The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 280.POWER FULL



Malam semakin larut dengan di iringi suara jangkrik yang bersahut sahutan udara yang dingin menerpa pepohonan, membuat daun bergoyang melambai lambai dibawa temaram sinar rembulan.


Perlahan-lahan pintu bangunan Rumah sederhana yang terlihat dari luar namun begitu indah dan megah di dalam nya, kini mulai terbuka.


Sosok laki-laki berwajah tampan yang tak lain adalah sang Raja mengulas senyum ketika melihat sosok gadis yang menyebalkan masih tertidur pulas.


"Anak ini sungguh menyebalkan tapi dia juga sangat menggemaskan,wajar saja jika Pangeran Tatius putraku jatuh hati padanya tapi sayangnya anak ini keturunan manusia, itu yang tidak akan bisa membuat ku menerima kehadiran nya, Pangeran Tatius adalah putra mahkota kerajaan ini dan tanggung jawab nya sangat besar, jika sampai dia menikah dengan bangsa manusia maka kehidupan kerajaan ini akan menjadi kacau dan tidak terarah, bagaimana pun juga pemikiran manusia pastilah ingin tinggal dan menetap di tempat asalnya tidak mungkin dia akan bisa bertahan dan mau menetap di istana ini dan pangeran Tatius pasti akan mengalah dan memilih menggikuti gadisnya dari pada urusan rakyat nya itu yang tidak bisa ku trima, aku harus bisa mencari cara untuk bisa memisahkan mereka agar kelangsungan dan kejayaan kerajaan ini tetap berjaya."


Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti meletakkan bungkusan yang berisi beberapa makanan di atas meja, dia sengaja membawa beberapa makanan agar gadis yang berstatus Kekasih dari putranya bisa makan ketika dia merasa lapar.


Sang Raja sangat yakin jika gadis yang sedang tertidur itu belum makan malam dan Raja juga yakin pasti ada sesuatu yang tidak beres pada gadis itu sehingga dia memilih kabur dan pergi dari istana kepribadian Pangeran Tatius putranya.


Beberapa kali Raja menelan ludahnya melihat betapa nyenyak nya tidur dari gadis itu, ketika Raja sibuk mengamati dan memperhatikan gadis yang ada di depannya tiba-tiba baju kebesaran Raja di sebelah kanan mengeluarkan cahaya merah dengan suara seperti detak jarum jam.


Dengan cepat Raja langsung pergi menjauh dari tempat di mana Tania sedang tertidur, cahaya lampu berwarna merah adalah sebuah simbol informasi dari kerajaan yang mana jika terjadi sesuatu atau prajurit kerajaan ingin memberikan informasi pada Raja cukup hanya berbicara dari Ruangan khusus Raja, mengatakan segala apa yang Ingin di sampaikan tanpa bertemu langsung dan segala informasi itu akan bisa dengan cepat di trima Raja.


Setelah merasa cukup jauh dari tempat di mana Tania tertidur pulas, Raja mulai menekan satu tombol yang sejak tadi berbunyi hingga menimbulkan cahaya merah berkelap-kelip. Dalam hitungan detik tombol yang sudah di pencet pun menggeluarkan sebuah suara.


"Ampun, Raja! Ratu Shima dan Ratu Derbah sedang berkelahi dan kami terpaksa memisahkan mereka dengan cara kami memborgol tangan mereka."


Mendengar laporan dari Pengawal kerajaan Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, bibirnya menyatu Tatapan matanya tajam dengan tangan mengepal.


"Tidak tau malu, mau sampai kapan mereka berantem dan ribut selalu, ini benar-benar memalukan."


Tak lama kemudian Raja pun mengeluarkan suara perintah nya.


"Bagus, biarkan saja mereka begitu, tunggu sampai aku kembali."


Setelah mengucapkan perintah melalui suara Rahasia sang Raja Kembali ke ruangan tamu di mana Tania masih juga tertidur.


Amarah yang tiba-tiba meluap muncul menjadi reduh dan reda ketika Raja melihat gadis di depannya tertidur dengan pulas, Raja yang juga merasa lelah merebahkan tubuhnya di kursi sofa yang juga ada di Ruangan itu, tak lama kemudian dirinya pun ikut tertidur pulas.


***


Di tengah malam yang gelap di bawah sinaran rembulan yang bersinar cukup terang tampak dua sosok laki-laki sedang berterbangan dari satu dahan pohon ke dahan pohon lain terkadang terbang di angkasa yang luas dengan jubah menjuntai berkibar kibar di tengah gelapnya malam.


"Apakah perjalanan kita masih jauh?"


"Tidak lama lagi kita akan sampai patih."


"Baik, percepat kekuatan terbang mu aku tidak suka berlama lama di angkasa luas."


"Dasar, Patih tidak waras ini saja aku sudah power full masih di minta harus lebih cepat lagi, memangnya aku angin apa? dengus seorang laki-laki muda yang tak lain adalah Junxian.


"Hei... pengawal bodoh! kau tidak dengar ucapanku, ayo percepat kekuatan terbang mu aku mau dalam waktu dekat kita sudah sampai di kerajaan Ambarwata."


Rupanya ucapan dan teriakan kekesalan dari Junxian terdengar oleh telinga patih Ramboka yang sedang terbang bersama nya.


"Apa, kau bilang? aku patih tidak waras, kau ini anak buah yang bodoh jika di kerajaan Awang Awang Vampire ada orang seperti mu kamu cuma akan di jadikan pembatu di dapur karena kamu prajurit yang tidak becus, ayo aku bantu."


"Hoooop..... wuuuuuuzz....hiyaaaaa...!"


Dengan kecepatan Tinggi Patih Ramboka segera menyambar tubuh laki-laki muda junxian dan membawa nya terbang secepat angin.


Laki-laki muda junxian yang tidak menyangka jika dirinya akan di sambar dan di bawa terbang kekuatan yang sangat besar dan cepat menahan nafas untuk sesaat karena terkejut dan sedikit syok, karena dia baru pertama kali ini melihat kecepatan terbang yang sungguh luar biasa cepat nya bahkan seolah olah seperti hembusan angin, karena sedikit negeri dan takut laki-laki muda junxian mempererat genggaman tangannya pada pinggang Patih Ramboka.


"Patih....pelan pelan aku takut jatuh, jika aku sampai jatuh maka tamatlah riwayat ku, i-ini terlalu cepat dan sangat mengerikan."ucap laki-laki muda junxian dengan bibir bergetar.


"Diam...! penakut jika kau tidak berani melihat tutup saja matamu itu."bentak Patih Ramboka pada laki-laki muda junxian.


"Ini kekuatan seorang Patih saja seperti ini hebatnya, bagaimana kekuatan Raja dan para panglima nya yang lain, bisa bisa kerajaan Ambarwata akan mengalami kekalahan dan mati konyol semua, aku harus menceritakan ini semua pada Pangeran Yasza agar Pangeran Yasza bisa lebih berhati-hati, karena seperti nya kerajaan Awang Awang Vampire bukanlah kerajaan biasa tapi kerajaan yang memiliki kekuatan cukup tinggi." gumam laki-laki muda junxian.


"Hooop..... Bruuugh."


"Auuwwh....kau benar-benar patih gila dan tidak waras kenapa kau jatuhkan aku,sakit tau."


"Lihat di depan sana..!apa benar itu kerajaan Ambarwata?"


Sontak saja laki-laki Junxian menatap lurus kedepan.


"Oh, my god!" cepat sekali."


Melihat laki-laki yang di tanya diam saja bahkan cuma melongo dengan mulut terbuka, Patih Ramboka yang kesal langsung memberikan tendangan pada bokong."


"Duuuuuuuss.....!"sebuah tendangan mendarat manis dan membuat Junxian jatuh tersungkur, hingga menggeluarkan jeritan kecil.


"Auuw....! Brugh....!


"Kau....! dasar Patih tidak waras, kenapa kau menendangku," Sungut laki-laki muda junxian sambil berusaha bangkit dari jatuh tersungkur nya dengan posisi bibir mencium tanah.


"Salah sendiri, di tanya bukannya menjawab malah melongo."


"Itu, karena aku masih syok...!


"Syok....!syok kenapa banyak alasan saja cepat katakan padaku benar itu kerajaan Ambarwata apa bukan?"


"Iya, itu benar." teriak laki-laki muda junxian dengan cepat dia takut dan khawatir akan mendapatkan tendangan lagi.


"Cuma, menjawab iya saja lama seperti orang yang mau di ajak nikah," Grutu Patih Ramboka kesal.