
Melihat tatapan tajam sang permaisuri pertama
kerajaan Awang Awang Vampire, dengan tenang Ratu Derbah justru mengedipkan sebelah matanya.
Ratu Shima yang melihat ulah Ratu Derbah yang sangat menjengkelkan diam diam
menggepalkan kedua tangannya.
"Awas, kau, dasar katak,"
Sungut Ratu Shima kesal.
Raja yang melihat pemandangan dari kelakuan
kedua istrinya cuma menggeleng kan kepalanya.Raja sangat tau kedua istrinya tidak
akan pernah bisa akur.
"Duduklah permaisuri Ratu Shima,"
"Tidak perlu, Raja, sekarang katakan padaku di mana putraku pangeran Tatius berada ?"
"Ratu, tidak perlu menghawatirkan Pangeran Tatius, saya sudah menempatkan pangeran di tempat yang aman."
Ratu Shima menghela Nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Jangan berbelit belit Raja, katakan dimana
putraku ?"
Raja sangat mengenal Ratu Shima, selain dia
memiliki wajah yang cantik dia juga memiliki
sifat yang sangat keras kepala.
Jadi tidak ada gunanya jika Raja berusaha
menutupi semua nya.
"Ayo, duduk lah Ratu, semua akan ku jelaskan."
"Baiklah, sekarang katakan,"
Raja Awang Awang Vampire mengela nafas
dalam dalam sebelum memulai percakapan.
"Ketahuilah, Raja Barat daya lagi mengadakan sayembara dan siapapun yang bisa menjadi
pemenangnya akan mendapatkan sepertiga dari properti kerajaan, selain itu dia juga berhak
mendapatkan putri mahkota Lin ying yang
terkenal cantik, pastilah pangeran Tatius suka,
makanya aku meminta pangeran Tatius untuk
ikut sayembara itu."
"Kenapa kau serakah sekali Raja? apa harta yang kita miliki masih kurang, apa kita ini
kekurangan harta?"tidak bukan lalu untuk apa
kau ikutkan putramu ke dalam sayembara itu,"
"Ratu....! kenapa kau tidak mengerti kita akan
lebih kaya lagi, sudah bagus aku cuma menambah harta, bukan menambah istri untuk
kujadikan permaisuri ketiga,"Ucap Raja sambil tersenyum nakal, sengaja dia ingin melihat respon istri pertamanya.
"Jika, kau berani melakukan nya, maka aku akan pulang ke orang tuaku, tidak sudih aku
di madu sampai tiga, satu maduku saja sudah
bikin pusing kepala, ini Raja mau seenaknya
saja main tambah menambah."
Ucap Ratu Shima kesal.
Raja terkekeh mendengar ucapan istri pertamanya sungguh suatu anugerah dia bisa
memiliki istri seperti Ratu Shima, sudah cantik,
cerdas, dan tidak suka bersikap lemah.
"Tapi, Ratu, dimana mana yang namanya seorang Raja, dia memiliki banyak istri bukan
cuma dua istri, sudah istri cuma dua, pelayanan nya pun sangat terbatas dan sangat mengecewakan."
Mendengar ucapan Raja, Ratu Shima membulatkan kedua bola matanya.
"Apa, maksud Raja, bicara begitu?"
Raja terkekeh, cukup menarik dan itu sangat menyenangkan jika bisa membuat istri keduanya marah.
"Tidak perlu kujelaskan lagi kan Ratu? kau begitu galak, bagaimana bisa di ajak bermesraan setiap waktu, yang ada aku mati
kutu dihadapanmu,"Ucap Raja sambil terkekeh
kecil.
"Cukup, pembicaraan tak berguna ini, sekarang katakan padaku, dimana putraku pangeran Tatius berada."
"Aku kirim ke kerajaan Sangkala, untuk mendapatkan pelatihan langsung dari kakeknya.
"Apa...?kau kirim ke kerajaan Sangkala, kau benar benar serahkan Raja, demi ambisimu kau tega menjadikan kedua putramu sebagai umpan.
"Ratu, jangan asal bicara ya?ini semua juga demi masa depan mereka, lagi pula pangeran Tatius sudah dewasa sudah saat nya mendapatkan pendamping, jadi apa salahnya
jika aku membantu,"
"Terserah kau, Raja, sekarang juga aku akan berangkat ke kerajaan Sangkala, aku mau
menengok putraku."
Setelah mengucapkan itu, Ratu Shima bergegas, pergi.
Raja hanya menatap kepergian Ratu Shima
dengan mengelengkan kepalanya.
****
Hari Senin telah tiba kembali, setelah dua jam menggikuti pelajaran, kini anak anak sekolah
menengah waktunya menikmati istirahat siang,
semua siswa dan siswi berhamburan keluar,
mereka pada menyerbu sebuah kantin.
Menggikuti mata pelajaran memang sangat
melelahkan, untuk itu ketika jam istirahat semua pada mengisi perut mereka yang
terasa lapar.
Hanya tiga puluh menit, waktu istirahat yang
di tentukan dan diberikan pihak sekolah kepada
anak didik mereka, jadi sedikit terburu buru
bel sudah berbunyi, makanan belum habis bisa
jadi terbuang sia sia.
"Tania, lamban sekali makanmu, cepat habiskan keburu masuk nanti."Ucap Rena menggingatkan.
Tania hanya tersenyum kecut, dan acuh dengan
nasehat temannya.
Sengaja Tania makan dengan pelan dan lama
karena Tania lagi merencanakan sesuatu.
Tentu saja temannya tidak boleh tau.
"Tet.....!Tet.....!Tet.....!
Bunyi bel sekolah, tanda waktu istirahat sudah
berakhir.
"Tuh, kan, apa ku bilang, sudah masuk, ayo cepat tinggalkan makananmu, kita ke kelas
sekarang?Ajak Rena antusias.
"Tunggu, kamu masuk dulu saja nanti aku
menyusul."
"Lho kok gitu, nanti kalau di marahi aku ngak
mau tanggung jawab lho,"
"Tenang, kalau pak guru marah, biar aku hadapi
sendiri, sekarang kamu masuk lah, biar kita tidak sama sama di hukum."
"Baiklah, aku masuk dulu ya, ingat cepat habiskan dan masuk kelas."
Tania menunjukkan jempol jarinya.
"Ok,"
Di dalam kelas Rena duduk dengan gelisah,
pasalnya teman sebangkunya belum juga
ada tanda tanda masuk kelas.
"Lama sekali sih, Tania ini, apa dia ngak tau
sebentar lagi, pak guru masuk kelas."Grutu Rena dalam hati.
Apa yang di khawatirkan Rena benar, pak guru
sudah memasuki kelas.
"Selamat siang anak anak,"
sapa pak guru.
Dalam hati Rena mengumpat.
"Astaga..?benar benar cari mampus nih anak,
pak guru sudah datang dan dia masih enak
enakan di kantin.Rena berkali kali memukul jidatnya dengan menunduk kan kepala.
Pak guru yang melihat bangku di sebelah Rena
kosong segera bertanya.
"Rena...!apa hari ini temanmu tidak masuk?"
Rena Binggung memberikan jawaban, mau jujur Tania masih ada di kantin, pasti nanti
mendapatkan hukuman, pak guru Wili sangat
ketat terhadap Tania bahkan kalau nilai Tania
buruk disuruhnya Tania mengulang pelajaran
di rumah pribadi nya, karena Takut Tania
akan di hukum, terpaksa Rena berbohong.
"Tidak masuk pak !"
"Oh,ya, kenapa ? apa ada surat ijin nya."
"Tidak ada pak !"
"Ya, sudah ayo kita mulai pelajaran."
Dalam hati pak guru Wili bertaya, "apa Tania
masih marah padanya, sehingga tidak mau
masuk untuk menggikuti pelajaran.
"Lebih baik, nanti aku datangi kerumah nya lagi.
****
Di kantin Tania yang sudah siap dengan rencananya, dia menjijing tas nya dan berniat
untuk pulang.
Namun ketika hendak berdiri, sudah ada di depannya seorang cowok yang tersenyum
manis padanya.
"Rupanya, kau disini !"
Tania mengeryitkan dahinya
"Devan..!
"Mau apa, kau, disini juga."
"Idih, sinis amat, kalau mau kabur pulang ayo, aku antar."
"Kamu ngak takut dapat hukuman nanti."
"Ngaklah, slow, aja, aku juga paling bosan kalau
pelajaran matematika."
"itu tandanya kamu, bodoh,"
Devan terkekeh.
"Tidak baik, menghina teman begitu, Tania, kita
kan sama sama bodoh."Ucap Devan sambil
terkekeh.
Tangan Devan meraih tangan Tania dan mengajak Tania keluar dari sekolah lewat pintu
belakang di mana pintu belakang tidak ada yang menjaga, jadi aman untuk kabur.