
Upacara penguburan Paman Hamdan dilaksanakan dengan sangat hikmat dan penuh dengan haru di mana pangeran Yasza menatap muram dan sendu wajah dari Paman Hamdan yang terbaring tak bernyawa dengan banyak luka di tubuhnya.
Pancaran mata Pangeran Yasza menyiratkan kemarahan yang dalam, diam namun terlihat sangat mengerikan, beberapa pengawal kerajaan yang sempat melihat kilatan api kemarahan di mata Pangeran Yasza sedikit bergidik ngeri dan merasa ketakutan.
Mereka sangat tau dan paham jika Pangeran Yasza sedang marah, maka semua akan hancur tak bersisa karena Pangeran Yasza tidak pernah memberikan ampun pada siapa pun yang telah membuat nya marah, terlebih jika sampai berani menyakiti orang orang terdekat nya, jangan harap dan bermimpi bisa lolos dari incaran Pangeran Yasza.
Paman Hamdan adalah seorang laki-laki dari bangsa manusia yang ketika itu menyelamatkan kerajaan Ambarwata dari serangan kerajaan Tapak angin yang mana saat itu di pimpin oleh seorang Raja bernama Mangkudu, dimana kerajaan Tapak angin berhasil menguasai dan hampir saja bisa melumpuhkan kerajaan Ambarwata, di kisah kan awal pertemuan Paman Hamdan dan Pangeran Yasza ketika itu tanpa sengaja laki-laki bangsa manusia sedang mengembara di alam Vampire guna memperdalam ilmu yang di miliki nya.
laki-laki bangsa manusia berhasil menghadang, menghalau dan menggagalkan Senopati Tapak angin yang sedang menyandra Pangeran Yasza.
Pangeran Hamdan adalah seorang laki-laki Bangsa Manusia yang sangat berambisi ingin melakukan ritual pemindahan roh Wanita cantik dengan darah perawan dari kalangan Vampire untuk dijadikan tumbal persembahan agar bisa menghidupkan Putri cantik bernama San xiang, seorang putri dari kerajaan Ambarwata adik dari Pangeran yasza.
Paman Hamdan melakukan perkejaan nya dengan sangat mudah di mana sudah tiga kali dia menghidupkan para mayat pembesar kerajaan di mana saat itu Paman Hamdan melakukan dengan imbalan uang yang sangat besar.
Namun di kerajaan Ambarwata, Paman Hamdan melakukan perkejaan nya dengan suka rela, tanpa meminta imbalan apa-apa, akan tetapi Pangeran Yasza yang sangat menaruh hormat dan merasa berhutang budi memberikan setengah dari harta kerajaan, meskipun Paman Hamdan menolak nya.
Paman Hamdan terluka akibat pertarungan nya dengan Pangeran Tatius yang mana ketika itu paman Hamdan hendak melakukan ritual perpindahan roh dari Putri Lin Ying kepada gadis cantik junjungan nya.
Akibat dari pertarungan yang memakan waktu tiga hari akhirnya Pangeran Tatius mampu melumpuhkan laki-laki bangsa manusia dengan menancapkan keris dan juga jurus seribu pisau yang mampu melukai nya.
Jurus seribu pisau adalah senjata yang terkenal dari kalangan Vampire milik dari Kerajaan Awang Awang Vampire yang mana dipimpin oleh Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti Ayah dari Pangeran Tatius.
Pangeran Yasza tidak tau jika sesungguhnya yang membunuh dan yang membuat Paman Hamdan mati adalah Pangeran Tatius, putra dari Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti pemimpin kerajaan Awang Awang Vampire.
Setelah Ritual penguburan dari Paman Hamdan Pangeran Yasza pergi ke lereng Gunung Kendeng dimana Raja dari kerajaan Ambarwata melakukan semedi, sejak kekalahan nya dan sejak Kerajaan Ambarwata bisa bebas dari serangan kerajaan Tapak angin, Raja Ambarwata yang bernama Mengkuyasza memilih menghabiskan waktunya dengan bersemedi.
Pada awal mula nya Raja Mengkuyasza memerintahkan dan meminta Pangeran Yasza untuk menjadi Raja kerajaan Ambarwata, akan tetapi Pangeran Yasza tidak mau dia hanya mau menggantikan Ayahnya sebagai Raja apabila sang Ayah sudah tiada, untuk itu kerajaan Ambarwata dalam beberapa tahun tidak memiliki Raja akan tetapi segala peraturan dan segala perekonomian Rakyat berada di bawah pimpinan Pangeran Yasza.
Pangeran Yasza terkenal sangat tegas dan bringas dalam peraturan tidak di biarkan lolos sedikit pun orang yang di anggap nya merugikan dan berkhianat pada kerajaan, dia akan menyiksa dan membunuhnya secara perlahan lahan.
Keberuntungan berpihak pada Prajurit muda bernama Junxian yang mana mendapatkan tuduhan sebagai seorang penghianat kerajaan karena telah berani memberikan harga ringan pada kerajaan lain dalam hal penjual berlian barang barang antik yang mana semua nya terbuat dari perak dan intan berlian.
Tidak mau rugi dan menggalami kerugian yang sangat besar Pangeran Yasza langsung menindaklanjuti dan memberikan hukuman secara tegas pada Prajurit Junxian dengan cambuk yang mana hukuman itu sengaja di lakukan di depan umum,agar menjadi kan pelajaran bagi siapa saja terutama Rakyat dan prajurit Ambarwata agar tidak main main dalam bekerja.
Hukuman Cambuk di hentikan dan Prajurit muda Junxian di berikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dengan syarat dia harus menjadi mata mata yang di tugaskan untuk menyelidiki keadaan dan kelemahan dari kerajaan Awang Awang Vampire, yang mana saat ini di pimpin oleh Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti.
Persiapan untuk melakukan penyerangan kepada kerajaan Awang Awang Vampire terus di lakukan semua prajurit berlatih dengan sangat serius dan tak kenal waktu, di mana Pangeran Yasza memberikan informasi bahwa yang akan menjadi musuh dan lawan mereka kali ini bukan kerajaan biasa, akan tetapi kerajaan besar yang sudah sangat terkenal kehebatan nya.
Prajurit Junxian di perintahkan berangkat malam ini juga untuk pergi ke kerajaan Awang Awang Vampire guna sebagai mata mata dari kerajaan Ambarwata.
Dalam perjalanan nya Prajurit Junxian tidak memakan waktu lama karena dia mengunakan ilmu terbang yang cukup tinggi sehingga perjalanan dari kerajaan Ambarwata ke kerajaan Awang Awang Vampire hanya menggunakan waktu satu malam sehingga ke esokan harinya Prajurit Junxian sudah sampai di perbatasan kota.
Prajurit Junxian sangat kagum dengan keindahan akan pemandangan yang ada di wilayah kerajaan Awang Awang Vampire. Dimana semua jalan yang ada disana sangat rapi dan bersih dengan berjajar Pohon dan bunga kecil yang sangat indah.
"Ini baru perbatasan wilayah kerajaan Awang Awang Vampire sudah sangat indah dan rapi bagaimana keadaan kerajaan yang ada di dalam istana Awang Awang Vampire, mungkin akan jauh lebih indah dari ini." desis prajurit Junxian yang pandangan matanya tak henti hentinya menggagumi keadaan di sekitar perbatasan kota hingga tanpa sadar dirinya yang berjalan sambil melihat kiri kanan tak menyadari di depannya ada orang hingga mereka akhirnya bertabrakan.
"Bruugh...!"
"Maaf, "ucap Junxian yang menyadari kecerobohan nya.
"Tidak, apa-apa," ucap laki-laki itu seraya pergi.
"Kisanak, tunggu!" teriak prajurit Junxian pada salah satu laki-laki yang di tabraknya ketika laki-laki itu berlalu pergi.
"Iya, ada apa?"
Dengan senyum tersungging di bibirnya Junxian, nengaggukan kepalanya.
"Maaf, saya mau bertanya kalau mau ke kerajaan Awang Awang Vampire saya harus melewati jalan mana."
"Kau, mau ke istana?'
"Iya,"
"Kau tidak tau jalan menuju istana apakah kau bukan penduduk sini,"
Mendengar perkataan dari laki-laki di depannya, prajurit Junxian terbatuk-batuk
"Uhuk....uhuk."
Dengan cepat laki-laki yang ada di depannya memberikan satu kaleng berisi air anggur.
"Ini untuk mu ambil dan minumlah."
"Wah, ini terlalu banyak Tuan, aku ambil sedikit saja,"
"Tidak apa-apa, ambillah."
"Baiklah, Trimakasih kalau begitu, apakah ini semua milik Tuan pribadi."
Laki-laki itu terkekeh mendengar pertanyaan dari laki-laki muda yang ada di depannya.
"Bukan, sebanyak ini mana mungkin milik ku pribadi, ini milik kerajaan istana aku cuma sebagai pembantu yang bertugas membawa, beruntung tadi kau menabrak ku bukan gerobak arak ku sehingga tidak tumpah semua."
"Milik kerajaan kau berikan padaku, kau bisa kena hukuman Nanti."
"Hahaha...! tidak masalah hanya memberi sedikit bagaimana bisa kena hukuman."
"Kan pemasukan ke istana jadi berkurang."
"Tidak masalah itu."
"Apa, Raja mu tidak murka jika mengetahui semua berkurang."
"Tidak, Raja tidak pernah marah jika Rakyatnya berbagai pada orang yang membutuhkan."
Prajurit Junxian manggut manggut dalam hati dia mengagumi sikap kesolidaritasan yang terjalin di kerajaan istana Awang Awang Vampire. Sungguh bertolak belakang dengan kerajaan Ambarwata dimana tidak boleh sedikit pun berkurang dan tidak perduli itu kesengajaan atau tidak.
"Anak muda, kau belum menjawab pertanyaan ku, apakah kau orang baru dan bukan penduduk sini,"
"Iya, saya adalah orang yang di usir dari tanah kelahiran saya dan saya cuma berjalan menggikuti langkah kaki dan ternyata sampai disini, saya butuh pekerjaan dan juga tempat untuk tinggal apakah Tuan bisa membantu saya."
Untuk sesaat laki-laki itu terdiam, angannya teringat akan pesan dari Pangeran Tatius ketika memberikan penjelasan.
"Jangan sekali-kali memasukkan orang asing ke dalam istana, akan tetapi melihat laki-laki di depannya terlihat sangat menyediakan keadaan nya bajunya yang lusuh dan Kumal membuat laki-laki itu berfikir ulang."Tidak ada salahnya aku menolong anak muda ini keadaan nya sangat memprihatikan dan kelihatannya dia berasal dari keluarga baik-baik.
"Baiklah, kau ikut aku, nanti aku akan bantu kau mendapatkan pekerjaan di dalam istana."
"Wah, trimakasih!"
Laki-laki muda Junxian bersujud memberikan tanda hormat, bibirnya tersenyum miring ketika memberikan hormat sehingga laki-laki di depannya tidak tau.
"Satu langkah sudah berhasil kulakukan dan sebentar lagi aku akan masuk ke dalam kerajaan istana Awang Awang Vampire, setelah itu rencanaku akan berjalan dengan lancar." Gumam Junxian dalam hati.
"Tania....! sayang kau ada dimana?"
"Sedang tidur, capek."teriak seorang gadis dari dalam kamar.
Dengan langkah cepat Pangeran Tatius masuk ke dalam kamar.
"Katakan, padaku apa hari ini kau bertemu dengan Raja."
"Kenapa galak sekali, slow saja lagi, duduk dulu lalu bertanya baik-baik jangan seperti polisi yang sedang mengintrogasi tawanannya.
Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar. Ingin sekali hari ini dia marah tapi Pangeran Tatius berusaha menahannya dengan bertanya secara baik-baik.
Setelah mendudukkan bokongnya di kursi Pangeran Tatius Kembali bertanya
"Sekarang katakan, apa hari ini kau bertemu dengan Raja."
Tania yang awalnya tidur kini mulai bangun dan berjalan mendekati Pangeran Tatius dan dengan manja langsung merebahkan kepalanya pada bahu Pangeran Tatius, membuat Pangeran Tatius yang amarahnya memuncak tiba-tiba redup.
"Jangan marah ya, aku tidak sengaja kok."
"Tania...! seru Pangeran Tatius pelan Namun dengan nada penuh penekanan.
Menyadari kekasihnya sedang marah Tania justru melingkar kan tangannya pada leher pangeran Tatius.
"Aku tidak sengaja, aku bosan di kamar terus."
Pangeran Tatius lagi-lagi menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, Seolah olah sedang menahan luapan marah yang ada di dalam hatinya.
"Lain kali jangan di ulangi, aku tidak mau kamu kenapa napa."
Tania merenggangkan pelukannya dan melepaskan tangannya yang melingkar di leher kekasih nya.
"Tidak, aku akan berhati-hati, Oh, ya! Raja selain galak cukup tampan juga ya?"
Ucapan Tania yang spontan keluar dari bibir seksi nya membuat Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya dan langsung memutar tubuh ramping itu menghadap wajahnya.
"Kau tertarik pada Ayah ku."
"Ti-tidak..!aku cuma bicara apa adanya saja."jawab Tania gugup pasalnya tatapan mata dari pangeran Tatius begitu mengerikan ketika sedang marah apalagi kalau lagi cemburu bisa dunia kiamat, Keluh Tania dalam hati.
"Raja memang memiliki wajah yang sangat tampan jadi wajar saja jika banyak gadis yang terpikat padanya."ucap Pangeran Tatius datar.
"Kenapa bicara begitu, aku akui Raja memang tampan tapi....Pacarku Pangeran Tatius ini lebih tampan dan hatiku hanya tertambat padamu."
"Benarkah...!"jangan jangan aku di kadalin lagi."desis Pangeran Tatius di telinga Tania.
"Ngak, percaya, belahlah dadaku."
"Yakin, boleh! mana coba aku lihat."
Ketika tangan kekar Pangeran Tatius meraih kancing depan baju Tania dengan cepat Tania menepis nya.
"Jangan, mau ngapain?"seru Tania dengan wajah cemberut bibir mengkrucut membuat Pangeran Tatius semakin gemas ingin melahap nya.
"Itu kalimat pepatah bukan menyuruh mu membela dan membuka dadaku, iiih.... menyebalkan aku mau tidur."dengus Tania yang langsung turun dari pangkuan Pangeran Tatius dan naik ke atas ranjang.
"Sayang, jangan tidur dulu makan dulu sini."
"Ngak, mau!
"Harus makan Nanti sakit lho."
"Ngak mau aku bosan makan begini terus ingin makan pizza, kebab burger pokok nya yang berbaur roti, di sini ngak ada males aku."
"Baiklah, besok kita pergi ke alam manusia aku antar kamu makan segala yang kamu suka."
"Benarkah?"
"Hmmmm, asal sekarang makan ikan ini dulu."
"Ngak,mau bosan, rasanya neg."
"Aku suapin, ngak ah hari ini ngak makan.'
"Sayang, jangan begini jangan bikin aku khawatir."
"Pokoknya, ngak mau, ngak usah khawatir aku ngak bakalan mati hanya karena tidak makan satu hari."
"Baik, kalau tidak mau makan aku akan paksa kau dengan caraku."ucap Pangeran Tatius dengan tersenyum nakal .
Tanpa ragu-ragu lagi Pangeran Tatius langsung meloncat naik ke atas Ranjang dimana Tania menutup wajahnya dengan selimut.
"Mau, makan apa tidak?"
"Tidak, mau itu rasanya neg."
"Baik."
Pangeran Tatius langsung menyerbu bibir seksi milik Tania dan gadis cantik itu berusaha melepaskan diri dari Kungkungan Pangeran Tatius.
Tanpa mereka sadari sudah berdiri di depan mereka sosok laki-laki dengan sorot mata tajam melihat ulah kedua orang yang ada di depannya.
"Apa yang kalian lakukan?'
Sontak saja suara itu membuat pangeran Tatius dan Tania Langsung menoleh ke sumber suara.
Melihat siapa yang datang Tania langsung bangkit dan berlari kearahnya.
"Pak, aku tidak mau makan ikan aku bosan rasa nya sudah mual dan neg." adu Tania pada pak guru Wili.
"Kau, rupanya Wili ngaggu orang saja kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu, jangan takut aku tau batasan dalam bercinta dengan kekasih ku."
"Tania bilang tidak mau makan ikan karena neg, jadi biarkan hari ini dia tidak makan."
"Kau gila ya?" kalau Tania tidak makan dia bisa sakit dodol."
"Tidak makan satu hari tidak akan membuat orang sakit, sudah jangan dipaksa aku yang akan bertanggungjawab jika Tania sakit."
"Kau...!" pangeran Tatius mengangkat tangannya hendak memukul pak guru Wili tapi dengan cepat dia urungkan." terserah kalian kalau ada apa-apa jangan mengeluh pada ku."seru Pangeran Tatius dingin yang Kemudian duduk tanpa bicara.