
Karena kekecewaan nya yang dalam, putri Lin Ying berniat pergi kembali ke kerajaan Barat daya, hatinya begitu sakit dan terluka dia tidak trima jika dirinya harus merasakan luka hanya karena telah di tolak cintanya, terlebih semua hanya gara gara seorang gadis manusia.
Kedatangan putri Lin Ying di sambut dengan suka cita oleh seluruh rakyat barat Daya terutama pangeran Yervan yang sudah lama menunggu nya.
"Aku berfikir,kau tidak akan kembali lagi Tuan putri?"
"Tentu saja aku akan kembali, aku tidak akan membiarkan calon suamiku menungguku terlalu lama kan?"lirih putri Lin Ying yang kini berubah sangat manis dan perhatian, pangeran Yervan pun sedikit terkejut dengan perubahan sikap putri Lin Ying yang tiba-tiba sangat manis pada nya.
"Apakah, boleh aku meminta sesuatu dari mu pangeran?"
"Tentu saja boleh, apapun akan aku berikan kepada mu bidadari hatiku, katakan apa yang kau minta."
"Pernikahan kita, tidak usah buru-buru kita saling mengenal saja dulu dan bagaimana jika kita terikat dalam satu ikatan tunangan saja dulu."
"Sebenarnya aku ingin sekali kita segera menikah tapi baiklah aku trima permintaan mu."
"Apa aku boleh bertanya sesuatu pangeran."
"Katakan tidak perlu sungkan apa yang ingin kau tanyakan."
"Apakah Raja Awang Awang Vampire akan merestui hubungan jika anaknya memiliki kekasih manusia."
Pangeran Yervan menatap tak percaya dengan apa yang di tanyakan Putri Lin Ying hingga membuat nya tertawa.
"Ha..ha ..ha...kau ini bicara apa Tuan putri saya tidak mengerti."
"jika diantara kalian ada yang memilki kekasih dari bangsa manusia apakah Raja Awang Awang Vampire akan merestui."
"Tuan putri.... tuan putri siapa di antara kami yang akan berani memiliki kekasih bangsa dari manusia?" ha....ha .ha..kami tidak akan berani Tuan putri karena jika hal itu terjadi sudah bisa di pastikan tamatlah Riwayat kami."
"Apa maksud dari ucapan pangeran aku tidak mengerti."
"Raja Awang Awang Vampire tidak akan melepaskan kami Begitu saja, kami akan di kurung dan gadis itu pasti akan di bunuh."
"Benarkah, itu pangeran?" tanya Putri Lin Ying dengan wajah berbinar senang.
"Itu benar Raja Awang Awang Vampire sangat ketat dalam segala peraturan nya jadi kami tidak akan berani membantah semua perintah maupun larangan nya."
"Trimakasih, Jawaban nya pangeran kamu memang calon suamiku yang baik kapan kau akan membawaku ke kerajaan Awang Awang Vampire?"
"Secepatnya Tuan putri, setelah acara perjodohan kita usai."
"Baiklah, pangeran Yervan beristirahat lah dulu saya akan kembali ke kamar."
"Silahkan, Tuan putri."
Putri Lin Ying segera melangkah pergi menuju puri istana kamarnya.
"Raja Awang Awang Vampire tidak suka bangsa manusia itu artinya cinta pangeran Tatius tidak akan pernah mendapatkan restu dan jika sampai Raja tau, sudah bisa di pastikan nasib gadis itu akan dalam kehancuran ini sangat menyenangkan sekali, aku harus bisa membawa bukti pangeran Tatius memiliki hubungan dengan manusia agar Raja Awang Awang Vampire segera bertindak menjauhkan mereka berdua dan aku akan menjadi Permaisuri dari pangeran Tatius bukan dengan pangeran Yervan yang bodoh itu, hanya untuk memperalatnya aku akan bersikap lembut padanya, siapa juga yang sudih menikah dengan pangeran jelek seperti itu mendingan aku jadi prawan tua dari pada menikah dengan nya." Sungut putri Lin Ying kesal.
Di penjara bawah tanah Raja Awang Awang Vampire sedang berdiri tegak di hadapan seorang wanita yang masih tertidur.
"Siram dia dengan air?"cepat!"
"Tapi, Raja..dia Ratu permaisuri bagaimana bisa kami berbuat kejam padanya."
"Tidak ada perbedaan antara Ratu atau pun bukan bila dia bersalah maka hukumnya tetap sama.
"Tapi, Raja!"
"Apakah sekarang kau juga berani membangkang perintah ku..!"
"Ti-tidak Raja."
"Kalau begitu cepat lakukan."
"Baik, Raja."
Dengan tangan bergetar seorang pengawal abdi kerajaan yang selalu setia kepada Ratu Derbah akhirnya menyiramkan air dingin ke Tubuh Ratu Derbah.
"Maafkan aku, Ratu, aku tidak punya pilihan lain semua ku lakukan karena printah Raja."
"Kurang ajar!" berani sekali kau menyiramku hah...akan ku hajar kau."
Tangan Ratu Derbah sudah terangkat tinggi dan siap di layangkan ke wajah sang pengawal yang menunduk ketakutan.
"Hentikan, kekonyolan mu Ratu, apa kau sekarang sudah sadar!"
"Ra-Raja...!"
"Kenapa?" aku yang menyuruh pengawal itu untuk menyiram mu."
"Raja..!" kenapa kau lakukan ini ke padaku, lepaskan aku Raja aku aku tidak mau tinggal di penjara yang pengap ini." ucap Ratu Derbah memelas.
"Boleh, tapi katakan padaku apa yang kau lakukan pada Ratu Shima."
"Aku tidak tau dan aku tidak melakukan apa-apa."
"Benarkah, jawab dengan benar!"
"Benar, aku tidak tau apa apa tentang Ratu Shima."
"Pengawal....!"
"Siap, Raja..!"
"Ambilkan cambuk itu."
"Baik, Raja."
Dengan bergetar sang pengawal memberikan cambuk yang di minta Raja Awang Awang Vampire.
"Kita, lihat apakah dengan ini kamu masih juga tidak bicara."
"Raja, kau mau apa?"tanya Ratu Derbah dengan beringsut mundur.
"Jawab...!"
"Aku, sudah menjawab nya aku tidak tau."
"Cettaaaaarrrr....!" satu pukulan cambuk mendarat di Tubuh Ratu Derbah.
"Aaaaaaaaaaa...!"jeritan kesakitan
"Raja kau gila." seru Ratu Derbah ketakutan.
"Masih tidak mau menjawab trima...ini....
"Iya...! Aku benci Ratu Shima, aku buang dia ke jurang ku berikan dia obat beracun agar dia cepat mati, semua salahmu semua karena kamu yang selalu bersikap tidak adil padaku, kamu selalu menomor satukan Ratu Shima dan putranya Pangeran Tatius sedangkan aku dan putraku kami tidak mendapat apa apa, kamu sama sekali tidak memperdulikan kami bahkan tidak pernah kami mendapatkan apa yang Ratu Shima dapatkan darimu aku iri padanya dan aku tidak suka padanya puas..kau sekarang!"teriak Ratu Derbah dengan derai Air mata, sedangkan Raja Awang Awang Vampire terhuyung mundur.
"Kau memberikan racun padanya, aku tidak menyangka kau selicik ini, kalau bukan jasa dari Ayahmu aku juga tidak akan menikahi dirimu, apa kau tau itu Ratu.
"Pengawal...!"
"Siap, Raja!"
"Bebas kan Ratu Derbah sekarang juga.'
"Baik, Raja!"
Ratu Derbah yang tidak menyangka akan di bebaskan menutup mulut dengan kedua tangannya serasa tak percaya jika dirinya di bebaskan.
"Raja, trimakasih!"seru Ratu Derbah sambil memegang tangan Raja Awang Awang Vampire, tapi dengan cepat Raja Awang Awang Vampire menepis tangan Ratu Derbah.
"Jangan, sentuh aku..!"pengawal bawa dia pergi dan obati lukanya."
"Baik, Raja, mari Ratu saya antar."
"Raja!" apakah kau membenciku?"Raja...!!!Ratu Derbah berteiak ketiika Raja Awang Awang Vampire tak memperdulikan nya. Ucapan dari Ratu Derbah, Raja Awang Awang Vampire memilih pergi tanpa sedikit pun menoleh padanya.