
Tania menatap pada pangeran Tatius yang sedang menikmati makan dengan lahap.
"Sudah cukup makannya, ayo kita pergi..!"ajak Tania yang tidak mau pangeran Tatius terus saja makan akhirnya Tania mengajaknya pergi.
"Baiklah, ayo...! berhubung sudah kenyang pangeran Tatius tidak menolak ajakan dari Tania dia berjalan di belakang Tania.
Pangeran Tatius yang memiliki insting tinggi ketika langkah kakinya melewati segerombolan orang laki-laki, pangeran Tatius menoleh dan menatap pada salah satu orang yang tiba-tiba menunduk ketika pangeran Tatius menatapnya.
"Ada yang tidak beres dengan orang itu "lirih pangeran Tatius. Melihat pangeran Tatius diam terpaku di dekat segerombolan orang Tania segera berteriak.
"Tatius, ayo cepat.. !'teriak Tania yang sudah tidak sabar ingin bermain-main di pantai.
"Iya , sebentar." buru buru pangeran Tatius melangkah.
Hampir satu jam lamanya Pangeran Tatius dan Tania menghabiskan waktu di pantai, kini tiba saatnya untuk pulang, di mana matahari sudah mulai terbenam.
"Sebentar, aku ke kamar kecil dulu!"
"Ayo, aku antar...." tawar pangeran Tatius yang membuat mata indah milik Tania mendelik seketika.
"Aku mau ke kamar kecil Pangeran Tatius...!"
"iya, gak papa aku antar."ucap pangeran Tatius bersemangat.
"Ngak usah, masak mau ikut masuk kamar mandi wanita, sudah Pangeran Tatius tunggu di sini saja, aku akan segera kembali, tuh....di sana tuh kamar mandi nya ngak jauh kok dari sini, jadi tunggu aku di sini, Abang sayang bisa duduk tuh di situ, ingat jangan bikin malu dengan masuk kamar mandi wanita menemuiku, mengerti?'
Pangeran Tatius manggut-manggut.
"Baiklah, pergi lah jangan lama lama,"
Tania mengagguk sambil memperlihatkan jempol jarinya.
Sesuai dengan saran dan perintah dari Tania pangeran Tatius menunggu Tania dengan duduk di sebuah bangku kecil yang terbuat dari
kayu, lima belas menit sudah berlalu Tapi Tania belum kembali pangeran Tatius menunggu dengan gelisah entah mengapa perasaan nya tidak enak dan rasanya ingin sekali nyamperin Tania tapi jika ingat di larang pangeran Tatius khawatir Tania akan ngambek dan marah jika tiba-tiba dia nekad datang menemui Tania di kamar mandi kecil. Pangeran Tatius berusaha tenang dengan perasaan hatinya dengan mencoba mengalihkan pandangannya pada banyaknya orang yang lalu lalang di sekitar tempat itu.
"Ibu...!" huaaa....huaa... hizk....hizk....!'Seorang anak kecil menangis histeris ketika sebuah balon yang di belinya lepas dan terbang membumbung tinggi.
"Biarkan saja nak, balon nya lepas, nanti kita beli lagi yang baru, ayo sekarang kita pulang." ajak seorang ibu pada putaran yang masih terus menangis.
"Tidak, mau... balon ku....huaaaa..huaa..hizk aku mau balon itu," seru sang anak kecil sambil terus menangis dengan tangannya terus menunjuk pada balon yang terbang.
Pangeran Tatius yang tak tega melihat anak kecil itu terus mengis dengan cepat melesat terbang tinggi dan dalam hitungan menit balon pun sudah bisa di ambil dan di serahkan nya pada sang anak kecil.
wajah bersinar dan sorak Sorai terdengar dari bibir sang anak kecil.
"Horeeee. ..! balonku sudah ada teriak nya girang sambil berputar putar.
"Trimakasih Nak, atraksi akrobat. kamu hebat, ini untuk mu." sang ibu menyodorkan satu lembar uang berwarna ungu dengan nominal jumlah10 000 rupiah.
"Ini, kertas apa bu..!
"Ini uang Dek, maaf cuma sedikit ibu tidak punya banyak uang jadi cuma bisa ngasih sepuluh ribu saja." Jawab sang ibu dengan wajah sedih.
"Uang...apa bisa uang ini untuk beli itu!" tunjuk pangeran Tatius pada es Doger yang sedang mangkal di tempat itu.
"Boleh, tentu saja boleh."
"Trimakasih, Bu! pasti Tania senang jika ku belikan es Doger itu, bergegas pangeran Tatius melangkah pergi akan tetapi langkah nya di hentikan seorang anak kecil lain yang dengan cepat menarik narik bajunya.
"Om...Om...tolong balonku juga lepas itu," tunjuk sang anak pada sebuah empat balon yang terikat jadi satu sedang terbang membubung tinggi di langit biru.
"Oh, ya tunggu sebentar akan aku ambilkan."
Dengan cepat pangeran Tatius melesat terbang, sementara si anak kecil itu pun berlari lari kesana ke mari.
Hei..... lihatlah...ada pertunjukan sirkus di sini."teriak anak kecil yang membuat semua orang yang kebetulan lewat lngsung berhenti dan melihat pangeran Tatius yang sedang terbang menggambil empat balon yang terikat jadi satu meluncur di udara, dan tidak berapa lama balon pun bisa di ambilkan, sorak Sorai dari beberapa orang yang berkumpul di situ tertawa senang, pangeran Tatius sedikit binggung ketika mendapati beberapa orang justru bersorak Sorai dengan apa yang di lakukan nya.
"Om...hebat mana balonnya.?seru anak yang tadi meminta pada pangeran Tatius untuk mrnggambil kan balonnya.
"Ini..!"
"Trimakasih, ..Om belajar di mana terbangnya.."
"Apa, belajar "
"Oh, itu kebetulan saja, maaf saya permisi dulu."
Pangeran Tatius segera pergi dari tempat itu sebelum di tanya dengan banyak pertanyaan.
"Sudah cukup kenapa Tania belum kembali."tanya pangeran Tatius dalam hati yang kini mulai khawatir tidak mau menunggu lagi pangeran Tatius nekad menghampiri di mana Tania pergi ke kamar kecil wanita.
Beberapa orang yang melihat pangeran Tatius kesitu menatap heran.
"Mas mau kemana, kayaknya mas salah masuk ini toilet wanita mas,"
Pangeran Tatius tidak memperdulikan perkataan orang orang yang ada di sekitar tempat itu dengan cepat langsung masuk dan mengetuk ngetuk setiap pintu yang ada di sana sambil berteriak teriak memanggil nama Tania.
"Tania...!" Tania...!" sayang kau di mana..?
"Tok..tok..tok..! Tania.
"Hei....kau...!" plaaaaakk....!"sebuah tamparan mendarat di wajah tampan pangeran Tatius yang sedang cemas, seorang wanita paruh baya dengan badan sedikit gendut berdiri sambil berkacak pinggang.
"Kau bisa baca apa tidak....ini toilet wanitaa....mau apa kau kesini hah..!"
"Saya lagi mencari pacar saya."jawab pangeran Tatius sambil meraba pipinya yang merah sehabis terkena tamparan yang maha dahsyat dari seorang ibu gendut.
"Tunggu di luar sana..!"handrik wanita itu dengan galak.
"Tidak bisa Bu, saya sudah menunggu hampir dua jam tapi pacar saya belum keluar juga saya khawatir dia pingsan di kamar kecil ini."
"Halah.... alasan, memang pacar kamu siapa namanya?
"Tania Bu...!"
"Cepat keluar dan tunggu di sini , aku coba lihat ada tidak yang bernama Tania di dalam."
"Tapi..Bu?"
"Cepat keluar...! atau kau ingin merasakan tamparan ku lagi..
"Ja-jangan Bu, baik saya akan keluar, tapi cepat ya Bu...!"kemana Tania, Kenapa bisa hilang." Gumam pangeran Tatius dalam hati.
Wanita itu tidak menjawab pertanyaan pangeran Tatius dia langsung masuk ke dalam tak berselang lama wanita gendut itupun sudah keluar.
"Tidak ada yang namanya Tania pasti dia sudah pergi dari tadi."
"Ti-tidak ada, lalu kemana Tania pergi,"
"Hei... jangan tanya padaku cepat kau pergi." hardik sang wanita bertubuh gendut, membuat pangeran Tatius beringsut mundur dan melangkah dengan gontai mencari keberadaan Tania.
"Kemana perginya? pangeran Tatius berkali-kali mengusap wajahnya dengan kasar.
Tak jauh dari tempat itu tampak dua orang laki-laki sedang menarik paksa seorang gadis masuk ke dalam mobilnya.
"kalian siapa lepaskan aku?" tolo...belum sempat gadis itu melanjutkan ucapannya kedua laki-laki itu sudah membekap mulut sang gadis dengan tangan yang tak lama kemudian..
"Auuuwwh ..!" kurang ajar, plaaaaakk..!" sebuah tamparan mendarat di wajah gadis itu.
"Rasakan itu, berani beraninya kau menggigit tanganku, cepat masuk."
"Tidak mau...! Tolooooooong..!"
"Cepat sumpal mulutnya dengan kain sebelum banyak orang yang tau." seru salah satu laki-laki satunya.
Teriak kan minta tolong yang cuma sekali, sempat terdengar seorang laki-laki yang sedang berduaan dengan pacarnya yang sontak saja membuat laki-laki itu menoleh ke sumber suara.
"Gadis itu..... bukankah itu Tania," cepat cepat laki-laki itu membuang putung rokok yang kala itu sedang di hisap nya dan berlari ke arah dua orang laki-laki yang dengan paksa memastikan seorang gadis ke dalam mobil dan dengan gerakan cepat mobil pun melaju pergi, laki-laki yang berlari mengejar pun memutar arah balik lagi dan dengan cepat menaiki motornya.
"Tunggu....!" kau mau kemana aku belum naik nih."seru gadis yang tadi bersamanya protes.
"Maaf, aku buru buru kamu pulang naik taksi saja, ini uangnya," seru laki-laki itu sambil melempar kan dua lembar uang berwarna merah ke arah gadis itu.
"Hei..yang benar saja kamu menyuruh ku naik taksi,"
Tanpa perduli dengan ocehan gadis yang tadi bersamanya laki-laki itu segera menancapkan gasnya dengan sangat cepat dan dengan kecepatan tinggi mengejar laju mobil yang membawa gadis di dalam nya.