
Sesuai titah Raja setelah makan bersama pangeran Tatius, pangeran Yervan dan putri Lin Ying datang ke istana kepribadian Raja, mereka duduk dengan hikmat tanpa ada yang bersuara Hanya tatapan mata pangeran Yervan kepada pangeran Tatius yang masih terlihat sinis dan tegang.
"Aku ingin bertanya pada kalian, apakah di antara kalian ada yang tau kenapa Raksasa yang sudah terkurung di dalam kerajaan istana belakang, di bagunan Rumah tua bisa lepas adakah yang mengerti penyebab nya." Tanya Raja pada pangeran Tatius, pangeran Yervan dan putri Lin Ying, pertanyaan yang tiba-tiba membuat putri Lin Ying tiba-tiba terbatuk .
"Uhuk...uhuk."
"Putri Lin Ying, kau tidak apa-apa!" tanya pangeran Yervan cemas.
"Tidak, aku tidak apa-apa." jawab putri Lin Ying yang tiba tiba terbatuk, sementara pangeran Tatius tersenyum smrik melihat tingkah putri Lin Ying, pangeran Tatius adalah seorang pemuda tampan yang memiliki insting cukup tinggi hanya sekedar melihat gerak prilaku seseorang dia bisa tau, tanpa putri Lin Ying katakan pangeran Tatius sudah bisa menduga terlepasnya Raksasa yang ada di rumah belakang istana Awang Awang Vampire adalah akibat dari perbuatan putri Lin Ying.
"Raja..!" saya...
Putri Lin Ying tidak melanjutkan ucapannya dia diam menunduk.
"Iya, putri Lin Ying ada apa? katakan saja."ucap Raja pada putri Lin Ying.
"Sebenarnya saya lah yang telah membebaskan Raksasa itu, tapi...!" sungguh saya tidak ada maksud untuk membebaskan waktu itu saya tertarik melihat gedung rumah tua dan ketika berada di dalam saya ingin istirahat duduk yang ternyata di atas kursi ada rantai yang sulit di lepas jadi saya melepaskan nya dengan menggunakan kekuatan, Raja saya minta maaf karena saya lah Raja terluka dan semua bagunan yang ada di kerajaan istana Awang Awang Vampire belakang hancur."
Raja menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan sangat kasar.
"Beruntung kamu bukan anggota dari kerajaan dalam, jika tidak sudah pasti aku akan menjatuhkan hukuman padamu, karena kamu tamu, aku memaklumi dan memaafkan kesalahanmu."
"Trimakasih, Raja!"seru Putri Lin Ying senang sambil menatap pada pangeran Tatius, sedangkan pangeran Tatius yang di tatap hanya mengagguk sambil tersenyum, melihat tatapan mata dari putri Lin Ying dan pangeran Tatius, pangeran Yervan semakin menggepal kan tangannya. Sang Raja yang melihat itu tersenyum simpul.
"Kapan rencana pernikahan kalian akan di laksanakan?"sebuah pertanyaan yang halus akan tetapi membuat putri Lin Ying tersentak kaget.
"Secepatnya, aku ingin kami menikah secepatnya."ucap pangeran Yervan mantap.
"Tapi, saya belum siap Raja." sela putri Lin Ying sendu, di mana wajahnya terlihat sedih.
"Kenapa Tuan putri Lin Ying belum siap."
"Saya..saya...
"Katakanlah jangan kau ragu."ucap Raja dengan berwibawa.
"Saya, minta waktu untuk bisa memahami hati saya.'
"Baiklah, berapa lama waktu yang kau inginkan."
"Putri...!" kenapa putri minta waktu apakah putri mau ingkar janji." seru pangeran Yervan kesal
Sementara pangeran Tatius mengulum senyum.
"Raja, saya ijin permisi dulu ku rasa ini sudah masalah pribadi antara pangeran Yervan dan pangeran putri Lin Ying saya permisi."
"Silahkan pangeran."
"Raja...! saya tidak mencintai Pangeran Yervan tapi saya mencintai pangeran Tatius." seru Putri Lin Ying sambil menarik tangan Pangeran Tatius agar tidak pergi meninggalkan tempat itu, hal itu membuat pangeran Tatius membelalakkan mata.
"Putri Lin Ying apa yang kau lakukan?"seru pangeran Tatius.
"Aku mencintaimu dan aku ingin menikah dengan mu bukan dengan pangeran Yervan."
"Putri Lin Ying apa maksdmu?"tanya pangeran Yervan geram.
"Maaf, aku tidak mencintai mu pangeran Yervan."
Pangeran Yervan menatap sinis seraya tertawa.
Ha .ha ..ha ..kau ingin mempermainkan ku, kau ingin ingkar dengan janjimu putri Lin Ying."
"Aku tidak ingkar janji tapi aku tau pangeran Tatius lah yang telah memenangkan sayembara itu."
"Kenapa kau masih tidak mau menerima kenyataan kalau akulah pemenang nya bukan Tatius."
"Sudah..sudah hentikan perdebatan kalian ini, sekarang aku ingin tanya apakah pangeran Tatius juga mencintai putri Lin Ying."
"Maaf, Raja! aku tidak memiliki rasa apapun pada putri Lin Ying dan aku merasa capek saya permisi saya mau istirahat dulu."
Tanpa menunggu jawaban pangeran Tatius bergegas pergi ke Puri istana kamarnya, sementara Pangeran Yervan dan putri Lin Ying saling diam membisu.
"Kalian bicarakan dari hati ke hati dan putuskan apa yang menurut kalian baik, aku tinggal pergi dulu," ucap Raja Awang Awang Vampire yang kemudian melesat terbang keluar istana kepribadian.
"Ada di mana dia, tumben sekali tidak datang menemuiku dan mengaggu ku ini aneh dan tidak seperti biasanya coba ku lihat ke Puri istana kamarnya."
Dengan cepat sang Raja melesat ke kamar Ratu Derbah. Setelah sampai Raja sangat terkejut ketika mendapati ruangan kamar Ratu Derbah kosong.
"Kemana dia?"pengawal...!"
"Siap, Raja."
"Apa, kau tau di mana Ratu Derbah berada?"
"Saya, tidak tau Raja tapi pengawal dalam istana kemarin ada yang melihat sang Ratu pergi ketempat istana Kepatihan Patih Ramboka."
"Oh, trimakasih."
Raja segera pergi ke tempat Patih Ramboka hatinya mulai bertanya tanya kenapa dan ada perlu apa Ratu Derbah menemui patih Ramboka.
Sementara di tempat Kepatihan Patih Ramboka dan Ratu Derbah sedang duduk sambil bersenda gurau dengan penuh kemesraan.
"Apa kau bahagia sayang!"tanya patih Ramboka sambil menenggelamkan wajahnya pada leher jenjang Ratu Derbah."
"Iya, aku bahagia, tapi aku harus cepat kembali sebelum ada orang yang tau aku ada di sini."
"Aku, sebenarnya belum rela aku masih ingin menghabiskan malam panas kita sekali lagi," ucap Patih Ramboka.
"Masih ada banyak waktu, kamu tenang saja aku akan sering ke sini, karena kamu tau sendiri Raja tidak pernah perduli padaku sekarang aku pergi dulu."
Ketika Ratu Derbah berjalan keluar kamar di depan pintu Ratu Derbah bertemu dengan Raja yang ketika itu hendak masuk membuat Ratu Derbah terkejut.
"Raja..!" ucap Ratu Derbah terkejut.
"Apa yang kau lakukan di sini Ratu?"
"Sa-saya ada keperluan dengan Patih Ramboka."
"Oh, ya!"
Raja menatap Ratu Derbah dari ujung rambut sampai ujung kaki membuat Ratu Derbah gugup.
"Ke-kenapa Raja menatapku begitu?"
"Tidak apa-apa, pergi lah, aku akan menemui Patih Ramboka."
"Baik, Raja!"
Ratu Derbah menarik nafas lega, karena Raja tidak mencurigainya. Raja yang sudah ada di depan pintu langsung masuk tanpa mengetuk pintu dan ketika pintu terbuka Patih Ramboka tersentak kaget ketika melihat Raja tiba-tiba ada di depannya.
"Raja..!" maaf aku tidak tau jika Raja akan berkunjung ke sini."
"Apa yang kau lakukan bersama Ratu Derbah?
"Saya...
Belum selesai Patih Ramboka bicara Raja sudah memberikan pukulan pada wajah patih Ramboka.
"Beraninya kau meniduri Ratu permaisuri trima ini,"
"Duuuussssss....dussssss..!" tubuh Patih Ramboka tersungkur jatuh ke tanah, Raja yang sedang marah tak sedikit pun memberikan kesempatan kepada patih Ramboka untuk bisa melakukan serangan balik sehingga tubuh patih Ramboka babak belur di buat bulan bulanan sang Raja.
"Ampun, Raja!"Ampuni aku," rintih Patih Ramboka.
Raja yang sedang marah tidak perduli dan tak mendengar kan sedikit pun perkataan patih Ramboka, Raja menarik krah Patih Ramboka kemudian melayang kan tinju ke wajah patih Ramboka hingga membuat tubuh Patih Ramboka berputar dan kemudian menatap pada dinding.
"Kurang ajar kau akan ku berikan pelajaran, pengawal..!"
"Siap, Raja!"
"Masuk kan Patih Ramboka ke dalam penjara bawah tanah."
"Baik, Raja!" ayo ikut kami"
"Jangan...!"Raja, Tolong jangan penjara kan saya, Raja dengar kan saya Ratu permaisuri Derbah yang menggoda saya Raja Tolong jangan penjara kan saya."seru patih Ramboka di bawah gengaman tangan dari beberapa pengawal yang menyeret nya.