The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.25.RENCANA IKUT SAYEMBARA.



Tanpa disadari mereka berdua, ada sepasang


mata yang telah melihat kepergian mereka


diam diam.


"Ternyata, masuk, tapi sengaja tidak menggikuti


pelajaran dariku.Gumam Pak guru Wili dalam


hati.


"Anak anak, Karena hari ini pak guru ada urusan


mendadak, kalian aku ijinkan pulang lebih cepat


dan buat pr Minggu depan kerjakan halaman


selanjutnya."


"Baik, pak,"


"Ok, silahkan di pimpin berdoa, lalu kita pulang.


****


Siang itu jugai, sengaja pak guru Wili datang bertamu ke rumah Tania.


"Ting...Tong....Ting ...Tong...!


Tidalk menunggu berapa lama, pintu rumah pun terbuka.


Melihat sispa yang datang bertamu, segera


Ayah Tania membukakan pintu rumah.


"Pak guru, Wili...!mari masuk pak."


"Trimakasih, Tania nya ada pak?


"Oh, belum pulang, tadi sudah telpone katanya


lagi ada acara dengan temannya."


"Oh, begitu ya pak, baiklah, kalau begitu saya


permisi pulang dulu, Karena Tania nya tidak ada.


"Oh, Iya, Silahkan, pak."


Pak guru Wili melangkah keluar pintu dengan


di antar Ayah Tania, sampai di luar, pak guru Wili melambaikan tangannya kepada Ayah


Tania, langkahnya begitu terburu buru, hatinya


sangat kecewa, ternyata Tania sedang tidak


ada di rumah, itu artinya Tania, pergi bersama


laki laki yang siang tadi juga bolos dari mata


pelajarannya.


****


Dengan membawa motor, Devan mengajak


Tania menemui Neneknya.


Awalnya Tania menolak, namun karena bujukan


Devan Akhirnya Tania menerima ajakan Devan.


"Kita sudah sampai, ayo kita masuk."


"Rumah nya cukup besar, dengan siapa Nenekmu tinggal disini?


"Sendiri,"


"Apa..? sendiri, dirumah yang sebesar ini apa


tidak takut, atau Nenek mu punya pembantu


yang selalu menemani nya,"


"Tidak, Nenek ku sendiri saja di rumah ini, ayo masuk lah,"


"Ya, trimakasih,"


Devan membuka pintu dengan kunci cadangan


yang di berikan Neneknya beberapa hari yang lalu,


Sang Nenek, yang tidak selalu berada di dalam rumah, Karena terkadang sang Nenek suka


menghabiskan waktu di kebun belakang rumah, sehingga tidak bisa cepat membuka kan pintu


kalau cucunya datang.


"Kamu, tunggu disini, aku mau mencari Nenek


di belakang."


Tania mengagguk, dengan cepat Devan masuk


ke dalam rumah menuju halaman belakang,


dia yakin kalau Neneknya pasti ada di belakang


rumah.


Ternyata dugaan Devan benar, sang Nenek ada


di belakang rumah nya.


"Nek...!"


"Devan...!ada apa, kamu datang lagi?"


"Aku, datang bersama dengan temanku, Tania


cepat Nenek temui !"


"Hmmm, siapa Tania, pacar kamu?


"Ah, Nenek, bukan pacarku , tapi mau kujadikan


pacar kalau anaknya mau, tapi sayangnya, Tania sepertinya, tidak suka padaku Nek."


Sang Nenek terkekeh mendengar celotehan


cucunya.


"Baiklah, sekarang di mana dia,"


"Ada, di ruang Tamu Nek."


"Ya sudah, ayo, kita temui."


"Nek...!"


"Hmm, apalagi?


"Tania itu, gadis yang pernah ku ceritakan tempo hari, yang tangannya selalu di perban itu, dan yang perban nya tidak boleh di buka


terlebih saat bulan purnama."


"Oh, lalu kenapa, kau bawa kemari?


"Ya... Nenek! aku tau, Nenek sedikit punya kelebihan bisa memahami hal hal begituan, coba nanti Nenek lihat dia ya,..."Please?"Ucap Devan sambil mengatupkan kedua tangannya


membentuk suatu permohonan.


"Baiklah, ayo kita lihat."


Bergegas Nenek dan Devan menuju ke ruang tamu.


****


Sedangkan di belahan bumi lainnya tampak


seorang wanita, sedang berlari berkelebat


dengan riangnya.


tubuhnya yang berkelebat seringan angin,


berhenti di depan sebuah bangunan rumah


yang cukup tua, dia melangkah ke dalam


beberapa orang yang ada di sana segera


mengucapkan salam ketika melihat kehadiran


nya.


"Salam Ratu...!"


"Ada di taman belakang Ratu,"


"Di taman belakang? ngapain pangeran Yervan


ke taman belakang?"


"saya, tidak tau Ratu,"


"Baiklah, kalian boleh kembali ke dalam istana,


tinggalkan kami disini,'


"Baik, Ratu..?"


Setelah beberapa pengawal istana pergi, Ratu


Derbah, segera ke taman untuk menemui


putranya.


"Pangeran Yervan...!"


Mendengar Namanya di panggil dengan cepat


pangeran Yervan menoleh mencari ke sumber


suara, setelah menggetahui siapa yang telah


memanggilnya dengan cepat pangeran Yervan


segera menghampiri Ibundanya.


"Ibunda, Ratu Derbah, memanggil saya,"


"Iya, pangeran, kemarilah aku ingin bicara


dengan mu?"


"Ibunda Ratu, mau bicara apa?"


"Pangeran Yervan putraku, apa kau tidak ingin


segera menikah?"


"Hey, ada angin apa, tiba tiba ibunda Ratu


membicarakan soal pernikahan."


"Sini, pangeran Yervan, duduklah di dekat bunda."


Pangeran Yervan menggikuti dan menuruti


perintah Ibundanya, meskipun hatinya Binggung dan bertanya tanya, kenapa tiba-tiba


ibundanya menyinggung soal pernikahan.


Ratu Derbah tersenyum dan menatap putranya


dengan lekat lekat.


"Dengar, pangeran Yervan, putraku, Kerajaan


Barat Daya sedang menggadakan sayembara


siapapun yang akan jadi pemenangnya, akan


mendapatkan putri cantik lin ying, selain itu


dia juga berhak sepertiga dari harta kerajaan


Barat Daya, apakah pangeran Yervan mau ikut


dalam sayembara itu?"


"Wah, mendapatkan putri lin ying...!aku sudah


pernah mendengar tentang kecantikan nya Ratu, tentu saja aku mau, siapapun pasti lah


senang jika bisa mendapatkan sang putri,


aku mau ikut sayembara itu ibunda Ratu."


"Baguslah, kalau begitu, kamu harus lebih giat


dalam berlatih, agar pangeran bisa menjadi pemenang nya."


"Tenanglah, ibunda Ratu, ilmu kanuraganku


sudah sangat bagus, tidak akan ada satu


pangeran pun yg akan mampu menandingi ku,"


Ucap pangeran Yervan dengan penuh keyakinan.


"Tapi pangeran, musuhmu bukan hanya pangeran pangeran di luar kerajaan sana, tapi


kau juga akan berhadapan kembali dengan


pangeran Tatius."


"Apa...? pangeran Tatius, juga ikut dalam sayembara itu !"


ibunda Ratu, ini tidak mungkin, bukankah


Ayahhanda Raja, telah membuat pangeran


Tatius di penjara, lalu, bagaimana mungkin


dia bisa ikut dalam sayembara itu?"


"Raja, telah membebaskan pangeran Tatius, pangeran Yervan, ibunda Ratu Sangat


yakin kau tidak akan mampu melawannya


bukan kah kau menang karena kecurangan


yang ibunda lakukan."


"Iya, ibunda Ratu, aku akan berlatih sangat


keras, agar aku mampu menandingi pangeran Tatius,"


Mendengar ucapan putranya, Ratu Derbah


tertawa.


"Ha...ha...ha..ha...ha...!"


"Pangeran Yervan, pangeran Yervan...!"


Ratu Derbah menepuk pundak putranya.


"mau belajar keras bagaimana? pangeran Tatius bukan tandingan kamu,'


"Lalu, apa aku harus mundur saja dan tidak


menggikuti sayembara itu ibunda Ratu?


Tidak ibunda Ratu, aku sangat ingin menggikuti


sayembara itu, jadi apapun resikonya dan siapa


pun, aku siap menghadapi nya Ratu."


"Tapi, kamu tidak akan jadi pemenangnya,"


"Lalu, aku harus bagaimana Ratu !"


"Dengar, saran dari ibunda Ratu, kau harus


bisa membuat dan menyakinkan pangeran


Tatius, untuk tidak menggikuti, sayembara itu,


kau harus bisa merayu dan membujuk nya."


"Baik, ibunda Ratu, aku akan berusaha, sekarang dimana pangeran Tatius, aku mau


menemuinya."


"Pangeran Tatius, ada di kerajaan Sangkala kakeknya, jadi temui pangeran Tatius disana,


akan lebih bagus kalau kau buat perjanjian


dengan pangeran Tatius, kau inginkan


putri lin ying, jika pangeran Tatius menang


suruh dia berkata atas namamu,"


"Wah, ide, yang cerdas ibunda Ratu, Tatius tidak akan menolak keinginan ku, pasti dia


akan setuju dengan permintaan ku."


Ratu Derbah tersenyum


"Aku, percaya kau mampu, membuat pangeran Tatius mengalah padamu."