
Orang misterius yang dibalikan badannya pun mendelik melihat kelakuan pangeran Yervan.
"Kau... Ra-Raja?" kenapa kau ada di sini!"
"Justru aku yang seharusnya bertanya kenapa kau ada di sini anak nakal."
"Aku sedang mencari sosok misterius yang sudah kurang ajar melempar panah ke kamarku Raja."
"Kamu bermimpi apa ya? bagaimana mungkin ada orang misterius yang berani masuk kerajaan, sebelum mereka masuk sudah pasti para pengawal akan menangkap mereka jadi jangan ngigau deh kamu, pergi kembali ke kamarmu sana."
"Baik, Raja! Tapi orang itu betul-betul ada di kamarku saja ada bayak anak panah yang tercecer akibat serangan orang misterius itu."
"Aku tidak percaya omongan mu."
"Aku berkata benar Raja!" kalau Raja tidak percaya mari ikut ke kamar, biar Raja melihat sendiri buktinya."
"Baik...!"ayo kita pergi, tapi jika tidak ada apakah kau bersedia mendapatkan hukuman dariku"
"Aku bersedia Raja."
Mendengar jawaban dari pangeran Yervan Raja Awang Awang Vampire pun tersenyum simpul.Maka bergegas Raja dan pangeran Yervan pergi ke Puri istana kamar Yervan, keduanya melesat terbang dengan begitu cepat tidak menunggu berapa lama maka sampailah pangeran Yervan dan Raja Awang Awang Vampire di kamar pangeran yervan.
"Mari Raja! kita masuk.'
Ketika pintu sudah terbuka dengan bangga pangeran Yervan berkata.
"Lihat.....Raja, ayo ke dalam sini di sini banyak anak panah."seru pangeran Yervan melambaikan tangan agar Raja cepat masuk.
"Mana, anak panahnya?" kamar pangeran rapi tidak ada apa-apa"
"Tapi...Raja! aku tidak bohong sungguh tadi banyak berserakan anak panah orang itu betul-betul ingin membunuh ku."
"Tapi, buktinya mana? tidak ada kan.'
Pangeran Yervan melihat semua keadaan yang ada di dalam kamarnya dengan heran, kamarnya terlihat Rapi dan bersih karena merasa tak percaya dan penasaran sampai ke kolom ranjang pangeran Yervan mencari bekas anak panah memang tak ada satu anak panahpun di sana, hal itu membuat pangeran Yervan kesal.
"Kenapa tidak ada?'
"Kenapa pula pangeran Yervan bertanya, sudah ku bilang pangeran Yervan menggigau"
"Raja, aku tidak menggigau aku benar benar di serang."
"Sudahlah, hentikan omong kosong mu, kau hanya membuang buang waktuku, ingat perjanjian kita karena sudah terbukti tidak ada maka kamu harus siap mendapat kan hukuman dariku, Nanti malam temui aku di istana kepribadian, aku akan beri tau hukuman apa yang pantas untuk orang pembohong seperti mu."
"Tapi Raja?"aku benar benar berkata benar."
"Tapi buktinya tidak ada kan!" jadi ingat temui aku nanti malam, kau mengerti?"
Dengan berat hati pangeran Yervan menerima perintah Raja dengan menggaguk kan kepala.
Setelah kepergian Raja dari kamar pangeran yervan yang tidak menemukan apa apa pangeran Yervan pun mulai meneliti keadaan sekeliling, menggingat dan memutar kembali memori otaknya tentang serangan anak panah yang sangat misterius.
"Aku ingat, ketika itu aku baru selesai mandi dan aku berada di depan cermin, anak panah itu melesat cepat dan sedikit mengenai baju lenganku karena anak panah itu tidak berhasil menembus kulit ku, ya baju yang selesai ku pakai mandi sebelum aku menggantinya aku harus lihat baju itu, nah ini dia" Dengan teliti pangeran Yervan meneliti satu persatu baju yg di pakai nya dan...
"Ini..!" sobek itu artinya orang misterius itu memang ada baju itu masih ada nanti akan aku bawa menghadap Raja agar beliau tak lagi memberikan hukuman padaku dan untuk kali ini Raja pasti percaya." seru pangeran Yervan girang karena dia akan bebas dari hukuman Raja.
Sementara di tempat Puri istana kepribadian Raja tersenyum puas.
"Kerja yang bagus...kau akan segera naik pangkat dari pengawal biasa menjadi panglima kerajaan."
"Trimakasih, Raja!"
"Sekarang kau boleh pergi."
"Baik Raja!"
Setelah Kepergian pengawal kerajaan Raja Tersenyum penuh dengan kepuasan.
"Kau pikir hanya kau saja yang bisa berbuat licik dan curang, ini baru awal mula aku bisa memberikan hukuman yang lebih menyakitkan dari pada perintah mu menyuruhku mengobati luka ibu mu, seenaknya saja menjebak ku, kita lihat pangeran Yervan siapa yang akan tumbang dalam waktu dekat, ha....ha..ha..berani beraninya kau memerintah ku dengan memberikan jebakan licik, anak baru kemarin sore sudah berani menantangku Raja kerajaan ini, kau pikir, kau sudah menang dan kau pikir aku akan diam saja atas perlakuan mu tidak akan."Degus Raja Awang Awang Vampire dengan senyum miring.
Di kamar Puri istana diam diam Putri Lin Ying keluar dari dalam kamarnya.
Putri Lin Ying berjalan dengan diam diam menyusuri lorong lorong kecil dengan di kanan kiri beranrka ragam bunga dan perabotan indah yang terbuat dari perak.
Langkah putri Lin Ying semakin jauh dan semakin dekat dengan sebuah puri berukuran besar dengan dua orang penjaga di luar.
"Mungkin itu kamar pangeran Tatius, ukurannya sangat besar dan indah, pasti itu kamarnya tapi bagaimana caranya aku bisa masuk, kamar itu di jaga dua orang pengawal istana, huufp orang nya saja sudah tidak ada tapi tetap saja kamarnya di jaga, aku harus buat para penjaga itu pergi dari sana."
Putri Lin Ying memutar otaknya untuk berfikir cara membuat para penjaga jauh dari kamar setelah mendapat kan ide putri Lin Ying langsung mempraktekkan nya. Satu batu berukuran sedang dia lempar ke arah kedua penjaga itu dan benar saja kedua penjaga itu saling pandang dan saling siaga. Kembali Putri Lin Ying melakukan lemparan batu untuk yang ke dua dan tiga dan untuk kali ini para penjaga itu mencari sumber arah lemparan dan mereka mulai terbang melesat mencari, kesempatan itu digunakan putri Lin Ying untuk langsung melesat masuk ke dalam Puri istana yang indah, ketiika sampai di dalam putri Lin Ying di buat tercengang dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, semua serba indah emas dan mutiara.
"Tapi kenapa kamar ini mirip kamar perempuan ya? masak iya pangeran Tatius suka pernak pernik di dalam kamarnya, coba aku lihat apa yang ada di dalam Almari."
Ketika putri Lin Ying membuka Almari mata indahnya menatap tak berkedip.
"Ini indah sekali, gaun gaun sutra dengan pernak-pernik emas ada juga yang cuma bermotif mutiara, semua ini gaun Wanita mana mungkin pangeran Tatius memakai pakaian wanita, jika di dalam sini tidak ada satupun baju pria itu artinya ini bukan kamar pangeran Tatius pasti ini kamar Ratu permaisuri Shima pantas saja Ratu Derbah ibundanya pangeran Yervan marah marah dan iri, Raja memang tidak adil kalau aku yang jadi Ratu Derbah sudah ku jadikan perkedel itu Raja tak adil huufp, kenapa aku yang pusing, aku harus cepat keluar dari sini sebelum para pengawal itu kembali."
Dengan cepat Putri Lin Ying terbang melesat keluar ke arah barat dan berhenti disebuah tugu tua yang sepertinya tidak pernah terawat tanpa pikir panjang putri Lin ying masuk menggikuti arah tugu tua yang mengarah dengan jalan menurun.
"Kenapa kerajaan memiliki tempat aneh begini ini tempat yang terpisah masak kamar pangeran Tatius terpisah dengan kerajaan itu tidak mungkin tapi kenapa tempat itu mencurigakan, ada ada saja ada bangunan yang seperti nya kosong tidak ada salahnya aku lihat."
Ketika putri Lin Ying hendak menuruni tangga dua orang penjaga yang kebetulan lewat jalan itu berteiak.
"Tunggu Nona?"
"Kalian manggilku, ada apa?"
"Nona putri Lin Ying mau ke mana?'
"Aku mau lihat ke dalam rumah yang ada di bawah itu."
"Jangan, kesana!" lebih baik Nona ceoat kembali."
"Apa maksud mu tidak boleh kesana?"
"Saya tidak tau cuma dengar dari mulut ke mulut disana angker dan berbahaya."
"Kalian pergilah aku cuma melihat dari luar jadi jangan khawatir kan aku."
"Baiklah kalau begitu, putri Lin Ying jangan sampai masuk ya!"
"Ya," Seru Putri Lin Ying berusaha menyakinkan.
Setelah para pengawal itu pergi.
"Ha .ha..ha .dasar penjaga penakut,"
Dengan cepat putri Lin Ying terbang melesat masuk ke dalam bangunan rumah yang terlihat kuno dan tak terawat, dengan perlahan lahan di buka nya pintu dan ketika pintu terbuka putri Lin Ying sangat heran karena ada pintu lagi ketika di buka tidak bisa bahkan tidak ada gembok itu artinya pintu ini di kunci mengunakan mantra gaib, beruntung saat menjadi murid Bramasta sudah di ajarkan bebagai macam membuka pintu gaib, putri Lin Ying langsung melangkah mundur dengan mata terpejam dan kedua tangan di depan dada sejurus kemudian kedua tangan itu di arahkan ke pintu.
"Duaaaaaarrrr....!" pintu terbuka.
Raja yang ketika itu sedang duduk santai pun terperanjat kaget dengan suara aneh dan keras.
yang tiba-tiba memekakkan telinga.
Di tempat yang berbeda pangeran Tatius dan Tania yang sedang berjalan jalan melihat keindahan istana Sangkala yang kala itu pangeran Tatius memberanikan diri menggrngam tangan. Tania tiba-tiba mengibaskan tangan Tania dan dengan gerakan refleks menutup kedua telinganya dengan tangan. Kelakuan pangeran Tatius membuat Tania kesal gara gara tangannya di kibaskan pangeran Tatius Tania hampir terjatuh.
"Kau gila?" hampir bikin gue jatuh tauk, kalau mau melepaskan itu pelan pelan tidak kasar seperti monster begini dasar Vampire tak punya adat," sungut Tania kesal.
"Maaf ..aku mendengar suara keras."
"Suara keras, jangan cari alasan kau, hening begini di bilang suara keras."
"Ini, beneran Tania, ayo kita kembali aku ada pekerjaan."
"Iiiishhh.... seenaknya saja bicara tadi maksa mengajak sekarang katanya punya kerjaan dasar Vampire aneh, kalau memang tidak punya waktu itu jangan sok ngajak lihat ini itu jika ujung ujungnya bikin kesal saja.'sungut Tania sambil berlari pergi kembali.
Melihat Tania ngambek pangeran Tatius binggung juga.
"Tania.... tunggu..!"