The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.135.TEMBAKAN.



Bagaikan seorang pencuri pangeran Tatius dan Bibi Derbah melangkah mendekati rumah itu dengan perlahan lahan melalui jalan memutar tak lagi lewat jalan depan, di balik jendela yang sedikit terbuka pangeran Tatius mencoba melongok kan kepalanya melihat situasi di dalam rumah, samar samar terlihat lah lima orang berbadan gelap dengan tubuh sedikit besar sedang berkumpul di satu ruangan tertutup dan salah satu di antara mereka memegang pisau, rupanya pangeran Tatius salah menduga pisau yang terlempar keluar hampir menggenai Bibi Derbah dan dirinya itu bukan satu kesengajaan karena mereka ingin menyerang, itu karena mereka lagi dalam posisi perundingan tak sepaham, sehingga membuat salah satu di antara mereka geram, untuk melampiaskan kekesalannya salah satu dari mereka melempar kan pisau ke luar, hal ini terbukti dengan adanya perdebatan antara si pemegang pisau dengan orang bertubuh gendut yang memegang kapak di tangannya ada sekitar lima orang di dalam sana dan kesemuanya memegang senjata, dapat di pastikan mereka itu bukan penduduk yang sengaja tinggal di tempat terpencil akan tetapi mereka sekelompok orang yang suka membajak dan menjarah harta benda dari orang orang yang berlayar melewati lautan ini,hal itu terbukti dengan perdebatan yang mereka bicarakan.


Melihat wajah mereka yang seperti nya sangat kasar dan garang tidaklah benar jika pangeran Tatius dan Bibi Derbah datang dengan baik baik pastilah akan menimbulkan keributan yang mana mereka sudah bisa di pastikan tidak akan suka dengan kedatangan mereka.


"Bibi..!" bagaimana pendapat mu tentang hal ini apakah kita akan tetap beristirahat dan bermalam di sini, sedangkan Bibi tau mereka pastilah tidak suka dengan kedatangan kita terlebih kita berbeda dengan mereka kita bangsa Vampire sedangkan mereka bangsa manusia, pembajak dan perampok yang menguasai lautan ini."


"Pangeran benar tapi lautan yang ada di sekitar gunung S ini adalah salah satu lautan terluas yang paling dekat dengan kerajaan istana Awang Awang Vampire, bisa jadi Raja hanya melempar kan mutiara hijau ke sini tidak di lautan luas lainnya."


"Bibi, benar! baiklah kita beristirahat diam diam di sini kita pilih tempat yang aman dari mereka."


Pangeran Tatius kembali melangkah dengan mengendap endap di ikuti Bibi Derbah di belakang nya. Bibi Derbah sedikit tegang ketika netra indahnya tanpa sengaja melihat dengan jelas wajah wajah sang pembajak yang begitu seram terlebih di tangan mereka semua memegang senjata yang berbeda beda, jantung Bibi Derbah seperti meloncat ketiika mendengar amarah dan amukan sang pembajak pemegang kapak yang tersulut emosi dengan ucapan salah satu rekan nya, hingga menggangkat tinggi tinggi kakap nya dan menghujamkan dengan keras ke atas meja hingga membuat meja itu langsung terbelah menjadi dua.


"Kurang ajar, kau!" berani menuduhku."


"Braaaaaakk....!"Suara kapak yang di hantam kan ke atas meja hingga membuat meja terbelah menjadi dua membuat Bibi Derbah menjerit tak sengaja karena rasa ketakutan nya.


Suara teriakan Bibi Derbah yang keras langsung tertangkap telinga sang para pembajak.


"Woi....!"siapa di situ?"


Bergegas para pembajak itu Keluar berhamburan menuju ke sumber suara, Pangeran Tatius yang menyadari kesalahan Bibi Derbah dengan cepat menarik tangan Bibi Derbah untuk diajaknya bersembunyi dengan mendekap mulut Bibi Derbah agar tidak menimbulkan bunyi.


"Siapa kalian, keluar cepat..!"Teriak salah satu pembajak yang di tangannya memegang senapan senjata api.


"Jika tidak keluar, rasakan ini..!"


"Dooor....!" Dooor...!..Door..!"


Laki-laki pembajak yang memegang senjata api menembakkan peluru nya ke segala penjuru membuat Bibi Derbah ketakutan, hampir saja menjerit histeris tapi dengan sigap tangan Pangeran Tatius membungkam mulutnya agar tidak menimbulkan suara.


Tubuh Bibi Derbah menggigil ketakutan yang luar biasa, dia sangat pucat dan dari dalam dirinya keluar keringat dingin juga di sudut matanya keluar air mata. Pangeran Tatius menatap iba wajah Bibi Derbah dengan sangat pelan dan lirih Pangeran Tatius berkata.


"Tenanglah, kita akan baik-baik saja."


"Aku takut pangeran."lirih Bibi Derbah ketakutan.


"Ssssssstttt...!" pangeran Tatius menaruh satu telunjuk tangan nya ke bibir Bibi Derbah.


"Di mana mereka bersembunyi?"


"Aku mendengar suaranya ada di sekitar tempat ini, pasti mereka masih di sini Boss!"


"Ini gara gara kalian berdua yang ribut melulu, sekarang lihat kita kecolongan ada yang mengetahui tempat kita Cepat cari mereka jangan sampai mereka bisa lolos dari tempat ini."


Ke empat para pembajak itupun mulai. berpencar mencari keberadaan pangeran Tatius dan Bibi Derbah, dengan sangat garang mereka mengobrak abrik semua isi yang ada di sekitar tempat itu.


Pangeran Tatius dan Bibi Derbah yang bersembunyi di balik tumpukan Drem kosong yang entah di gunakan untuk apa oleh para pembajak yang tujuan utamanya membajak para nelayan atau pun orang yang melintas di sekitar tempat itu untuk di jarah apapun yang mereka bawa dan mereka miliki akan


Mata tajam sang Boss yang mengedarkan pandangannya keseluruh tempat yang ada di sekitar tempat itu tiba-tiba melihat helai rambut panjang warna hitam,bibir sang Boss pembajak pun tersenyum menyeringai.


"Rupanya seorang wanita, ini sangat menarik, sudah lama sekali aku tidak merasakan kehangatan wanita, dia bisa jadi pemuas lelahku," Desis laki-laki itu sambil tersenyum.


Ketika itu sang Boss sangat marah dan kesal dengan beberapa anak buahnya yang tidak bisa menangkap orang yang telah berani menginjak tempat nya tanpa ijin, Pandangan sang Boss yang kesal lurus ke depan di mana di samping nya terdapat banyak tumpukan Drem kosong dan tanpa sengaja mata tajamnya menangkap helai rambut hitam Bibi Derbah yang sedang bersembunyi membelakangi sehingga Bibi Derbah tak menyadari jika dari arah belakang tubuhnya terlihat sang Boss pembajak, sedangkan tubuh Pangeran Tatius tak terlihat hal itu di karenakan Pangeran Tatius berada di depan Bibi Derbah.


Perlahan lahan dan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara berisik sedikit pun Boss pembajak itu berjalan mendekati tempat Bibi Derbah.


"Satu ...dua ...ti....ga.....!" Kena kau..!" sang Boss pembajak dengan cepat menangkap tubuh Bibi Derbah dengan kedua tangan nya tapi belum sempat tangan itu menyentuh tubuh Bibi Derbah sebuah hantaman tangan melayang keras ke wajah sang Boss pembajak.


Rupanya Indra penciuman dan insting tajam dari Pangeran Tatius dapat merasakan kehadiran musuhnya dengan gerakan melompat dan menarik mundur Bibi Derbah ke belakang pangeran Tatius melayang tendangan tangannya dengan sangat keras hingga membuat sang Boss pembajak jatuh tersungkur di tanah.


"Kurang ajar!" berani kau memukulku," seru sang Boss pembajak dengan garang yang kemudian dia cepat cepat bangkit dari terjatuhnya dan betapa dirinya tak percaya dengan apa yang di lihat nya.


"Oh, rupanya bukan manusia!" Ternyata kau siluman Vampire ha...ha...ha..!"trima ini, kau akan mati di tangan ku, hari ini juga.'


"Door ..!" Doooor...!" Dooor..!"Sang Boss pembajak menembakkan senapan nya pada Pangeran Tatius secara bertubi-tubi, membuat Pangeran Tatius harus melompat dan berguling guling di tanah, suara tembakan yang bersahut-sahutan membuat para anak buah sang pembajak berhamburan ke sumber suara dan terlihat lah Boss mereka sedang menembakkan peluru nya pada mahluk Vampir.


"Jangan diam saja Bodoh...!"cari dan tangkap perempuan Vampire itu."seru sang Boss pembajak, ketika melihat ke empat anak buahnya justru bengong seakan akan lagi melihat atraksi Vampire yang meloncat loncat karena sebuah serangan tembakan dari nya.


"Baik, Boss!" ayo gaes berpencar....!" seru salah satu pembajak yang membawa senjata palu besar yang biasanya di gunakan untuk memukul batu yang menghalangi jalan mereka ketika berlayar.


Ke empat para pembajak itu terlihat kegirangan bahkan terkesan bermain main dalam menangkap dan menggejar sang Vampire perempuan bagi mereka ini suatu hal yang menyenangkan karena mereka lagi menangkap dan berburu hewan.


Melihat ketidak seriusan dari para anak buahnya, sang Boss pembajak sangat geram dengan cepat di arahkan pula senapan apinya kepada salah satu anak buahnya dan....


"Doooor...!"


"Ampun..!Boss!"Teriak salah satu anak buah yang hampir saja kakinya tertembak senapan panas milik sang Boss.


"Tangkap dengan benar Vampire perempuan itu,"


"Baik, siap...boss...!"


Bergegas mereka berempat kini mengejar Bibi Derbah yang sudah dari tadi lari menjauh dan bersembunyi sedangkan Pangeran Tatius masih harus melompat dan menghindari senapan api milik sang pembajak.