The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.298.SO SWEET



Keakraban yang di pamerkan Ratu Shima dan Ratu Derbah banyak membuat para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire menatap tak berkedip.


"So Sweet...!


"So sweet tapi sebentar lagi so gosong kamu di hajar Raja, kenapa kau biarkan mereka keluar, bukankah Raja sudah memerintahkan agar kamu membawa Ratu Derbah dan Ratu Shima ke Ruang Rahasia, sekarang justru Ratu Shima dan Ratu Derbah ikut bertarung dan itu hampir saja baju Ratu Shima lepas kalau Raja tau kau pasti akan di babat habis."


"Apalah dayaku teman, kedua Ratu itu sama sama keras kepala dan tidak ada yang menggenal takut jadi aku yang babak belur jika menghalangi mereka berdua."


"Baiklah, kau awasi tawanan kita ini aku akan menggikuti Ratu Shima dan Ratu Derbah aku harus bisa memastikan keselamatan mereka berdua.


*******


Di tempat yang jauh dari istana kerajaan tepatnya di lereng gunung Tengger tampak seorang laki-laki tua sedang menghajar habis habisan sosok pemuda yang ada di depannya


"Cukup, kakek, mengapa kau menghajar ku apa salahku mengapa kau bersikap begini."


"Kau jangan banyak tanya karena ulah mu kristal putih keabadian tidak bisa lagi ku miliki."


"Hah....kakek miliki, apa maksud nya."


"Dasar bodoh, kau pikir aku akan memberikan kristal keabadian itu untuk mu hahahhh... tentu saja tidak aku hanya menjadikan dirimu alat agar aku bisa menyempurnakan kemampuan ilmu ku dan kau telah menghancurkan segalanya untuk itu trimalah kematian mu anak muda."


"Hiaaaaaaa....!"


"Wuuuuuuzz..... wuuuuuuzz....!' kakek tua berjubah putih menyembuhkan api dari mulut nya ke arah Pangeran Tatius yang mana Pangeran Tatius kini baru mengerti jika laki-laki yang ada di depannya bukanlah sosok laki-laki yang baik dia hanya memanfaatkan dirinya.


"Sial...! ternyata selama ini aku di bodohi dengan sikap nya yang lembut dan sok perhatian yang mana semua dia lakukan hanya untuk memperalat ku, jika seperti ini untuk apa aku berlama-lama meladeni kakek tua ini lebih baik aku cepat membereskan nya dan aku harus segera kembali ke krajaan Awang Awang Vampire sudah lama aku meninggalkan Tania di sana aku khawatir dia jenuh kemudian pergi meninggalkanku."


Pangeran Tatius bermonolog sendiri sambil terus menghindari semburan api dari mulut sang kakek tua yang sangat bersemangat ingin menghabisinya.


Melihat ada kesempatan Pangeran Tatius segera mengumpulkan kekuatan tenaga dalam nya sambil membaca sebuah mantra kemudian tangannya di arahkan Keatas Langit, tak lama kemudian terdengar suara Guntur mengelegar awan yang tadinya terang kini menjadi gelap dan sejurus kemudian datanglah hujan.


Laki-laki tua berjubah putih semakin kesal mengetahui lawannya tidak bisa dengan muda di lumpuhkan terlebih semburan apinya kini tidak berguna di mana curah air hujan yang deras dalam sedetik memadamkan nya.


Tidak mau membuang buang waktu Pangeran Tatius dengan cepat terbang melesat ke arah sang kakek dan dengan gerakan tiba-tiba menendangkan kakinya ke tubuh laki-laki tua yang ada di depannya.


"Duuuuuuuss....!"


laki-laki tua berjubah putih yang tidak menyadari jika dirinya akan mendapatkan tendangan dengan begitu cepat sedikit terkejut, tapi semua nya terlambat karena tidak sempat mengelak maka tubuh laki-laki tua berjubah putih pun jatuh terpental sejauh dua meter.


Pangeran Tatius yang memahami jika laki-laki tua di depannya itu bukanlah orang biass dengan sangat cepat pangeran Tatius melepaskan gelang yang ada di tangannya dan melemparkan ke langit dengan tiba-tiba gelang itu membentuk suatu awan putih yang tebal dan. bergulung gulung, yang semakin lama semakin cepat dan dalam sekejap awan hitam telah menutupi tubuh laki-laki tua yang ada di depannya.


"Apa,, ini! mengapa aku tidak bisa keluar dari tempat ini, kurang ajar, hei ... lepaskan aku jangan kau jadi pengecut."


Pangeran Tatius Tersenyum smrik Melihat laki-laki tua berjubah putih berteriak Teriak dengan sangat keras.


"Kakek, kau bilang apa jangan jadi seorang pengecut , apa aku tidak sedang salah dengar kek, bukankah kakek yang sudah berbuat curang dengan memanfaatkan ku , beruntung aku menghancurkan kristal putih keabadian itu jika tidak entah apa yang akan kakek lakukan pada kehidupan di dunia ini."


"Kau benar-benar kurang ajar, lepaskan aku mari kita bertarung secara jantan."


"Aduh, kakek kau hanya membuang buang waktu ku saja, oh ya baik baik di situ ya karena tidak akan ada satupun yang akan bisa melepaskan sihir pengikat ku, jadilah penghuni gunung Tengger abadi di sini."


"Kau....memang anak muda brengsek aku akan datang untuk membalas dendam padamu aku tidak akan mengihklaskan diriku terkubur hidup-hidup di sini lihat saja aku akan datang padamu, kelak aku akan mencari mu, ingat itu."


Pangeran Tatius tidak menghiraukan teriakan dari kakek tua berjubah putih dengan santai pangeran Tatius pergi meninggalkan tempat itu di mana kakek tua berjubah putih terkurung dalam kabut putih yang tebal yang mana tak kan ada satu orang pun yang bisa melihat nya meskipun sang kakak bisa melihat orang yang berlaku kalang di sekitar nya.


"Aku harus cepat kembali ke krajaan Awang Awang Vampire rasanya aku sudah tidak tahan ingin bertemu dengan Tania, hei... kenapa aku tidak melihat pemuda yang tadi nya menyerangku kemana anak muda itu, hmmm apa iya dia takut sama kakek tua itu lalu pergi, tidak mungkin kelihatan nya dia sosok pemuda yang tidak kenal takut, untuk apa aku memikirkan nya lebih baik aku cepat pergi."


"Hoooop....!


pangeran Tatius terbang melesat dari dahan pohon ke dahan yang lain tapi ketika melewati sebuah jalan yang banyak di tumbuhi rerumputan liar pangeran Tatius memutuskan untuk berjalan kaki biasa.


"Hiaaaaaa.... duuuuuuuss..... duuuuuuuss!'


"Hei... tunggu! siapa kalian kenapa kalian tiba-tiba menyerangku,"


"Diam kau anak muda, ayo kita hajar pemuda ini."


"Hiaaaaa.....!" duuuuuuuss...!


tendangan seorang laki-laki yang mengarah pada pangeran Tatius mengenai ruang kosong karena Pangeran Tatius bisa dengan mudah mengelak nya.


"Kurang ajar...anak muda ini cukup pandai berkelit ayo cepat persiapkan apa yang sudah kita rencanakan cepat."


"Baik, teman, ayo semuanya bersiap kita lakukan rencana kita ,"


"Siap....!


"Satu...dua ..tiga.... lempar..!


"Sruuuuuuttttt....brek..!


Pangeran Tatius mempertajam insting dan Indra penciuman nya ketika melihat beberapa gelagat keanehan dari orang orang yang menghadangnya.


"Besi, akan ada besi."lirih pangeran Tatius yang kemudian dengan cepat pangeran Tatius menggeluarkan keris dari balik bajunya dan mengarahkan keris itu ke atas ke kanan dan ke kiri dengan di ikuti gerakan seperti memukul.


"Hiaaaaa....hiaaaaa....hiaaaa...!


Teng...teng....teng...bunyi dari keris Pangeran Tatius yang berbenturan dengan besi mengakibatkan beberapa orang jatuh terpental akibat besi yang terakit seperti jala di gunakan untuk menghitung pangeran Tatius akhirnya gagal.


"Buuugh....!


"Bagaimana ini kita gagal?"


"Apapun caranya kita harus bisa menahan anak muda ini agar tidak bisa keluar dari tempat ini."


"Apa yang akan kita lakukan dia bener bener sangat berilmu tinggi."


"Entahlah aku juga tidak tau yang jelas kita tidak boleh membiarkan pemuda ini pergi dari sini."


"Minggir lah kisanak, aku mau lewat dan aku sepertinya tidak pernah bermusuhan dengan mu jadi biarkan aku pergi."


"Hahaha, enak saja .....


"Kalau kau ingin pergi langkahi dulu mayat kami."


"Apa mau kalian?"


Ke sepuluh orang dengan berpakaian prajurit itupun Tertawa terbahak-bahak.


"Kau ingin tau apa yang kami mau ini rasakan ini yang kami mau...hiaaaaaa....!


beberapa orang yang berpakaian prajurit yang mana jumlah nya sekitar sepuluh orang serentak menyerang secara bersamaan pada Pangeran Tatius.


"Teman kita tidak mungkin bisa menggalahkan anak muda ini, ilmunya begitu tinggi bagaimana ini?"


"Kita memang tidak akan bisa melumpuhkan nya tapi setidaknya kita bisa membuat nya lama disini dan pemuda itu tidak bisa pergi kembali ke krajaan istana nya karena Itu yang di perintahkan Pangeran Yasza, jadi tujuan kita hanya menghalanginya."


"Baik lah aku yakin jika kita bersatu kita bisa menahan nya agar pemuda itu sibuk di sini."


"Ayo, kakak kita serang....!


"Hiaaaa...!


kedua pemuda berbaju Prajurit Segera ikut menghambur ke tengah tengah pertarungan.