
Di dalam istana kerajaan Awang-awang Vampire seorang gadis sedang duduk termenung dengan sesekali melihat ke kiri dan kanan.
"Sangat membosankan kenapa hari ini keadaan begitu sepi, Raja memperingatkan ku agar aku tidak keluar dari tempat ini, tapi ini sangat membosankan, lagipula dimana sih Tatius kenapa dia belum juga menemuiku, apakah dia tidak merindukan ku, dasar Vampire jelek bisanya cuma mengombal saja yang mana semua nya tidak ada kebenaran nya, awas saja kalau dia datang aku akan mengacuhkan nya biar tau rasa dia, sangat bosan Raja tidak akan tau kalau aku keluar jalan jalan aku dengar di perbatasan kota itu sangat ramai dan Indah lebih baik aku kesana."
Bergegas Tania keluar tapi ketika dia membuka pintu sebuah suara menghentikan nya.
"Nona mau kemana?"
"Bibik, pelayan, aku mau melihat keindahan kota aku mau pergi ke perbatasan Alun Alun katanya di sana sangat indah."
"Bener, Non!" perbatasan Alun Alun kerajaan Awang-awang Vampire ini sangat indah akan tetapi Raja sudah memperingatkan Bibik agar menjaga dan mengawasi Non Tania disini, sampai Pangeran Tatius datang jadi Non Tania jangan pergi, Raja tidak mengginginkan nya."
"Jika Bibik, diam pasti Raja tidak akan tau jadi, jangan bilang bilang Raja."
"Maaf Non, kurasa Non Tania Jangan membantah Raja bisa memberikan hukuman pada Non Tania dan Bibik Nanti."
"Bik, tolong lah aku sangat bosan, begini saja Bibik temani aku untuk keluar jalan jalan bagaimana?" pasti Raja tidak akan khawatir dan marah lagi kan ada Bibik di samping ku."
"Baiklah, Non! tapi cuma sebentar ya tidak boleh lama,"
"Iya,"
"Tunggu, kalau begitu Bibik bersiap-siap lebih dulu."
Tidak menunggu lama pelayan kerajaan Awang Awang Vampire dan Tania pergi meninggalkan istana Puri kepribadian yang di berikan Raja agar Tania aman dari gangguan putra keduanya yaitu Pangeran Yervan.
Menyusuri jalan pintas dimana jalan itu tidak pernah di lewati siapa pun, sengaja Bibik pelayan membawa Tania melewati jalan Rahasia agar kepergian Tania tidak di ketahui Prajurit kerajaan yang mana kepergian nya bisa di laporkan pada Raja.
"Lewat sini Non, aman!"
"Baik,Bik...wah pemandangan di sini Indah sekali tunggu Bik aku mau berhenti dulu disini aku mau menikmati indahnya udara disini."
"Boleh, Non silahkan, Bibik tunggu disini"
Dengan duduk di sebuah bambu yang ada di pinggir jalan Bibik mengamati Tania yang asik berjalan sambil menyetuh beberapa bunga yang bermekaran di sana.
"Cantik...! Non Tania memang sangat cantik pantas saja Pangeran Tatius terpesona padanya meskipun aku sedikit merasa kasian pada putri Lin Ying dia sang mencintai Pangeran Tatius tapi rupanya cinta dari putri Lin Ying bertepuk sebelah tangan, entah berada dimana sekarang putri Lin Ying, yang jelas terakhir kali aku melihat putri Lin Ying pergi dengan hati yang terluka."
"Non...sudah belum katanya mau melihat perbatasan kota Alun Alun kerajaan Awang-awang Vampire, Nanti keburu sore dan Raja bisa melihat kita Nanti Non Tania bisa di hukum."
"Sebentar Bik, sedikit lagi ini aku masih mau Selfi Sebentar."
"Hmmm, bangsa manusia itu ada-ada saja, masak senyum senyum sendiri dengan batu kaca yang besarnya cuma selebar telapak tangan."
"Bik, lihat Bagaimana?" cantik tidak."
"Wah, Non kok bisa Non masuk disini, bagaimana caranya ini kan kecil dari mana masuknya Non,"
"Ah, Bibik di dunia Manusia ini Namanya Ponsel Hp kita tidak perlu masuk tinggal jepret begini, kita sudah ada di dalam nya."
"Oh, ajaib ya Non!
"Hahaha, bukan ajaib Bik sudah biasa begini."
"Baiklah, Bik, ayo...!"
Merasa aneh dengan jalan yang di tunjukkan dan di berikan Bibik pelayan Kembali Tania bertanya.
"Bik, kok jalan yang kita lewati semakin menanjak sebenarnya ini benar mau ke perbatasan kota Alun Alun apa tidak sih?"
"Iya, Non ini benar jalan menuju ke perbatasan kota Alun Alun, Bibik sengaja mengajak Non Tania melewati jalan ini agar tidak ada para prajurit yang melihat kepergian kita, disini aman Non, dan Nanti Bibik cuma mau ngajak Non melihat dari atas gedung yang tinggi, jadi maaf tidak langsung ke perbatasan kota nya agar Non Tania bisa melihat,"
"Itu artinya aku tidak bisa melihat dari dekat Bik,'
"Ya, Non demi keamanan Non Tania tidak apa-apa kan?"
"Bik, enakkan melihat dari dekat Nanti bawa aku mendekat sebentar saja ya, Bik, please ngak asik kalau cuma melihat dari kejauhan."
"Tapi,Non!
"Ayolah Bik, please.!"
"Baiklah, sebentar saja ya Non,"
Tania mengagguk kemudian menggikuti langkah kaki dari Bibik pelayan kerajaan Awang Awang Vampire di mana kini merubah jalan dari yang tadinya memilih jalan menanjak kini mengambil jalan yang tidak menanjak karena awalnya Bibik pelayan hanya ingin membawa Tania melihat kota perbatasan Alun Alun dari atas gedung yang mana dari atas gedung bukit itu bisa melihat seluruh keindahan kota dari atas dan kini mengijinkan dan menuruti keinginan Tania untuk bisa melihat keindahan perbatasan kota Alun Alun kerajaan Awang-awang Vampire dari jarak dekat.
Tak jauh dari tempat Tania dan Bibik pelayan kerajaan tampak seorang gadis cantik dengan menggunakan gaun baju kebesaran kerajaan sedang berdiri terpaku menatap langit langit kosong dimana dari sudut kelopak matanya menggalir butiran butiran air bening membentuk anak sungai.
"Apakah aku harus kembali kerajaan Barat daya dengan keadaan seperti ini, mengapa hatiku begitu sakit ketika aku tau betapa aku tidak berharga sama sekali bagi pangeran Tatius dan mengapa aku masih berharap dia akan mencintai ku, kenapa harus ada gadis manusia itu di antara aku dan dia mengapa.....? aku tidak bisa hidup tanpa dirinya aku begitu mencintaimu mengapa kau tidak mau mengerti, lalu sekarang apa yang harus aku lakukan, aku seperti wanita bodoh yang tidak berguna apakah aku harus menyerah ataukah aku harus menggunakan cara apapun agar bisa mendapatkan nya." seru Wanita cantik itu dengan lantang nya karena dia yakin tidak ada satupun yang akan mendengar kan teriakan dan jeritan hatinya.
"Apa, hanya ada pemikiran buruk dan kotor saja yang ada di otakmu Nona?"
Sebuah suara yang tiba-tiba datang dan memekakkan telinga nya, sontak saja hal itu membuat gadis itu menoleh ke asal suara. Kedua matanya langsung membulat ketika mengetahui siapa yang berani bicara pedas padanya.
"Kau...! mau apa kau di sini dan sejak kapan kau berada di tempat ini."
"Makanya jangan melamun saja, aku mau kembali ke negeri asalmu dan aku cuma di berikan petunjuk jalan yang aman lewat sini dan kebetulan aku melihat mu, ayo sekarang antar pulang aku."
"Apa, mengantarmu pulang? ogah aku tidak mau."
"Hei kau harus bertanggung jawab karena denmi menyelamatkan mu aku terjebak di negei Vampire mu ini, pokoknya aku tidak mau tau antar aku kembali sekarang juga."
"Kau, dasar guru sialan bikin repot orang saja."
"Cepatlah, Nona pekerjaan ku di dunia ku sangat banyak aku tidak mungkin bisa cepat sampai jika tanpa bantuan mu."
"Baiklah,cepat pegang kita akan pergi sekarang juga biar aku tidak melihat kebawela mu lagi."
"Nah, itu baru putri Lin Ying yang bertanggung jawab."
"Dasar guru sialan, cepat pegang."
Dengan senyum tersungging di bibir Pak guru Wili akhirnya memegang pinggang ramping Putri Lin Ying yang mana dalam sekejap tubuh mereka sudah melesat tertbang pergi jauh dari tempat itu.