The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 124.KETAKUTAN



Wajah cantik Ratu Derbah tiba tiba berubah menjadi mendung, dan senyum yang tadinya menghiasi bibirnya kini terkatup rapat, tubuh nya bergetar dan sedikit terhuyung ke belakang, di karenakan betapa terkejutnya dia, sampai sampai bibirnya tak mampu berkata apa apa, kebahagiaan yang tadinya terpancar indah suram sudah berganti dengan rasa cemas dan ketakutan yang dalam.


"Kenapa kau diam saja, kau tidak ingin menyambut kedatangan ku?" ha .ha..ha .ayo, sayang mendekatlah dan peluklah aku, kenapa kau hanya diam membisu."ucap laki-laki itu sambil berjalan mendekati Ratu Derbah.


Melihat orang di depannya berjalan mendekat Ratu Derbah beringsut mundur, tatapan tajam dari sosok laki-laki yang ada di depannya begitu mengerikan, seolah olah Ingin mencabik cabik tubuhnya.


"Jangan mendekat!"Teriak Ratu Derbah.


"Kenapa, Ratu permaisuri Derbah berteriak, aku tidak boleh mendekat, ha ..ha ..ha...ada apa apaan ini, hanya mendekat tidak boleh bukankah tubuh mu saja sudah sering ku sentuh."ejek laki-laki di depannya itu.


"Diam, kau Patih Ramboka..!"bukankah kau berada di dalam penjara lalu siapa yang membebaskan mu, oh, aku tau pasti kamu kabur dari sana."


"Apa?" kabur !"ha ..ha .ha.. bagaimana bisa aku kabur dari sana, sudahlah itu tidak penting untuk kita bahas, apa kamu tidak merindukan ku sayang, sudah lima hari lamanya kita tidak bertemu dan tidak bercinta bukankah past kau sangat merindukan aku,"


"Diam! dan tutup mulut mu jangan bicara tidak sopan padaku, aku Ratu permaisuri Raja di sini jadi jaga sikap mu."


Patih Ramboka Tertawa lebar mendengar ucapan dan perkataan Ratu Derbah sambil bertepuk tangan.


"Pok...pok...pok..!" bunyi tepuk tangan Patih Ramboka.


Patih Ramboka Tersenyum miring.


"Apa kau pikir aku laki-laki yang bisa kau permainkan dengan sesuka mu, ketiika Raja tidak melihat mu tidak memperdulikan mu kau datang padaku meminta kehangatan tapi setelah Raja perhatian dan bersikap baik padamu, aku akan kau campakkan dan akan kau hempaskan, ha ..ha .ha.. tidak semudah itu Ratu Derbah yang Agung." ucap patih Ramboka sinis sambil mencengkram kuat dagu Ratu Derbah.


"Kau jangan macam macam padaku, jika tidak ingin Rahasia mu ku bongkar, mengerti."


"Apa, maksud mu?"


"Aku punya kartu AS untuk membuatmu di hempaskan dari kerajaan Awang Awang Vampire ini,"


"Oh, ya!" apa yang kau tau tentang aku hah..?"gertak Ratu Derbah seraya menepiskan tangan Patih Ramboka yang mencengkram dagunya,"


"Kedok terbesarmu,"desis patih Ramboka.


"Kedok terbesarku..!" apa maksud mu kau jangan main-main,"Teriak Ratu Derbah emosi.


"Aku tidak main-main, pangeran Yervan bukan putra Raja tapi dia putraku dan kau...! ha..ha ..ha kau bukan putri tabib istana kepercayaan Raja kau hanya anak dari adik tabib istana, entah kau singkirkan di mana putri tabib yang malang itu, karena ambisi mu yang ingin menjadi Ratu kerajaan kau lakukan semuanya dengan baik dan Raja tidak pernah tau, itu tapi jika Raja sampai tau sudah pasti dan bisa kau bayangkan apa yang akan terjadi pada nasibmu."


"Kauuuu... !"


"Ssssssstttt....!" jangan berteiak cantik, aku tidak suka itu."ucap Patih Ramboka sambil membelai wajah Ratu Derbah dengan kuku panjang nya.


Ratu Derbah tidak bisa berbuat apa-apa selain membuang muka, dia merasa kesal dan muak dengan laki-laki yang ada di depannya.


"Turuti permintaan ku, semua akan aman."


"Apa, yang kau mau?"


"Temui aku Nanti malam dan berikan pelayanan yang memuaskan seperti biasa maka Rahasia mu akan tetap aman terjaga ,"


"Kurang ajar!" kau menggancamku?"


"Terserah, jika kau tidak datang maka bersiaplah aku akan bongkar semua nya di hadapan Raja, pikirkan itu, ku harap kamu bisa berfikir dengan baik." ucap patih Ramboka yang kemudian terbang melesat meninggalkan tempat di mana Ratu Derbah berada.


Sedangkan Ratu Derbah meluapkan emosi nya dengan membuang semua benda benda perabotan yang ada di dalam kamar, hingga jatuh hancur berserakan di lantai dengan suara keras.


Pangeran Tatius yang kebetulan baru sampai mendengar suara benda benda jatuh yang sumber suaranya berasal dari dalam kamar Ratu Derbah dengan cepat pangeran Tatius masuk dan mendapati Ratu Derbah sedang menghancurkan semua barang yang ada di dalam kamar sambil terisak.


"Ibu, Ratu! apa yang terjadi kenapa ibu Ratu marah marah begini,'


"Pangeran Tatius..!"


"Jika ibu Ratu tidak keberatan bercerita lah siapa tau aku bisa membantu."


"Aku takut Pangeran, aku sangat takut."lirihnya


"Takut kenapa dan apa yang ibu Ratu takutkan."


"Patih Ramboka...dia mengancamku, jika aku tidak menuruti semua kemauannya dan datang kepada nya dia akan....


Ratu Derbah tidak melanjutkan ucapannya, air matanya langsung lolos begitu saja, ada sesal yang tiba-tiba datang menyeruak ke dalam kalbunya, penyesalan yang dalam yang mana satu perbuatan yang seharusnya tidak pernah terjadi, dan sekarang dirinya tidak bisa lepas dari akibat perbuatannya sendiri.


"Sudahlah, ibu Ratu tidak perlu menangis dan jangan takut aku akan melindungi ibu Ratu,"


"Benarkah pangeran Tatius mau membantuku, kamu tidak tau pangeran kesalahan apa yang telah aku lakukan dan yang telah ku perbuat pasti tak akan ada maaf dan ampunan untuk ku, dan aku hanya bisa menyesalinya, hizk...hizk." Tangis Ratu Derbah pecah.


"Jika ibu Ratu percaya padaku, bercerita lah, Nanti kita akan cari jalan untuk menyelesaikan nya."


Meskipun ragu dan tidak yakin jika dirinya bercerita pada pangeran Tatius bisa merubah keadaan nya yang kacau dan terbebas dari Ancaman patih Ramboka, tapi entah mengapa Ratu Derbah ingin ada seseorang yang tau dan mendengar keluh kesah nya, tentang apa yang di alaminya saat ini, perhatian dan sikap peduli yang diberikan Raja membuat nya begitu takut kehilangan segalanya setelah sekian lama cinta yang ada baru bergayung sambut.


Ratu Derbah menceritakan segala nya pada pangeran Tatius kecuali, Kebenaran tentang pangeran Yervan jika dia bukan kakak tirinya, Ratu Derbah masih tidak sanggup menerima kenyataan pahit dari sikap putranya seandainya dia tau bahwa dirinya bukan putra Raja dan pasti lah hal itu akan memukul perasaan nya, dan yang lebih menakutkan seandainya tiba-tiba pangeran Yervan membencinya.


Pangeran Tatius mendengar kan semua cerita yang di katakan Ratu Derbah, ada rasa prihatin dan kecewa karena sang Ratu yang sangat di hormati ternyata tak lebih baik dari wanita malam yang selalu mencari kepuasan di luar rumah tapi bagaimana pun juga dia adalah ibu tirinya bahkan kejujuran yang di lakukan Ratu Derbah membuat nya salut dan bangga setidaknya Ibu yang sangat licik dalam setiap tindakan nya masih memiliki hati.


"Aku, percaya padamu pangeran Tatius dan seandainya kau menghianati ku dengan menceritakan semua ini pada Raja aku hanya bisa pasrah pada Nasib, aku sangat percaya padamu kamu seorang pangeran yang sangat arif dan bijaksana dan Negri ini akan menjadi makmur di bawah pimpinan mu, Raja sangat membanggakan mu."


pangeran Tatius Tersenyum kecut mendengar perkataan Ratu Derbah, wanita di depannya tidak tau jika dirinya tak lagi berminat menjadi pimpinan kerajaan Awang Awang Vampire, bahkan tekadnya sudah bulat akan mencari cara dan jalan bagaimana cintainya dengan seorang gadis berdarah manusia bisa menyatu untuk selamanya.


"Ratu..terlalu memuji pangeran Yervan juga pantas menjadi Raja kerajaan ini, baiklah ibu Ratu saya permisi dulu, jangan khawatir, ibu Ratu temui saja patih Ramboka aku akan melindungi ibu Ratu dari kejauhan."


"Trimakasih, pangeran!" sekarang aku lega setidaknya beban hatiku sudah sedikit berkurang."


Malam telah tiba tapi pangeran Tatius tidak bisa sedikit pun memejamkan matanya, bayangan guru Tania menari nari di pelupuk matanya, pangeran Tatius dapat melihat dan merasakan betapa besar ambisi guru itu ingin memiliki Tania ambisi yang juga sama dalam dirinya.


"Dia dapat mencium keberadaan ku, ini sudah jelas guru itu bukan manusia biasa dia memiliki kekuatan yang cukup besar, aku tidak boleh gegabah ku rasa kali ini musuhku tidak bisa di anggap remeh, lalu bagaimana caranya agar aku bisa berubah menjadi manusia, jika aku tidak bisa bicara langsung pada Raja bukankah aku bisa mencari sendiri pasti ada petunjuk, Raja memiliki kamar Rahasia dan kamar itu berada di ruang kepribadian nya, bagaimana caranya aku bisa masuk ke sana."


Pangeran Tatius mondar mandir di dalam kamarnya, langkah nya terhenti ketika wajah tampan nya melihat pintu kamarnya ada yang membuka, tanpa mengetuk pintu. Tak berapa lama munculah sosok wanita cantik sedang tersenyum padanya.


"Putri Lin Ying, kau...! mau apa kau ke sini malam malam begini? dan kenapa kau mengenakan baju itu."


"Baju ini!" ucap Putri Lin Ying sambil mengangkat tinggi-tinggi baju yang dia kenakan sehingga terlihat jelas paha berkulit putih itu terekspos tanpa sensor, membuat Pangeran Tatius menelan ludahnya dan cepat cepat memalingkan wajahnya.


"Katakan tujuan mu kesini lalu pergi lah aku sedang banyak pekerjaan."


"Bagaimana aku bisa pergi dari sini jika tujuan ku, Ingin bersenang-senang dengan pangeran."


"jangan, ngacau kamu, cepat pergi lah."


putri Lin Ying Tersenyum dan berjalan mendekati pangeran Tatius, melingkar kan tangan nya pada leher Pangeran Tatius menatap pemuda di depannya dengan tatapan yang penuh dengan kabut gairah.


"Ayolah, kamu jangan munafik, kamu pasti juga ingin merasakan nya kan, jangan menolak karena aku ihklas memberikan segalanya untuk mu, aku mencintaimu pangeran."ucap Putri Lin Ying dengan suara yang parau tangan halus dan berkuku panjang yang mula mula melingkar di leher pangeran Tatius kini mulai sibuk membuka kancing baju yang di kenakan Pangeran Tatius untuk beberapa saat pangeran Tatius terlena menghayal seandainya situasi ini antara dirinya dan Tania pasti akan sangat....


"iiissh...!"


Pangeran Tatius segera mendorong tubuh putri Lin Ying, membuat putri Lin Ying terjatuh.


"Kau keterlaluan..!"Sungut Pangeran Tatius geram yang kemudian pergi melesat terbang ke luar dari kamarnya.


"