
Beberapa kali gadis yang di tinggalkan laki-laki yang bersamanya mengumpat dengan kesal, hatinya begitu sakit dan kecewa, hubungan cinta yang belum lama terjalin, cinta yang sebenarnya masih sangat, segar segarnya dan yang pasti nya masih mengalungkan nyayian rindu yang masih menggebu ngebu indah bermekaran kini layu seketika, wajah cantiknya kini berubah menjadi sendu, air mata mulai mengalir deras bagaikan anak sungai.
"Kau tega sekali, kau pikir aku ini apa? boneka yang bisa saja dengan mudah kau buang dan kau campakkan begitu saja, khawatir sama orang itu boleh dan sah sah saja, tapi apakah harus dengan mengorbankan pacar sendiri, katanya cinta, katanya sayang lalu sekarang mana buktinya, di pantai yang sudah sedikit sore kau tega meninggalkan aku sendiri, kau khawatir dengan orang lain tapi apa kau tidak khawatir dengan ku, dasar laki-laki play boy dasar laki-laki brengsek, dasar laki-laki tak bertanggung jawab, aku benci kamu, bilang cinta, bilang sayang tai kucing semua itu, gombal.... huuuuff... ini...! uang dua ratus ribu kau pikir aku barang apa awas saja kau Nanti, akan ku balas kamu aku tidak trima kau permainkan cintaku, kau pikir aku akan trima dengan perlakuan brengsek mu tidak kali ini tidak.....kau harus mendapatkan pelajaran dari perbuatan mu padaku...!"Teriak gadis itu dengan keras yang sesekali kakinya menendang nendang botol kaleng minuman yang ada di depannya.
"Sekarang aku harus bagaimana dan kemana? Aaaaaaaaaa......dasar laki-laki brengsek, awas kau... ! teriak gadis itu dengan emosi yang kemudian menggambil batu sedikit besar seukuran bola kasti dia genggaman erat erat di tangan dan dengan sangat kuat di lemparkan nya batu itu sekuat tenaga.
"Siuuuuut....Duuck...!"Awwuhh...!"
Terdengar sebuah rintihan dari balik pohon dan munculnya sosok laki-laki dengan memegangi kepala nya.
"Mbak....yang benar saja kalau mau melempar batu, lihat nih..!"kena kepala ku, sakit tauk." sunggut laki-laki itu kesal.
"Mana ku tau ada manusia di situ?" jadi salah sendiri ngak bisa ngrles."
"Lho, kok jadi nyalahin aku, seharusnya mbak nya minta maaf bukan malah marah marah."
"Huaaaaaaa.....huaaa ..hizk....hizk....!
"Lho Mbak....kok malah nangis....hei diam, jangan nsngis kenceng kenceng Nanti di sangka orang aku mau memperkosa mbak nya lagi!" stop ...stop...diam ok...ok....aku yang salah aku yang akan minta maaf tapi please.... jangan nangis."seru laki-laki itu binggung.
"Hizk.....hizk....aku takut...!"
"Hah....takut ? takut Kenapa aku ngak bakalan ngapa ngapain mbaknya.... percaya lah jadi jangan takut."seru laki-laki itu yang kemudian dia bergumam dalam hati. " aku ngak bakalan ngapa ngapain kamu mbak ...mbak aku itu sudah punya pacar dan lebih cantik dari kamu huuuuf pacar....aduh! aku harus cepat mencari di mana Tania berada.
"Sudah...sudah mbaknya jangan menanggis lagi aku pergi dulu," ucap laki-laki itu yang tak lain adalah pangeran Tatius.
"Eh.... Tunggu..! jangan pergi aku takut."ucap gadis itu seraya memeluk tubuh pangeran Tatius membuat Pangeran Tatius mendelik seketika dan dengan halus melepaskan pelukan gadis di depannya.
"Maaf mbak saya ini ada urusan jadi maaf saya harus pergi."
"Tidak, aku tidak mau sendiri di sini aku ikut."
"Apa?ikut!" pangeran Tatius menepuk jidatnya dengan kasar.
Gadis itu mengagguk.
"Aku boleh ikut kan,aku takut sendiri di sini, dan aku tidak punya siapa siapa hari sudah sore, tolonglah boleh aku ikut ya ...?" rengek gadis di depannya dengan tatapan mata sendu penuh harap. Melihat rengekan gadis itupun pangeran Tatius tidak tega meskipun kehadiran dari gadis di depannya ini akan sangat memgaggu rencana nya untuk mencari sang kekasih, tapi demi kemanusiaan dan kasian pangeran Tatius berfikir akan mengajak nya.
Melihat laki-laki di depannya tidak bergeming dan masih diam saja, gadis itu dengan cepat merogoh saku celana panjangnya.
"Ini...! aku bayar ini ambil semua nya tapi tolong bawa aku keluar dari pantai hantu ini."
Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya dan menerima lembaran uang yang di berikan padanya.
"Ini apa?" tanya pangeran Tatius sambil membolak balikkan lembaran kertas yang di berikan kepada nya.
"Itu uang, untuk bayar kamu, jadi aku meminta tolong tidak dengan gratis." ucap gadis itu menjelaskan.
"Uang...!"
"Tunggu...!"
"Ada apa lagi?"tanya gadis itu tidak mengerti.
Pangeran Tatius mengambil lembaran uang yang ada di balik bajunya.
"Lihat, ini...! tuh.... bentuk dan gambar nya beda, uang itu seperti ini dan kamu tau uang ini bisa untuk beli Es Doger sedangkan uang punyamu apa....mau menipuku ya, yang kamu pegang itu bukan uang yang benar benar uang ini warnanya ungu biru dengan ini jumlahnya sepuluh ribu, itu kata ibu yang di sana tadi, jadi jangan coba. ..coba menipuku."seru pangeran Tatius dengan nada penuh penekanan.
Sedangkan gadis itu cuma bisa melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Tampan... tampan tapi kok bodoh bin culun, jangan... jangan cowok di depan ku ini laki-laki yang stres ya aduh apes banget sih nasibku." keluh gadis itu dalam hati sambil menutup wajahnya dengan satu tangan." bagaimana bisa aku minta tolong sama orang strees bin gila aduh... bagaimana ini."
"Kenapa diam, ketahuan mau menipuku ya?"
"Siapa yang mau menipu mu, kamu sakit gini ya...!"tanya gadis itu sambil memiringkan satu telunjuk jari di atas dahinya dengan posisi miring, membuat Pangeran Tatius mendelik seketika.
"Oh, jadi kamu berfikir aku gila , orang yang ngak wara as begitu, asem banget sih kamu itu sudah lah males nolong jika kamu berfikir begitu tentangku."
"lho kok marah...!
"Ya, iyalah aku marah, seenaknya saja ngatain aku begitu,"
"Habisnya kamu bilang aku menipu ini uang asli.... asli seratus ribu jumlah nya dan uang yang kau pegang itu namanya juga uang asli jumlahnya sepuluh ribu masih banyak uang yang ini."
"Oh, jadi dua duanya ini uang ya....?"
"Ya iyalah....masak kamu ngak tau, kayak bukan manusia saja ngak ngerti uang." Sungut gadis itu kesal campur gemas tapi hatinya bersyukur ternyata yang di depan nya bukan orang gila, jadi aman, kan sayang sekali jika wajahnya tampan tapi gila."Lirihnya dalam hati sambil senyum senyum.
Pangeran Tatius menggaruk kepalanya sambil senyum senyum juga.
"Memang aku bukan manusia.' ucap nya lirih.
"Apa?kamu bilang apa tadi, bukan manusia, ha...ha....ha..kamu itu lucu dan menggemaskan juga, sudahlah ayo, bawa aku pergi dari sini Nanti beneran ada mahkluk bukan manusia lagi."
"Kalau begitu pejamkan matamu?"
"Apa,? kau jangan macam macam mau berbuat tidak senonoh padaku ya."
"Astaga, otak nya jangan mesum begitu, cepat pejamkan mata atau aku. tinggal kau di sini sendiri."
"Iya...ya..! dengan perlahan lahan gadis itu memejamkan mata.
"Jangan buka mata sebelum aku perintahkan, apa kau mengerti."
"Iya aku mengerti." ucap gadis itu meskipun hatinya sibuk bertanya apa yang akan laki-laki itu lakukan padanya.
Perlahan lahan Pangeran Tatius melingkar kan tangan nya pada pinggang gadis di sampingnya dan ketika tangan pangeran Tatius melingkar pada pinggang nya gadis itu tersentak kaget terlebih tiba-tiba jantung nya berdegup dengan kencang membuat nya tak bisa berkata-kata apa apa.