The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.155.HILANG



Hari sudah mulai gelap cahaya sinar matahari mulai tenggelam. Patih lembu Ireng memilih beristirahat di pepohonan karena dengan begitu dia bisa mengawasi keadaan, apa yang di katakan Bapak manusia itu benar di kala malam mulai menyapa tak terlihat satupun manusia yang berkeliaran di luar rumah kehidupan penduduk di sini kala malam selalu dicekam rasa ketakutan, ini tidak boleh dibiarkan berlarut larut penduduk manusia harus bisa juga menikmati indahnya malam.


Dua jam menunggu tidak ada sesuatu hal yang mencurigakan sama sekali, keadaan di sini aman tidak terlihat tanda-tanda ada penculikan.


"Apakah Bapak manusia itu berbohong, di sini tidak ada apa apa," Gumam patih lembu ireng dalam hati. lebih baik aku tidur saja sejenak."


Tak lama kemudian muncullah dari dalam laut beberapa Naga putih yang ketika mengginjakkan kaki di daratan berubah menjadi manusia.


"Kakak.... sekarang kita akan kemana?"


"Kita harus menyerahkan dua bayi pada Ratu, kita mencari bayi dulu setelah itu kita akan cari di mana putri Xiao er, berada."


"Itu hal mudah, penduduk sini tidak ada yang berani pada kita jadi tenang kakak, bukan hal sulit untuk mencari bayi nanti biar aku saja yang akan mencari nya, kakak bagaimana kalau kita bersenang-senang terlebih dahulu arak manusia itu sangat nikmat aku ingin merasakannya lagi."


"Tidak...tidak kita harus mencari bayi lebih dahulu baru kita bisa bersenang senang."


"Ah, kakak ...tapi baiklah tunggu di sini aku akan dapatkan satu Bayi dengan cepat.


Setelah mengucapkan kalimat itu sang Naga betina berkulit putih itupun segera pergi. tinggal lah beberapa temannya yang saling berpandangan.


"Sombong sekali dia, memangnya mendapatkan bayi itu mudah, huufff... sok aku tidak suka Rumi Xo dia sangat sombong."


"Ah,... sudahlah siapa tau dia bicara benar kita tunggu saja hasilnya jika dia bisa mendapatkan bayi dengan cepat dan mudah itu juga keuntungan bagi kita teman kita tidak perlu lagi bersusah payah dia cuma mau pesta arak kan kita turuti saja yang penting kita sudah bisa mendapatkan bayi suci agar kita bisa selalu berubah menjadi manusia ketika malam tiba."


Rumi Xo adalah salah satu Naga wanita betina dia melangkah menuju satu rumah yang berada paling ujung di mana dia sempat mendengar dari salah satu warga yang kebetulan menggambil air di sungai bahwa di rumah paling ujung itu baru saja melahirkan seorang bayi.


"Tok... Tok...Tok...!"Rumi Xo menggetuk pintu rumah itu dengan perlahan lahan.


Sementara di dalam rumah semua penghuni berpandangan.


"Bapak..!".ada yang mengetuk pintu bagaimana ini."tanya seorang wanita dengan mengendong seorang bayi mungil yang baru saja di lahirannya.


"Jangan di buka kan Bu, biarkan saja kabar penculikan bayi membuat kita harus berhati hati kita tidak usah membukakan pintu."ujar laki-laki itu yang tak lain adalah suaminya.


"Baik, Bapak!" kita memang tidak boleh sembarang membuka kan pintu, aku tidak akan membuka kan pintu untuk siapapun."


"Bagus, beruntung putra kita sudah tidur jadi tidak ada suara tangis. bayi yang bisa memancing kedatangan mereka."


"Benar, pak!"


"Tok...!" Tok...,! Tok..!"


"Pak... pintu itu di ketuk lagi."lirih sang istri ketakutan was was dan khawatir akan ketahuan.


"Ssssssstttt....!"Sang Bapak hanya menggelengkan kepalanya meminta istrinya untuk diam.


Di luar pintu Rumi Xo sedikit kesal karena ketukan pintu nya tidak di hiraukan.


"Awas.... kalian berani tidak membuka kan pintu untuk ku ha...ha..ha...aku masih punya cara lain untuk bisa membuat mu terpaksa membukakan pintu.


"Tolong...!"Pak....,!"Bu...!" tolong saya takut di luar pak tolong bukakan pintunya saya sangat takut mereka mengejarku."seru Rumi Xo berpura-pura.


"Bapak...!" ternyata wanita minta tolong kasihan pak, biar aku bukakan pintu nya."Seru sang istri yang kemudian melangkah kan kaki menuju pintu tapi belum sampai tangan sang istri membuka kan pintu sang suami melarang.


"Sudah, Bu!" ngak usah di dengarkan biarkan saja kita jangan pernah membuka pintu." Seru sang Bapak lantang.


"Bapak ini manusia tak berperasaan orang minta tolong kok kita biarkan, kasian psk biar ibu yang buka."


"Tunggu, Bu!" jangan gegabah baiklah kita intip dulu siapa yang datang manusia apa bukan kalau manusia baru kita bukakan."


"Terserah Bapak."


Sang Bapak pun mulai membungkuk kan badannya dan menggintip orang yang berada di luar melalui lobang kunci. Meskipun tidak terlalu jelas sang Bapak bisa mengetahui siapa yang ada di depan pintu nya.


"Manusia Bu...!"


"Tuh kan cepat buka pak ,kasian dia ketakutan."


"Baik, Bu..!"


Perlahan-lahan pintu pun mulai di buka dari dalam, Rumi Xo Tersenyum dalam hati atas kemenangan yang dia dapat.


"Akhirnya mereka membuka kan pintu juga." desisnya dalam hati, Rumi Xo sudah bersiap untuk akting dengan berpura pura menanggis dan ketiika pintu terbuka Rumi Xo dengan wajah kusut dan air mata yang berlinang berseru dengan bibir bergetar.


"Tolong saya, Pak!" saya sangat takut."


"Cepat masuklah, di luar sangat berbahaya.'


"Baik, trimakasih pak."


"Ayo, silahkan duduk Adek ini orang mana? saya tidak pernah melihat Adek di desa ini, seperti nya Adek bukan warga sini."tanya sang Bapak.


"Benar pak, saya bukan warga sini kebetulan saya lewat desa ini dan kemalaman sebenernya ini juga belum malam kan pak, masih sore baru pukul tujuh,"


"Iya, ini masih sore tapi disini sehabis matahari tenggelam semua pada menutup pintu dan tidak akan keluar rumah lagi, karena sudah tiga bulan terakhir ini desa kami selalu ada pen.....


Sang Bapak tidak melanjutkan ucapannya ketiika sang ibu mencubit lengan sang Bapak sebagai tanda tidak boleh meneruskan kalimatnya.


"Sudah, kakak dan bapak saja yang makan silahkan, Kak, bayi nya biar ku bantu menjaga, kasian dalam gendongan kakak, yang lagi sibuk menyiapkan makan."tawar Rumi Xo pada sang Ibu yang sedang menggendong bayinya.


"Ngak, usah repot-repot, ngak papa kok bayiku pinter dia ngak akan nanggis.'


"Iya, tapi itu membuat tidur Dedek bayi kurang nyaman."


"Ngak papa kok Dek, dia sudah terbiasa."


"Bu..!" berikan saja, apa yang dikatakan Adek ini benar, baby kita tidurnya tidak akan nyaman kalau ibu bawa kesana kemari."


"Tapi, pak?"


" Sudah berikan kan saja, kan ada aku juga yang menemani."ucap Bapak meyakinkan.


Karena ucapan suami sangat menyakinkan dengan terpaksa sang istri pun memberikan bayi yang sedang ada dalam gendongan nya.


"Ini Dek, hati-hati jangan sampai dia terbangun."


"Tenang Kak, aku akan buat baby kecil kakak nyaman berada dalam gendongan ku."


Apa yang di katakan Tamu asingnya itu benar baby nya sangat tenang dan tidak rewel hal itu membuat pasangan suami istri itu tersenyum.


"Tuh kan!" apa Bapak bilang baby kita ngak rewel dan nyaman tidur nya, coba kalau dalam gendongannya ibu pasti keayun ayun gerak sana gerak sini bisa bisa rewel trus nangis."


" Iya, Pak..!"Adek.. beneran kamu tidak mau makan bareng kami."


"Tidak, Kakak makan saja biar aku tunggu di sini."


Sang Bapak dan Ibu menikmati makan bersama, karena masih sedikit belum tenang sesekali sang Bapak melongok kan Wajah nya ke ruang tamu di mana baby nya sedang di gendong wanita asing. Dengan bahasa mata isyarat sang Ibu bertanya dan sang Bapak menjawab dengan ibu jari dan jari telunjuk membentuk huruf O seranya berkata..


"Baby Aman."


Akhirnya mereka berdua menikmati makan malam dengan teman hingga selesai dan ketika keluar mereka tersenyum bahagia ketika mendapati sang Baby masih tertidur pulas dalam gendongan wanita asing.


"Lho kok cepat, apa makannya sudah Kak,'


"Iya kami sudah selesai, sini biar ku gendong lagi baby nya."pinta sang ibu dari bayi itu.


"Kak, apa boleh aku minta minum yang hangat hangat."


"Oh, iya aku lupa Adek belum aku buatin minum, tunggu akan kubuat kan minum dulu,"


Bergegas sang Ibu itu masuk kembali ke dapur.


"Adek...!" Bapak juga punya pisang yang sudah masak apa Adek mau kalau mau biar ku ambilkan juga."


"Wah itu kesukaan ku, cepat pak ambilkan?" aku mau." teriak Rumi Xo girang.


Bergegas sang Bapak masuk ke dalam guna menggambil pisang yang sudah masak, tak lama kemudian Sang Ibu yang membuatkan teh hangat pun keluar.


"Ini Adek, teh nya....!"


Karena tak melihat siapa pun diruang tamu sang Ibu pun berteriak histeris.


"Bapak....!"Baby kita hilang." teriak sang Ibu panik membuat sang Bapak pun keluar dengan tergesa-gesa.


"Ada apa Bu?"


"Baby .. Hilang, bagaimana ini, wanita itu membawa Beby kabur!'


"Ayo, cepat kita kejar pasti wanita itu belum jauh."


Dengan tergesa-gesa Bapak dan Ibu keluar rumah sambil berteriak Teriak minta tolong suara mereka yang keras membuat semua orang yang mendengar ikut berhamburan keluar.


"Tolong.... Tolong...!" bayiku di culik."


Warga desa yang tadinya ketakutan dan mengunci diri di dalam rumah kini mulai berhamburan keluar kecuali para ibu yang memiliki bayi mereka masih memilih tetap tinggal di dalam rumah.


Rumi Xo yang membawa kabur sang bayipun berlari dengan panik karena melihat para warga yang mulai berhamburan keluar rumah. Patih lembu ireng yang kebetulan lagi beristirahat di atas pohon pun terusik karena teriakan warga desa dia pun melesat turun dan mencoba mencari seseorang yang bisa dia tanya dan kebetulan patih lembu ireng bertemu langsung dengan sang ibu pemilik bayi yang hilang.


"Maaf, Bu!" ada apa ini kenapa ibu menanggis.'tanya Patih lembu ireng ingin tau.


"Bayiku, hilang bayiku di culik teriaknya."


"Ibu, tenang saja aku akan mencarinya dan ibu jangan rnenanggis," ucap Patih lembu ireng sambil menepuk nepuk punggung sang Ibu dan sang ibu lebih tercengang dan lebih berteriak histeris lagi sambil mengibaskan tangan Patih lembu ireng yang berada di pundaknya.


"Aaaaaaaaaa..... Vampire...!"


Teriakkan sang istri yang begitu keras membuat sang Bapak menoleh kebelakang dan terlihat lah Istri nya lagi terkulai jatuh pingsan di depan laki-laki berjubah hitam dengan kuku kuku panjang dan bergigi runcing.


"Tolong...!"Tolong !" disini ada Vampire...!"


Teriakkan sang Bapak yang minta tolong membuat para warga berlari mendekat ke sumber suara. Patih lembu ireng pun panik dan degan Cepat melesat terbang tinggi berloncatan dari satu pohon ke pohon lain.


"Sial....!" kenapa kini justru aku yang jadi buruan mereka." keluh Patih lembu ireng dalam hati.