The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.80.TEGANG



Teriakan Devan yang murka dan keras terdengar oleh Dodi dan membuat Dodi ikut berteriak.


"Devan... !" Tolong aku?"


Mendengar suara Dodi Devan pun menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke sumber suara. Di lihat nya Dodi masih berada di tempat yang sama, Devan bingung menolong Tania atau Dodi meninggalkan Dodi sendiri di tempat yang menakutkan seperti ini Devan pun tak tega akhirnya Devan menghampiri Dodi.


"Kenapa kamu masih di sini, seharusnya kamu lari dan ngumpet dodol."


"Kaki ku tidak bisa bergerak, lihat aku sekarang seperti lumpuh mendadak."ucap Dodi dan Devan mengernyitkan dahinya


"Ayo, aku bantu."


Devan segera melepas jeratan kain celana Dodi yang tersangkut tapi Devan tertegun ketika melihat jeratan kain celana Dodi yang katanya tersangkut sudah lepas, tapi kenapa Dodi masih tidak bisa bergerak, otak Devan berfikir keras apa penyebab Dodi tak bisa bergerak dari tempat itu.


"Benda Runcing seperti paku inikah penyebab nya tidak ada waktu lagi aku tidak boleh berlama-lama di sini, Tania dalam bahaya." dengan kesal Devan membantu Dodi bangkit setelah itu entah apa yang ada dalam pikiran Devan sehingga Dodi baru di bantu bangkit berdiri kerena terlihat lumpuh di dorong dan di tendang nya menjauh dari tempat itu dengan keras.


"Aaaahhhh bugh...!" suara tubuh Dodi jatuh tersungkur mencium tanah.


"Woi...!"kamu ngak sudah gila ya, kenapa aku kau dorong begini, oh aku tau kau mau membunuh ku kamu iri dan tidak suka aku dekat dengan Tania kan, makanya sekarang kamu tidak menyia nyiakan kesempatan untuk membunuh ku dasar kamu laki-laki pengecut." umpat Dodi kesal.


"Diam, kau dodo..l!" cepat sekarang coba berdiri sendiri bisa tidak."


Meskipun dengan hati kesal dan marah Dodi mencoba bangkit dari tersungkur nya dan dengan perlahan lahan, melihat dirinya bisa berdiri kembali Dodi berteriak.


"Aku bisa berdiri!"serunya girang


"Coba sekarang berjalan bisa tidak?"


Kembali Dodi menuruti perintah Devan kali ini tidak lagi dengan kesal dan...ini sungguh suatu keajaiban Dodi bisa berjalan, awalnya Dodi melangkah kan kakinya perlahan lahan tapi sedetik kemudian mencoba berlari.


"Kaki ku sembuh, aku tidak lumpuh," seru Dodi girang sambil memeluk Devan dengan erat Devan yang tidak menyadari akan di peluk dodi mendelik dengan sempurna.


"Hei .dodol, lepaskan aku, apa yang kau lakukan hei, aku bukan Tania."seru Devan kesal.


Dodi tersenyum sebelum melepaskan pelukannya.


"Ayo, sekarang kita cari Tania." ucap Dodi


Bergegas Dodi dan Devan pergi mencari Tania di mana kedua Vampire itu telah membawa nya.


Tania yang ketika itu dalam cengkeraman Vampire berusaha melepaskan diri tapi tenaganya yang sudah terkuras habis membuat nya tak berdaya.


"Kita bawa kemana gadis ini kakak?"


"Bawa ke ujung Puri di sana ada ruangan yang tidak pernah di masukin siapapun."


Setelah mencapai suatu kesempatan kedua Vampire itupun membawa Tania ketempat yang telah di sepakati.


"Lepaskan...aku!" jangan...jangan, kau hisap darahku aku tidak mau hizk...hizk...tolong lepaskan aku." Tania terus berteriak sambil kakinya menendang dan terus memberontak dalam gendongan panggul sang Vampire.


Tidak berapa lama mereka telah sampai di tempat tujuan di mana di ujung puri terdapat suatu taman yang indah dengan satu ruangan yang tak berpenghuni.


"Kita masukkan gadis ini di sini?"


"Ayo,"


Salah satu Vampire segera membuka pintu dan masuklah Vampire yang membawa Tania dengan kasar tubuh kecil Tania dia turun kan hingga jatuh terduduk di lantai, kedua Vampire itupun Tertawa membuat Tania semakin mengigil ketakutan.


"Apa, kita akan menikmati darah segarnya sekarang adik?'


"Jangan sekarang kakak,kita masih ada tugas dari Raja Sangkala kalau Raja tidak melihat kita kita bisa mendapatkan hukuman tunggu sampai malam tiba kebetulan malam nanti adalah malam bulan purnama di mana seluruh kerajaan Sangkala akan berpesta kita bisa berpesta dengan darah segar gadis ini."


"Kau benar adik, ayo, kita tinggalkan tempat ini jangan sampai Vampire yang lain tau, kalau sampai mereka tau kita bisa gawat."


"Baiklah, hei gadis cantik, tunggu kami akan datang nanti malam, ayo Adik."


Perjalanan yang di lakukan pangeran Tatius dan patih lembu Ireng tidak menyita banyak waktu karena mereka bisa terbang secepat kilat.


"Pangeran kita sudah sampai di perbatasan istana kerajaan Barat Daya, sekarang apa yang akan kita lakukan, pernikahan pangeran yarvan dan putri Lin Ying tidak di hadiri Raja Awang Vampire itu artinya tidak ada satupun kerabat dari Pangeran Yervan yang hadir di sana."


"Kau benar paman !" akupun tidak bisa menghadiri pesta kanda Yervan secara terang terangan karena seperti nya Raja Barat Daya tidak menyukai itu mereka hanya mengadakan pesta khusus di sekitar istana."


"Jadi kita bagaimana sekarang?"


"Menunggu, di sini!" sampai acara itu tiba aku sangat khawatir jika laki laki bangsa manusia itu kembali datang dan merusak semua Acara yang ada di istana ini, tepatnya kita hanya bertugas sebagai penjaga."Ucap pangeran Tatius sambil terkekeh.


Patih lembu ireng pun ikut tertawa melihat pangeran Tatius yang tertawa. Dari arah yang berlawanan tampak seorang gadis sedang di kejar beberapa pengawal di belakang nya.


"Tunggu..!Tuan putri, jangan pergi ini hari sepesial Tuan putri, Raja akan menghukum kami jika Tuan putri tidak ada di tempat dan tidak mau di rias."


"Sudah, kubilang aku tidak mau menikah dengan orang licik itu."


"Tapi Tuan putri, Raja tidak mau tau itu, tolong jangan buat hidup kami bermasalah."


"Diam...! jangan ikuti aku lagi atau kalian ingin melihat ku mati bunuh diri."


"Mendengar ancaman dari Tuan putri mereka langsung diam tak ada satupun yang berani lagi menggejar."


Melihat para pengawal nya diam dan tak lagi berani menggejar nya, Putri Lin Ying tersenyum senang, kini dia bisa berjalan Kemana pun yang dia suka tekad nya sudah bulat ingin meninggalkan istana kerajaan Barat Daya, ketiika melihat dua orang laki-laki yang sedang tertawa dan bercanda di depannya putri Lin Ying hendak memaki dan menggusirnya, Putri Lin Ying berfikir dua orang laki-laki itu telah menertawakan nya.


"Hei..pergi kau dari sini..!"


Sontak saja Patih lembu ireng dan Pangeran Tatius yang mendengar teriakkan itu langsung menoleh dan alangkah terkejutnya Putri Lin Ying ketiika menggetahui siapa yang berdiri di hadapan nya, seorang laki-laki tampan yang beberapa waktu lalu telah mencuri hatinya.


"Kau ..!" ucap Putri Lin Ying tertahan.


Sedangkan Pangeran Tatius melihat siapa yang datang langsung tersenyum memberikan hormat dan salam dengan santun.


"Salam Tuan putri." sapa pangeran Tatius sopan.


Putri Lin Ying yang sudah di kuasai Amarah dan kesal yang dalam langsung mencengkram krah baju depan Pangeran Tatius.


"Kenapa kau lakukan padaku, apa maumu?"


Pangeran Tatius yang tidak mengerti apa maksud dari ucapan Putri Lin Ying berusaha melepaskan cengkraman nya dari tangan Putri Lin Ying.


"Maaf, Tuan putri bicara apa, saya tidak mengerti."


"Oh, jadi kau sekarang pura pura tidak tau setelah semua yang kau lakukan padaku."seru Putri Lin Ying berapi-api.


Pangeran Tatius semakin mendelik dan mengelengkan kepalanya.


"Memangnya apa yang saya lakukan pada Tuan Putri?" tanya pangeran Tatius.


"Kau benar-benar laki-laki brengsek dan pengecut." seru Putri Lin Ying sambil mendorong tubuh pangeran Tatius hingga jatuh terduduk bak orang yang kalah dalam perang pangeran Tatius beringsut mundur dan terus mundur ketika putri Lin Ying yang berdiri di depan nya terus berjalan maju dan terus maju seolah-olah ingin menerkamnya.


"Kau kan?" yang menyelamatkan Dragon?" kau kan..yang menggalahkan laki-laki bangsa manusia itu, lalu kenapa kau menyerahkan semuanya pada orang lain, apakah aku tidak cukup pantas untuk menjadi istrimu?"


Glek..!" ucapan Putri Lin Ying membuat patih lembu ireng memahami situasi saat ini.


"Oh, ini urusan cinta aku tidak boleh ada disini dan menjadi pengaggu aku harus sembunyi, hihihi... rupanya Putri cantik itu jatuh cinta kepada pangeran Tatius dan kesal karena yang seharusnya menjadi suaminya adalah Pangeran Tatius bukan pangeran Yervan."Lirih patih lembu Ireng sambil melangkah mundur dan pergi menjauh dari tempat itu. Melihat patih lembu Ireng justru pergi meninggalkan dirinya berdua dengan putri Lin Ying Pangeran Tatius menjadi gusar dan cepat cepat bangkit.


"Maaf Tuan putri, anda salah orang, saya tidak tau apa-apa, maaf saya harus pergi."


"Hoop...! Secepat Kilat tubuh pangeran Tatius melayang terbang tinggi, Putri Lin Ying yang memahami itu segera melepaskan selendang sutra dan di putarnya ke udara sebelum selendang itu di arahkan ke tubuh Pangeran Tatius. kekuatan dari selendang sutra putri Lin Ying yang cukup kuat dan cepat tak mampu pangeran Tatius hindari hingga tubuhnya yang melayang tinggi tertangkap lilitan selendang dan membuat nya terjatuh.


Setelah lilitan selendang terlepas pangeran Tatius segera berlari melompat tapi kembali langkah nya terhenti ketika tiba-tiba Putri Lin Ying sudah berdiri tegak di hadapannya dengan jarak yang begitu dekat. Tanpa basa basi lagi Putri Lin Ying segera melingkarkan tangan halus nya pada leher Pangeran Tatius, membuat Pangeran Tatius membulat kan kedua bola matanya.


Sementara Patih lembu ireng yang melihat itu terkekeh sambil menutup mulut nya.