The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.74.MAGNET MANTRA BUMI



Melihat Pangeran Tatius sudah duduk bersila dan melakukan persiapan Rogo Sukma di mana sukmanya akan terlepas dari raganya membuat Patih lembu ireng merasa cemas dan was was terlebih saat ini yang di hadapi pangeran Tatius bukanlah bangsa Vampire pada umumnya tapi bangsa Manusia yang memiliki kekuatan dan ilmu yang sangat tinggi.


Hanya Manusia yang berilmu tinggi yang tidak akan takut melawan bangsa Vampire di mana sudah menjadi santapan dan makanan mereka darah darah segar para Manusia akan di hisap. Kecemasan dan ketakutan serta kekhawatiran Patih lembu ireng membuat nya berjalan mondar mandir sambil sesekali menatap langit untuk melihat perkiraan waktu.


"Hanya dua puluh empat jam." Patih lembu Ireng mengulang berkali kali kalimatnya.


"Smoga pangeran Tatius kembali dengan selamat entah kenapa kali ini hatiku berdebar debar dan merasa sangat takut, smoga ini hanya perasaan ku saja."Gumam Patih lembu ireng dalam hati.


Sementara Pangeran Tatius yang sudah keluar dari raganya melesat tinggi ke awan dalam bentuk cahaya kuning keemasan dan menghilang dari pandangan.


Cahaya kuning keemasan mulai mencari keberadaan Manusia yang terluka.


"Di sini ada baunya meskipun sangat samar, aku harus menggikuti bau ini."desis Pangeran Tatius menyakinkan hatinya.


Dengan secepat cahaya kilat Pangeran Tatius segera mencari sumber dari bau Laki-laki bangsa Manusia cahaya kuning keemasan pun semakin jauh melesat.


"Bau itu sangat kuat di sekitar goa ini, apakah Manusia itu masuk kedalam goa sini?" aku harus menggikuti arah Bau ini agar aku bisa menemukan manusia itu.


Perlahan lahan Pangeran Tatius mendekati mulut goa yang ada di depannya.


Menyadari dirinya tak menyatu dengan raganya kini pangeran Tatius tidak lagi berjalan mengendap endap bagaikan seorang maling yang takut ketahuan dan diam diam kini pangeran Tatius berjalan dengan cepat secepat kilat mencari keberadaan Manusia yang mana bau dari keberadaan nya semakin kuat dari dalam goa itu.


Tanpa pangeran Tatius sadari sebuah senyuman tersungging dari bibir lak laki bangsa Manusia.


"Sudah ku duga, kau akan mencari ku anak muda, kau cukup pemberani dan cukup kuat tapi sayangnya kau melakukan semua itu tanpa kau pertimbangkan lebih dulu, masuklah terus masuk ke dalam, jangan berhenti di situ anak muda, ayo masuklah, aku sudah mempersiapkan kejutan yang manis untukmu Ha...ha . ha...!"jangan kau kira aku tidak bisa melihat dan mengetahui keberadaan mu meskipun kini kau datang tanpa raga, akan sangat menyenangkan jika kau mengetahui siapa diriku dan apa tujuan ku, wahai cucu kesayangan Raja Sangkala Ha...ha..ha... keris yang kau pergunakan untuk melukaiku sudah cukup bagiku untuk menggerti siapa dirimu anak muda, ayo masuklah masuk terus ke dalam goa, aku sudah menantimu Ha...ha..ha..!".


"Kenapa perasaan ku jadi tidak enak di dalam goa sangat gelap aku tidak bisa melihat waktu, semakin aku masuk jauh ke dalam gua semakin aku merasakan perasaan tak enak, aku harus diam dan berfikir dulu aku tidak boleh gegabah dalam hal ini aku harus ingat Laki-laki bangsa Manusia itu memiliki ilmu yang cukup tinggi bisa saja di dalam sana ada jebakan untuk ku." Gumam Pangeran Tatius yang kemudian memutuskan untuk berhenti sejenak dan berfikir apa yang harus dia lakukan.


"Bedebah..!" kenapa berhenti di situ, ayo masuklah, apalagi yang sedang kau tunggu wahai anak muda, aku sudah tidak sabar ingin memusnahkan mu agar Kakek mu Raja Sangkala tau, Aku masih hidup dan tidak bisa di permainan dengan begitu saja masuk lah ... masuklah, jika kau tidak masuk sendiri maka ilmu mantra magnet Bumiku yang akan menarikmu masuk ke sini, aku hitung kau sampai tujuh. Satu...dua..tiga...empat..lima..enam...!"


"Perasaan tidak enak dalam diri adalah suatu pertanda akan hadir nya suatu bahaya yang akan terjadi kepada kita, jangan abaikan perasaan itu cepat hindari dan selalu bersiap siaplah dalam kewaspadaan, Bukankah itu pesan yang di katakan Kakek kepadaku itu Artinya aku harus cepat menghindar tempat ini baiklah aku akan kembali lagi Nanti sekarang aku harus pergi." ucap pangeran Tatius dalam hati.


"Tujuh...


"Wussssssss....! sebuah angin seperti vakum cliner penyedot debu tiba tiba berhembus dengan kencang ke arah pangeran Tatius yang ketika itu hendak melesat keluar ruangan gelap yang ada di dalam goa.


"Gawat kenapa tiba-tiba ada angin kencang yang seolah olah menarikku untuk masuk, bagaimana ini apa yang harus aku lakukan untuk menahannya, aku yakin di dalam sudah ada jebakan untuk ku aku tidak boleh lama lama berada di dalam goa ini aku harus bisa menahan angin yang menarik ku masuk ke dalam.