
Pangeran Tatius Tersenyum smrik pada Tania sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Tenang saja sayang, aku pasti bisa mengatasinya."teriak Pangeran Tatius menyakinkan gadis yang kini sedang menghawatirkan dirinya.
Sementara Pangeran Yasza yang melihat kemesraan kedua insan dalam jarak jauh hatinya mulai terbakar api cemburu, entah mengapa sejak Melihat Gadis itu pangeran Yasza sudah jatuh hati padanya.
Tanpa menunggu kesiapan dari pangeran Tatius pangeran Yasza segera memberikan serangan kepada Pangeran Tatius, pada dasarnya pangeran Tatius adalah seorang kesatria yang namanya sangat di perhitungkan di dunia persilatan tidak terlalu sulit untuk menjatuhkan lawannya terbukti beberapa kali serangan dari Pangeran yasza bisa di atasi nya.
Pertarungan kedua Pangeran dari kerajaan Awang Awang Vampire dan kerajaan Ambawarta masih terus berlangsung meskipun beberapa kali pangeran Yasza terlihat sedikit kewalahan akan tetapi dia masih terus melakukan serangan.
Tidak terlihat sedikit pun rasa panik dalam diri pangeran Yasza meskipun harus berkali-kali hampir jatuh dan terdesak, Pangeran Tatius sendiri tidak mau bermain berlama-lama dengan pemuda yang ada di depannya dengan cepat di keluarkan nya keris yang ada di balik bajunya.
"Dengan keris ini aku akan mudah mengetahui mana bayangan mu yang asli,"desis pangeran Tatius yang mulai membolak-balik kan kerisnya sambil tersenyum miring.
"Gawat, dia mengeluarkan senjata yang bisa saja membahayakan aku, tidak bisa, aku tidak boleh kalah cepat, aku harus secepatnya mengakhiri permainan ini, aku tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang ada sebelum pemuda itu menggunakan keris nya aku harus lebih dulu bertindak.
Pangeran Yasza melompat tinggi yang mana bayangan dirinya pun melakukan hal yang sama.
Dengan tatapan mata yang tajam, pangeran Tatius memperhatikan gerak gerik dari Pangeran yasza mencari mana tubuh asli dari pangeran Yasza sementara Pangeran Yasza yang melihat Pangeran Tatius sibuk memperhatikan dirinya Tersenyum menyeringai.
"Inilah waktunya, aku akan membuat mu, menyesali segala nya." gumam Pangeran Yasza dalam hati yang mana dengan secepat kilat dari beberapa bayangan tubuh nya memberikan serangan serentak secara beruntun kemudian di ikuti dengan melesatnya satu bayangan dengan cepat ke arah di mana Tania sedang duduk berdiri.
Tidak menyadari akan datangnya satu bayangan yang dengan cepat menyambar tubuhbya membuat Tania menjerit histeris.
"Aaaaaaaa.... Lepaskan aku!"
Teriakkan yang keras dari Tania membuat Pangeran Tatius terperangah dia tidak menyangka jika lawannya akan bersikap curang dengan menyandra Kekasihnya.
Wajah tampan yang tadinya bersinar terang dan terlihat teduh kini tiba-tiba berubah menjadi merah padam dengan urat uratnya yang mulai menegang kedua tangan nya mengepal kuat.
"Lepaskan kekasihku, atau ku bunuh kau...?"
Bukannya takut pemuda itu justru tertawa lebar, melihat wajah tampan di depannya yang mulai merah padam karena marah.
"Apa kau bilang? melepaskan nya hahahh tidak akan, hai pemuda yang malang, karena gadis ini akan segera menjadi pengantin ku,"seru Pangeran Yasza masih dengan suara tawa yang lebar.
Mendengar perkataan dari Pemuda yang ada di depannya Rahang Pangeran Tatius mengeras.
"Kurang ajar, kau sangat licik jika kau memang kesatria lepaskan dia ayo hadapi aku." Tantang Pangeran Tatius berapi-api.
Sungguh tantangan yang hanya akan di dengarkan melalui telinga kiri dan akan dia keluarkan melalui telinga kanan.
"Hahahah....kau pikir aku bodoh, tentu saja aku tidak akan melepaskan intan berlian yang ada di tangan ku ini, dia sangat cantik bukan dan aku mengginginkan nya."jawab Pangeran Yasza yang dengan sengaja tangan jahilnya menyentuh pipi halus Tania dengan kelima jarinya, Tania yang merasa di lecehkan segera memberontak tapi apalah daya kedua tangan Tania berada dalam genggaman tangan satunya Pangeran Yasza dalam posisi di tarik kebelakang.
"Lepaskan aku..!" teriak Tania dengan menggeleng geleng kan kepala nya agar Pangeran Yasza kesulitan menelusuri pipi halusnya dengan jari-jari tangannya yang nakal.
"Stop....! hentikan serangan mu jika kau masih menyerangku dengan membabi buta apalagi aku sampai terluka, jangan salahkan aku jika aku akan melecehkan Kekasih mu ini di depan matamu, lihat apa yang akan aku lakukan, aku tidak main main padamu, pemuda sombong."
"Sreeeeeeettttt....Aaaaaaa ...! dengan gerakan cepat Pangeran Yasza merobek baju lengan Tania dengan di sertai teriakan dari Tania yang panik karena kulit tubuhnya sedikit mulai terbuka.
"Apa kau ingin melihat kekasihmu telan jang di sini!
"jangan ... Tolong, jangan lakukan itu padaku..hizk..hizk.. aku mohon, Tatiuuuuuss.....aku takut." teriak Tania yang kini sudah berderai dengan air mata dengan wajah pucat penuh dengan ketakutan.
Melihat Kekasihnya di perlakukan dengan sangat menjijikkaan Air mata Pangeran Tatius mulai ikut meleleh, tubuhnya terasa lemas tenggorokan nya terasa tercekat, tubuhnya yang kekar dan wajahnya yang tampan jatuh tertunduk.
"Tolong lepaskan kekasihku, aku mohon, aku siap melakukan apapun tapi tolong jangan lakukan itu padanya dia tidak bersalah, aku tau kedatangan mu ke krajaan kami karena engkau mau menuntut balas Atas kematian laki-laki bangsa manusia, dengar Akulah yang telah membunuh Orang yang telah kau anggap sebagai Paman jadi hukum lah aku, kau boleh melakukan apa saja, tapi tolong lepaskan dia bahkan jika kau mau meminta aku untuk berlutut padamu aku akan melakukan nya, tapi tolong lepaskan Tania jangan lecehkan dia aku mohon."lirih pangeran Tatius dengan suara yang sangat lemah dan berat.
"Ha-ha-ha akhirnya kau mengaku juga jadi rupanya kau pembunuh paman Hamdan Hahaha, baiklah letakkan semua senjata mu di tanah kemudian angkat kedua tangan mu ke atas cepat..!"
"Baik..!
Pangeran Tatius meletakkan semua senjata yang dia miliki termasuk keris sakti.
"Bagus...!" pengawal...!"
"Siap, Pangeran!
"Ikat pemuda ini bawa ke alun-alun biar menjadi tontonan para prajurit Kerajaan nya."
Ketika para pengawal hendak membawa pangeran Tatius untuk pergi dari tempat itu
"Tunggu, tepati dulu janjimu, lepaskan kelasihku," bentak Pangeran Tatius pada Pangeran Yasza yang mana setelah pangeran Tatius menyerah dia tidak melepaskan Tania sesuai dengan janjinya.
Terdengar sebuah tawa lebar dari Pangeran yasza.
"Kau bodoh, kau pikir aku akan mau melepaskan intan berlian ini, dengar aku akan menjadikan nya pengantin ku malam ini dan kami akan segera menikmati indahnya malam berdua di Ranjang hahahah."
"Ciiih....Aku tidak sudih, menjadi pelayan pemuasmu,"teriak Tania dengan berani
"Apa kau bilang...!Tidak mau? apa kau pikir kau punya pilihan, ikut dengan ku!" seru Pangeran Yasza sambil menarik tubuh Tania hingga tubuh Tania bergerak dengan tubuh terseret.
"Lepaskan dia biadap...! Triak pangeran Tatius berapi-api.
"Hahahh.... pengawal bawa pemuda sombong itu ke alun-alun agar semua Rakyatnya tau jika pangeran nya dalam Tawanan kita, dan kau Pemuda sombong jangan macam-macam jika kau berani macam-macam aku bisa melakukan hal yang buruk pada kekasih tercinta mu ini, apa kau mengerti....! cepat bawa pemuda itu pergi pengawal."
"Siap, Pangeran!
Bergegas pengawal kerajaan Ambarwata membawa pangeran Tatius dan pangeran yasza membawa pergi Tania dengan paksa karena Tania terus memberontak.