The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.303.TERDESAK 2



Raja Awang Awang Vampire bangkit dari terjatuh nya meskipun dengan susah payah, jurus bayangan yang di miliki Pangeran Yasza benar-benar membuat Raja kewalahan serangan nya selalu mengenai Ruang kosong di mana setiap kali memberikan serangan balasan lagi-lagi selalu gagal dan gagal hal itu di karenakan Raja tidak tau mana Pangeran Yasza yang asli.


Dalam ketidakberdayaan nya Raja mencoba bangkit dengan sisa sisa kekuatan yang dia miliki.


Pangeran Yasza yang melihat keadaan Raja Awang Awang Vampire begitu memilukan, tertawa puas dan senang karena dia yakin tidak akan lama lagi Raja akan jatuh dan bertekuk lutut di hadapannya.


"Hahahaha....Sudahlah Raja, lebih baik kau menyerah saja dari pada kau malu atas kekalahan mu di hadapan semua prajurit dan Rakyat tercinta mu, ingatlah Mahkota kepalamu sudah hancur itu artinya kau pun sebentar lagi akan hancur, menyerah lah sebelum aku melenyapkan mu."


"Aku memang terluka tapi bukan berarti aku sudah kalah, rasakan ini...! hiaaaaaa.... wuuuuuuzz.....!"Raja menyerang dengan kecepatan tinggi semua bayangan dari tubuh Pangeran Yasza dia serang secara bertubi-tubi, agar bisa menemukan mana Bayangan Tubuh dari Pangeran yasza yang asli.


Berkali-kali suara tawa menggejek dari Pangeran yasza terdengar begitu nyaring.


"Dasar, Raja tidak tau di untung Rupanya kau mau mati, Rasakan ini,"


"Hiaaaaaaaa..... duuuuuuuss.... duuuuuuuss...duuuus!


Tubuh Raja Awang-awang Vampire menjadi bulan bulanan dari pukulan jurus Bayangan di mana tubuh pangeran Yasza berubah menjadi banyak dengan wajah yang sama dan dengan gerakan yang sama.


Raja yang sudah terdesak hanya bisa menghindar dan berkelit untuk melindungi dirinya akan tetapi Pangeran Yasza yang sudah berambisi Ingin melenyapkan Raja tidak sedikitpun memberikan kesempatan pada Raja untuk bisa menghindar maupun melawan hingga akhirnya sebuah tendangan beruntun mampu membuat Raja jatuh tersungkur dan sebelum Raja bangkit berdiri Pangeran Yasza sudah terbang melesat ke arah Raja dengan menginjak kan kakinya pada dada Raja.


"Hiaaaaaa...!


"Auuuwwh....!" Ringis Raja tertahan menahan sakit.


"Hahaha.... kematian mu sudah dekat Raja, aku tidak lagi akan memberikan penawaran kepadamu, kali ini kerajaan mu akan jatuh ke tanganku dan Rakyat mu akan menjadi budak budak ku, Hahhaha....hahahahh...


Raja menatap geram dengan tatapan mata tajam dan dengan kekuatan yang tersisa Raja berusaha menggangkat kaki Pangeran Yasza yang sedang menginjak nya.


"Huuuuh aaaaaa....hhhh. !Raja berusaha mendorong kaki Pangeran Yasza yang menginjak tubuhnya.


Pangeran Yasza yang merasakan Raja menggunakan kekuatan tenaga dalam semakin memperkeras dan memperdalam kekuatan tenaga dalam nya menginjak Tubuh Raja.


"Heepp....!"


"Auuuuwwwh...!


"Kau tidak akan bisa lepas dan melepaskan injakan kakiku, kau sudah menghancurkan pedangku tidak masalah aku masih punya ini...!


"Sriiiinnnng....!


Dengan gerakan cepat Pangeran Yasza merampas pedagang milik Raja.


"Lihat, kau akan mati di tangan pedangmu sendiri, Hahahhhh . .!


"Bedebah ...! lepaskan aku mari kita bertarung secara jantan."


"Hahahahhh....Apa kau punya permintaan terakhir, atau kau ingin mengetahui bagaimana Nasib istrimu Nanti, Hahahahh jangan khawatir aku akan menjadi kan Istrimu pelayan di istana ku aku akan membiarkan mereka hidup,"


"Kurang ajar kau..!


"Diam...! jangan banyak bergerak jika tidak mau aku lebih keras menginjaknu, baiklah kurasa sudah waktunya kau pergi ke Neraka, trimalah kematian mu Raja yang Agung.


"Hooooop... hiaaaaaa....!


Pedang terrangkat tinggi dan dengan cepat melesat ke arah kepala Raja, tapi sebelum pedang itu sampai sebuah selendang sutra panjang berwarna kuning melilit kuat tangan Pangeran Yasza hingga tak mampu menggerakkan tangan nya.


"Hiaaaaaa....!


Dengan kekuatan tenaga dalam yang tinggi sebuah tendangan keras mengenai Tubuh Yasza.


"Siapa kau berani mencampuri urusan ku!"


"Bukan kah kau tadi ingin menjadikan Istri Raja seorang pelayan, ayo jadikan aku pelayan jika kau bisa."


"Hahaha ..jadi kau istri Raja lumayan Cantik tapi sudah tua aku tidak tertarik."


"Cuih....apa kau pikir aku juga akan tertarik pada bocah kemarin sore yang baru terlepas dari asuhan ibunya."


"Kau...!


"Apa, jangan jangan kau seorang anak yang sudah tidak memiliki ibu sehingga akhlak dan tingkahmu sangat menjijikkan."


"Diam kau, jangan sebut nama Ibu di depan ku."


"Mengapa,apa kau memang anak yang tak punya ibu."


"Diam ...!Aku akan membunuh mu, "teriak Raja dengan wajah yang merah padam.


"Hiaaaaaa....!"


Kembali pangeran Yasza mengunakan ilmu Jurus Bayangan.


"Raja suamimu saja bisa kalah apalagi kau seorang wanita Hahaha....serang lah aku jika kau bisa."


Wanita cantik yang tak lain adalah Ratu Shima Tersenyum miring Melihat ilmu yang digunakan pangeran Yasza.


"Ratu Shima, jangan main main, cepatlah pergi dari sini,"seru Raja memperingatkan.


"Tenanglah, Raja! aku bukan lah wanita yang tidak bisa ilmu bela diri jangan meremehkan aku ijinkan aku mencoba menikmati permainan nya."


"Tapi, Ratu!


"Sudah lah, Raja"


"Hahaha....kau dengar saja apa kata dari Suamimu Ratu, dari pada kulit halus mu itu terluka oleh ku, atau bisa jadi tergores pedang ku ini, lihat senjata milik Raja sudah jatuh ke tanganku, lalu bagaimana kau akan mampu melawan ku kau seorang wanita, sudahlah menyerah saja."


"Jangan banyak bicara bocah, trima ini...


Ratu Shima mengeluarkan anak panah dengan Tatapan mata yang tajam.


"Hahahahh....mau membuat petir dan angin atau hujan lagi hahaha... ilmu itu sudah di gunakan Raja dan Raja tidak mampu melawanku kini kau juga mau melakukan hal yang sama benar benar hanya membuang-buang waktu saja.


"Diam kau.....! Sreeeeeeettttt .....!


Sebuah anak panah meluncur dengan cepat ke arah Pangeran Yasza yang mana dirinya kini berubah menjadi banyak. Awalnya pangeran Yasza Tersenyum miring dan mengaggap remeh panah dari Ratu Shima akan tetapi ketika satu bidikan anak panah bisa langsung menembus sepuluh dari bayangan tubuh nya Pangeran Yasza sdikit terkejut.


"Hebat juga panah wanita ini,"


Ratu Shima mempercepat bidikan anak panah nya seakan tidak memberikan kesempatan pada pangeran Yasza untuk membalas serangan anak panahnya, kecepatan anak panah dari Ratu Shima yang terlatih dengan satu bidikan sepuluh bayangan Roboh dan sebelum bayangan itu kembali bangkit Ratu Shima kembali membidikkan anak panah nya, hingga bayangan tubuh pangeran Yasza yang banyak tinggal satu beberapa detik kemudian


"Sreeeeeeettttt...!"satu anak panah berhasil menancap pada lengan Pangeran Yasza dimana bukan lagi bayangan nya yang terluka tapi tubuh asli dari pangeran Yasza.


"Auuuwwh...! Ringgis Pangeran Yasza yang tidak menyangka jika bidikan wanita di depannya mampu menemukan wajah aslinya.


"Jurus Bayangan mu kurang sempurna anak muda, sehingga panah perak mawardani ku mampu menembus dan menemukan tubuh aslimu."


"Apa? panah perak mawardani!"


"Kau belum pernah mengenal nama panah itu kah, atau gurumu lupa memberitahu mu ketika dia memberikan jurus Bayangan padamu dan kau sudah berani melukai Raja jadi terima ini...


hiaaaaa... duuuuuuuss..... duuuuuuuss."


Sebuah tendangan kaki dari samping kanan dan kiri dengan mudah mampu merobohkan Lawan yang ada di depannya hingga jatuh terpental.


Masih merasa geram dan marah Ratu Shima mengeluarkan selendang sutranya dengan kekuatan tenaga dalam yang tinggi di arahkan nya selendang sutra ke arah pangeran Yasza yang sejurus kemudian melilit tubuh pangeran Yasza dengan kuat setelah itu dengan kekuatan tenaga dalam yang tinggi pula Ratu Shima menghentakkan tangannya sehingga tubuh Pangeran Yasza terangkat tinggi kemudian di hempasan dengan kuat ke tanah.


"Bruuugh....!


"Awwuh...!


"Belum sempat pangeran Yasza bangkit berdiri Ratu Shima sudah berkelebat dengan cepat mengarahkan pedang milik nya ke arah leher Pangeran Yasza.


"Bagaimana....?' apakah kau masih bisa meragukan kekuatan ku."


Ratu Shima Tersenyum miring.


"Kini kaulah yang akan mati di tanganku'


"Hiaaaaaaaa... Auuwwh....!


Pangeran Yasza yang menyadari jika dirinya dalam bahaya dengan gerakan cepat menundukkan kepalanya agar pedang Ratu Shima tak mengenai kepalanya disertai dengan tendangan kaki bawah sehingga Pedang Ratu Shima terpental dan kesempatan itu di gunakan Pangeran Yasza untuk terbang melesat meninggalkan tempat itu.


"Hei.... tunggu jangan kabur kau?teriak Ratu Shima dengan geram.


"Sudahlah Ratu biarkan dia pergi, tidak perlu di kejar lagi."


"Raja,kau tidak apa-apa?"


"Aku baik-baik saja."


"Hei kemana wanita itu....?"


"Ratu, mencari siapa?"


"Tadi aku datang bersama Ratu Derbah tapi ketika aku melihat ujung pedang Raja di udara aku langsung terbang ke sini dan meninggalkan nya, harus nya Ratu Derbah ada di sinj, kenapa dia tidak ada?"


"Hahah....Ratu Derbah, apa Ratu cantik ku ini sedang bercanda Ratu Derbah bersama dengan kamu itu tidak lah mungkin Ratu Derbah sangat membencimu begitu juga dengan dirimu kan Ratu,'


"Raja aku tidak berbohong....


"Sudahlah, ayo bantu aku kita pulang...!"


"Kenapa Raja tidak percaya padaku aku berkata benar bahkan Ratu Derbah juga menolong mu "


"Ya...iya aku percaya mari kita pulang, para prajurit musuh sudah banyak yang kabur tunggangan langang ketika mengetahui pimpinan nya kalah.


"Tapi... tentang Ratu Derbah aku bicara benar...


"Cukup, ,ya ! sekarang kita pulang.