
Tidak menunggu lama kecepatan terbang pangeran Tatius berkurang dan semakin melamban di sekitar lereng Gua dan kemudian berhenti di dekat pohon rindang.
"Itu goa nya paman?"
"Apa kita akan langsung masuk pangeran?'
"Jangan dulu, kita harus tau apa yang sebenarnya manusia itu inginkan dari putri lin Ying, ayo kita cari celah yang bisa melihat atau setidaknya memantau keadaan di dalam Goa."
"Baik, Pangeran."
Patih lembu ireng dan Pangeran Tatius mengendap dan mencari celah yang bisa membuat mereka bisa melihat keadaan di dalam Goa.
"Masuk...!"Seru seorang laki-laki sambil mendorong tubuh seorang wanita cantik yang tak lain adalah putri Lin Ying.
"Aaaaaaaaaaa.... lepaskan aku! apa yang kau mau hei manusia iblis.'
"Ha..ha...ha ...apa kamu yakin ingin mengetahui apa yang ku mau." jawab laki-laki bangsa manusia dengan tersenyum miring.
"Lepaskan aku..!"ayo kita bertarung jangan menjadi manusia pengecut kau!" teriak Putri Lin ying berapi api.
"Sudah cukup sesumbarmu, aku tidak butuh ocehanmu, sekarang masuk...!"bentak laki-laki itu.
Putri lin Ying tersenyum mencibir.
"Lakukan saja jika kau bisa?"seru Putri Lin Ying yang kemudian diam diam dia mengerahkan tenaga dalam nya untuk tetap bertahan berada di tengah Goa, Putri Lin Ying yakin di dalam Goa pasti lah sangat berbahaya bagi dirinya untuk itu dengan sekuat tenaga Putri Lin Ying bertahan agar tidak masuk jauh ke dalam goa semakin dalam, laki-laki bangsa manusia bukanlah manusia bodoh yang tidak memahami apa yang di lakukan wanita tawanan nya, dia tau bahwa wanita di depannya bukanlah wanita lemah yang mudah di lumpuhkan, laki-laki itu tau pasti lah diam-diam wanita itu menggeluarkan kekuatan tenaga dalam nya. Senyum miring terbit dari bibir laki-laki Bangsa Manusia.
"Apa kau pikir, kau bisa melawan ku, masuk secara baik-baik atau aku lempar kau dari sini,"tanya laki-laki bangsa manusia.
"Aku tidak mau silahkan kau lempar aku jika kau bisa."ucap Putri Lin Ying sinis
"Kurang ajar, kau benar-benar menguji batas kesabaran ku."
"Hiyaaaa......... wuuuuuusssssss...!" laki-laki bangsa manusia melompat mundur dan meniupkan angin kencang melalui mulut nya untuk mendorong tubuh Putri Lin Ying agar terbawa angin dan terlempar masuk, akan tetapi putri Lin Ying yang sudah menggerahkan ilmu tenaga dalam keseimbangan kaki menyatu pada bumi, tak dapat di goyahkan sehingga ilmu angin dari laki-laki bangsa manusia itu hanya menerbangkan bebatuan yang ada di sekitar tempat itu, menyadari usahanya gagal laki-laki Bangsa Manusia mengerang marah dengan mengatuk kan giginya hingga menimbulkan bunyi gemretak dan kedua bola matanya melotot dan membulat sempurna.
"Kau memang tidak bisa di perlakukan secara halus maka trimalah ini.. tendangan maut.
"Ciaaaaaatttttt .. duuuuuss...dussssss."
"Aaaaaaaaa...!"tubuh putri Lin Ying jatuh terlempar, tapi sebelum sampai pada goa paling dalam tangan Putri Lin Ying menyambar batu besar dan berpegang dengan sangat kuat sehingga tubuh putri Lin Ying tak sampai masuk jauh ke dalam goa yang entah ada apa di dalam nya, hingga membuat manusia itu berambisi untuk memaksanya masuk ke dalam melihat manusia di depannya benar benar sangat berambisi memaksa nya masuk dan sebelum laki-laki bangsa manusia kembali menyerang nya dengan cepat putri Lin Ying melompat dan kembali berdiri tegak dan kemudian menggeluarkan ilmu selendang sutra.
Untuk beberapa saat laki-laki bangsa manusia tersentak kaget tak menyangka wanita tawanan nya memiliki ilmu yang cukup lumayan dan tidak bisa di anggap remeh tapi sejurus kemudian laki-laki bangsa manusia tertawa lebar.
"Ha. ha..ha...boleh juga ilmu Kanuragan kamu gadis cantik, kita lihat sampai di mana kamu bisa bertahan "
"Huuuuwaaaaaaaaa....!" selendang sutra milik putri Lin Ying dengan sekali hentakan terlepas dari tubuh laki-laki Bangsa Manusia, setelah selendang sutra milik putri Lin Ying terlepas dengan cepat laki-laki bangsa manusia melompat dan memakaikan sebuah gelang perak berwarna putih di tangan kiri Putri Lin Ying dan dengan sekali tarik tubuh putri lin Ying seakan kehilangan kekuatan nya sehingga tubuhnya terseret masuk kedalam goa, putri lin Ying meraih batu besar yang terlewati agar bisa menahan kekuatan dari laki-laki bangsa manusia yang menarik nya masuk ke dalam tapi sepertinya gelang perak yang di berikan Laki-laki bangsa manusia itu bukan sembarang gelang tapi itu ada suatu kekuatan yang bisa melumpuhkan kekuatan dan tenaga dalam nya.
Sekuat tenaga Putri Lin Ying bertahan dengan berpegang kuat dengan batu besar hingga membuat kulit nya sedikit terkelupas dan lecet sehingga menggeluarkan sedikit darah hitam tapi usaha putri Lin Ying kali ini seperti nya sia sia, tubuh nya semakin masuk ke dalam goa yang paling dalam dan pada detik berikutnya putri Lin Ying tidak menyangka jika laki-laki bangsa manusia sangatlah kejam tanpa ampun dia mendorong tubuh putri Lin Ying hingga jatuh terjerembab ke dekat dinding goa.
"Aaaaaaaaaa....!" suara jeritan putri Lin Ying karena tubuh nya menyentuh benda kasar dinding batu serasa remuk redam tubuh. putri Lin Ying. Sementara laki-laki bangsa manusia Tersenyum penuh kemenangan.
"Kau pikir kau bisa melawan ku....Ha..ha ..ha.... rasakan itu putri sombong, beristirahat lah aku akan datang setelah semua persiapanku selesai."Seru laki-laki bangsa manusia yang kemudian melesat pergi dan tinggalah putri Lin Ying yang menanggis meratapi Nasib nya.
"Ayah...!" tolong aku hizk...hizk...aku tidak boleh lemah aku harus bisa cepat keluar dari sini, bukankah gua ini tidak memiliki pintu.'
Dengan perlahan lahan putri Lin Ying bangkit dari jatuhnya dengan susah payah dia berjalan menuju ke depan akan tetapi alangkah terkejutnya Putri Lin Ying ketiika goa yang tak berpintu tak bisa dia lewati, barulah putri Lin Ying menyadari jika di dalam goa ini sudah di lapisi pagar dinding kini putri Lin Ying hanya bisa menangis dan pasrah pada Nasib nya, berharap ada yang datang dan menolong nya itu hanya lah mimpi.
Sementara patih lembu Ireng yang menemukan lobang kecil berteriak.
"Pangeran..,!" sini, di sini ada lobang kecil."
Dengan cepat Pangeran Tatius menoleh dan berjalan mendekati patih lembu Ireng.
"Tapi ini sangat kecil paman bagaimana bisa kita melihat keadaan di dalam sana hanya dengan lobang kecil."
"Kita hancurkan saja pangeran agar lobang nya bisa sedikit besar "
"ide bagus, tapi Itu akan menimbulkan suara,"
"pangeran untuk apa kita takut kita hadapi saja, tidak semudah itu paman di dalam pastilah banyak jebakan yang kita tidak tau.."
"Lalu apa yang sekarang harus kita lakukan."
"Paman tunggu di sini, aku akan coba melihat dari dekat."
"Pangeran.. jangan!"
Tanpa menunggu jawaban Pangeran Tatius segera terbang melayang mendekati mulut goa akan tetapi tiba-tiba Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya ketiika dia melihat bayangan laki-laki bangsa manusia melintas di balik batu besar.