The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.271.MENDAPAT PUJIAN



Panglima kedua tersenyum miring sebelum dia melakukan kuda-kuda, tatapan matanya yang tajam mengarah pada satu arah di mana di situ terdapat dedaunan yang sedikit rimbun, entah mengapa Panglima kedua menatap ke arah itu dengan sangat tajam, seolah-olah musuhnya berada di balik rimbunan dedaunan.


Tidak menunggu lama panah yang ada di dalam gengaman tangan Panglima ke dua pun meluncur dengan sangat cepat ke arah tempat itu,


"Sruuuuuuttttt.....!"sebuah anak panah melesat dengan sangat cepat ke arah rerimbunan yang mungkin di sangka Panglima ke dua sangat mencurigakan dan di situlah tempat orang misterius bersembunyi.


Akan tetapi rupanya, pemikiran dan prasangka dari panglima kedua meleset anak panah meluncur dengan manis namun tidak menimbulkan suara apapun selain ....


"Sruuuuuuuttt.....duuuuuk..!


Anak panah melesat cepat tetapi mengenai ruang kosong, suatu contoh sifat yang bagus dan patut di contoh dan layak menjadi tauladan karena kegagalan dan ke sia siaan dari panglima ke dua yang mana mampu membuat sang Panglima ke satu memukul jidat nya karena dia kecewa dengan hasil yang di peroleh oleh panglima ke dua tidak membuat panglima ke dua menjadi putus asa dan menyerah.


Justru karena hasil yang panglima ke dua dapatkan adalah sia sia maka dengan gerakan cepat dan penuh semangat kini panglima ke dua Kembali melakukan bidikan anak panahnya.


"Jika tadi aku mrnggalami kegagalan maka tidak akan sama untuk kali ini." geram panglima ke dua dalam hati yang mana dia langsung membidikkan anak panahnya secara cepat.


panglima ke dua melakukan bidikan dengan sangat cepat dan beruntun dengan titik segala arah terutama di sekitar tempat rerimbunan.


Anak panah yang meluncur dengan sangat cepat dan dalam hitungan detik di susul lagi dengan bidikan anak panah lagi hingga sekitar sepuluh anak panah melesat dengan cepat dan dalam waktu yang hampir bersamaan membuat beberapa anak panah itu ada juga yang menimbulkan bunyi seperti terbentur benda lain.


Hal itu membuat panglima ke dua menyunggingkan sebuah senyuman karena panahnya berbenturan dengan benda tajam itu artinya si mahkluk misterius meladeni serangannya.


"Akhirnya aku menemukan mu meskipun kau belum menampakkan wujud aslimu."


Akan tetapi senyum dari panglima ke dua tiba-tiba memudar dan menghilang, ketika dia kini harus berjuang melawan anak panah, yang tiba-tiba mengarah kepada nya dan tidak tanggung tanggung bukan cuma satu anak panah tetapi hampir seluruh anak panah yang tadinya dia gunakan untuk menyerang kini berbalik menyerang dirinya.


"Sial...! kenapa bisa begini siapa orang itu, aku harus menggerahkan seluruh tenagaku jika tidak aku bisa mati konyol disini dan akan jadi bahan tertawan anak buahku yang ada di bawah sana, aku akui kemampuan mu membalikkan serangan cukup bagus wahai mahkluk misterius tapi aku panglima kerajaan Awang-awang Vampire dengan gelar pemanah terbaik tidak akan mudah kau lumpuh kan kita lihat saja siapa diantara kita yang akan hancur dan kalah."desis panglima ke dua tatapan matanya begitu tajam ke depan tangan kanan memegang sebilah pedang panjang yang bersiap di gunakan untuk menangkis panah panah yang datang.


Pedang yang digunakan panglima ke dua memang terbilang cukup hebat dimana panah panah yang berhamburan ke arahnya bisa dengan mudah di tangkis nya tanpa sedikitpun dirinnya terluka.


Senyum licik terbit dari bibir tebal dan hitam palingan ke dua.


"Kau masih belum juga mau menampakkan siapa dirimu, wahai mahkluk misterius, baik kita lihat sampai kapan kau akan melakukan penyerangan dengan bersembunyi."


"Hoooop......hiyaaaaa.....!"


Panglima ke dua melompat mundur dengan menggunakan salto belakang kemudian duduk bersila dengan kedua tangan di atas yang mana kedua tangan itu masing masing memegang ujung dan pangkal pedang dengan posisi pedang terlentang memanjang dan dalam hitungan menit ketika panglima sudah menggumpul kan kekuatan tenaga dalam nya tangan yang memegang ujung pedang dia lepas sehingga pedang hanya di pegang dengan satu tangan dan dengan gerakan cepat tangan yang memegang pangkal pedang dia putar dengan sangat cepat kemudian dengan kekuatan tenaga dalam pedang itu pun di lempar kedepan, dimana dalam gerakan nya pedang yang sudah teraliri tenaga dalam berputar meliuk dan menerjang panah panah yang sedang berhamburan ke arahnya.


Panglima ke dua menggulum senyum karena dia yakin kali ini, dialah yang akan memenangkan pertarungan Rahasia yang mana belum di ketahui siapa lawan mereka.


Sedangkan panglima ke satu berdecak kagum dengan kemampuan dan kekuatan yang di miliki panglima ke dua.


Pedang masih terus berputar putar menangkis semua anak panah yang datang berhamburan kearahnya.


"Yes. ..!" berhasil" ucapnya girang karena hanya tinggal satu anak panah lagi yang belum di jatuh kan ke tanah.


Panglima ke satu pun ikut senang melihat keberhasilan dari panglima ke dua.


"Hebat, adik panglima ke dua, kau sungguh luar biasa, mantap."seru panglima ke satu sambil menunjukkan jempol jarinya.


Dengan senyum tersungging di bibir Palinglima ke kedua mengagguk kemudian menghampiri panglima ke satu yang langsung di sambut dengan pelukan.


"Kau hebat...!" pedang mu sungguh luar biasa adik panglima ke dua aku yakin mahkluk misterius sebentar lagi akan lari tunggang langgang dan tidak akan pernah berani menampilkan dirinya.


"Kakak Panglima ke satu aku juga berfikir begitu ini akan membuat nya berfikir dua kali lipat jika ingin menyerang kita '


"Betul, Adik!


Panglima ke satu dan panglima ke dua sama-sama tersenyum bahagia mereka terlihat sangat puas dengan hasil yang mereka dapat, kemenangan tinggal sedikit lagi."


Di saat kedua panglima itu lagi asik tertawa bahagia karena mereka puas dan senang di mana sebentar lagi akan mencapai kemenangan di balik semak belukar yang cukup rimbun sepasang mata yang menatap dengan tajam menyunggingkan sebuah senyuman. Kini pandangan matanya mengarah pada pedang dan anak panah yang masih berbenturan di mana masih berusaha saling menjatuhkan.


Sosok misterius itu menghirup udara dengan sangat kuat hingga membuat kedua pipinya bergelembung seperti pipi baby yang imut karena tembem, setelah merasa cukup udara yang masuk terserap dengan sangat halus dan perlahan sosok misterius itu menyemburkan kearah di mana pedang berwarna kuning keemasan dan sebuah anak panah sedang berbenturan, akibatnya anak panah dan pedang membumbung tinggi ke udara.


Kejadian di luar pemikiran dari panglima ke satu dan panglima ke dua membuat mereka yang tadinya tertawa kini diam seketika.


"Kurang ajar! anak panah itu sedang di aliri dengan kekuatan aku tidak boleh tinggal diam."seru panglima ke satu yang mana langsung duduk bersila menambah energi dari kekuatan pedang nya agar tidak sampai terjatuh.


________________


__________________


...**Hai Assalamualaikum 🙏...


Maaf up nya lambat dan sedikit


mohon di maklumi Author lagi patah hati karena Habis di kecewakan oleh Si ENTUN


Kecewa banget bulan ini... tapi apapun itu aku akan profesional dimana selalu up meskipun cuma satu bab.


Tak lupa aku ucapin banyak banyak trimakasih buat Reader yang masih setia jika berkenan vote dan gift nya, gak like gpp asal ada vote biar semangat up dan cepat . . kelar ini cerita gak seru kan? kalau tamat mendadak biar alami seperti air menggalir tanpa ada kalimat and terpaksa.


Hayooo....ada yang bisa menebak tidak siapa kira kira penyerang misterius dari pengawal prajurit kerajaan Awang Awang Vampire....dari golongan musuh atau bukan**.