The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.43.TERDESAK.



Apa yang di lakukan pangeran Tatius


terbilang sangat aneh, tidak ada hujan


tidak ada angin memilih jalan memutar.


tidak ada hujan tidak ada angin langsung


terbang menghilang.


Apa pangeran Tatius pikir dia lagi sendiri


sehingga tidak perlu bertanya ataupun


sekedar basa basi bicara, betul betul


aneh, di dalam Istana pangeran Tatius


sangatlah ramah dan santun, tapi ketika


di luar istana ternyata prilaku pangeran


Tatius sangat jauh berbeda, egois dan


suka berbuat sesuka hatinya.


"Aku harus segera mencari pangeran Tatius,"


Sangatlah aneh dan betul betul sangat


mencurigakan sikap yang sekarang


pangeran Tatius perlihatkan benar benar sangat aneh.


Patih lembu ireng terbang berkelebat


kesana kemari dengan mata tajamnya


yang menatap nanar setiap sudut hutan


yang dia lewati, sampai pada satu ketiika


netranya melihat bayangan hitam,


sedang berhenti di sebuah hutan yang


memiliki anak sungai.


"Tidak salah lagi, itu pangeran Tatius, tapi


sedang apa dia di sana?"


Dengan cepat tubuh patih lembu Ireng


berhenti tepat di samping sosok berbaju


hitam yang tak lain adalah pangeran Tatius.


"Pangeran, apa yang pangeran Tatius


lakukan disini?"


"Tidak ada paman, aku hanya ingin melihat


lihat,"Ucap pangeran Tatius.


"Melihat lihat ?"Apa yang pangeran lihat,


di sini semua nya hutan tidak ada apapun


yang menarik,"


"Paman Benar, tidak ada yang menarik di


sini, tapi sepertinya tempat ini tidak asing


bagi ku, aku seperti nya memgenal tempat


ini paman,"


Patih lembu ireng tertawa lebar mendengar


ucapan dari pangeran Tatius.


Bukan apa apa, patih lembu ireng merasa


aneh, bagaimana mungkin pangeran Tatius


merasa tidak asing dengan tempat itu,


sedangkan pangeran Tatius tidak pernah


sekalipun keluar istana.


"Paman, lihat ke sana !" Dulu di sana itu


ada rumahnya, tapi entah kenapa sekarang


tidak ada," Seru pangeran Tatius sambil


mengarahkan jari telunjuk nya.


Patih lembu ireng semakin di buat kebinggungan dengan semua ucapan


pangeran Tatius, patih lembu ireng berfikir


mungkin pangeran Tatius kini sedang


berhalusinasi.


"ini sangat berbahaya dan membahayakan


jangan jangan pangeran Tatius lagi sakit.


Ketika patih lembu Ireng sedang melamun


Pangeran Tatius, beranjak meninggalkan nya


dia mendekati air sungai yang mengalir,


airnya yang jernih dan terlihat segar.


Pangeran Tatius membuka lengan panjang


bajunya, di dekatkan nya tangan pangeran


Tatius ke air dalam beberapa detik pangeran


Tatius membiarkan tangan nya masuk ke


dalam Air.


Sementara patih lembu ireng kembali


di buat Binggung, lagi lagi pangeran


Tatius pergi meninggalkan nya tanpa


bicara kali ini pandangan patih lembu


ireng tertuju pada anak sungai, yang mana


di sana ada pangeran Tatius yang sedang


duduk dan merendam tangannya.


Awalnya Patih lembu ireng mengaggap


apa yang dilakukan pangeran Tatius itu


hal biasa, Namun ketiika matanya tiba-tiba


melihat cahaya putih keluar dari sana


dan mengarah pada langit, awalnya


lurus tapi kemudian berubah posisi


membuat patih lembu ireng tercengang.


"Pangeran, apa yang terjadi..!tidak salahkah


pandangan mataku ini? kenapa ada cahaya


putih yang memancarkan sinar dari tangan pangeran,"Tanya patih lembu Ireng


penasaran.


Pangeran Tatius tersenyum sebelum


memberikan jawaban.


"Apa yang paman lihat itu tidak benar,


ayo, sekarang kita kembali paman?"


"Apa...?"Kembali...!"lalu untuk apa kita lewat


jalan ini, jika ternyata sekarang kita harus


kembali lagi,"Ucap patih lembu ireng.


"Aku cuma mau lihat lihat tempat ini,"


Ucap pangeran Tatius kalem.


Patih lembu Ireng hanya bisa menurut


meskipun dari dasar lubuk hatinya yang


paling dalam, patih lembu ireng sangat


indra penglihatan nya.


Tidak mudah mendapatkan sebuah


jawaban dari semua pertanyaan yang


dia tujukan untuk pangeran Tatius.


Seorang pangeran yang memiliki beberapa


keunikan, berbeda dengan pangeran


pangeran Vampire pada umumnya.


Dalam perjalanan memutar balik ke


arah sebelumnya, patih lembu ireng


diam dalam lamunan nya, sehingga


dia tidak sigap dengan segala situasi


ataupun mara bahaya yang sewaktu


waktu datang menghampiri nya seperti


saat ini, seorang patih yang seharusnya


bertugas melindungi Tuan nya justru


kini Tuannya yang harus melindungi nya.


"Awas....paman..!"cepat menunduk,"


Teriak pangeran Tatius.


Namun karena patih lembu ireng dalam


mode melamun, maka dia tidak bisa


memahami teriakan pangeran Tatius.


Akhirnya justru pangeran Tatius lah


yang terbang melesat berputar putar


menghalau beberapa pisau terbang


yang tiba-tiba datang menghujam


entah siapa yang melakukan serangan


mendadak itu. Patih lembu ireng


tertegun, melihat pangeran Tatius


menghalau semua pisau pisau terbang


yang tiba-tiba muncul menyerang mereka.


"Pangeran jalan ini tidak aman,"


"Betul paman, tapi aku penasaran siapa


yang telah menyerang kita tadi,"


"Pasti di sekitar sini, orang nya pangeran,


kita harus waspada,"


"Paman, benar, paman tunggu disini aku


mau melihat keadaan di sekitar sini,"


Tanpa menunggu jawaban pangeran Tatius


sudah terbang melesat hilang dari


pandangan mata.


"Pangeran tunggu..!"


Ketika patih lembu Ireng hendak terbang


menyusul pangeran Tatius, tiba-tiba


kembali sebuah serangan mendadak


datang menghujam ke arah nya.


kali ini bukanlah sebuah pisau, tapi


anak panah, beberapa kali patih lembu


Ireng harus menjatuhkan dirinya di tanah


dan berguling guling.


Dalam kemarahan nya Patih lembu Ireng


berteriak.


"Woi...!'Siapa kalian, tunjukkan dirimu


jangan jadi pengecut,"


Teriak patih lembu Ireng.


Dari balik rerimbunan pohon munculah


beberapa orang bertopeng serba hitam.


Mereka menggelilingi patih lembu ireng.


Patih lembu Ireng tidak gentar melihat


mereka.Namun ketiika matanya melihat


beberapa harimau yang juga ada disana


nyali patih lembu ireng mulai menciut.


"Untuk menghadapi mereka yang banyak


aku belum tentu menang apalagi di


tambah dengan harus melawan harimau."


Terdengar suara tawa dari salah satu


di antara mereka, yang kemudian


memberikan kode untuk menyerang.


Dengan cepat mereka berhamburan


menyerang Patih lembu Ireng.


perlawanan yang tidak seimbang


membuat patih lembu ireng kewalahan


ketika patih lembu Ireng sedang terdesak


dan hampir mampu di lumpuhkan.


Datanglah pangeran Tatius membantu


patih lembu Ireng, dalam sekejap


orang bertopeng banyak yang berjatuhan


"Ciiiiiatttt ....ciaaaattt....ciaaattt.....!"


"Deeeeessss....Des...dessss...!'


Serangan dan tendangan beruntun yang di berikan pangeran Tatius membuat


para orang orang bertopeng berjatuhan,


merasa terdesak dengan cepat orang


bertopeng memberi perintah kepada


para Harimau untuk menyerang.


"Seraaaaang....!"


"Haummmmm....Hauuumm, suara harimau


bersahut sahutan sebelum melompat


dan menerkam pangeran Tatius dan


patih lembu Ireng.


Beberapa cakaran berhasil melukai dan merobek kulit patih lembu Ireng, darah


hitam mulai menetes dari salah satu


lengan Patih lembu Ireng.


Terdengar tawa mengejek bersahut


sahutan melihat patih lembu Ireng dan


pangeran Tatius sedikit kewalahan dan


hampir mulai terdesak.