The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.163.BALAS DENDAM



Suasana sore yang menyebalkan itulah yang sedang di alami sang Raja, hatinya begitu kesal dan geram dengan sikap gadis anak manusia yang telah berani menyuruhnya untuk turun Jabatan dari Raja di suruh menjadi pengawal.


"Kurang ajar, siapa gadis lancang itu?" berani beraninya dia mengaturku dan ucapannya sungguh sangat menyebalkan, ingin rasanya ku tampar bibir gadis itu, Ah bibirnya kenapa terlihat begitu mengoda, siiiiitt.....apa yang ku pikirkan, kenapa aku justru terbayang bibirnya, brengsek, aku harus memastikan agar gadis itu besok pergi dari sini."


Bergegas Raja Awang Awang Vampire terbang meleset ke Puri istana kepribadian nya, entah mengapa sang Raja merasa hari ini sangat gerah meskipun dirinya baru saja mandi dan hanya berjalan jalan di taman bunga.


Tiga puluh menit Raja melakukan ritual mandi, setelah itu Raja menatap wajahnya di depan cermin.


"Apakah, aku memang pantasnya jadi pengawal, siiittt.. ! kenapa ucapan gadis itu membuat ku kepikiran terus, sial.....siapa gadis itu, bibirnya .. begitu..., begitu menyebalkan, tapi kenapa aku jadi kepikiran terus, aku harus pastikan gadis itu siapa, lebih baik aku datangi Ratu Shima di Puri istana kepribadian nya, dia harus menjelaskan semuanya padaku dari pada aku disini kepikiran terus bisa gila aku nanti."


Bergegas Raja Awang Awang Vampire pergi ke puri istana kepribadian Ratu Shima.


Sedangkan di Puri istana kepribadian Ratu Shima dengan sangat lembut dan halus Ratu Shima bertanya kenapa gadis itu, kenapa dia bisa berada di kerajaan Awang Awang Vampire.


Tania tidak menjawab jika dirinya kekasih dari pangeran Tatius, Tania cuma mengatakan kalau dirinya tersesat bersama dengan teman nya dan di tolong salah seorang penghuni kerajaan Istana ini.


Tanpa ragu dan mempertanyakan lagi Ratu Shima mengijinkan gadis itu kembali ke tempat orang yang menolong nya, ketika Ratu Shima bertanya siapa laki-laki yang telah menolong nya, Tania lagi-lagi tidak menjawab jika dia orang itu adalah Pangeran Tatius, Tania cuma bilang tidak kenal dia hanya tau laki-laki itu seorang Vampir.


Merasa aman dari semua pertanyaan Tania segera kembali ke Puri istana kepribadian Pangeran Tatius.


Tidak berselang lama setelah Tania keluar dari Puri Istana kepribadian Ratu Shima datanglah Pangeran Tatius.


"Salam, Ibu Ratu!


Mendengar suara memanggil dirinya Ratu Shima segera membalikkan badan ke arah pintu, bibir tipis nya segera mengembang ketiika melihat siapa yang berdiri di depan pintu.


"Pangeran Tatius, putraku!


"Ibu, Ratu!"


Ratu Shima yang sudah lama tidak bertemu dengan putranya segera merentangkan kedua tangannya dan Pangeran Tatius langsung menghambur dalam pelukan untuk beberapa detik, yang mana dengan cepat melepaskan pelukan dari ibunya, Pangeran Tatius teringat akan tujuan nya .


"Ibu Ratu, siapa teman ibu Ratu yang berasal dari bangsa manusia, Raja bilang ibu Ratu punya tamu dari bangsa manusia "


"Oh, itu!" bukan siapa siapa Pangeran,dia hanya wanita biasa, aku tidak mengenalnya kebetulan saja aku melihat Raja seperti murka padanya jadi aku bilang dia tamuku."


"Sekarang di mana dia ibu Ratu."


"Sudah kembali ke tempat orang yang menolong nya."


"Kalau begitu, saya pamit dulu Ibu Ratu."


"Hei ..! Ibu belum puas melepas kangen kenapa kau sudah mau pergi Pangeran."


"Maaf, Ibu Ratu! saya masih ada urusan yang belum selesai, saya permisi dulu."


Karena Pangeran Tatius bersikeras untuk pergi, Ratu Shima tak bisa berbuat apa-apa selain mengijinkan nya."


Baru juga Pangeran Tatius pergi dari Puri Istana kepribadian nya tiba-tiba pintu di buka lagi.


"Ada apa lagi Pangeran, kenapa kau kembali lagi?"


"Ini, aku Ratu!"


"Raja?" ada apa malam malam begini kesini."


"Aku... gadis yang tadi sore itu apa sudah pergi?"


"Sudah, Raja!" sesuai perintah Raja gadis itu sudah ku suruh pergi dan pastinya Raja sekarang senang."


Raja Awang Awang Vampire tersenyum kecut mendengar perkataan dari Ratu Shima. Bibir Raja memang tersenyum tapi sesungguhnya hati Raja sedang kecewa.


"Baguslah, kalau begitu, dia memang harus di kembalikan ke tempat asal di sini bukan mall untuk jalan jalan dan bermain-main."


"Benar, Raja!


"Baiklah, Ratu! aku permisi dulu sudah malam."


"Raja tidak ingin menginap di sini."


"Tidak, Ratu!"di dalam istana banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan, aku permisi dulu."


Ratu Shima mengeryitkan dahinya sebelum mengangguk, meskipun dalam hati Ratu Shima bertanya tanya.


Sementara di belahan dunia lain tampak seorang laki-laki sedang meringis kesakitan akibat cambuk yang di hujamkan ketubuhnya.


"Aaaaaaa..... Ampun.. Pangeran..!" tolong lepaskan saya, beri kesempatan sekali lagi pada saya untuk membuktikan, saya bukan penghianat."


"Cambuk lebih keras lagi dia , sampai dirinya mengakui kesalahannya."


"Baik Pangeran!"


"Cetaaaaaaarrr..... cetaaaaaaarrr....!" bunyi cambuk yang berkali-kali mendarat di tubuh laki-laki itu, dan berkali-kali laki-laki itu menjerit kesakitan.


"Pangeran..... Pangeran......gawat.. Pangeran..!" Seorang pengawal berlari tergesa-gesa menghadap sang Pangeran yang sedang asik menghukum salah satu pengawal yang di anggap nya sebagai penghianat.


"Ada apa,?" kau berkari lari seperti di kejar setan,"


"Saya tidak takut dengan setan Pangeran karena saya tau saya juga termasuk setan,"


"Berhenti bercanda, katakan dengan jelas ada apa?" bentak sang Pangeran.


"Kami menemukan seorang laki-laki dari bangsa Manusia sedang terluka parah di perbatasan kota, kami sudah berusaha mengusirnya tapi laki-laki itu bersikeras ingin bertemu dengan Pangeran, bahkan mengancam kami jika tidak membawanya kehadapan Pangeran."


"Siapa dia?"


"Kami tidak tau Pangeran."


"Baik, bawa kehadapan ku segera."


"Baik, Pangeran perintah siap kami laksanakan."


Tidak menunggu lama datanglah ketiga prajurit bersama dengan seorang laki-laki paruh baya yang berasal dari bangsa manusia.


Melihat prajurit nya datang dengan memapah seorang laki-laki paruh baya, wajah sang Pangeran yang tadinya sangat ceria dan bringas kini menjadi sendu dengan tatapan mata tajam kearahnya yang kemudian dengan ri sangat tergesa-gesa Pangeran berlari menghampiri laki-laki itu.


"Paman...!seru sang pangeran sambil berlari ke arahnya.


Laki-laki tua itupun mrndongka kan wajahnya.


"Pangeran," lirihnya..


"Paman apa yang terjadi padamu, kenapa kau jadi begini.'


"A-aku..!"


Bruuugh...tubuh laki-laki itu pun terjatuh


"Paman....! katakan ada apa dan siapa yang telah melakukan ini."


Dengan nafas terengah enggah laki-laki itu memberikan satu pisau kecil yang sempat menancap di tubuhnya.


Dengan cepat sang Pangeran menerima pisau kecil pemberian laki-laki itu, di bolak baliknya pisau itu kemudian kedua tangan nya mengepal dengan kuat.


"senjata seibu pisau milik kerajaan Awang Awang Vampire, bertahanlah paman aku akan mengobati luka mu."seru sang Pangeran.


"Pangeran Yasza..!" aku sudah tidak kuat lagi aku senang bisa bertemu dengan mu lagi, Pangeran selamat tinggal."


"Paman.....! buka matamu, paman..!panaaaaan.....!"Kurang ajar kau Raja Awang Awang Vampire, kau telah mrmbunuh Paman Hamdan, tunggu, aku akan datang membalas dendam atas kematian paman Hamdan akan aku bumi hanguskan kerajaan mu, prajurit hentikan kau mencambuk nya, hei .... penghianat..!" aku berikan kau satu kesempatan untuk membuktikan kesetiaan mu padaku, pergilah ke kerajaan Awang Awang Vampire, jadilah mata mata ku, cari kelemahan dari kerajaan itu, kita akan melakukan penyerangan dalam waktu dekat."


"Baik, Pangeran! trimakasih."


"Pergilah cepat...!


"Siap , Pangeran!"


"Dan kalian semua yang ada di sini, dengarkan perintahku, persiapkan diri kalian, berlatih lah dengan giat karena kita akan melakukan penyerangan kepada kerajaan Awang Awang Vampire dalam waktu dekat, kita hancurkan kerajaan itu, kita serang dari dalam dan dari luar, apa kalian mengerti.'


"Kami, mengerti Pangeran!"


"Baik, kerjakan dan lakukan penguburan Psmsn Hamdan dengan baik."


"Siap, Pangeran! perintah siap kami laksanakan."