
Apa yang di lakukan pangeran Tatius
terbilang sangat aneh, tidak ada hujan
tidak ada angin memilih jalan memutar.
tidak ada hujan tidak ada angin langsung
terbang menghilang.
Apa pangeran Tatius pikir dia lagi sendiri
sehingga tidak perlu bertanya ataupun
sekedar basa basi bicara, betul betul
aneh, di dalam Istana pangeran Tatius
sangatlah ramah dan santun, tapi ketika
di luar istana ternyata prilaku pangeran
Tatius sangat jauh berbeda, egois dan
suka berbuat sesuka hatinya.
"Aku harus segera mencari pangeran Tatius,"
Sangatlah aneh dan betul betul sangat
mencurigakan sikap yang sekarang
pangeran Tatius perlihatkan benar benar sangat aneh.
Patih lembu ireng terbang berkelebat
kesana kemari dengan mata tajamnya
yang menatap nanar setiap sudut hutan
yang dia lewati, sampai pada satu ketiika
netranya melihat bayangan hitam,
sedang berhenti di sebuah hutan yang
memiliki anak sungai.
"Tidak salah lagi, itu pangeran Tatius, tapi
sedang apa dia di sana?"
Dengan cepat tubuh patih lembu Ireng
berhenti tepat di samping sosok berbaju
hitam yang tak lain adalah pangeran Tatius.
"Pangeran, apa yang pangeran Tatius
lakukan disini?"
"Tidak ada paman, aku hanya ingin melihat
lihat,"Ucap pangeran Tatius.
"Melihat lihat ?"Apa yang pangeran lihat,
di sini semua nya hutan tidak ada apapun
yang menarik,"
"Paman Benar, tidak ada yang menarik di
sini, tapi sepertinya tempat ini tidak asing
bagi ku, aku seperti nya memgenal tempat
ini paman,"
Patih lembu ireng tertawa lebar mendengar
ucapan dari pangeran Tatius.
Bukan apa apa, patih lembu ireng merasa
aneh, bagaimana mungkin pangeran Tatius
merasa tidak asing dengan tempat itu,
sedangkan pangeran Tatius tidak pernah
sekalipun keluar istana.
"Paman, lihat ke sana !" Dulu di sana itu
ada rumahnya, tapi entah kenapa sekarang
tidak ada," Seru pangeran Tatius sambil
mengarahkan jari telunjuk nya.
Patih lembu ireng semakin di buat kebinggungan dengan semua ucapan
pangeran Tatius, patih lembu ireng berfikir
mungkin pangeran Tatius kini sedang
berhalusinasi.
"ini sangat berbahaya dan membahayakan
jangan jangan pangeran Tatius lagi sakit.
Ketika patih lembu Ireng sedang melamun
Pangeran Tatius, beranjak meninggalkan nya
dia mendekati air sungai yang mengalir,
airnya yang jernih dan terlihat segar.
Pangeran Tatius membuka lengan panjang
bajunya, di dekatkan nya tangan pangeran
Tatius ke air dalam beberapa detik pangeran
Tatius membiarkan tangan nya masuk ke
dalam Air.
Sementara patih lembu ireng kembali
di buat Binggung, lagi lagi pangeran
Tatius pergi meninggalkan nya tanpa
bicara kali ini pandangan patih lembu
ireng tertuju pada anak sungai, yang mana
di sana ada pangeran Tatius yang sedang
duduk dan merendam tangannya.
Awalnya Patih lembu ireng mengaggap
apa yang dilakukan pangeran Tatius itu
hal biasa, Namun ketiika matanya tiba-tiba
melihat cahaya putih keluar dari sana
dan mengarah pada langit, awalnya
lurus tapi kemudian berubah posisi
membuat patih lembu ireng tercengang.
"Pangeran, apa yang terjadi..!tidak salahkah
pandangan mataku ini? kenapa ada cahaya
putih yang memancarkan sinar dari tangan pangeran,"Tanya patih lembu Ireng
penasaran.
Pangeran Tatius tersenyum sebelum
memberikan jawaban.
"Apa yang paman lihat itu tidak benar,
ayo, sekarang kita kembali paman?"
"Apa...?"Kembali...!"lalu untuk apa kita lewat
jalan ini, jika ternyata sekarang kita harus
kembali lagi,"Ucap patih lembu ireng.
"Aku cuma mau lihat lihat tempat ini,"
Ucap pangeran Tatius kalem.
Patih lembu Ireng hanya bisa menurut
meskipun dari dasar lubuk hatinya yang
paling dalam, patih lembu ireng sangat
indra penglihatan nya.
Tidak mudah mendapatkan sebuah
jawaban dari semua pertanyaan yang
dia tujukan untuk pangeran Tatius.
Seorang pangeran yang memiliki beberapa
keunikan, berbeda dengan pangeran
pangeran Vampire pada umumnya.
Dalam perjalanan memutar balik ke
arah sebelumnya, patih lembu ireng
diam dalam lamunan nya, sehingga
dia tidak sigap dengan segala situasi
ataupun mara bahaya yang sewaktu
waktu datang menghampiri nya seperti
saat ini, seorang patih yang seharusnya
bertugas melindungi Tuan nya justru
kini Tuannya yang harus melindungi nya.
"Awas....paman..!"cepat menunduk,"
Teriak pangeran Tatius.
Namun karena patih lembu ireng dalam
mode melamun, maka dia tidak bisa
memahami teriakan pangeran Tatius.
Akhirnya justru pangeran Tatius lah
yang terbang melesat berputar putar
menghalau beberapa pisau terbang
yang tiba-tiba datang menghujam
entah siapa yang melakukan serangan
mendadak itu. Patih lembu ireng
tertegun, melihat pangeran Tatius
menghalau semua pisau pisau terbang
yang tiba-tiba muncul menyerang mereka.
"Pangeran jalan ini tidak aman,"
"Betul paman, tapi aku penasaran siapa
yang telah menyerang kita tadi,"
"Pasti di sekitar sini, orang nya pangeran,
kita harus waspada,"
"Paman, benar, paman tunggu disini aku
mau melihat keadaan di sekitar sini,"
Tanpa menunggu jawaban pangeran Tatius
sudah terbang melesat hilang dari
pandangan mata.
"Pangeran tunggu..!"
Ketika patih lembu Ireng hendak terbang
menyusul pangeran Tatius, tiba-tiba
kembali sebuah serangan mendadak
datang menghujam ke arah nya.
kali ini bukanlah sebuah pisau, tapi
anak panah, beberapa kali patih lembu
Ireng harus menjatuhkan dirinya di tanah
dan berguling guling.
Dalam kemarahan nya Patih lembu Ireng
berteriak.
"Woi...!'Siapa kalian, tunjukkan dirimu
jangan jadi pengecut,"
Teriak patih lembu Ireng.
Dari balik rerimbunan pohon munculah
beberapa orang bertopeng serba hitam.
Mereka menggelilingi patih lembu ireng.
Patih lembu Ireng tidak gentar melihat
mereka.Namun ketiika matanya melihat
beberapa harimau yang juga ada disana
nyali patih lembu ireng mulai menciut.
"Untuk menghadapi mereka yang banyak
aku belum tentu menang apalagi di
tambah dengan harus melawan harimau."
Terdengar suara tawa dari salah satu
di antara mereka, yang kemudian
memberikan kode untuk menyerang.
Dengan cepat mereka berhamburan
menyerang Patih lembu Ireng.
perlawanan yang tidak seimbang
membuat patih lembu ireng kewalahan
ketika patih lembu Ireng sedang terdesak
dan hampir mampu di lumpuhkan.
Datanglah pangeran Tatius membantu
patih lembu Ireng, dalam sekejap
orang bertopeng banyak yang berjatuhan
"Ciiiiiatttt ....ciaaaattt....ciaaattt.....!"
"Deeeeessss....Des...dessss...!'
Serangan dan tendangan beruntun yang di berikan pangeran Tatius membuat
para orang orang bertopeng berjatuhan,
merasa terdesak dengan cepat orang
bertopeng memberi perintah kepada
para Harimau untuk menyerang.
"Seraaaaang....!"
"Haummmmm....Hauuumm, suara harimau
bersahut sahutan sebelum melompat
dan menerkam pangeran Tatius dan
patih lembu Ireng.
Beberapa cakaran berhasil melukai dan merobek kulit patih lembu Ireng, darah
hitam mulai menetes dari salah satu
lengan Patih lembu Ireng.
Terdengar tawa mengejek bersahut
sahutan melihat patih lembu Ireng dan
pangeran Tatius sedikit kewalahan dan
hampir mulai terdesak.