The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.394.MENGANCAM



Pangeran Tatius yang baru pulang dari danau penuh misteri yang mana terdapat banyak kejadian aneh kini mulai tertidur dengan pulas, hingga pagi menjelang.


Sinar mentari yang mulai menampakkan diri dengan malu-malu, karena sinarnya masih belum menampakkan sinar yang terang membuat Tania mengeliat dan terbangun dari tidur.


Tania menyunggikan sebuah senyuman ketika melihat suaminya masih tertidur pulas di sampingnya, perlahan-lahan Tania mendekati sang suami yang sedang tertidur pulas dengan sangat perlahan dan dengan sedikit ragu-ragu, dengan lembut Tania membelai rambut dari suami kemudian mendaratkan sebuah kecupan kecil dan lembut di keningnya, bahkan serasa kecupan itu tidak begitu menempel dengan sempurna karena Tania buru-buru menarik dirinya agar tidak terlalu dekat bagaimana pun juga Tania masih memiliki rasa malu meskipun yang tidur di sampingnya kini adalah Suami sahnya.


gemas dan sedikit greget melihat sikap sang istri yang sebenarnya pangeran Tatius sendiri sudah terbangun, akan tetapi ketika hendak bangun kedua bola matanya yang belum terbuka sempurna melihat pergerakan sang istri yang mendekatinya, Karena penasaran dan ingin tahu apa yang dilakukan sang istri kepada nya, pangeran Tatius pura-pura memejamkan mata dalam hati Pangeran Tatius tersenyum bahagia dan hatinya sangat senang karena sang istri membelai lembut rambut nya dan jantung Pangeran Tatius berdegup dengan sangat kencang ketika sang istri mendekatkan bibir dan mengecup nya, akan tetapi Pangeran Tatius kecewa ketika kecupan itu serasa sangat hambar karena hanya seperti sapuan angin yang tidak bisa dinikmati dan dirasakan dengan sempurna.


Lebih kecewa lagi ketika melihat pergerakan sang istri akan pergi meninggalkan dirinya.


"Haiss, cuma segitu aja memanjakan pasangan nya, baiklah akan Aku ajari kau Bagaimana caranya memanjakan pasangan.


Tanpa Tania sadari Ketika kaki Tania hendak turun dari Ranjang tiba-tiba tubuhnya di tarik sang suami sehingga kembali jatuh ke atas Ranjang dan Tubuh Tania menimpa sang Suami.


"Tatius apa yang kamu lakukan apa tadi kamu sudah bangun?"


"Tentu saja memangnya kenapa?"


"Ja-jadi kamu tau jika Aku tadi...


Tania tidak melanjutkan ucapannya, wajahnya berubah merah merona karena malu, membayangkan dirinya dengan sangat berani mencium sang suami meskipun Pangeran Tatius telah menjadi suami sahnya. Tania tetaplah gadis remaja yang masih belum terlalu dewasa sehingga pemikiran nya pun masih terlihat seperti anak-anak dan terkesan pemalu.


Karena keadaan Tania terpaksa menikah di usia muda dimana hanya tinggal dua bulan lagi dirinya akan lulus sekolah, semua karena Devan kala itu ingin mempercepat pernikahan nya dengan Tania. dan karena izin dari ayah Tania yang mana keinginan Devan menikah lebih muda Ayah Tania mengizinkannya sehingga pernikahan mereka dilakukan belum lulus sekolah.


Melihat wajah istrinya yang seperti sangat malu Pangeran Tatius bangun dari tidur dan mendekap istrinya yang kala itu membelakangi nya, Pangeran Tatius menenggelamkan wajahnya pada punggung sang istri.


"Kenapa mesti malu, bukankah Aku ini sekarang adalah suamimu jadi tidak perlu malu apa yang ada padaku itu milikmu dan apa yang ada padamu itu milikku kau boleh lakukan apa saja untuk ku begitupun diriku, Aku juga bisa lakukan apa saja padamu, termasuk begini."


"Tatius apa yang kamu lakukan, jangan di ulang Aku takut," Tania yang kala itu duduk membelakangi suaminya tersentak kaget mana kala sebuah tangan kekar menarik nya hingga jatuh ke atas Ranjang tepat menimpa dan berada di atas tubuh suaminya dengan posisi kedua wajah mereka saling berhadapan, dengan gerakan refleks Pangeran Tatius menggulingkan tubuh istrinya hingga kini berganti posisi Tania berada di bawah nya


"Pangeran Tatius menatap penuh sayu ada guratan Sinaran kilat cahaya gaairaah disana.


"Aku kan suamimu, kenapa takut, bukankah kau juga sudah merasakan nya,"ucap Pangeran Tatius dengan nada serak dan berat ingin melepaskan sesuatu yang mengebu di dalam dirinya akan tetapi sikap sang istri yang seolah tidak mengizinkan membuat Pangeran Tatius berusaha menahan rasa dan gejolak hatinya.


"Bukan begitu Aku takut Aku akan hamil."


"Hmm, kan ada Aku bapaknya kenapa harus khawatir dan takut apa kamu tidak mau mengandung anakku, apa karena Aku bukan manusia seutuhnya sehingga kamu tidak ingin memiliki anak dariku,"


"Bukan begitu, Aku malu jika hamil bagaimana Aku bisa pergi sekolah sedangkan tinggal dua bulan lagi Aku akan lulus masak iya, Aku tidak sekolah dan tidak lulus karena Aku harus hamil."


Mendengar perkataan sang istri pangeran Tatius menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, kemudian dengan sangat lembut mengecup kening sang istri, kemudian Pangeran Tatius menjatuhkan tubuhnya di samping sang istri.


"Apa hanya itu yang kamu takutkan, bukan karena Suamimu ini bukan Manusia.


"Tentu saja bukan jika Aku tidak mencintai mu Aku tidak akan mau menikah dengan mu,"


"Aku akan selalu menjagamu, jika kamu hamil jadi tidak perlu khawatir."


"Enak saja kalau ngomong, kamu ngak tau pak guru Wili itu galak dan sering menghukum ku gimana kalau Aku dihukum pas hamil kan anakku bisa tertekan."


Mendengar perkataan sang istri pangeran Tatius tertawa lebar


"Sayang ngak usah mikirin yang jauh-jauh, entar kamu pusing, gimana apa hari ini kita akan kembali ke dunia manusia, kan besok kamu harus sekolah biar kalau keluar dapat ijazah, meskipun Aku tidak tau apa gunanya ijazah."


"Ijazah itu gunanya agar mudah kalau kita mencari pekerjaan, jadi harus punya ijazah agar Nanti Aku dapat pekerjaan."


"Memang di dunia Manusia semua harus mencari pekerjaan , apa sih pekerjaan itu dan untuk apa itu,"


"Dasar manusia Vampir mana tau apa itu pekerjaan jika Aku jelaskan apa juga penting tapi Tatius kelihatan nya ingin tau dan bukan kah dia juga harus punya pekerjaan agar bisa menafkahi Aku," gumam Tania dalam hati.


Sementara Pangeran Tatius yang melihat istrinya diam dia menaikan satu alis matanya yang tebal.


"Pekerjaan itu ya bekerja terus kita dapat hasil dari pekerjaan yang kita dapat untuk memenuhi kebutuhan."jawab Tania sedikit kesal paling males menjelaskan pada Suami tentang pekerjaan pasalnya Suami Tania Pangeran Tatius pengangguran kelas A.


"hasilnya itu berupa apa?"


"Sudahlah jangan tanya-tanya males, kamu sudah punya istri tapi masih pengangguran."sinis Tania mulai kesal.


"Aku kan cuma tanya kok kamu marah, baiklah Aku akan cari pekerjaan biar Aku bisa memenuhi kebutuhan kita, emangnya kebutuhan kita itu apa sayang."


"Astaga Tatius, kamu bawel banget sih, nanya-nanya terus dari tadi, kebutuhan kita itu banyak harus beli ini beli itu dan semuanya butuh penghasilan yaitu uang, dah mandi sana jangan tanya-tanya,"


"Oh, uang, Aku pernah di suruh bayar penginapan dan Aku. bilang Aku tidak punya uang lalu Aku beri keping emas mereka mau tuh."


"Jelas maulah Pangeran Tatius suamiku, keping emas itu kan bisa bernilai uang."ucap Tania semakin kesal pasalnya Pangeran Tatius sangat bersemangat untuk bertanya.


"Jika bernilai sama ngapain kamu mau cari pekerjaan sayang, Aku banyak keping emas kamu bisa gunakan sesukamu."


"Ngak maulah, Aku itu mau memiliki suami yang bisa seperti orang lain, punya pekerjaan jadi boss atau apa saja seperti orang orang pada umumnya."


"Kalau begitu Aku akan cari pekerjaan di dunia manusia,"


Mendengar perkataan Pangeran Tatius Tania tertawa.


"Apa mau cari pekerjaan, bisa kamu apa coba kamu tuh cuma bisa terbang sama perang sudah pergi mandi sana Aku tidak mau pulang kesiangan kasian Ayah sudah menunggu."


"Aku pasti bisa mencari pekerjaan di dunia manusia,"


"Sudahlah jangan bahas itu lagi pergi mandi sana," seru Tania sambil mendorong tubuh suaminya masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Pangeran Tatius merenungi semua yang di ucapkan Tania istri nya.


"Aku akan berusaha sekuat ku, Aku mau menunjukkan padamu jika Aku juga bisa menjadi suami seperti yang kamu inginkan, menjadi Boss Nanti Aku akan tanya sama Ayah apa itu Boss," lirih Pangeran Tatius yang mana langsung menghidupkan shower kemudian mandi.


Sementara Tania menunggu Pangeran Tatius selesai mandi dia melangkahkan menuju meja rias, tatapan mata Tania tertuju pada sebuah benda berbentuk bulat kecil yang ada diatas meja riasnya.


"Apa ini, kok bentuknya lucu, apa ini sebuah permen yang ada di dunia Vampire coba Aku makan gimana rasanya." lirih Tania yang merasa penasaran.


Pada saat Tania hendak menelan benda kecil seperti bulatan permen tiba-tiba Pangeran Tatius yang juga baru keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Tania hendak memakan obat itu, Pangeran Tatius berteriak dengan lantang.


"Tania jangan di telan!'teriak Pangeran Tatius, tapi terlambat karena Tania lebih dulu sudah memasukkan bulatan kecil seperti permen masuk ke dalam perutnya.


Pangeran Tatius yang panik langsung meminta sang istri untuk memuntahkan nya.


"Sayang muntah kan cepat,'


"Apaan sih ngelarang pelit amat Aku kan cuma mau mencicipi permen mahkluk Vampire."


"Aduh, itu bukan permen sayang, cepat muntahkan,"seru Pangeran Tatius yang berusaha menangkap tangan Tania akan tetapi Tania terus menghindar sambil tertawa, tapi pada menit berikutnya Tania memegangi kepalanya.


"Tatius sakit, kepala ku sakit,' rintih Tania yang kemudian tubuhnya limbung.


Pangeran Tatius yang melihat istrinya tiba-tiba merasakan kesakitan dengan cepat menangkap tubuh sang istri yang limbung agar tidak jatuh ke tanah.


"Tania, sayang Bagun hei kamu kenapa, jangan main-main deh, ayo bangun." teriak Pangeran Tatius me guncang tubuh istrinya yang tiba-tiba terkulai lemas dan pingsan.


"Sayang buka matamu,"dengan cepat Pangeran Tatius menggangkat tubuh sang istri untuk di bawah ke atas Ranjang." Sayang jangan bercanda ayolah buka matamu." seru Pangeran Tatius berulang kali.


"Tubuhnya dingin kenapa tiba-tiba menjadi begini apa jangan jangan benda kecil seperti permen itu yang membuat isttiku begini, jangan-jangan ini adalah pil beracun yang sengaja diberikan padaku, kurang ajar jika terjadi sesuatu pada istri ku , Aku akan mencari mu dan Aku akan membuat perhitungan dengan mu," geram Pangeran Tatius yang mana kini dirinya sibuk membuat melakukan segala cara agar istrinya bisa cepat sadar.