The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.68.DRAGON KALAH



Putri Lin Ying yang tidak mau dirinya menjadi istri dari bangsa Manusia yang sudah berusia tua segera berlari ke dalam istana, para dayang dan para pengawal istana yang berada di tempat itu menatap putri Lin Ying dengan tatapan penuh tanda tanya.


Dengan nafas ngos ngosan akhirnya putri Lin Ying sampai di kediaman Raja Barat daya yang justru sedang asik melihat lihat berbagai macam pedang yang baru saja selesai di buat oleh empu soka, sesepuh dari kerajaan Barat daya yang ahli dalam pembuatan pedang.


"Ayah...! Ayah..!"Tolong aku Ayah!"


Mendengar suara teriakkan dari sang putri tercinta Raja Barat daya segera menoleh di lihatnya putrinya datang dengan keringat bercucuran dan wajah putihnya yang pucat bagaikan kapas.


"Lin Ying, Putriku ada apa Nak?" kenapa kau berlari seolah oleh di kejar hantu, bukankah kita ini juga bangsa hantu."


"Ah, Ayah kenapa dalam situasi begini masih juga bercanda, Ayah Dragon Ayah!


"Iya, Dragon kenapa?"


"Dragon, akan kalah Ayah tubuhnya sudah banyak yang terluka,"


"Wah, itu bagus itu artinya ada pemuda sakti yang akan jadi suamimu dan itu hebat."


"Ayah,aku tidak mau?"


"Hei..! kenapa sekarang kau berubah pikiran bukankah kau juga yang menentukan mereka harus bisa menggalahkan Dragon baru kau mau di ambil sebagai istri Putriku!"


"Ayah..!aku tidak mau jadi istri Manusia tua, wajahnya sudah tua dan jelek tidak .. tidak aku tidak mau Ayah, Apa Ayah tega membiarkan Putri cantik Ayah ini di peristri Bapak Bapak tua, apa Ayah tidak malu, jika punya menatu tua." sungut Putri Lin Ying berapi api wajahnya menunjukkan ketidaksukaan.


Sang Ayah Raja Barat daya mengeryitkan dahinya.


"Tua..!"


"Iya, Ayah! tua dia tidak pantas jadi suamiku lagi pula apa kata dunia Ayah jika aku harus di nikahi bangsa Manusia.


"Jadi sayembara ini juga di ikuti bangsa Manusia?"


"Iya, Ayah, aku juga tidak tau kenapa orang itu juga tau kalau di kerajaan kita mengadakan sayembara."


"Itu Artinya, dia bukan orang biasa!" pasti dia seorang pertapa sakti yang sangat tinggi ilmunya."


"Tentu saja, sangat tinggi Ayah, kami bangsa Vampire tidak bisa menghisap darahnya, darahnya pahit itu kata dari beberapa peresta yang sempat berseteru dengan nya mereka mencoba menghisap tapi darahnya hoeeeekkk hoeeeeekkk....pahit seperti jamu temu ireng."


"Ayah, aku kesini bukan mau bercerita lalu Ayah penasaran begitu saja, Nasibku Ayah Tolong aku, sungguh Aku tidak mau menjadi istri Manusia tua itu Ayah aku mohon bantulah Aku."


"Apa, yang harus Ayah lakukan?"Ayah, tidak bisa membantu dalam waktu sesingkat ini putriku, Ayah pun harus bersemedi terlebih dahulu meminta petunjuk, putriku bersabarlah, Ayah akan menggambil mu jika sampai Manusia itu menjadi pemenang nya, sekarang Ayah ingin melihat seperti apa kekuatannya."


"Tidak...tidak Ayah harus mencari kan solusi sekarang juga atau kalau Ayah tidak mau aku lebih baik mati bunuh diri."


"Lin Ying..!" apa kau sadar dengan apa yang kau katakan hah?"


'Tentu saja, aku sadar Ayah, pokoknya aku tidak sudih menjadi istri dari Manusia tua itu titik."


"Jika kau sampai melakukan bunuh diri, dewa tidak akan menerima jasad keabadian mu kau tidak akan memiliki tempat di manapun kau akan hancur dan lebih sengsara dari pada ini."


"Aku tidak perduli Ayah."Seru Putri Lin Ying yang mulai menitikkan air mata.


Sang Raja Barat Daya menatap dengan penuh iba, di dekatinya Putri cantik Lin Ying di dekap dan di belainya rambut panjang yang berkilau, maafkan Ayah Nak, ini adalah tadirmu Ayah tidak bisa berbuat apa apa, mungkin telah tiba ramalan wanita tua pencari kayu yang terpaksa Ayah bunuh karena kelancangan nya mencuri daun dari pohon Dewandaru di sekitar kerajaan istana ini, dia mengutuk Ayah bahwa kelak Anakku akan di nikahi bangsa Manusia, Ayah tidak pernah menyangka jika Manusia itu orang yang sepantasnya hanya menjadi Ayahmu.


"Ayah..! kenapa Ayah diam saja aku harus bagaimana Ayah, aku tidak mau menjadi istri Manusia tua itu Ayah."


Seruan dari Putri Lin Ying membuyarkan lamunan nya.


"Iya, Nak, ada apa?"


"Aku, harus bagaimana Ayah?"


Perlahan lahan Raja Barat Daya melepaskan pelukannya dan tersenyum getir.


"Bersabarlah kita berdoa saja smoga ada yang bisa menggalahkan Manusia itu agar engkau bisa terlepas dari jeratan dan gengaman Manusia itu.


"Ayah.....!" Putri Lin Ying menangis tersedu-sedu sambil memeluk Ayahnya.


"Aku ingin mati saja Ayah, jika sampai hal itu terjadi,"


"Lin Ying Putriku, kau tidak boleh dan tidak bisa mati dengan bunuh diri karena Dewa akan menolak kita dan Aku tidak mau kehilangan mu Nak, bersabarlah, Putri Ayah gadis yang kuat dan pemberani jangan menyerah, kira akan mencari jalan keluar nya, sekarang ayo kita lihat bagaimana posisi dan situasi dalam area pertandingan apakah Dragon mampu bertahan atau tidak.