The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.367.GERAM



Untuk sesaat pangeran Tatius terdiam dengan hati seperti tercabik-cabik, tapi sejurus kemudian dia terbang melesat mengejar kepergian Kekasih nya.


"Tidak, ini tidak benar dia pasti berbohong padaku, mungkin Tania takut pada Ayah sehingga dia memutuskan diriku, aku yakin Tania mencintai ku aku tidak percaya jika dia tidak mencintai diriku lagi, ini pasti sandiwara dan kepura-puraannya, aku akan desak dia untuk bicara jujur dan yang sebenarnya aku tidak akan menyerah, Devan calon suaminya mana mungkin itu, jika Tania memang mencintai Devan sudah sejak lama dia bersama nya tapi ini kenapa baru sekarang, aku yakin Tania mencintai ku bukan Devan," gumam pangeran Tatius yang tubunya terbang dengan kecepatan tinggi yang mana dalam sekejap sudah menemukan Tania dan Devan yang sedang berjalan beriringan.


Pangeran Tatius meneguk ludahnya kasar melihat pemandangan yang menyakitkan terpampang didepan mata di mana dengan beraninya Devan t berjalan beriringan melingkar kan tangannya pada pinggang kekasih nya, Wajahnya yang tampan berubah menjadi merah padam akibat kobaran api cemburu yang datang menyelinap ke dasar relung jiwa nya.


Dengan gerakan cepat tangan pangeran Tatius langsung menarik tubuh Tania menjauh dari Devan.


Gerakan tak terduga membuat Tania terkejut begitu juga dengan Devan.


"Ta-tatius, kenapa kau disini lepaskan aku." seru Tania gugup.


Pangeran Tatius tersenyum mencibir.


"Enak ya, di pegang pegang cowok lain,"


"Tatius kamu itu ngomong apa?


"Dengar aku tidak perduli dengan ucapnmu, aku tidak mau kita putus."


"Hei Vampire jelek, lepaskan calon istriku, jangan macam-macam kamu!'gertak Devan geram.


"Hahaha, aku macam-macam dia itu pacarku, jadi terserah aku dan kau lebih baik jangan pernah bermimpi untuk bisa merampasnya dariku."ucap pangeran Tatius tak kalah sengit.


"Tatius, aku sudah bilang hubungan kita sudah berakhir jadi berhentilah menggaggu ku."


"Apa?" aku mengaggu, kamu jangan bohong aku bisa merasakan kau mencintaiku sudahlah Tania jangan lagi kau pikirkan orang lain, jika kau ingin secepatnya menikah aku siap memikahimu."


"Tatius...!


Tania menghentakkan kakinya sambil melepaskan genggaman tangan dari pangeran Tatius.


"Kamu semakin aneh, aku dan Devan itu sudah mau menikah."


"Aku tidak percaya, kau bersandiwara padaku."


"Kau tidak percaya kan Vampire jelek, lihat apa yang aku lakukan pada Tania calon istriku biar kamu sadar kami tidak sedang bersandiwara." geram Devan yang mana langsung meraih tangan Tania dan dengan gerakan cepat menarik tubuh ramping itu masuk kedalam pelukannya, kelakuan Devan yang tidak pernah Tania pikirkan sedikit membuat nya terkejut hingga membulatkan kedua bola matanya.


Belum juga hilang rasa keterkejutan yang Tania alami tanpa keinginan untuk memberontak karena jika dia memberontak maka Tatius semakin yakin jika dirinya tidak mencintai Devan tiba-tiba bibir Devan dengan berani mencium bibir Tania dan menyesapnya, membuat Tania membulatkan kedua bola matanya perlakuan Devan yang tiba-tiba benar-benar membuat Tania spot Jantung saking terkejutnya.


"Brengsek kau Devan, kau mencari kesempatan dalam kesempitan.' umpat Tania dalam hati yang mana mau tidak mau terpaksa membalas bibir Devan yang dengan berani bermain di sana.


"Akhirnya aku bisa menikmati bibir manis ini juga dengan aman, karena Tania tidak akan berani melawan dan melarang ku, ada untungnya juga Vampir jelek itu menggikuti ku aku yang sudah lama ingin tau rasanya bibir Tania kini mendapat nya, kau membawa keberuntungan juga Vampir jelek."Gumam Devan dalam hati sambil tersenyum penuh kemenangan.


Sementara Pangeran Tatius yang melihat kelakuan Devan wajahnya merah padam darahnya bergolak dengan sangat tinggi kedua tangan nya mengepal kuat hingga giginya menyatu menimbulkan suara gwmerrak.


Devan mengakhiri ciuman bibirnya ketika kaki Tania menginjak kuat kaki Devan dibawa sana yang mana itu adalah satu bentuk kode agar Devan berhenti bermain dibibir nya.


Devan melepaskan ciuman bibirnya dengan tersenyum puas.


"Apa kau ingin melihat lebih dari ini Tatius,"ejek Devan Sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Kalian benar-benar brengsek dan kau Tania aku tidak menyangka kau begitu rendahnya." seru Pangeran Tatius yang kemudian terbang melesat meninggalkan tempat di mana Devan dan Tania berada.


"Brengsek kau mengambil kesempatan dalam ketidak bedayaanku." geram Tania kesal.


"Aku cuma membantumu, jika tidak dengan cara itu pacar Vampire kamu pasti akan terus mengejar mu lagi pula kenapa mesti marah jangan kan hanya bibirmu sebentar lagi semua yang ada pada mu akan menjadi milikku, aku itu calon suamimu bukan calon kekasih gelapmu."


Tania terkesiap dengan perkataan Devan yang mana sudah menyadarkan dirinya jika dirinya sepenuhnya akan menjadi milik Devan.


Menyadari akan Nasib dirinnya Tania mulai menitikkan air mata, hatinya hancur dan sedih tapi apalah daya semua sudah menjadi takdir nya.


Melihat gadis di depannya mrnanggis Devan buru-buru menyadari kesalahannya, bagaimana pun juga gadis yang ada didepannya masih tahap belajar mencintai.


"Maafkan aku."lirih Devan lembut sambil mengusap kasar wajah nya." kita pulang ya."


Tanpa membantah Tania mengagguk kan kepala.


***


Di tempat lain Pangeran Tatius yang sangat murka melampiaskan kekesalan dan kemarahan nya pada semua pohon yang ada di sekitar tempat itu.


"Booommm.....Braaaaakk.....!


Semua pohon tumbang tak beraturan akibat kekuatan yang dikeluarkan pangeran Tatius hingga membuat hancur dan kacau suasana hutan yang tadinya tenang.


Dari jauh tampak bayangan berkelebat mendekati pangeran Tatius yang masih menggeluarkan kekuatan nya untuk menghancurkan hutan itu.


"Stop, pangeran cukup jangan membuat kerusakan disini."


"Paman, menyingkir lah aku akan buat hancur hutan ini."


"Jangan pangeran..!"


"Minggir paman, kau tidak tau bagaimana hancur nya hatiku saat ini, aku sangat kesal sekali, pergilah paman jangan mengagguku."


"Pangeran aku tau hatiku, aku tau perasaan mu tapi aku mohon jangan berbuat kerusakan, pangeran harus sabar.'


"Apa maksud mu."


"Aku tau Pangeran dan Non Tania sedang ada masalah tapi tolong pangeran Jangan berbuat hal yang buruk."


"Paman...! dari mana kau tau itu."tanya pangeran Tatius dengan tatapan mata yang tajam.


"Sebelum pangeran tau saya sudah tau jika Non Tania akan menikah dengan orang lain "


"Paman...! jika kau tau kenapa kau diam kenapa kau tidak memberitahu "


"Aku tidak mau pangeran terluka," ucap paman patih lembu ireng dengan menunduk."


"Lalu sekarang apa aku tidak terluka Paman? kau benar-benar membuat ku kesal paman bisa-bisa nya kau diam dan menyembunyikan semua ini dariku."teriak pangeran Tatius kesal yang mana tubunya kembali terbang melesat meninggalkan Paman Patih lembu ireng.


Melihat pangeran Tatius pergi paman patih lembu ireng segera menyusul, akan tetapi kekuatan pangeran Tatius yang sudah di bilang sempurna tak mampu menggikuti jejaknya sehingga paman Patih lembu ireng bingung harus kemana mencari.