The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.302.TERDESAK.1



Sementara keadaan di perbatasan kota Alun Alun kota Awang Awang Vampire pertarungan antara Raja kerajaan Awang Awang Vampire dan pangeran yasza dari kerajaan Ambawarta masih saja terus berlangsung di mana kini kedua duanya sama-sama menggunakan ilmu kekuatan tenaga dalam mereka masing-masing menunjukkan kebolehannya di Medan pertempuran.


"Pedang mu sudah hancur anak muda, bagaimana apakah sekarang kau akan menyerah."


"Hahaha, tidak semudah itu Raja yang Agung dan sampai detik ini belum ada ceritanya aku pangeran Yasza dari kerajaan Ambarwata menyerah kalah,senjata pedang ku memang boleh hancur tapi aku belum hancur jadi bersiaplah untuk menangkis seranganku berikutnya dan kupastikan kali ini kau akan kalah di hadapan ku."


"Pok...


"Pok..


"Pok...!


Raja menyungingkan sebuah senyuman miring sambil bertepuk tangan.


"Wah... besar juga sesumbar mu anak muda, baiklah aku menunggu pembuktian dari ucapanmu."


"Hahahahh.....slow saja Raja, tenagaku masih penuh dan ini masih belum apa-apa jadi bersabarlah saat itu pasti tiba, di mana kerajaan yang kamu bangga bangga kan ini akan hancur di tanganku dan para prajurit dan rakyat mu akan menjadi budakku."


"Wah ..wah...! menggerikan tapi mungkin kah kau bisa membuktikan ucapanmu itu anak muda, Kalau cuma sekedar bicara kurasa anak kecil pun bisa tapi bagaimana dengan pembuktian nya, aku tidak begitu yakin kau mampu, pedangmu saja sudah hancur lalu bagaimana mungkin kau bisa bermimpi menggalahkan ku"


"Hahaha...kau benar Raja pedangku sudah hancur tapi bukan berarti akupun sudah hancur juga kan, jangan lagi kau banyak bicara ayo kita lanjutkan lagi pertarungan ini."


"Hoooop.... hiaaaaaa!"


Dengan gerakan sangat cepat Pangeran Yasza melompat dan memutar kedua tangannya sambil merafalkan sebuah mantra yang mana dalam waktu sekejap dari putaran tangannya mengeluarkan cahaya kuning bagaikan api dan pada detik berikutnya di lemparkan nya cahaya kuning itu ke arah Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti, karena tidak ada persiapan dan dianggap hanya akan menyerang dengan serangan biasa Raja tak bisa menangkis cahaya kuning yang melesat dengan cepat ke arahnya, akibatnya Raja Prayudha terpental sejauh dua meter dengan pisisi tengkurap dengan mulut mengeluarkan darah hitam.


"Aaaaaaakh..!"


"Uhuk...!


"Uhuk...!


"Kurang ajar, hebat juga ilmu tenaga dalam anak muda ini, aku tidak boleh memgaggap remeh kemampuan nya."


Perlahan-lahan Raja bangkit untuk berdiri tapi belum sampai Raja berdiri dengan sempurna lagi-lagi Pangeran Yasza memberikan serangan tendangan kaki dan lagi lagi tubuh Raja Prayudha Kembali terlempar.


"Rasakan ini..! hiaaaaaaa......!


"Bruuugh.....! Raja jatuh terlempar untuk kedua kalinya hingga mahkota kerajaan di kepala nya pun jatuh terlepas.


Raja mengepalkan kedua tangannya di atas tanah dan hendak melompat melakukan serangan balik akan tetapi semua Raja urungkan ketika sebuah suara ledakan keras dan tiba-tiba terpampang di depan matanya.


Pangeran Yasza dari kerajaan Ambarwata menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk menghancurkan mahkota kepala sang Raja hingga hancur nya Mahkota itu menimbulkan suara yang sangat keras dan memekakkan telinga.


"Duaaaaarrrr....!


",Pruaaaakk....!"


Raja menatap tajam pada Pangeran Yasza yang sedang Tertawa puas karena bisa menghancurkan mahkota kepala kerajaan Awang Awang Vampire.


"Hahaha...Huahahhh..... hahahahh....lihat..!" Raja, yang Agung, mahkota kepala mu telah hancur dan sebentar lagi dirimu juga akan hancur dan kerajaan ini akan aku kuasai ha-ha-ha aku pangeran Yasza dari kerajaan Ambarwata akan membuat mu bertekuk lutut di hadapan ku, hahaha.. ayo bagun dan serang aku, apa cuma sampai di situ kekuatan seorang Raja yang terkenal dalam dunia persilatan."


"Bedebah....! sombong sekali anak muda ini, dia harus benar-benar di berikan pelajaran agar mulut nya tidak akan lagi bisa bicara." dengus Raja sambil mengusap kasar darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Sreeeeeeettttt..... sreeeeeeettttt.....sreeet.....! pisau berukuran kecil meluncur dengan cepat dan bertubi-tubi menghujam ke arah Pangeran Yasza.


Untuk beberapa saat pangeran Yasza di buat terkejut karena setahu dirinya yang memiliki jurus seribu pisau hanyalah seorang pemuda yang dia lihat dan temui di lereng gunung Tengger.


"Apa? jurus seribu pisau bagaimana mungkin Raja ini juga memiliki ilmu yang sama dengan pemuda yang ada di lereng gunung Tengger, jika Raja juga memiliki ilmu yang sama itu artinya Raja dan pemuda itu satu perguruan dan itu berarti kekuatan mereka hampir sama aku harus lebih berhati-hati, sedikit saja aku teledor dan salah langkah maka tamatlah riwayat ku."


"Hooolp.....hiaaaaa.....hiaaaa....


"Wuuuuuuzz...... wuuuuuuzz.... wuuuuuuzz...!


Pangeran Yasza berkelit untuk menghindari serangan dari pisau pisau kecil yang berhamburan menghujam dirinya, karena pedang milik pangeran Yasza telah patah maka pangeran Yasza menggunakan jubah panjang nya untuk menangkis semua serangan dari jurus seribu pisau.


Meskipun terlihat sangat kewalahan Pangeran Yasza masih terus berusaha menghindari serangan dari jurus seribu pisau, berkelit dan berguling terkadang juga melakukan salto belakang guna menghindari banyaknya pisau pisau kecil yang mengarah dan menghujam padanya.


"Sreeeeeeettttt....!


"Awwh ...!satu goresan berhasil melukai bahu kanan pangeran Yasza.


"Aku tidak bisa membiarkan pisau pisau ini terus menghujam padaku aku harus memusnahkan nya."


Sambil merafal sebuah mantra dengan tangan di putar secara perlahan yang mana dalam sekejap Tampak cahaya kuning seperti api keluar dari putaran tangan pangeran Yasza dan dengan kekuatan tenaga dalam yang besar pangeran Yasza mengarahkan cahaya kuning lurus ke depan hingga menimbulkan suara bunyi bagaikan gelegar.


"Hiaaaaaa.....!


Ctuaaarr.... tuaaakk.... taaaakk..!"cahaya berwarna kuning berbenturan dengan pisau pisau kecil yang terbang melesat ke arah pangeran Yasza.


Senyum tersungging di bibir Pangeran Yasza ketika melihat pisau pisau kecil itu terbakar dan hancur.


Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti menatap tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Luar biasa, bagaimana mungkin jurus seribu pisau ku bisa di patahkan oleh nya, dia benar-benar bukan pemuda sembarangan, aku harus lebih berhati-hati lagi.


Raja Prayudha mulai menggeluarkan anak panak berukir naga emas, setelah merahfal mantra dengan cepat anak panah itu Raja bidikan ke atas langit yang mana dalam sekejap, langit berubah menjadi sangat gelap dengan disertai suara gelegar yang sangat dahsyat tak hanya itu anginpun tiba-tiba berhembus dengan sangat kencang dengan di sertai hujan yang sangat lebat.


Beberapa prajurit yang bertarung tiba-tiba berhenti dan semua prajurit mencari tempat untuk berlindung dari derasnya hujan dan angin topan yang begitu besar.


Dalam sekejap cahaya kuning api dari Pangeran yasza padam seketika angin yang berhembus dengan sangat kencang menerpa jubah panjang Pangeran Yasza hingga berkibar kibar bahkan pangeran Yasza harus menggunakan kekuatan tenaga dalamnya agar tubuhnya tidak ikut terbawa Angin.


"Hebat juga kemampuan Raja ini, dia benar-benar luar biasa jadi pantaslah jika selama ini kerajaan Awang-awang Vampire di takuti oleh kerajaan tetangga.


Tapi aku sudah masuk dan tidak mungkin lagi aku untuk mundur apapun yang terjadi aku harus bisa membuat kerajaan ini bertekuk lutut padaku, apa kata prajurit ku jika aku pulang dengan kekalahan, dengan cara apapun aku harus menanang meskipun mungkin dengan cara yang licik."


Pangeran Yasza menyungingkan sebuah senyuman. Diam-diam kedua tangannya bersilang di depan dada, kemudian merafalkan sebuah mantra dan pada detik berikutnya.


"Hiaaaaa...! pangeran Yasza merentangkan kedua tangannya dan pada detik berikutnya tubuhnya berubah menjadi banyak dengan posisi dan sikap yang sama, ketika pangeran Yasza sedang Tertawa maka bayangan tubuhbya yang lain pun ikut tertawa.


"Jurus bayangan ..!lirih Raja Prayudha ketika tubuh pangeran Yasza berubah menjadi banyak, yang mana kini kesemuanya menyerang secara bersamaan pada Raja Prayudha.


"Hoooop....hooooop....hiaaaaa.... duuuuuuuss.....suuuuu,....! Raja memberikan tendangan dan pukulan secara bertubi-tubi pada pangeran Yasza yang menyerangnya dengan gencar, semua serangan Raja mengenai ruang kosong dan ketika mampu melukai tubuh Pangeran Yasza, ternyata itu hanya Bayangan nya saja, yang mana setelah terjatuh dan terluka dia bangkit lagi tanpa ada bekas luka sedikitpun, Raja memukul bayangan tanpa Raga dimana Tubuh asli dari Pangeran yasza tidak bisa di ketahui dengan pasti.


Melihat Raja kewalahan dan hampir kehabisan tenaga Pangeran Yasza Tertawa dengan lebar sambil memberikan tendangan dan serangan balik yang mana selalu saja berhasil hingga membuat Raja berkali kali harus jatuh dan bangun akibat tendangan dari Pangeran yasza.