The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 332.SADAR



Dengan gerakan cepat Ayah Tania berlari ke arah Pangeran Tatius, tatapan mata tajam dan penuh amarah jelas terlihat di sana.


"Apa yang kau lakukan pada kubur putriku."


"Ayah ..! aku hanya....


"Apa kau tidak bisa membiarkan Tania tenang di alam sana, harus kah kau mengaggu nya selalu, dengar jangan lagi kau berani melakukan ini karena aku tidak akan mengijinkan mu."


"Ayah ..! coba dengarkan yang di kubur ini pasti bukan Tania pasti orang lain dan....


"Cukup ...!aku tidak mau dengar apapun alasanmu."


"Tapi Ayah!"


"Lebih baik kau kembali ke asalmu, jangan di sini."


"Ayah menggusirku?"


Ayah Tania tidak menjawab dia menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan. laki-laki tua paruh baya itupun berusaha tersenyum sambil menepuk-nepuk kan tangannya pada bahu Pangeran Tatius.


"Belajarlah mengikhlaskan, jangan terlalu larut dalam kesedihan kembalikanlah kamu ke asalmu, raihlah mimpi dan kebahagiaan mu di sana, lupakan Tania dan anggaplah putriku adalah kenangan terindah, biarkan putriku tenang untuk saat ini carilah sosok gadis yang bisa mengobati laramu,"


Pangeran Tatius Tersenyum miris mendengar ucapan dari sang Ayah.


"Bicara itu mudah Ayah, tapi melakukan nya itu tak semudah ketika Ayah bicara, Ayah sendiri kenapa memilih hidup sendiri kenapa tidak mencarikan Tania ibu sambung, bukankah pada dasar nya keinginan hati itu sangatlah sulit dan susah untuk di mengerti, bahkan aku tidak yakin jika aku mampu melupakan Tania."


"Ayah dan dirimu tentu saja berbeda kamu masih muda dan masih anak anak sedangkan Ayah sudah sangat tua, tapi sudahlah kita tidak perlu membahas ini,cukup sampai disini sekarang kamu harus kembali ke negeri asalmu pergilah jangan sampai kau membuat keadaan di istana keluargamu binggung."


Dengan terpaksa Pangeran Tatius akhirnya mengagguk kan kepalanya dan sebelum pangeran Tatius pergi Pangeran Tatius mencium tangan sang Ayah.


Pangeran Tatius dan Paman Patih Lembu Ireng akhirnya kembali ke krajaan Awang Awang Vampire. Di sepanjang perjalanan pangeran Tatius banyak diam, tak sedikit pun berniat untuk membuka percakapan, diam dan diam alam pikiran nya masih penasaran dengan Indra penciuman nya.


"Kenapa aku begitu yakin jika yang terkubur di dalam tanah itu bukan Tania, lalu dimana Tania jika memang benar yang ada di dalam kuburannya bukan Tania."


Pangeran Tatius terbang dengan sesekali mengusap wajahnya. dengan kasar sambil terus bermonolog sendiri.


Paman Patih Lembu Ireng yang melihat kegelisahan dari pangeran Tatius menatap sendu, wajahnya yang tidak terlalu tua di mana di usia nya yang tergolong senja Patih lembu ireng belum juga menentukan calon pendamping untuk hidupnya masih membujang dan menjadi bujang lapuk.


"Pangeran, mau pulang ke istana langsung kah atau bagaimana?'


"Aku mau ke istana kerajaan Awang Awang Vampire yang ada di belakang aku mau menyendiri di sana, paman lebih baik pulang dan kembali saja ke krajaan Sangkala, aku khawatir Kakek Raja Sangkala akan mencari paman."


"Sebenarnya aku ingin meninggalkan Pangeran tapi aku tidak bisa jadi ijinkan aku selalu menemani Pangeran kemanapun dan di manapun pangeran Tatius berada."


pangeran Tatius Tersenyum kecut.


"Aku bukan anak kecil paman jadi Jangan mengkhawatirkan aku lagi."


Paman Patih Lembu Ireng Tersenyum, kini keduanya sudah sampai di belakang kerajaan Awang Awang Vampire dengan suasana yang sangat sepi dan legang.


Pangeran Tatius berjalan membuka pintu berukir dari kayu dengan bentuk yang sangat sederhana, kemudian dari belakang di ikuti paman Patih lembu ireng, keduanya memasuki bangunan rumah kuno dengan halaman yang sangat luas.


Tidak ada banyak kursi di dalam nya hanya ada satu kursi panjang, ruangan cukup luas karena tidak ada satupun perabotan istimewa yang ada di tempat itu.


Di belakang bangunan terdapat anak tangga yang mana tangga itu menuju ke arah kolam renang yang airnya begitu jernih dimana tidak pernah tersentuh siapa pun.


Pangeran Tatius memilih duduk di tepian kolam tatapan matanya begitu kosong dan hampa. paman Patih lembu ireng menatap dari kejauhan dengan tatapan iba.


Di dalam kerajaan awang-awang Vampir pangeran Tatius begitu terlihat murung dan tak bersemangat, sementara jika berada di dalam rumah Tania pangeran Tatius begitu terlihat ceria dan bersemangat.


****


Di sisi lain Ratu Shima dan Raja Awang-awang Vampire yang datang menemui Raja Sangkala sudah sampai di depan pintu gerbang kerajaan Sangkalah yang mana kedatangan mereka langsung di sambut dengan ceria dan bahagia oleh para prajurit kerajaan Sangkalah.


Para prajurit kerajaan Sangkala langsung memberikan hormat dan salam, ketika melihat kedatangan dari Ratu Shima dan Raja Awang-awang Vampire.


"Salam...Tuan putri, salam Raja!


"Ada, tuan putri, sebentar saya panggilkan."


"Tidak usah, biar aku sendiri yang datang menghadap."


"Baik, Tuan putri.'


Ketika Ratu Shima hendak melangkah masuk Ratu Shima menatap pada wajah sang Raja,


"Raja, aku mau masuk menemui Ayah Raja Sangkala, apakah Raja mau ikut."


"Tidak, Ratu, aku tunggu di sini saja."


"Baiklah, aku pergi dulu jika begitu."


Ratu Shima bergegas pergi masuk ke dalam ruang kepribadian Raja Sangkala, di mana ketika itu Raja Sangkala sedang membersihkan pedang dan beberapa senjata yang ada di dalam ruangan itu.


"Ayahhanda, Raja..!


Sebuah suara panggilan yang sangat khas yang sudah sangat familiar bagi telinga nya yang mana suara itu tak pernah lagi terdengar apalagi ada semenjak putrinya memilih tinggal bersama sang Suami.


Dengan gerakan refleks Raja Sangkala menoleh dan beliau langsung mengeryitkan dahinya ketika mengetahui siapa yang datang.


"Shima...! kau datang."


"Ayah...!"


Bagaikan anak kecil Ratu Shima berlari ke dalam pelukan seorang laki-laki paruh baya yang tak lain adalah Ayahnya.


"Hei....ada apa, kenapa kau menanggis."


"Ayah, putraku pangeran Tatius tidak pulang sudah hampir 4 hari ini." ucap Ratu Shima dengan linangan air mata.


Raja Sangkala mengeryitkan dahinya, mengusap lembut buliran bening yang jatuh di pipi putri nya, rasanya sangat rindu dimana putri nya dulu tak pernah jauh darinya dan selalu bermanja padanya karena hanya dialah Ayah sekaligus ibu buat putri semata wayangnya.


Kejadian pahit yang tidak bisa di hindari dimana sang Ibu tidak pernah sudih dan mau merawat putri Vampire nya, hanya karena sang Ibu berdarah Manusia, membiarkan sang putri di rawat dan di besarkan sang Ayah membuat putri Ratu Shima sangat manja padanya, tapi semua itu sirna dalam sekejap saja ketika, Pangeran dari istana Awang-awang Vampire, menjadikannya permaisuri kerajaan Awang-awang Vampire, sang Ayah terpaksa jauh dan tak lagi bersama dengan putri tercintanya.


Raja Sangkala menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan seolah menahan beban berat di dalam hatinya.


"Putramu sudah. dewasa, jika Pangeran Tatius tidak ada di rumah sudah pasti dia pergi ke tempat kekasihnya, jadi biarkan saja, jangan terlalu di khawatirkan Pangeran Tatius menang sudah saat nya memiliki pendamping, jadi dia bukan anak-anak lagi kamu jangan terlalu memikirkan nya.


Ratu Shima melepaskan pelukannya dan menatap lekat lekat wajah sang Ayah sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tau Ayah, pangeran Tatius sudah dewasa dan sudah saatnya mencari pendamping hidup, tapi masalah nya kekasih dari pangeran Tatius itu sudah tiada Ayah dan pangeran dalam situasi berduka, dia sangat pendiam ketika berada di dalam istana, makan tidak tentu suka marah-marah dan menyendiri, kemudian Pangeran Tatius tiba-tiba pergi tidak memberi tau kami, ini sudah ke empat hari nya Pangeran belum kembali aku khawatir Pangeran tidak sanggup menahan beban hatinya dan di-dia, nekad bunuh diri."


"Apa..?" kekasihnya Pangeran Tatius sudah tiada dan Pangeran Tatius tidak berada di istana, mungkin Pangeran Tatius hanya lagi ingin menenangkan pikiran nya, kamu jangan khawatir."


"Ayah! Pangeran Tatius sangat mencintai Tania bisa jadi....


"Ssssst..! jangan terlalu khawatir sekarang masuklah ke kamarmu dan beristirahat lah."


"Ayah, aku ke sini...


"Besok kita bicarakan lagi."


Raja Sangkala berjalan meninggalkan Putri nya yang masih terpaku di tempatnya, sementara Raja Sangkala pergi ke Puri istana kepribadian nya.


Sedangkan Ratu Shima mulai keluar menemui Raja Awang-awang Vampire yang di tinggalkan menunggu dirinya di luar.


*****


Di tempat yang berbeda Devan yang menunggu Tania sadar tampak beberapa kali menguap yang akhirnya tertidur di dekat Tania yang masih terbaring belum juga sadar.


Waktu terus berjalan dengan cepat sehingga perputaran waktu dari sore kini menjadi petang, mulai tiba. seorang gadis perlahan-lahan mulai membuka kedua bola matanya.