
Raja Awang Awang Vampire menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Untuk masalah cinta mu pada pangeran Tatius aku tidak bisa membantu, aku tidak bisa memaksa putraku untuk menerima mu, aku bisa memaksa putraku untuk tidak mencintai mahkluk manusia, putri Lin Ying tidak usah Khawatir, kerajaan Awang Awang Vampire ini akan berdiri kokoh dengan penerus Raja dan Ratu yang juga dari bangsa Vampire, tidak akan ada Ratu manusia yang aku berikan kesempatan masuk di dalam istana ku ini, jadi Putri Lin Ying jangan khawatir, sekarang tugas Putri Lin Ying sendiri, bagaimana bisa menahklukan hati pangeran Tatius, jadi berusaha lah tapi ingat ada pangeran Yervan yang sangat mencintai putri Lin Ying jadi pikirkan juga bagaimana kau bersikap dan menghadapi kedua nya satu pesanku aku tidak mau di antara kedua putraku ada perselisihan apalagi sampai pertumpahan darah, apa kau mengerti?"
"Iya, Raja!" saya mengerti."
"Baiklah, sekarang kau boleh pergi."
"Baik, Raja!"
Putri Lin Ying melangkah keluar dari dalam istana kepribadian Raja Awang Awang Vampire, meskipun hatinya tidak begitu puas dengan jawaban dari Raja Awang Awang Vampire Putri Lin Ying cukup senang setidaknya Raja sudah memberikan penjelasan bahwa dia tidak akan menerima Bangsa Manusia masuk dalam lingkup kerajaannya.
Di dalam istana kepribadian Raja Awang Awang Vampire mondar-mandir dalam gelisah nya.
"Pengawal...!"
"Siap, Raja!"
"Cepat panggilkan penasehat istana sekarang juga."
"Baik Raja!"
Bergegas pengawal itu pergi meninggalkan tempat istana kepribadian Raja, tak lama kemudian dia kembali dengan membawa seorang laki-laki paruh baya.
"Salam, Raja!" ada apa gerangan Raja memanggilku."tanya sang penasehat istana.
"Duduklah, ada hal penting yang ingin ku tanyakan padamu."
"Penasehat Hyang Shu, engkau sudah lama kerja di istana ini dan engkau juga tau kelahiran pangeran Tatius, sebelum engkau menjadi penasehat pengganti dari Hyang Wang, apakah engkau mengetahui Ramalan dari Empu Shang shang yang mati terbunuh akibat racun yang di berikan oleh Ratu wirgha yang mana konon ceritanya Empu Shang Shang meramalkan jika kerajaan Ratu wirgha akan hancur di tangan saudara nya sendiri, karena dia akan berkhianat tapi
sang Ratu tidak trima dengan Ramalan itu dan mengganggap Ramalan dari Empu Shang shang dusta belaka yang mana hanya ingin menjatuhkan dan memburukkan saudara Ratu Wirgha yang bernama Askha di mana di mata Ratu Wirgha, Senopati Askha sangat taat dan setia pada kerajaan yang di pimpinnya terbukti tidak ada penolakan dan bantahan ketiika Kerajaan Tapak Angin kepemimpinan nya jatuh pada Wirgha bahkan selalu mendukung setiap keputusan dari Ratu Wirgha, sampai lima tahun berikutnya terjadi lah pemberontakan besar besaran dan perampasan tahta kerajaan yang akhirnya Ratu Wirgha di jadikan tawanan oleh saudaranya sendiri dan barulah Ratu Wirgha percaya Ramalan empu Shang shang terbukti kebenarannya."
"Iya, Raja! saya tau, karena ketika itu saya berada di samping penasehat Hyang Shu."
"Apa kau ingat, apa Ramalan dari Empu Shang shang untuk putraku pangeran Tatius."
"iya, Raja saya ingat."
"Katakan, apa Ramalan dari Empu Shang shang pada putraku."
"Kalau tidak salah, akan terjadi peristiwa yang besar ketika mutiara hijau tetap berada dalam tubuh pangeran Tatius dan hal itu akan membawa dampak besar dan buruk pada kerajaan ini."
"Kau benar, untuk itulah aku menggeluarkan mutiara hijau dari dalam tubuh pangeran Tatius, tapi seperti nya, pangeran Tatius kini sedang mencari mutiara hijau karena berita yang ku dengar Pangeran Tatius sedang di mabuk cinta dengan bangsa manusia, untuk itulah kamu aku panggil ke sini."
"Raja! aku tidak mengerti apa maksud mu."
"Aku mau, kamu turunkan beberapa pengawal untuk mengambil mutiara hijau sebelum mutiara hijau itu jatuh ke tangan pangeran Tatius, pergilah Ke Lautan samudera X, masuk dan temukan seekor naga Betina putih di sana, seingat ku ketiika aku melemparkan mutiara hijau seekor naga Betina berwarna putih menangkap dan menelan mutiara hijau itu, minta dengan cara baik baik agar Naga Betina itu mau memberikan mutiara hijaunya, tapi jika Naga Betina itu tidak memberikan secara baik-baik maka bunuhlah Naga Betina itu, karena aku akan menghancurkan mutiara hijau itu sendiri, pilih pengawal kerajaan yang paling tinggi ilmu dan kekuatannya dan aku tidak mau mendengar kata gagal, karena jika kalian gagal maka kalian akan menerima hukuman dariku, apa kau mengerti?"
"Saya, menggerti Raja!"
"Baik, sekarang pergilah dan pilih pengwal kerajaan yang terbaik."
Setelah memberikan hormat dan salam sang penasehat Hyang Shu unduh diri. Kepergian dari penasehat Hyang Shu tak lepas dari tatapan mata Ratu Shima yang kebetulan ingin menemui Raja mendengar kan percakapan Sang Raja dan Sang penasehat.
Ratu Shima tertegun untuk sesaat dia tidak menyangka jika Raja lebih memilih keamanan dan kejayaan dari kerajaan nya di bandingkan dengan kebahagiaan putranya, hal itu pernah di katakan oleh Raja Sangkala yang mana ketiika itu Ratu Shima tidak percaya, Ratu Shima sangat yakin Raja sangat lah menyayangi pangeran Tatius dan kebahagiaan pangeran Tatius adalah segala nya tapi kini keyakinan itu sirna ketika dengan mata kepala sendiri Ratu Shima mendengar kan, percakapan antara penasehat Hyang Shu dan sang Raja.
Diam-diam dan dengan sangat hati-hati Ratu Shima pergi dari tempat itu dia tak lagi berniat menemui sang Raja, kini Ratu Shima harus pergi ke lautan samudera X untuk bisa mengambil mutiara hijau dari sang Naga Betina berwarna putih, Ratu Shima tidak ingin melihat kehancuran dari putranya karena Ratu Shima yakin jika mutiara hijau itu hancur maka hancur pula kehidupan dan kebahagiaan putranya, Ratu Shima tidak perduli jika semua akan berakibat buruk pada kejayaan dan kebesaran kerajaan Awang Awang Vampire.
Langkah nya yang terburu-buru membuatnya tidak menyadari jalan di depan nya sehingga.
"Bruugh..!" tubuh Ratu Shima tanpa sengaja menabrak tubuh Ratu Derbah yang ketika itu sedang membawa makanan yang akan dia berikan kepada sang Raja.
"Bodoh..!" kenapa kau menabrakku, lihat!" gara-gara ulahmu makanan yang ku buat dengan susah payah menjadi tumpah, dasar wanita tak tau diri."
"Plaaaak." geram sang Ratu Derbah yang kemudian menampar wajah Ratu Shima, tak trima dengan perlakuan Ratu Derbah yang sudah menamparnya, Ratu Shima pun menampar balik wajah Ratu Derbah.
"Plaaaak...!" berani sekali kau menamparku, itu juga salahmu, Kenapa kau tidak memegang bawaan mu dengan kuat."
"Ratu Shima..!" kau berani menyalahkan aku? ini semua jelas jelas salah mu, kau masih mungkir dengan kelakuan mu ini."
"Ha ..ha...ha...aku tidak punya waktu untuk ngurusin orang aneh seperti mu, tumpah tinggal ambil lagi, kalau tidak ada tinggal buat lagi, begitu kok di buat repot " cibir Ratu shima yang kemudian melangkah pergi.
"Sialan kau, lihat saja aku akan laporkan semua ini pada Raja dan aku pasti kan Raja akan menghukum mu."teriak Ratu Derbah dengan lantang yang teriakan nya tidak di dengar dan digubris oleh Ratu Shima.
Dengan wajah kesal dan raut muka yang merah padam Ratu Derbah berteriak
"Pengawal bersihkan lantai ini, cepat?"
"Baik, Ratu!"
Ketika para pengawal membersihkan lantai Ratu Derbah segera berlari menuju istana kepribadian Raja, tanpa mengetuk pintu Ratu Derbah langsung membuka dan ketika netranya melihat sang Raja duduk di kursi kebesaran nya Ratu Derbah segera berlari menghambur dalam pelukan sang Raja, membuat Raja mendelik seketika.
"Raja..!" beri keadilan padaku..hizk ..hizk."ucap Ratu Derbah dengan mata sembab karena menangis.
Raja berusaha melepaskan pelukan Ratu Derbah yang tiba-tiba.
"Tenanglah, kamu kenapa?"
"Ratu Shima..Ratu Shima sudah menyakiti ku."
"Apa yang dia lakukan?"
"Ratu Shima menumpahkan makanan yang aku bawa untuk Raja."
"Oh, Kenapa tidak bikin lagi atau ambil yang baru."
"Bagaimana bikin lagi dan ambil yang baru aku kan sudah ada di depan istana Raja ini.'
"Maksdmu bagaimana?".
"Aku bertemu Ratu Shima di depan dan dia langsung menabrak ku."
"Apa? bertemu Ratu Shima di depan, tapi dia tidak ke sini, jangan .. jangan. ...Ratu Shima... Gawat..!" itu artinya dia mendengar pembicaraan antara aku dan penasehat Hyang Shu, ini akan berakibat buruk." Desis sang Raja yang kemudian langsung berdiri dari kursi kebesaran nya membuat Ratu Derbah terkejut
"Raja..!ada apa?"
"Tidak ada, apa-apa, kamu buatkan masakan aku lagi, sekarang pergi lah masakan untuk ku,"
"Tapi, Raja!"
"Sudah, pergilah aku mau sendiri."Ratu Derbah sedikit terkejut melihat Raja berkata dengan kasar.