The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.258.HANCUR.



Senyum menyeringai terlihat dari salah satu laki-laki preman bertato yang mana jelas terlihat di lengan kiri terdapat tato bergambar ular naga. Tania yang sempat melihat itu bergidik menahan ngeri.


"Ayo, cantik! kau ikut dengan ku, Boss ku menginginkan mu," seru laki-laki preman pada Tania yang mana tangan laki laki preman itu berusaha meraih tangan Tania yang mana dengan cepat dan sigap langsung di tepis pak guru Wili.


"Jangan berani kurang ajar kau!"


laki-laki preman bukanya takut tapi justru Tertawa terbahak-bahak bersama ke tiga teman lainnya sedangkan orang yang di panggil Boss lagi asik menikmati hidangan makan yang ada di depannya meskipun sesekali mata hitam nya menatap nakal pada Tania.


Pak guru Wili terus mengengam tangan Tania dan terus mengajaknya untuk pergi, akan tetapi laki-laki preman yang berniat mengincar Tania bergegas menghadang langkah kaki mereka, Tania yang ketakutan bersembunyi di balik punggung kekar pak guru Wili.


"Kalian mau apa?" menyingkir lah sebelum aku menghajar kalian."teriak pak guru Wili lantang.


"Tania kau Minggir dulu aku akan bereskan mereka."Tanpa menolak Tania beringsut mundur menjauh dari area di mana pak guru Wili sedang berhadapan dengan para preman.


"Majulah kalian!


Dengan senyum tersungging di bibir ketiga preman itu maju mendekati pak guru Wili yang sudah bersiap dengan menaikkan sedikit lengan panjang nya ke atas dan sudah dengan sikap kuda kuda nya.


"Besar nyali juga orang baru ini,"


"Biasa adik, dia tidak tau siapa kira makanya berani belagu."


"Hahahah...!kita bereskan saja setelah itu cewek cantik itu kita serahkan pada boss pasti hari ini kita akan mendapatkan upah yang besar jika bisa membawa gadis itu pada boss kelihatan nya gadis itu masih nyiss.'


"Ade kedua apa itu nyis..!"


"Dasar bodoh, itu artinya dia masih perawan dodol.'


"Oh, begitu! benar benar kelihatan nya memang masih nyiss."


"Biar aku yang maju duluan saja kakak, kelihatan nya anak muda ini tidak begitu berat untuk kita lawan jadi biarkan aku yang menghadapinya."


"Baiklah Adik hati-hati."


Seorang laki-laki preman bekulit hitam dengan kepala plontos tanpa rambut kepala, langsung melangkah ke depan pak guru Wili dan dengan gerakan cepat langsung mengeluarkan justru silat yang di miliki nya.


"Majulah...!"seru Laki-laki preman pada pak guru Wili.


Dengan gerakan cepat Pak guru Wili Mulai memberikan serangan yang mana kedua duanya menggunakan tangan kosong. Pertarungan antara Preman dan Pak guru Wili masih terus berlangsung tidak menunggu lama terlihat lah preman berkepala plontos sedikit kwalahan menghadapi serangan dari pak guru Wili, yang setiap tendangan nya sangat keras dan membuat lawan meringis kesakitan.


Melihat temannya dalam keadaan terdesak kedua preman yang tadinya menjadi penonton saling berpandangan, kemudian dengan bahasa isyarat keduanya mengagguk kan kepala.


Tanpa di ketahui pak guru Wili dan tanpa memberikan peringatan kedua preman itupun langsung menghambur masuk dalam area pertempuran yang mana keduanya bersikap curang karena diam-diam menggunakan senjata tajam.


"Serang....!"


Kedua preman langsung membabatkan senjata yang di bawanya ke arah pak guru Wili, sungguh serangan yang tak terduga dimana pak guru Wili tidak siap mendapatkan serangan bertubi-tubi dari pengeroyokan para preman.


Melihat pak guru Wili yang kewalahan dalam menghadapi ketiga preman anak buahnya, sang Boss yang asik menikmati makan menghentikan makannya, tatapan nya berpindah pada seorang gadis yang berdiri di dekat pohon dengan rasa ketakutan.


Laki-laki preman yang biasa di panggil Boss menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri hingga menimbulkan suara bunyi, kemudian dengan senyum menyeringai menatap tajam pada Tanja.


"Untuk apa aku membuang buang waktu menunggu perkelahian mereka berakhir, aku bisa langsung menikmati gadis itu sekarang juga."desis laki-laki bertato berbentuk ular naga sambil tersenyum menyeringai.


Masih dengan tatapan mata yang tajam laki-laki yang biasa di panggil Boss melangkah keluar di mana bisa terlihat dengan jelas pertarungan antara anak buahnya dengan pak guru Wili yang mana pak guru Wili di keroyok ke tiga anak buahnya.


Tania yang melihat Boss preman menatapnya dengan tajam semakin membuat nya ketakutan, terlebih setiap kali Tania menoleh senyum yang di pamerkan laki-laki Boss preman terasa sangat menakutkan.


"Aaaaaaa.....! jangan....!"teriak Tania.


Tanpa di duga laki-laki yang biasa di panggil Boss terbang melesat ke arah Tania mencengkram dan menggengam erat tangan nya. Tania yang terkejut tidak menyangka jika Boss preman bisa terbang dan langsung mencengkram nya menjerit histeris, membuat pak guru Wili langsung menoleh ke arah nya.


"Tania.... ! teriak pak guru Wili yang juga histeris melihat Tania di cengkram laki-laki Boss preman. Akibat dari teriakan Tania konsentrasi pak guru Wili terpecah dan pertahanan nya lengah, hal itu di manfaatkan oleh ketiga preman untuk memberikan serangan kepada pak guru Wili.


"Duuuussss.... sreeeeeeettttt.....!


"Aaaaaaa uuw.....!"teriak pak guru Wili tak aya lagi sabetan pedang dan tendangan mendarat manis di tubuh pak guru Wili yang lengah, akibatnya pak guru Wili menderita luka yang cukup parah di mana sabetan itu mengenai lengan dan punggung nya.


Darah segar mulai menetes dari kulit kuning Langsat pak guru Wili. Tania yang melihat semua itu menjerit ketakutan sambil berteriak.


"Pak...!"teriak Tania panik ketika pak guru Wili dengan mudah menjadi bulan bulanan ketiga preman bertato dan berkepala plontos.


"Ayo, cantik kau ikut dengan ku."


seru laki laki yang di anggap Boss oleh para anak buahnya.


Sekuat tenaga Tania memberontak, tapi laki-laki itu mencengkram dengan kuat, tangan Tania hingga membuat Tania tidak bisa bergerak.


"Lepaskan, aku! pak guru Wili Tolong aku..!"


"Tania...!"


Ketika pak guru Wili hendak berlari menolong Tania salah satu preman bertato segera memberikan tendangan kaki yang kuat pada punggung pak guru Wili hingga pak guru Wili jatuh tersungkur di tanah.


Melihat musuhnya jatuh tersungkur dengan sangat garang dengan di sertai senyuman dan suara tawa yang keras dari ketiga anak buah preman mereka segera menyeret tubuh pak guru Wili.


"Erangan kesakitan berkali kali keluar dari bibir pak guru Wili yang sudah tidak berdaya.


Sementara Tania berusaha keras melepaskan diri dari cengkeraman laki-laki yang bertato ular naga tapi lagi-lagi usahanya gagal. Tania semakin berteriak histeris mana kala laki-laki bertato dengan kasar merobek baju atasannya.


"Krieekk...! suara baju atas Tania yang robek."


"Jangan.... lepaskan aku, Ka-kau mau apa?" aku mohon lepaskan aku jangan sakiti aku."


"Aku tidak akan menyakiti mu cantik, aku akan memberikan kenikmatan padamu ayolah, aku sudah tidak sabar."


"Tidak...! jangan....! tolong lepaskan aku, aku mohon." air mata Tania mulai jatuh berderai dan wajah cantik Tania mulai berubah menjadi pucat dengan tangan menggigil ketakutan.


Tania sudah merasa dunia nya benar benar akan hancur terlebih melihat betapa bernaf..sunya laki-laki yang ada di depannya, tanpa ampun dan seakan tergesa-gesa laki-laki itu berusaha menci...umi wajah Tania namun kesulitan, karena Tania selalu memberontak dengan mengeleng gelengan kepala nya dengan cepat bahkan sempat membuat binggung dan emosi laki-laki bertato karena gerakan kepala Tania yang menolak dici..um berputar cepat kekanan, kiri, atas, bawah bagaikan orang yang sedang m'elakukan olahraga kepala.


Hal itu membuat sang laki-laki bertato yang kesulitan memberikan ciyu..man merasa kesal dan geram yang akhirnya menampar wajah Tania agar berhenti menggerakkan kepalanya yang sangat memusingkan kepala.


"Plaaak.....! berhenti lah bergerak dan memberontak jika tidak aku akan bersikap sangat kasar padamu. Tania meringis menahan sakit dan juga pusing pada kepala nya sendiri, karena Tania melakukan semua dengan sangat cepat, tapi kesadaran akan dirinya yang masih dalam bahaya membuat nya dengan cepat menginjak kaki laki-laki bertato dan ketika laki-laki bertato meringis menahan sakit dan cengkraman tangan nya berkurang dengan cepat Tania berlari.


Laki-laki bertato yang menyadari mangsanya kabur dengan gerakan cepat mengejar langkah kaki Tania.


"Woi... jangan kabur kau....! berhenti lah karena percuma kau berlari dariku karena aku akan sangat mudah menemukan mu hahahah."


seru laki-laki bertato dengan suara tawa yang keras dan terbahak bahak.


.