
Masih dalam keadaan tak percaya Tania mengerjap ngerjapkan matanya dan mengusap nya berkali-kali Sementara sosok tubuh laki-laki yang ada di depannya tersenyum smrik melihat tingkah Tania yang menggemaskan.
"Kenapa dengan matamu, kok di usap usap terus."tanya laki-laki didepan nya dengan senyum tersungging di bibir sensual nya.
"Pangeran Tatius ..!" ini beneran kamu, Bagaimana kau bisa tau aku tinggal di sini."
Huufp... pertanyaan bodoh yang tak seharusnya Tania tanyakan, bukankah hal mudah bagi pangeran Tatius untuk mengetahui dia ada di mana selain dia memiliki Indra penciuman yang sangat tajam pangeran Tatius juga seorang laki-laki yang memiliki banyak ilmu.
"Hal itu kan tidak sulit dan bukan kah kau juga tau bagaimana aku bisa mengetahui di mana kamu berada."jawab pangeran Tatius kalem.
"Iya, tapi kenapa langsung masuk kamar, bikin jantungan orang saja." Sungut Tania kesal dengan bibir di krucutkan membuat pangeran Tatius semakin gemas.
"Karena aku ingin bertemu dengan mu sudah pasti aku akan masuk dan menunggumu di kamarmu kalau ku tunggu di luar itu artinya aku tidak ingin menemuimu tapi ingin bertemu Ayahmu." ucap pangeran Tatius tenang sambil tersenyum kemudian bangkit dari Ranjang dan duduk di kursi yang ada di dalam kamar itu.
Tania tersenyum mendengar penjelasan dari pangeran Tatius, untuk beberapa saat kekesalan dan kesedihan yang hadir dalam hatinya sedikit berkurang, kehadiran pangeran Tatius sedikit banyak membuat nya lupa apa yang sebenarnya terjadi tejadi.
Sesuatu yang tak pernah dia inginkan dan sesuatu yang tak pernah dia harapkan bahkan tak pernah terlintas sedikitpun dalam bayangan bahwa sang Ayah tega dan bisa melakukan sesuatu tanpa membicarakan dan merundingkan terlebih dahulu padanya, bukankah dia masih gadis SMA Kenapa pula sang Ayah sudah menjodohkan nya, apakah setaksabar itu Ayahnya ingin memiliki seorang cucu, sehingga dirinya yang masih belia dan baru duduk di kelas tiga SMA harus cepat cepat di jodohkan nya.
Pangeran Tatius menatap wajah cantik di depannya dengan tatapan mata sendu, meskipun gadis di depannya tidak bercerita apapun tentang diri dan masalah pribadinya, sebagai seorang pangeran Vampire yang memiliki banyak kekuatan dan memiliki insting yang cukup bagus, pangeran Tatius bisa merasakan bahwa gadis cantik di depannya tidak baik-baik saja ada sesuatu yang sangat membebani pikiran nya, Tania yang melihat pangeran Tatius terus menatap nya membuat dirinya sedikit salah tingkah dan gugup.
"Kenapa menatapku begitu, apakah kau ingin memangsaku." cletuk Tania asal agar pangeran Tatius berhenti memandang nya Tania tau pangeran Tatius tidak akan pernah mungkin tega menyakiti nya akan tetapi Tania tak sanggup jika mata tajam itu terus menatap nya rasanya seperti hendak mengguliti jantung nya.
Pangeran Tatius tersenyum kemudian menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Apakah kau tak ingin bercerita padsku."tanya pangeran Tatius, dia sangat berharap Tania akan terbuka dan bicara jujur padanya.
"Bercerita apa ngak ada, aku capek badanku terasa lengket aku mau mandi tapi sebelum itu bisakah pangeran Tatius pergi dari kamarku terlebih dahulu."
"Kenapa harus pergi, bukankah kamar mandinya di sana itu."
"Iya, tapi ngak enak kamar mandinya itu satu ruangan dengan kamar ini dan sudah pasti bunyi airnya pun akan kedengaran di sini, aku ngak mau kamu mendengar nya aku malu dan aku takut nanti otak pikiran kamu membayangkan yang bukan bukan."
Pangeran Tatius tersenyum smrik kemudian berdiri mendekati Tania, jarak diantara keduanya hanya tinggal beberapa sentimeter saja, apa yang di lakukan pangeran Tatius yang tiba-tiba berdiri di hadapan nya sontak saja membuat gadis terkejut dan gugup, dengan gerak refleks Tania memundurkan kakinya tapi lagi-lagi pangeran Tatius melangkah maju dan Tania mundur lagi sampai dia tersudut di dinding tak bisa lagi mundur, bahkan kini kedua tangan kekar pangeran Tatius mengunci, pergerakan Tania.
"Kau mau apa?" tanya Tania gugup.
"Aku sudah lama memendamnya dan aku sudah lama menunggu hari ini, aku ingin kamu tau aku mencintaimu Tania," ucap pangeran Tatius parau suaranya yang lembut tatapan matanya yang meredup benar benar membuat irama Jantung Tania seolah berhenti mendadak.
Dengan perlahan dan dengan keberanian yang tersisa Tania mendorong pelan kedua tangan Pangeran Tatius yang kala itu mengunci pergerakan nya di dinding. Dengan berdiri membelakangi Tania berucap.
"Kita itu beda bangsa, aku itu manusia dan kamu seorang pangeran Vampire mana bisa kita bersatu dalam ikatan cinta, jangan aneh aneh lah, takdir dan kehidupan kita itu ada jurang pemisah yang tidak akan mungkin bisa kita lalui."Ucap Tania menjelaskan.
Pangeran Tatius berjalan mendekati Tania dan memeluk tubuh Tania dari belakang membuat Tania terkejut seketika Tania memutar tubuhnya dan pandangan mata mereka bertemu.
"Lepaskan..!" jangan main main padaku."
Tania memilih membuang muka entah seperti apa wajah nya saat ini mungkin sudah sangat merah bagaikan kepiting rebus tidak ada jawaban dari bibir mungilnya diam itulah yang Tania lakukan.
Tapi justru diam nya Tania membuat pangeran Tatius berani di raihnya wajah Tania untuk menghadap dan kembali menatap nya.
"Katakan..?" apa kau juga mencintai ku."
Kali ini Tania tak mampu membuang muka lagi karena kedua tangan pangeran Tatius menangkup wajah nya dengan sangat dekat, yang bisa Tania lakukan hanya memejamkan mata, pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar melihat gadis cantik di depannya memejamkan mata iman mana yang tak tergoda untuk mengecup nya akan tetapi pangeran Tatius meskipun bukan dari Bangsa Manusia aturan dalam cinta pun dia memahami.
"Aku tau jawaban hatimu tapi aku ingin mendengar kan sendiri kejujurannya darimu, katakanlah."
Tania membuka matanya, ketika pangeran Tatius tak lagi menangkup wajahnya.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan aku mau mandi, pangeran Tatius pergi lah dulu aku tidak bisa mandi ketika ada orang di dalam kamar ku."
"Jangan mengalihkan pembicaraan kamu belum menjawab pertanyaan ku, apakah kau mencintaiku."desak pangeran Tatius.
"Jawaban apalagi sudah kubilang kita itu beda dunia dan tidak ada ceritanya orang beda dunia bisa bersatu dalam cinta."
"Apakah itu artinya jika kita tidak beda dunia kau menerima cintaku?"
"Kamu itu ngomong apaan sih, ngak ngerti aku."
"Kamu bukan ngak ngerti tapi tepatnya ngak mau mengerti, kau punya perasaan juga padaku cuma kamu berusaha membuang rasa itu, karena kita beda dunia, betul begitu kan!"
Sungguh suatu perkataan yang tepat dan benar yang sedikit pun tidak meleset tapi bagaimana mungkin laki-laki di depannya bisa dengan mudah menjelaskan nya bahkan kekhawatiran hatinya pun dia mengerti, memang sejujurnya Tania mengakui jika dirinya telah jatuh cinta pada laki-laki di depannya semenjak laki-laki itu menyelamatkan nya untuk yang kedua kali, rasa yang tak seharusnya ada rasa yang tidak pantas untuk di pupuk maupun di bina karena pada dasarnya fakta dan takdir kehidupan mereka berdua itu berbeda dunia.
Diamnya Tania membuat Pangeran Tatius bertambah gemas melihat nya, tanpa permisi dan tanpa ijin Pangeran Tatius yang dengan cepat mendekati Tania langsung mendaratkan kecupan nya pada pipi kiri Tania membuat Tania tersentak kaget.
"Jangan pikirkan apapun kita jalani apa yang ada sekarang mandilah aku tunggu di sini."
"Apa maksud mu?"
"Mulai hari ini kita jadian dan mulai hari ini kau kekasihku."ucap Pangeran Tatius tenang.
"Hei ..!" enak saja kapan aku bilang mau jadi pacar kamu!"
"Apakah kau akan membohongi hatimu, dan jangan macam-macam di belakang ku, karena aku akan tau meskipun kamu tidak memberi tauku dan ya untuk urusan kamu dan guru sekolah mu itu. kita pikirkan belakangan, sekarang mandilah jangan khawatir aku tidak akan mengintip mu.'
Tania mendelik seketika mendengar jawaban dari Pangeran Tatius, Tania menatap wajah pangeran Tatius yang terlihat tanpa dosa semakin merasa geram dengan sikap pangeran Tatius yang sok tau tapi apa yang sebenarnya terjadi memang seperti itu, dengan langkah malas Tania masuk kedalam kamar mandi meskipun sejujurnya hatinya senang karena cintanya bersambut, di depan cermin yang ada di atas westafel Tania membelai lembut pipi bekas kecupan orang yang di cintai nya.
"Oh, inikah rasanya cinta sungguh indah dan bikin orang gila karena harus senyum senyum sendiri. malu tapi mau.