tatius terluka lalu aku harus bagaimana agar aku bisa melihat nya."


Berjalan menggelilingi Ruang kamar yang mewah tiba-tiba terlintas satu ide.


"Jendela ini kan tidak terlalu tinggi aku bisa keluar dengan melompat."Bergegas Tania membuka kelambu tirai dan hendak meloncat keluar, tapi langkah kakinya terhenti ketika sebuah teriakan keras memanggil nya.


"Hei...sedang apa kau di situ....!


Sontak saja teriakan suara itu membuat Tania menggurung kan niatnya dan menoleh ke sumber suara.


Jantung serasa mau lepas ketika mengetahui siapa yang datang dan berteriak padanya.


"Sial, kenapa Vampire jelek ini nongol di sini, gagal dah rencanaku." Merasa sangat kesal dan dengan tatapan mata yang sangat dingin penuh dengan ketidaksukaan Tania memilih diam tidak menjawab pertanyaan pemuda yang ada di depannya.


"Hei....! jawab kenapa diam saja."pangeran Yasza merasa gusar dan kesal ketika Tania memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan nya.


"Menurut mu aku lagi apa?'


dengan santainya Tania balik bertanya yang mana hal itu justru membuat pangeran Yasza semakin kesal.


"Membuka tirai dan Melihat keluar."jawab Pangeran Yasza memberikan penjelasan pada pertanyaan yang di berikan Tania.


"Jika sudah tau untuk apa kau bertanya lagi."cibir Tania dingin.


"Kau....!geram Pangeran Yasza sambil berjalan dan naik ke atas Ranjang dengan perasaan kesal sementara Tania menatap tak percaya dengan apa yang di lakukan pemuda yang ada di depannya.


"Hei, mau apa Vampire jelek itu Naik ke atas Ranjang, aduh gawat jangan jangan dia mau berbuat yang tidak tidak padaku sekarang aku harus bagaimana? aku harus mencari ide agar Vampire jelek ini segera pergi dari kamar ini." desis Tania dalam hati.


Melihat gadis yang ada di depannya beringsut mundur dan menjauh Pangeran Yasza mengeryitkan dahinya, dia tidak mengerti mengapa Gadis yang ada di depannya bersikap sangat aneh.


"Ayo, Cepat Naik,"


Mendengar perintah pangeran Yasza yang meminta Tania untuk Naik, ke atas Ranjang benar-benar membuat jantung Tania seolah olah berhenti mendadak karena takut.


Diam-diam Tania mengambil sebuah kemoceng yang tergantung di dinding ruangan dengan perlahan-lahan di raihnya kemoceng itu dan disembunyikan di belakang punggung nya.


"Cepat, Naik tunggu apalagi, apa aku harus menyeret mu agar kamu bisa cepat Naik ke sini, " seru pangeran Yasza sambil tengkurap di atas Ranjang.


Melihat pangeran Yasza tengkurap dan tidak melihat pergerakan tangannya dengan perlahan lahan Tania melangkah maju mendekati Ranjang meskipun dengan sedikit gemetar dan setelah jarak antara dirinya dan Pangeran Yasza tinggal satu meter.


"Ini kesempatan ku, aku harus memanfaatkan dengan baik sebelum Vampire jelek ini membalikkan badannya."


"Cepat, kenapa bengong saja."


"I-iya, satu, dua, tiga....!


"Bluukk..... Bluukk.....Bluuuuk....!


Tania berkali kali menghujam kan kemoceng yang ada di tangan nya ke atas punggung Pangeran Yasza, tak Aya lagi Pangeran Yasza langsung meringis kesakitan sambil berteriak teriak.


"Stoop ....! stoop ..! Lo gila ya, kenapa memukulku," teriak pangeran Yasza yang langsung dengan cepat membalikkan badannya dan menangkap pergelangan tangan Tania yang sedang memegang kemoceng di tangan kanannya.


Gengaman tangan yang sangat kuat dan keras membuat Tania pun ikut meringis kesakitan.


"Lepaskan tanganku, sakit tauk...?"


"Sakit ya, kau pikir aku kasur yang empuk sehingga kamu gebukin begitu, aku juga sakit tauk."Sungut Pangeran Yasza yang masih mencengkram pergelangan tangan Tania dengan kuat.