The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 197 MARAH



"Jangan galak galak dari pada di pegang dan di genggam pacar orang, lebih Afdol jika pegang tangan pacar sendiri," ujar pangeran Tatius yang melihat raut wajah gadis nya yang terlihat kesal.


"Sekarang katakan pada kami, bagaimana mungkin kami bisa melewati mereka, mengerti lah kami kami ini bangsa manusia yang pastinya takut dengan semua itu."ucap Tania menjelaskan.


Pangeran Tatius dapat memahami ketakutan dari mereka yang tidak terbiasa melihat mahkluk mahkluk lain yang tergolong menggeraikan karena mereka mahkluk penghisap darah.


"Tenanglah dan ikuti saja aku, percaya lah semua akan baik-baik saja aku jamin kalian tidak akan kenapa kenapa asalkan kamu tidak melepaskan genggaman tanganku," Ucap pangeran Tatius yang di selipin dengan sedikit kebohongan semua demi bisa berdekatan dengan Tania entah mengapa perasaan nya lebih pada sesuatu yang aneh setelah mendapat kan restu dari sang Ayah Tania pangeran Tatius sudah merasa mutlak memiliki Tania dan mengklaim kalau Tania hanya milik nya tidak boleh ada yang mendekati nya.


"Hei... Tatius...kok malah ngelamun sih, yang serius dong kita beneran takut lho bukan main main terlebih tuh Clara seperti nya mau pingsan saja dia," ujar Tania memberitau agar pangeran Tatius bisa memahami jika kami semua itu takut.


"Halah...Clara pingsan ada Devan pasti semua aman terkendali."


"Aku serius Pangeran Tatius...!"ucap Tania kemudian yang mana dari nada bicaranya pangeran Tatius bisa memahami kalau kekasihnya lagi kesal.


"Akupun juga tidak bercanda Nona Tania." sahut pangeran Tatius yang juga menunjukkan jawaban atas ke seriusan ucapannya.


Ucapan dari pangeran Tatius yang juga sangat menyakinkan membuat Tania diam meskipun dalam hatinya ada rasa takut dan was was bagaimana pun juga yang ada di hadapannya itu bukan manusia tapi mahkluk penghisap darah.


Rasa takut yang diam diam hadir di dalam hatinya membuat Tania tanpa sadar mencengkram erat tangan Pangeran Tatius, yang mana Pangeran Tatius tersentak kaget mana kala tangan halus dan lembut itu mencengkram erat tangan nya dalam keadaan dingin, hal itu membuat Pangeran Tatius yang jarak langkah nya tinggal dua belas meter menghentikan langkah kakinya dan menatap dalam dalam gadis yang ada di sampingnya.


"Sayang ..!" kamu beneran takut ya, Hei.....kan ada aku masak iya takut sih, Nih...! lihat tangan kamu dingin begini Rileks sayang gak papa jangan takut kan aku ada di dekatmu." ucap Pangeran Tatius yang beberapa detik kemudian mencium tangan Tania yang dingin.


"Bagaimana aku bisa membawanya ke istana kerajaan Awang Awang Vampire jika Tania sangat penakut begini bisa bisa pingsan berkali-kali dan bagaimana menghadapi Raja pasti Tania ngak bakalan mau punya mertua super galak dan otoriter pada semua nya trus Nasib Cintaku bagaimana." Gumam pangeran Tatius dalam hati.


Begitu juga di sisi lain Clara tak kalah menggigil nya ketika langkah kaki mereka hampir mendekati Pintu gerbang istana kerajaan Sangkala yang mana di sana terdapat beberapa orang Vampire yang sedang menjaga.


"Van...!"balik yuk...Aku takut." keluh Clara yang mulai mempererat genggaman tangan nya pada lengan Devan.


"Aku pun mau kita pulang tapi kita tidak bisa, karena yang tau jalan pulang itu cuma Tatius, aku dulu cuma menggikuti." jawab Devan datar yang diam diam juga memiliki rasa takut dan was was Tatius sudah berubah menjadi manusia dan apakah para Vampire itu akan tetap taat dan patuh padanya atau justru sebaliknya hal itulah yang membuat Devan khawatir.


Sementara di kerajaan Awang Awang Vampire, tak henti hentinya Raja mengamuk dan marah marah pada semua penjaga dan prajurit kerajaan, sedikit saja mereka melakukan kesalahan maka sudah bisa di pastikan hukuman dan kemarahan Raja akan mereka Rasakan, sama halnya pada saat ini seorang pelayan kerajaan yang lagi menghidangkan makan malam yang ternyata menu ataupun masakan yang di berikan sang pelayan tidak sesuai dengan kehendak dan kemauan Raja maka Raja pun memarahinya dengan sangat menbabi buta.


"Apa kau tuli...! apa kau tidak dengar perintah ku aku tidak suka makanan seperti ini kenapa kau membuat nya....?"gertak Raja pada sang pelayan membuat wajah sang pelayan menjadi pucat karena takut.


"Ampun, Raja saya akan menggantinya."


jawab pelayan itu dengan wajah menunduk.


"Apa kau akan menggantinya, butuh berapa lama aku harus menunggu hah...?"


"Apa? satu jam apa kau mau buat aku mati kelaparan menunggu selama itu, pergi kau dari sini dan jangan lagi bekerja di istana ku,"


"Raja... Ampun tolong jangan pecat saya jika saya tidak lagi bekerja di istana ini keluarga saya akan makan apa, Raja tolong kasianilah saya berikan kesempatan pada saya sekali lagi."


Raja tertawa lebar mendengar perkataan dan permintaan pelayan nya.


"Tidak, aku tidak suka di bantah dan sekarang pergi lah....!"handrik sang Raja dengan mendorong tubuh sang pelayan hingga jatuh tersungkur di tanah, tanpa kenal lelah pelayan itupun bangkit dan kembali meraih kaki Raja.


"Raja tolong, jangan lakukan itu pada saya, saya berjanji akan bekerja dengan baik dan tidak akan menggecewa kan Raja." ucap wanita itu dengan terus berlutut memegang kaki sang Raja dan seperti yang sudah sudah Raja semakin geram dan murka untuk itu Raja kembali' menendang tubuh wanita itu dengan sangat kuat hingga terpental jatuh di dekat pintu yang mana kala itu Ratu Shima sedang ingin masuk untuk bertemu dengan Raja.


"Ratu..tolong saya .! desis wanita itu sambil berderai air mata.


"Bsngunlah kenapa kau begini apa yang terjadi?'


"Raja..memecat ku, karena saya salah memberikan makanan yang salah."keluh wanita itu dengan derai air mata.


"Pergilah dan bekerja lah seperti biasa kau tidak kami pecat.


"Trimakasih Ratu," ucap wanita itu seraya berlalu dari tempat itu di mana Raja menatap nya dengan tatapan mata Tajam seolah olah ingin mencabik cabik nya.


"Ratu...! lancang sekali kau berani membantah dan melawan perintah ku, aku sudah pecat wanita itu, lalu kenapa kau justru membolehkan nya apa maksud mu Ratu ..?"teriak Raja geram dan penuh api kemarahan.


"Raja...mau sampai kapan kau berbuat tidak adil dan semena mena pada para abdi mu, janganlah kemarahan mu kau lampiaskan pada mereka yang tidak bersalah."


"Ratu...! berani sekali kau menasehati dan menyalahkan keputusan ku, seharusnya kau bisa mendidik dengan benar putramu agar tidak menjadi pembangkang atas semua keputusan ku, kamu benar benar Wanita yang tidak becus dalam mendidik anak."Sungut Raja berapi-api.


Mendengar hinaan dari sang Raja yang mengatakan kalau dirinya tidak becus dalam mendidik Anak, Ratu Shima pun tersulut emosi.


"Oh jadi kau menyalahkan ku, apakah semua harus patuh pada perintah mu, putraku juga punya hak menentukan jalan hidup nya Raja?" kau sebagai Raja bukan berarti semua harus tunduk dan patuh padamu semua memiliki keinginan sendiri sendiri dukung dan hargai jangan hanya marah marah dan meminta agar semuanya melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan mu, kamu Hanya Raja untuk mengatur makmur nya kehidupan Rakyat mu bukan Raja untuk mengatur hati putramu." cetus Ratu Shima dengan berani.


"Ratu ...!" kau benar benar keterlaluan."


"Kenapa?salah dan ingin menghukum ku begitu?tantang Ratu Shima pads Raja.


"Araaaaaagggghhhh....Raja mengacak acak rambutnya dengan kasar kemudian dengan kecepatan tinggi melesat terbang keluar ruangan itu.