The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.196.GEMAS



Kedua tangan Pangeran Tatius dan Devan kini telah menempel pada lukisan Pintu berukiran berwarna hijau dengan perpaduan warna kuning keemasan di sekeliling nya dan dalam hitungan detik kedua tubuh dari pangeran Tatius dan Devan dalam sekejap sudah tersedot masuk kedalam pintu Rahasia menuju kerajaan Sangkala.


"Siuuuutt....Brugh...Auwh...!"ringis Devan ketika tubuhnya jatuh dalam posisi duduk membuat pangeran Tatius terkekeh.


"Sudah tau akan seperti itu kenapa tidak pasang kuda kuda agar tidak terjatuh begitu," ledek pangeran Tatius yang kemudian melangkah meninggalkan Devan yang masih belum bangkit dari terjatuhnya.


Melihat pangeran Tatius sudah melangkah meninggalkan nya lebih dulu dengan cepat Devan bangkit dari terjatuhnya.


"Tatius... tunggu!"enak saja di tempat hantu begini main tinggal tinggal saja." sungut Devan yang langsung berlari mengejar pangeran Tatius."Kita mau mencari kemana kerajaan Kakek mu ini sangat luas bagaimana kita bisa cepat menemukan nya." tanya Devan ingin tau.


Pangeran Tatius tidak langsung menjawab pertanyaan dari Devan, pangeran Tatius sibuk dengan melihat ke kanan dan ke kiri seoalah oleh sedang mencari di mana Devan semakin binggung dengan tingkah dari pangeran Tatius, karena jengkel dan kesal Devan pun mencoba untuk bicara dengan pangeran Tatius.


"Apa gunanya kau tengok kanan tegok kiri sudah jelas lah tidak akan memiliki guna apapun, mereka sudah jauh dari sini kita harus segera mencari bukan justru tengik kanan dan tenggok kiri.," Sungut Devan kesal.


"Ini juga ga lagi mencari, kamu kalau tidak sabar mau mencari sendiri silahkan tapi jangan ganggu konsentrasi ku brisik tauk!".sahut pangeran Tatius tak kalah kesal nya sudah ngak ikut mencari cuma menjadi pengikut berisiknya minta ampun.


Apa yang di lakukan pangeran Tatius yang tidak pernah di sadari dan di ketahui Devan adalah ketika pangeran Tatius menggeluarkan kemampuan Indra penciuman nya agar lebih muda dan cepat mendapatkan petunjuk di mana Tania dan Clara berada. Tak lama kemudian pangeran Tatius kembali membungkuk kan badannya.


"Di sini bau itu berasal dari arah sini itu artinya mereka pergi ke arah sana ayo cepat." seru pangeran Tatius yang mana langsung menyambar tubuh Devan dan membawa nya terbang melesat ke tempat asal bay yang aromanya lebih kuat dan tajam Devan terkesiap mana kala tangan Pangeran Tatius dengan sigap menyambar tubuh nya tanpa permisi hal itu sontak saja membuat Devan terkejut dan kaget.


"Tatius...! kalau mau ajak terbang itu bilang bilang dong jangan main tarik saja untung jantung ku kuat coba kalau tidak pasti dah pingsan aku."


Pangeran Tatius tidak menanggapi ucapan dari Devan mata tajamnya lagi sibuk mencari keberadaan Tania, rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih nya dan membawanya menghadap pada sang kakek kemudian membawanya ke kerajaan Awang Awang Awang Vampire, di mana dia akan meminta restu dari sang Raja dan Ratu Shima sebagai keluarga dan orang tua nya.


"Itu dia..! seru Pangeran Tatius ketika sudah menemukan Clara dan Tania, dengan perlahan lahan pangeran Tatius turun dari terbangnya dan berdiri tepat di hadapan Tania membuat kedua gadis itu hampir berteiak bersamaan karena mereka pikir yang berdiri di depan nya adalah Mahkluk Vampire.


"Tatius....! bikin kaget saja.'


Pangeran Tatius tersenyum smrik mendapatkan gadis nya lagi kesal kepadanya..


"Tatius bagaimana kau bisa tau kalau kami berada di sini? tanya Clara penasaran karena baginya pangeran Tatius sangatlah istimewa di mana dia. bisa terbang bisa hebat dalam ilmu silat di tambah sekarang bisa dengan mudah menemukan keberadaan dirinya dengan Tania.


"Itu cuma kebetulan saja, ayo ikut aku, kalian harus masuk ke dalam kerajaan di sana kalian bisa beristirahat bahkan bisa melihat lihat keindahan alam atau pun isi dari kedalaman yang ada di kerajaan ini." kata pangeran Tatius memberikan penjelasan.


Clara menatap tak percaya dengan apa yang di katakan Pangeran Tatius dia mulai berfikir tapi belum bisa dengan tepat menemukanmu jawabannya.


"Apakah kita ini tidak sedang bermimpi?" tanya Clara polos.


"Tentu saja tidak, ini benar benar nyata dan kamu sudah bersingah di istana kerajaan Sangkala, ayo ikuti aku."


"Tatius lepas tanganku apaan sih pegang pegang di tempat terbuka begini." tolak Tania yang merasa jenggah dan malu pada Clara dan Devan yang mana tatapan mata keduanya begitu menyeramkan bagi Tania.


"Emang apa salahnya pegang tangan pacar toh aku mau sebentar lagi bukan hanya pegang tangan saja tapi lebih dari itu."tutur pangeran Tatius santai membuat Tania mendelik seketika.


"Jangan berfikir yang tidak tidak itu juga masih lama." elak Tania.


"Masih lama gimana aku maunya secepatnya sayang."jawab Pangeran Tatius.


"Apaan, sih!"Tania mendorong tubuh pangeran Tatius menjauh darinya dan dengan cepat Tania mengengam tangan Clara.


"Ayo, kita jalan nya lebih cepat saja biarkan mereka mereka jalannya kyak siput lelet." seru Tania tiba-tiba membuat Clara memicingkan matanya karena binggung dengan sikap aneh dari gadis di samping nya."Clara hanya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan kemudian menggikuti kemamuan dari Tania.


Tiba-tiba langkah Tania terhenti ketika melihat di depannya sudah berdiri banyak mahkluk Vampire yang sedang berjaga-jaga.


"Kenapa berhenti?" tanya Clara yang tiba-tiba melihat Tania berhenti melangkah dan beringsut mundur.


"Tuh...!" tunjuk Tania pada beberapa Mahkluk Vampire yang sedang berjaga-jaga di depan gerbang istana kerajaan Sangkala yang kemudian arah nya di ikuti mata indah milik Clara dan ketika melihat apa yang ada di depannya Clara langsung berlari ke belakang.


"Tolong ada Vampire di sana ayo kita cepat pergi dari sini." seru Clara panik sambil memeluk tubuh pangeran Tatius membuat pangeran Tatius mendelik seketika begitu juga dengan Devan dan Tania mereka sana sana terkejut dengan sikap Clara yang manja pada pangeran Tatius.


Melihat pemandangan yang panas Tania pura-pura tidak tau dengan menggalihkan pandangannya. Sementara pangeran Tatius berusaha melepaskan pelukan Clara dengan halus agar tidak terkesan kasar sedangkan Devan dengan mulut manis bicara' pada Clara.


"Lanjut terus peluk pacar orang, lanjut terus....aku juga boleh kan peluk Tania." ucap Devan yang langsung dengan sigap melingkar kan tangannya pada pinggang ramping milik Tania membuat Tatius kebakaran jenggot yang tadinya pelan dan perlahan melepaskan pelukannya Clara kini menjadi sangat kasar dan terkesan terburu-buru.


"Enak saja peluk peluk pacar orang, aku saja tadi ngak di kasih pelukan kok kamu mau main srobot saja, tidak bisa cepat lepaskan." seru Pangeran Tatius geram membuat Devan terkekeh.


"Sudah sudah.... kalian ini ribut apaan sih, tuh di depan ada banyak Vampire yang menjaga kita lewat mana masak mau melewati mereka aku tidak mau aku takut kita cari jalan lain saja."protes Tania komplin.


"Tentu, saja kita melewati mereka, kenapa mau cari jalan lain, kan ada aku.'


"Tapi yus....itu Vampire penghisap darah lho."ujar Devan menggingatkan.


"Sudah tau Van, kalau Semua Vampire pasti penghisap darah bukan tukang makan roti."Sahut Tania yang langsung membuat Devan wajah nya bersemu merah karena gemas dengan apa yang di ucapkan Tania.


"Betul Tatius kita cari jalan yang lain saja aku takut," ucap Clara sambil mendekati pangeran Tatius dan berusaha menggenggam tangan nya akan tetapi dengan sigap pangeran Tatius segera melangkah mendekati Tania dan menggenggam tangan nya yang mana langsung mendapat kan pelototan dari sang kekasih.