The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.29.PERJANJIAN.



Pangeran Yervan memicingkan matanya, dia


melihat seorang pengawal berlari tergopoh


gopoh ke arahnya.


"Berhenti...! kalian jangan bertarung lagi, dan


kau anak muda, kenapa kau tidak sabaran


sama sekali, untuk apa kau pamerkan kekuatanmu disini, apa kamu mau jadi jagoan?


Ayo, ikut dengan ku, pangeran Tatius sudah


menunggu mu di ruang kepribadian,"


Pengawal itu segera melangkah pergi dengan


di ikuti pangeran Yervan.


Di ruang kepribadian, tempat yang sangat terbuka pangeran Tatius sudah menunggu


kedatangan pangeran Yervan, melihat siapa


yang datang dengan serta merta pangeran


Tatius menghampiri dengan seulas senyum


di wajahnya.


"Kakanda pangeran Yervan, ayo silahkan duduk,"


"Trimakasih, adinda pangeran Tatius,"


"Kita, sudah sangat lama tidak bertemu, ada


angin apa, kakanda pangeran Yervan ingin


bertemu dengan ku,"


Pangeran Yervan menarik nafas panjang dan


menghembuskan nya dengan perlahan sebelum berbicara.


"Pangeran Tatius, aku tidak mau bicara basa


basi lagi, aku ingin langsung mengatakan apa


tujuan ku ke mari,"


"Silahkan, Pangeran Yervan, aku siap mendengar kan,"Ucap pangeran Tatius dengan


sabar.


"Apakah, pangeran Tatius benar benar mau


menggikuti sayembara yang diadakan Raja


Barat Daya?"


Pangeran Tatius bangkit dari duduknya, tatapan


matanya menatap indahnya bunga bunga yang


bermekaran di samping ruang kepribadian,


sebelum menjawab pertanyaan dari pangeran Yervan. Pangeran Tatius sangat mengenali


kakaknya, pastilah kedatangan nya kesini juga


atas suruhan ibunda Ratu Derbah, pangeran


Yervan tidak akan melakukan apapun tanpa


perintah dan persetujuan ibundanya dan


pastilah kedatangan nya kali ini pun juga


karena permintaan Ratu Derbah.


"Ada apa, kakanda pangeran Yervan bertanya begitu ,"


"Jawab saja adinda pangeran Tatius, Jangan


berbelit belit."


Pangeran Tatius Tersenyum melihat pangeran Yervan mudah emosi dan marah.


Meskipun bersaudara, namun tidak pernah


sekalipun pangeran Yervan bersikap manis


padanya, entahlah apa yang menyebabkan dia


seperti itu, padahal pangeran Tatius tidak


pernah sekalipun, berbuat buruk atau berkata kasar padanya, tapi tetap saja pangeran Yervan


selalu bersikap dingin padanya.


"Iya, kakanda pangeran Yervan, Ayahanda Raja


memintaku untuk menggikuti sayembara itu,"


"Oh, jadi kau juga berambisi ingin mendapatkan


putri lin ying !"


"Tidak, pangeran Yervan, aku hanya melakukan


apa yang Ayah handa Raja perintahkan."


"Jadi kau tidak tertarik dengan putri lin ying?


"Tidak pangeran Yervan,"


"Baguslah kalau begitu, kita tidak usah bersaing


memperebutkan nya,"


"Apakah pangeran Yervan, tertarik dengan putri


lin ying ?"


"Tentu saja, aku tertarik, putri lin ying adalah


putri yang paling cantik, Karena pangeran Tatius tidak tertarik dengan putri lin ying,


bagaimana kalau kita buat perjanjian,"


"Maksud pangeran Yervan bagaimana ?aku tidak paham, perjanjian apa dan untuk apa,"


"Perjanjian tentang sayembara, kau harus


bisa melumpuhkan dan mengalahkan semua


lawanmu dari kerajaan kerajaan lain, setelah


itu kau harus mengatakan bahwa namamu


adalah pangeran Yervan,"


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi, mereka


tidak akan percaya, wajah kita berbeda kakanda


"Mereka, tidak akan tau kalau kau datang dengan menggunakan topeng, mereka tidak


akan mengenalimu, karna akupun juga akan


datang menggunakan topeng dan pakaian yang


sama seperti mu, jadi tidak akan ada yang


menggenali, bagaimana?"


"Apakah, kakanda pangeran Yervan benar benar


menyukai dan mencintai putri lin ying?"


"Aku, sungguh sungguh Sangat menggingin


kannya, bagaimana apakah kau mau membantu


kakakmu ini," Tanya pangeran Yervan penuh


harap.


"Baiklah, kakanda pangeran Yervan aku mau,"


Ucap pangeran Tatius dengan tegas.


Mendengar ucapan dari pangeran Tatius dengan serta merta, pangeran Yervan memeluk


pangeran Tatius, wajahnya berseri bahagia.


Sudah lama pangeran Tatius mengharapkan


kehangatan kasih sayang dari kakaknya,


dan rupanya hari ini baru bisa pangeran Tatius nikmati.


Pangeran Tatius yang tidak menyangka akan


mendapatkan pelukan dari kakaknya, yang


selama ini amat sangat membencinya, kini


tersenyum bahagia begitu juga dengan pangeran Yervan dia tersenyum lega, karena


rencananya sudah berhasil.


"Aku tidak perlu susah susah mengeluarkan


tenaga, tapi nanti akulah yang akan jadi pemenangnya." Gumam pangeran Yervan dalam hati.


"Baiklah, kakanda pangeran Yervan, mari kita


makan, perjalanan dari Kerajaan Awang Awang


Vampire ke sini pasti lah, sangat melelahkan,"


"Trimakasih, adinda pangeran Tatius, mari,


aku tidak akan menolak permintaan mu,"


Pangeran Yervan dan pangeran Tatius melangkah ke ruang makan, disana sudah


tersaji berbagai macam menu masakan.


****


Di istana kerajaan Awang Awang Vampire


Ratu Derbah terlihat, sangat gusar dan resah.


"Sudahlah, Ratu, Kenapa kau resah begitu,"Tanya patih Ramboka yang selalu setia


pada Ratu Derbah.


"Patih Ramboka, apa kau yakin, pangeran Yervan bisa membujuk pangeran Tatius?"


"Tenanglah, Ratu, pangeran Tatius itu sangat


menyayangi pangeran Yervan, ku rasa pangeran Tatius akan dengan suka rela, menyetujui


permintaan pangeran Yervan,"


"Tapi, jika Raja, tau rencana kita pasti lah


beliau akan marah dan murka,"


"Untuk itu, Raja tidak boleh tau, Ratu,"Ucap


patih Ramboka menjelaskan.


"Aku sangat benci dengan Raja, kenapa selalu


menganak emaskah pangeran Tatius, sedangkan pangeran Yervan tidak sekalipun


dia pikirkan,"Dengus Ratu Derbah kesal.


"Sabar, Ratu, aku yakin Raja tidak akan lagi


membangga banggakan pangeran Tatius


jika Ratu Shima tidak ada,"


"Apa maksud mu, patih,"Tanya Ratu Derbah.


"Raja akan sangat mencintai Ratu Derbah jika


tidak ada lagi Ratu Shima,"


"Itu, artinya, kita harus menyingkirkan Ratu


Shinta,"


"Betul, Ratu, kita harus menyingkirkan nya,"


"Tapi, bagaimana caranya,"


"Itulah, yang harus kita pikirkan,"


"Apa, kau punya ide ?"


"Untuk saat ini belum ada Ratu,"


"kalau, belum ada kenapa kau memberikan


ide, pergilah dariku, jika kau sudah mendapat


kan ide nya kau boleh datang padaku dan ingat


jangan datang sebelum mendapatkan ide,"


Patih Ramboka terkeke mendengar ancaman


Ratu Derbah.


"Aku tidak akan datang padamu Ratu Derbah


tapi aku yakin kamu yang akan datang padaku,"


Ucap Patih Ramboka, sambil berlalu pergi.


Sedangkan Ratu Derbah, mengeram dengan


kesal.