
Pertarungan masih terus berlanjut dan berlangsung dengan sangat menegangkan di mana keduanya memiliki kekuatan yang sama sama kuat dan hebat.
Pangeran Yervan yang masih penasaran dengan siapa laki-laki yang berada di hadapan nya dan berani menantangnya serta menggenal dirinya membuat, Pangeran Yervan sangat penasaran dan berniat membuka cadar penutup yang di gunakan oleh Pangeran Tatius.
Ketika pangeran Tatius sedang terluka karena meringis menahan sakit, dengan gerakan sangat cepat dan tak terduga pangeran Yervan segera terbang melesat ke arah pangeran Tatius yang kemudian berusaha menyambar cadar penutup wajah dari Pangeran Tatius.
"Sreeeeeeettttt.....!" suara robeknya sebuah kain, tapi sayang nya yang robek bukan kain cadar penutup wajah pangeran Tatius melainkan robek nya kain panjang dari lengan pangeran Tatius, hal itu terjadi ketika Pangeran Yervan berusaha merobek kain cadar dari pangeran Tatius dengan cepat Pangeran Tatius mengaggkat tangan nya untuk melindungi Wajah nya sehingga yang tersambar adalah kain panjang lengan milik dari Pangeran Tatius.
"Brengsek...!"bisa juga kau menghindari serangan ku, katakan siapa diri mu cepat...! atau .....
Pangeran Yervan belum sempat melanjutkan ucapannya pangeran Tatius sudah memotongnya, Pangeran Tatius tersenyum miring mendengar perkataan dari pangeran Yervan.
"Atau apa?" membunuh ku, lakukan jika kau bisa." cibir Pangeran Tatius sinis yang mana hatinya masih sangat kesal dan emosi.
"Baik.... kali ini kau tidak akan bisa lolos lagi dari seranganku trima ini..
Pangeran Yervan mundur beberapa langkah yang kemudian dengan sangat cepat dia memberikan serangan.
"Sreeeeeeettttt... sreeeeeeettttt.... sreeeeeeettttt...! sebuah pisau dengan jumlah yang cukup banyak bertebaran menghujam Pangeran Tatius. jurus seribu pisau, yang mana jurus seribu pisau juga di miliki Pangeran Tatius, sudah pasti Pangeran Yervan dan Pangeran tatius memiliki kesamaan ilmu karena kedua nya belajar dan berguru pada orang yang sama perbedaan nya cuma Pangeran Tatius waktu itu lebih matang dalam mendalami ilmu yang diberikan gurunya dari pada Pangeran Yervan yang terkesan malas malasan.
Tapi kali ini Pangeran Tatius di buat tercengang dengan kemampuan serangan yang di lakukan Pangeran Yervan, sangat cepat dan terlihat sangat teratur semua bidikan nya hampir seluruh nya tepat mengenai sasaran, satu perubahan yang sangat pesat, jika sedikit saja Pangeran Tatius lengah maka pisau pisau kecil itu akan menembus kedalam kulit nya yang putih bersih.
Melihat serangan serangan nya gagal, Pangeran Yervan mengeram marah.
"Hebat juga mahkluk manusia ini siapa dia sebenarnya dan mengapa dia juga menggetahui namaku, apakah manusia ini pernah menjadi penghuni istana ini, sehingga dia menggenaliku bahkan jurus seribu pisau ku pun mampu di tangkis nya dengan mudah, aku harus bisa membuka cadar penutup nya, kau boleh tertawa senang untuk kemenangan mu kali ini, karena kamu bisa menangkis jurus seribu pisau dariku, kita lihat apakah kau juga mampu menepis seranganku berikut nya di mana ilmu ini baru aku dapatkan dalam dua bulan terakhir ini secara diam-diam," Gumam Pangeran Yervan bermonolog sendiri dalam hati sambil tersenyum miring.
Pangeran Tatius yang mampu menepis semua senjata yang menghujam ke arah nya tersenyum mengejek.
"Semua serangan mu gagal, bagaimana kalau kita akhiri saja pertikaian kita ini dan kembalikan gadis ku sekarang juga,"
"Apa? memberikan gadis itu padamu, ha...ha .ha .kau mimpi anak muda, kau tidak menggenaliku dengan baik, kau hanya tau siapa namaku, aku memang seorang pangeran putra mahkota kerajaan ini, sudah pasti banyak orang yang akan menggenaliku termasuk kamu tapi tidak semua orang tau jika aku mengginginkan sesuatu maka aku akan selalu mendapatkan nya jadi sudah jelas aku menginginkan gadis ini, untuk itu aku yang akan memiliki dan hanya aku yang akan memiliki nya, ha. ha. ha ."
"Yervan....! hentikan bualanmu, sekali lagi kau berani bicara kurang ajar dan berani mengaku gadis itu menjadi milikmu aku tidak akan mengampuni."gertak pangeran Tatius dengan geram.
"Hei..... posesif sekali kau anak muda, aku cuma bilang begitu saja kamu sudah seperti orang yang kebakaran jenggot, bagaimana jika aku menyesap bibir ranumnya," Papar Pangeran Yervan dengan sangat jelas dan bersemangat sambil terus tertawa, membuat darah pangeran Tatius semakin mendidih, giginya kembali menimbulkan suara gemretak dan tangannya mengepal dengan kuat serta wajah nya mulai berubah menjadi merah padam.
"Cukuup....!Sekali lagi, kau berani bicara kurang ajar tentang gadis ku, aku benar-benar tidak akan memaafkan mu."gertak pangeran Tatius.
"Oh, takut sekali aku dengan ancamanmu, sekarang coba buktikan semua ucapanmu, majulah dan jatuhkan aku jika kau bisa."tantang Pangeran Yervan pada pangeran Tatius
"Baik...!" trima ini." seru Pangeran Tatius yang langsung melesat terbang tinggi kemudian memberikan serangan tendangan kaki secara beruntun ke arah tubuh pangeran Yervan.
Kemampuan Pangeran Yervan kali ini cukup berbeda dengan kemampuan pangeran Yervan pada tahun tahun sebelumnya, hari ini terlihat jelas jika pangeran Yervan telah sangat mahir dalam tehnik menghindar dan menangkis semua serangan dari Pangeran Tatius.
Pertarungan tangan kosong masih terus berlangsung sampai pada akhirnya pangeran Yervan melompat mundur beberapa langkah dari hadapan Pangeran Tatius
"Cukup, kita bermain-main nya anak muda sekarang saatnya aku mengakhiri semuanya, trima ini...!
"Hiyaaaaaa..... sruuuuuuttttt...! kembali pangeran Yervan menggunakan jurus seribu pisau, hal itu membuat Pangeran Tatius Kembali tersenyum miring.
"Sudah tau gagal menggunakan jurus ini, masih juga di pakai ... Yervan... Yervan, kapan cerdasnya dirimu itu," desis pangeran Tatius meremehkan serangan dari Pangeran Yervan.
Seperti yang sudah sudah dan sudah bisa di tebak, semua serangan dari Pangeran Yervan dapat dengan mudah di tangkis oleh Pangeran Tatius, senyum cibiran Kembali mengembang dari bibir pangeran Tatius.
"Akan ku tunggu sampai kau bosan mempergunakan senjata kesayangan mu ini, masak sudah gagal masih saja di gunakan dan aku akan segera bisa membawa Tania pergi dari sini," desis Pangeran Tatius yang merasa yakin dan dengan wajah berbinar senang karena sebentar lagi bisa membawa gadis pujaan hatinya kembali.
Keuntungan dan kesempatan itu di pergunakan Pangeran Yervan untuk memberi kan serangan baru yang tentunya juga dengan jurus baru yang tidak akan pernah di sadari lawan nya.
"Kau boleh bangga dan senang atas kemampuan mu menangkis semua serangan dari seribu pisau ku kita lihat apakah kau juga mampu menangkis serangan gabungan pusaran angin yang menyatu dengan jurus seribu pisau dariku," lirih pangeran Yervan dalam hati yang diam diam mengepalkan satu tangannya dengan mulut komat Kamit yang mungkin membaca sebuah mantra kemudian tangan itu diputar putar ke udara beberapa kali dan sejurus kemudian di arahkan ke depan di mana Pangeran Tatius ada di depannya.
"Jurus putaran angin...!" siiiiiiiiittttttt.... wuuuuuuzz.... wuuuuuuzz...!"dalam sekejap datanglah angin besar yang menggulung gulung di udara dan dalam waktu yang bersamaan pisau pisau yang tadinya menghujam pangeran Tatius dengan arah teratur lurus depan, lurus kanan dan lurus kiri kini berubah menjadi berputar putar menggikuti arah angin yang menggulung dengan cepat dan kuat.
Suatu hal yang tidak pernah di duga pangeran Tatius sebelumnya dan serangan ini membuat Pangeran Tatius yang tadinya tersenyum senang, kini senyum nya mulai memudar, pangeran Tatius di buat kwalahan dengan banyaknya pisau yang menghujam ke arahnya dengan gerakan memutar-mutar yang mana jika pangeran Tatius menangkis serangan dari arah atas maka pisau pisau yang menghujam dari arah bawah secara memutar mengenai kulit bagian bawahnya dan jika menangkis bagian bawah maka kulit bagian atas yang terkena sayatan pisau.
Goresan demi goresan pisau mulai melukai tubuh dan kulit putih bersih Pangeran Tatius darah hitam pun mulai keluar dari kulit yang terkena sayatan pisau, senyum penuh kemenangan tersungging dari bibir Pangeran Yervan.
"Mampus kau....!kali ini, aku mau lihat sampai dimana kau bisa bertahan, wahai manusia sombong dan aku akan segera mengetahui siapa dirimu," seru Pangeran Yervan dengan bersemangat.
"Aku tidak akan menyerah, aku tidak akan mati dengan mudah dan aku tidak akan menyerahkan dan membiarkan gadis ku ada dalam genggaman tanganmu pangeran Yervan, aku belum kalah."Gumam Pangeran Tatius dalam hati yang kemudian dari gerakan tubuhnya yang memutar jubah agar bisa melindungi nya kini mengaggkat tangan dan meraih sebuah keris yang terselip di balik bajunya.
Akibat dari fokus mengambil keris dari balik bajunya membuat Pangeran Tatius tidak mengunakan pertahanan apa apa untuk melindungi nya akibatnya beberapa pisau melayang dengan manis mengores lengan dan bahu pangeran Tatius.
"Auuuuwwwh......!" sebuah jeritan kecil keluar dari bibir Pangeran Tatius, mana kala beberapa pisau itu mampu menggores dan memberikan luka padanya, hingga lagi-lagi darah hitam keluar dari kulit nya.
Setelah keris dari balik baju Pangeran Tatius berhasil di ambil dan kini berada di genggaman tangan nya dengan cepat Pangeran Tatius mengarah kan keris itu lurus ke depan dan pada detik berikutnya keris itu di lemparkan ke langit seraya bibir Pangeran Tatius berdesis lirih, balikkan serangan lawan.
"Hiyaaaaaaaa .. Sreeeeeeettttt...... sreeeettt.. sreeeeeeettttt...keris pangeran Tatius berputar putar di langit dengan mengeluarkan cahaya berwarna biru yang kemudian masuk kembali ke dalam gengaman tangan dari pangeran Tatius.!" dengan sangat ajaib pisau pisau yang tadinya menyerang pangeran Tatius secara menggulung kini berubah arah depan menyerang pangeran Yervan yang ada didepannya.
Pangeran Yervan yang tidak berpengalaman dalam menangkis jurus seribu pisau yang datang menghujam nya, membuat pangeran Yervan kewalahan dan terdesak hal itu membuat seribu pisau melesat dengan manis di kulit tubuh pangeran Yervan goresan demi goresan yang melesat pada lengan pungguung dan kaki mendarat sempurna hingga menggeluarkan darah hitam.
Suara erangan dan teriakan serta jeritan kecil kesakitan, mulai terdengar dari bibir pangeran Yervan, karena sangat marah dan emosi rasa Kasian untuk saudara yang terluka pun hilang entah kemana sampai pada saat satu pisau mengarah tepat ke leher pangeran Yervan.
Pangeran Tatius yang masih terluka akibat ucapan dari pangeran Yervan memilih membuang muka dan membiarkan pisau kecil itu lurus ke leher pangeran Yervan, satu perasaan dan satu sikap tega membiarkan nyawa saudara nya berada di ujung tanduk, yang mana sudah bisa di pastikan jika pisau itu berhasil menancap di leher pangeran Yervan maka tamatlah Pangeran Yervan saat itu juga.
Menyadari dirinya sudah berada di ujung tanduk dan tak bisa menghindar lagi pangeran Yervan memejamkan mata, pasrah pada apa yang akan dialami nya.
"Habislah aku sekarang juga," lirih Pangeran Yervan dalam hati yang kedua matanya dia pejamkan.
Pada saat yang bersamaan tepat ketika sebuah pisau tinggal beberapa senti bisa melukai dan menembus leher dari pangeran Yervan, sebuah bayangan berkelebat dengan senjata pedang panjang menangis pisau yang akan menembus leher dari Pangeran Yervan.
"Tatiuuuuuss......!"sudah tidak punya hati kau..? ingin membunuh kakakmu sendiri hah.....!"
Sebuah teriakan lantang dan keras yang langsung saja membuat Pangeran Tatius terkejut yang seketika, dengan gerakan refleks langsung menoleh ke sumber suara. Begitu juga dengan pangeran Yervan yang tadinya sudah pasrah dan memejamkan kedua matanya tiba-tiba tersentak kaget dan yang lebih menggejutkan orang itu menyebut nama yang menjadi musuhnya adalah Tatius adik tirinya.
Pangeran Yervan menelan ludahnya dengan kasar, begitu juga dengan pangeran Tatius yang tanpa sengaja keduanya menyebutkan sebuah nama.
"Ibu, Ratu Derbah...!"
Pangeran Yervan menyipitkan matanya menelisik wajah laki-laki yang ada di depannya.
"Pangeran Tatius!"benarkah Ibu Ratu, dia itu Pangeran Tatius.
"Tentu saja benar putraku, kalau kau tidak percaya lihat ini,"
"Sreeeeeeettttt....!" Ratu Derbah merobek cadar penutup wajah pangeran Tatius dan terlihat lah dengan jelas kini sosok manusia yang menjadi musuhnya adalah Pangeran Tatius, adik tirinya.
Wajah Pangeran Yervan semakin geram ketika menggetahui yang menjadi musuhnya adalah saudaranya sendiri.