
Suasana malam yang semakin larut tidak membuat Nenek Devan dan Raja Sangkala menggurungkan niatnya untuk melakukan pertarungan yang mana sesungguhnya di antara mereka berdua adalah sepasang suami istri, entah mengapa sang Nenek begitu sangat membenci Raja sangkakala Suaminya, meskipun demikian Raja Sangkala tetap berusaha memaklumi karena dia mengetahui sifat dari istrinya yang sejak dulu sangat keras kepala dan hal itu menurun pada cucunya, pangeran Tatius yang juga sangat keras kepala ketika dia ingin mendapatkan cintanya.
Dengan Ilmu meringankan tubuh Sang Nenek yang bukan berasal dari bangsa Vampire mampu dengan mudah terbang, hal itu di karenakan Sang Nenek selama bertahun-tahun pernah mengabadikan dirinya pada seorang guru yang memiliki kekuatan sangat dahsyat di dunia persilatan.
Meskipun kini, sang Nenek tidak pernah tau dimana sekarang gurunya berada, Karena setelah mampu menguasai. berapa ilmu yang di ajarkan sang Guru sang Nenek disuruh kembali ke tempat tinggal nya karena sang Guru memiliki kepentingan yang melibatkan dirinya harus mengembara dan berpetualang.
Dengan perasaan senang dan rasa syukur serta ucapan rasa terimakasih, sang Nenek akhirnya pergi meninggalkan tempat di mana dirinnya selama ini menimba ilmu dsn belajar banyak tentang ilmu Kanuragan.
Setelah menemukan tempat yang sudah ditentukan sang Nenek akhirnya berhenti yang kemudian di ikuti Raja Sangkala di belakang nya.
Raja Sangkala cukup heran dan takjub dengan kemampuan Sang istri yang semakin maju pesat, ilmu meringankan tubuh nya juga sangat sempurna.
"Apa kau yakin mau mengajakku untuk bertarung."
"Tentu saja, apa kau sekarang mulai ragu, jika ragu kau boleh pergi tapi ingat jangan sekali-kali menghalangi Niatku."ancam sang Nenek pada Raja Sangkalah.
"Sadarlah istriku, kita ini sudah tua sudah tidak layak ikut campur urusan anak muda jadi biarkan semua berjalan dengan sendirinya."jawab Raja Sangkala lembut.
Nenek Devan Tersenyum miring mrndengar perkataan dari Raja Sangkala suaminya.
"Apa masih pantas kita di sebut Suami istri sedangkan dirimu tidak pernah ada di samping ku."
"Itu kan mau kamu, karena kamu sendiri yang menolak untuk ku bawa ke istana kerajaan."
"Ya, kau benar itu memang aku yang mau dan kamu tau hal inilah yang tidak ku inginkan antara Tatius dan Tania jadi sebelum semua merasakan sakit seperti yang aku rasakan alangkah baiknya di antara mereka kita pisahkan, untuk apa bersama sesaat jika pada akhirnya mereka akan hidup sendiri sendiri, Tania tidak akan bisa hidup selamanya di Dunia Vampire dan Tatius sudah pasti akan bersikap seperti mu dia juga tidak akan mau dan sudih tinggal di Dunia manusia dan Bukankah yang kulakukan ini benar dan baik untuk semuanya."
"Baik, darimana, itu hanya pemikiran mu, aku bukan tidak mau tinggal di dunia manusia ini akan tetapi aku pewaris tunggal kerajaan Sangkala itu artinya aku harus berada disana."
"Tepat sekali, begitu juga dengan Tatius dia juga pewaris tunggal kerajaan kan jadi sudahlah Jangan halangi dan jangan ikut campur tentang urusan ku, Karena apa yang akan kulakukan adalah demi kebaikan semua nya."
"Itu kan menurut pendapatmu dan keputusan ku aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi."
"Kau benar-benar menantang ku?"
"Terserah apa pendapat mu yang pasti aku tidak akan membiarkan kecurangan terjadi di Antara mereka."
"Baik, bersiaplah."
Nenek Devan segera melakukan kuda-kuda dan bersiap memberikan serangan kepada suaminya, sementara Raja Sangkalah menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Betul-betul keras kepala, jangan salahkan aku jika kau sampai terluka istriku.
Sang Nenek segera menyerang Raja Sangkala.
*****
Di tempat yang berbeda di mana hari mulai gelap Pangeran Tatius sudah sampai di atap Rumah Tania, seperti biasanya dia selalu memilih jendela jika kebetulan tidak tertutup atau melalui langit langit kamar yang ada ventilasi udara nya.
"Lebih baik aku cepat masuk dari pada menunggu diluar kedinginan, beristirahat dan tidur di Ranjang Tania pasti akan lebih nyaman lagipula bisa melepas rasa rinduku padanya."lirih pangeran Tatius yang kemudian langsung terbang melesat masuk ke dalam kamar.
Seperti yang sudah di duga Pangeran Tatius kamar itu begitu sepi dan sunyi setelah kepergian Tania sang pemilik kamar, sejenak Pangeran Tatius menatap keadaan kamar dengan tatapan mata sayu." Andaikan kamu masih ada tentu kita bisa bercengkrama disini kita bisa Tertawa dan bersenda gurau disini tapi sayang semua ini kini tinggallah kenangan.
Pangeran Tatius berjalan menuju Ranjang dan bermaksud merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak, samar-samar terdengar bunyi suara air shower di dalam kamar mandi, seolah olah sedang ada yang mandi.
"Apa aku tidak salah dengar, aku mendengar suara air di dalam kamar mandi itu menyala, akan tetapi siapa yang sedang mandi, apakah Ayah Tania? tidak, itu tidak mungkin, lalu siapa yang sedang mandi di dalam kamar mandi apakah Dodi kembali menginap di Rumah ini dan tidur di kamar ini, Ayah betul-betul tidak adil aku saja tidak di ijinkan disini sedangkan Dodi bisa leluasa dan bebas huuuuff, menyebalkan."Sungut Pangeran Tatius kesal.
Entah mengapa hanya berfikir dan mereka-reka siapa yang ada di dalam kamar mandi yang mana kemungkinan besar dia adalah teman dekat Tania yang bernama Dodi hal itu sudah membuat hati Pangeran Tatius kesal dan cemburu.
Di mana sang Ayah lebih mengijinkan orang lain bisa tinggal dan bermalam sepuasnya di kamar sang kekasih sedangkan dirinya yang jelas-jelas Kekasih putrinya harus selalu di usir dan disuruh pergi.
Dengan perasaan kesal Pangeran Tatius menunggu Dodi keluar dari dalam kamar mandi, Pangeran Tatius berniat untuk menghukum nya karena telah lancang tinggal dan tidur di kamar Kekasih nya.
Menit demi menit akhirnya berlalu hingga kurang lebih dua puluh menit lamanya orang yang ada di dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Perlahan-lahan terdengar suara pintu kamar mandi di buka, Pangeran Tatius sudah bersiap dari tadi menunggu sosok Dodi yang akan muncul dari dalam kamar mandi.
Ketika pintu kamar mandi terbuka dan tak lama keluar lah sosok yang baru saja menyelesaikan ritual mandi nya, membuat Pangeran Tatius terperanjat dengan kedua bola matanya membulat sempurna.
"Ta-tania...! benarkah yang aku lihat ini." lirih pangeran Tatius yang kemudian mengusap dan mengerjap ngerjapkan matanya.
Sedangkan Tania yang juga tanpa sadar melihat kehadiran Pangeran Tatius di dalam kamarnya ikut terkejut hingga tanpa sadar menggigit saliva nya.
"Tatius, kenapa dia ada di sini, tidak dia tidak boleh melihat ku."dengan langkah cepat sedikit berlari Tania langsung keluar kamar dengan tergesa-gesa sebelum ingatan pangeran Tatius tersadar sempurna, akibat berlari dengan cepat tanpa sadar Tania menabrak tubuh kekar yang tak lain adalah Ayahnya.
"Tania, kenapa kau berlari seperti Melihat hantu Nak?"
"Ayah, di kamar ada Tatius, aku tidak mau bertemu dengan nya Ayah aku belum siap."seru Tania yang kemudian berlari masuk ke dalam kamar Sang Ayah.
Ayah Tania yang mendengar perkataan dari putrinya segera pergi ke dalam kamar Tania.