
Mengetahui para prajurit nya banyak yang tiba-tiba tergeletak tak berdaya akibat serangan tak terduga dari atas membuat pangeran Yasza Semakin merasa geram, tangannya mengepal kuat dan urat lehernya pun memegang.
"Bedebab, mereka melakukan penyerangan Secara licik,"
"Lalu apa yang akan kita lakukan pangeran, panah panah itu meluncur dengan sangat cepat ke arah para pengawal kerajaan Ambarwata dan tidak tanggung tanggung prajurit kerajaan Ambarwata banyak yang gugur sehingga jumlah prajurit kerajaan Ambarwata kini sudah jauh berkurang."
"Lindungi diri kalian dari serangan anak panah dari atas cepat....!!!"
Teriakkan pangeran yasza yang menggema membuat para anak buah nya mulai bangkit bersemangat, mereka kini fokus melindungi tubuh mereka dari serangan anak panah dari atas, bahkan diantara mereka ada yang melakukan tiarap dengan melindungi tubuh mereka menggunakan besi pelindung.
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti Tersenyum puas melihat para prajurit kerajaan musuh kacau balau akibat dari serangan anak panah dari atas.
Meresa kekuatan dan kedudukan banyak nya prajurit kerajaan Awang Awang Vampire dan musuh mulai terlihat seimbang, Raja Prayudha kembali memerintahkan kepada prajurit kepercayaan nya untuk menghentikan serangan panahnya dari atas.
"Cepat suruh mereka semua menghentikan serangan anak panah, kita akan langsung menyerbu mereka."
"Baik, Raja!
Sesuai perintah Raja prajurit kepercayaan Raja kerajaan Awang Awang Vampire, mulai membunyikan sebuah suara suit dari bibir sang prajurit, suit yang tercipta dari bunyi bibir adalah suatu tanda menghentikan serangan anak panah dari atas.
Setelah beberapa detik tenang dan lengang.
"Serbuuuuuu......!!!
Dengan cepat para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire berhamburan ke ketengah Medan pertempuran.
Kerajaan musuh Ambarwata semakin kalang kabut dimana mereka baru saja fokus dengan serangan dari atas kini tiba-tiba harus fokus menghadapi serangan dari para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang datang menyerang dengan tiba-tiba.
Tak dapat terelakkan lagi peperangan antar prajurit kerajaan kini saling serang sementara Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti menatap dan mengawasi jalannya pertempuran.
Banyak dari kerajaan Ambarwata yang gugur akibat kurangnya persiapan dalam menghadapi serangan yang mendadak.
Para panglima besar dan para prajurit berhambur menjadi satu di tengah Medan pertempuran.
Para panglima berhadapan dengan panglima mereka bertarung menggunakan pedang, bunyi pedang yang saling bergesekan dan beradu dengan kuda yang terus mengeluarkan suara ringkikan masih terus berlangsung.
"Hebat...! benar benar terlatih kehebatan permainan nya di Medan pertempuran, pantas saja Raja meminta ku untuk berhati-hati, karena sebab inilah yang beliau khawatir kan kehebatan kerajaan Awang Awang Vampire tidak bisa di anggap main-main, tapi aku pangeran Yasza tidak gentar dengan semua ini, aku memiliki seribu cara untuk membuat musuh musuhku bertekuk lutut di hadapan ku bahkan seandainya seluruh prajurit ku gugur aku mampu mengatasi semua nya sendiri, hahaha, aku pangeran Yasza titisan dari dewa kegelapan tidak akan pernah kalah, kita lihat saja Raja Awang-awang Vampire sampai dimana kemampuan dan kehebatan mu melindungi kerajaan Istana mu.
Senyum menyeringai tersungging dari bibir pangeran Yasza.
"Pangeran prajurit kita banyak yang gugur bagaimana ini pangeran."
"Kamu tenang saja, biarkan mereka menikmati kemenangan mereka yang baru di mulai ini baru awal tidak perlu panik dan merasa sudah tak berdaya percayalah, kerajaan Awang Awang Vampire secepatnya akan kita kuasai tunggu saja dan lihat saja apa yang nanti akan aku lakukan."
"Saya, percaya pada pangeran tapi apakah pangeran tidak khawatir melihat para prajurit kita saat ini banyak yang gugur dan jika di biarkan kita akan kehilangan banyak prajurit, pangeran."
"Tenanglah, kamu jangan terlalu memikirkan nya."
Diam-diam Pangeran Yasza mengunakan alat komunikasi dengan para prajurit nya.
"Lakukan penyerbuan secara serentak dari barat dan Utara bawa sebagaian prajurit ke alun-alun perbatasan kota, perintahkan pada mereka untuk menyerbu dengan menggunakan dan melemparkan bom, buat kacau semuanya."Usai memberikan perintah Rahasia dengan alat komunikasi yang ada kembali pangeran Yasza memperhatikan jalannya pertandingan dengan senyum tersungging di bibir, tak terlihat sedikit pun kepanikan dan rasa cemas di dalam wajahnya.
Tidak lama kemudian perintah dari pangeran Yasza yang di berikan pada para prajurit kerajaan Ambarwata yang ada di sebelah barat dan Utara kini mulai dilakukan, terlihat lah beberapa prajurit baru datang menghambur membantu prajurit kerajaan Ambarwata yang hampir terdesak.
"Semuanya mundur....!"
Terdengar teriakan salah satu dari prajurit kerajaan Ambarwata yang berlari dengan menggunakan kuda.
Mendengar perintah dari salah satu teman dari mereka berbondong-bondong prajurit kerajaan Ambarwata mundur dan pada detik berikutnya.
"Boooommm.....!"
"Boooommm...!"
*Boooommm..!
"Aaaaaaa......!
"Aaaahkk....!
Rintihan dan teriakan terdengar sangat menyayat hati dari beberapa prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang tidak sempat mundur mereka merasakan api yang membakar tubuh mereka hingga hangus berubah menjadi hitam.
Melihat hal itu Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti tersentak kaget dia tidak menyangka jika akan datang secara cepat bala bantuan dari kerajaan musuh dan melakukan penyerangan secara mendadak menggunakan Bom, sehingga para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire banyak yang gugur di Medan pertempuran.
"Kurang ajar, cerdik sekali mereka baiklah aku Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti pimpinan kerajaan Awang Awang Vampire akan menunjukkan pada kalian semua bagaimana aku akan mengatasi kekacauan ini."
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti menatap tajam pada semua prajurit musuh yang ada di depannya, kemudian tatapan matanya berpindah menatap sosok Tampan berbaju hitam dengan berlengan panjang memiliki garis merah dalam lengannya dan ikat kepala berwarna putih, pemuda tampan itu tidak menggunakan baju kebesaran kerajaan bahkan tidak memperlihatkan jika dirinya seorang pimpinan.
Namun hal itu tidak lah sulit bagi Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti yang memiliki insting dan penciuman yang tajam dia bisa mengetahui dengan muda meskipun gaya berpakaian nya biasa bahkan terlihat sangat sederhana, Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti bisa mengetahui jika dialah pimpinan dari kerajaan musuh yang menyerangnya.
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti memejamkan mata untuk sesaat, kemudian menarik anak panah berukir naga dengan warna emas, panah yang lain dari yang lainnya di mana panah itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, panah turun temurun dari Raja sebelumnya yang mana dengan panah itulah banyak kerajaan kerajaan tetangga yang lain harus berfikir seribu kali jika ingin melawan kerajaan Awang Awang Vampire.
Rupanya pangeran Yasza tidak mengetahui sejarah itu sehingga dia merasa dirinya akan mampu dengan mudah menghancurkan kerajaan Awang Awang Vampire.
Setelah mengucapkan beberapa mantra dan mengumpulkan kekuatan tenaga dalam raja Prayuda anatius Praja pramusti membidikkan anak panah ke atas langit, tidak lama kemudian terdengarlah sebuah suara yang sangat menggelegar di angkasa suara yang sangat keras dan menggelegar itu sempat membuat para prajurit kerajaan awang-awang vampir dan prajurit kerajaan ambarwata bergetar, sehingga dalam beberapa detik pertarungan terhenti.
Tidak jauh berbeda dengan pangeran Yasza, Dia tidak menyangka jika langit tiba-tiba berubah menjadi awan yang sangat gelap dan hitam, mendung menggantung dengan bunyi gelegar di Angkasa yang sangat mengerikan, dengan tiba-tiba turunlah hujan yang sangat lebat memusnahkan Api akibat dari Bom yang digunakan untuk membakar para prajurit kerajaan awang-awang Vampir sehingga padam seketika, tidak hanya itu hujan disertai dengan tiupan angin yang sangat dahsyat di mana para prajurit kini tidak lagi bertarung satu sama lain, justru mereka kini sibuk menyelamatkan diri dari tiupan angin topan yang sangat dahsyat.
Pertarungan menjadi sangat kacau dan tak terkendali akibat dari anak panah yang di lakukan Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti, hal itu membuat Pangeran Yasza menjadi sangat geram, karena dia tau dan menyadari jika kekuatan dari angin dan hujan itu adalah akibat dari sebuah kekuatan yang sangat besar dan siapa lagi yang bisa melakukan nya jika bukan Raja Awang Awang Vampire yang kini menjadi musuhnya.
"Baik...! kau sudah mulai menunjukkan kekuatan mu dengan senang hati aku akan melayani mu Raja penguasa kerajaan Awang Awang Vampire kita lihat siapa diantara kita yang akan kalah Aku Pangeran Yasza dari kerajaan Ambarwata ataukah dirimu Raja kerajaan Awang Awang Vampire.