The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.254.PERGI



Keesokan harinya semua sudah bangun dari tidur dan Pangeran Tatius juga sudah pergi mencari ikan untuk makan pagi di mana di dunia Vampire tidak ada Nasi.


Pangeran Tatius meninggalkan Tania yang masih tertidur pulas di kamarnya, sengaja Pangeran Tatius pergi pagi-pagi sebelum semua bangun agar dia bisa mencari ikan dan ketika Tania bangun sudah ada yang di makan.


"Tok..tok....tok...,!


Mendengar pintu diketuk Tania segera membuka mata, dan ketika matanya terbuka Tania sudah tidak melihat Pangeran Tatius di samping nya.


Dengan perlahan lahan Tania turun dari Ranjang dan membuka pintu kamarnya. terlihat lah Sosok Pak guru Wili dengan senyum tersungging di bibirnya.


"Pak, Wili!" ada apa pagi-pagi begini mengetuk pintu kamarku, aku masih ngantuk."ucap Tania seraya tangan putih dan halus itu berniat menutup kembali pintu kamar nya.


"Cepat cuci muka Tania aku ingin bicara padamu."


"Ini masih terlalu pagi Nanti agak siangan sedikit ya?" tawar Tania pada pak guru Wili.


"Tidak bisa Tania, tapi kalau kamu malas cuci muka tidak usah cuci muka juga tidak apa-apa begitu juga masih cantik, ayo kita berangkat."Ajak Pak guru Wili sambil menarik tangan Tania.


"Pak... lepaskan, tunggu dulu, kita mau kemana?" Tania merasa binggung dengan sikap pak guru Wili yang tiba-tiba terlihat seperti panik dan sangat tergesa-gesa.


"Kita akan pulang, apa kamu tidak ingin pulang dan tidak rindu Ayah mu."


"Ayah...!" aku rindu sekali, "


"Kalau begitu cepat lah."


"Baiklah, tunggu sebentar."


Mendengar kalimat bertemu dengan Ayah Wajah Tania berbinar senang dengan cepat Tania membasuh wajahnya, tidak menunggu lama Tania sudah selesai dengan menggikat rambut panjang nya menjadi satu.


"Ayo, cepat!


"Tapi, aku belum bilang sama Tatius aku khawatir nanti dia binggung mencari ku."


Pak guru Wili menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Aku sudah bilang padanya semalam jadi tidak perlu khawatir, ayo cepat lah."


Tanpa ragu-ragu dan curiga Tania pergi menggikuti Pak guru Wili. Suasana masih terlihat sangat gelap, lewat bantuan cahaya dari ponsel baru Tania yang mana semalam sebelum Pangeran Tatius tidur terlelap di sampingnya sudah mengatakan jika dia menghancurkan ponsel lamanya dan kini Menganti dengan ponsel baru.


Tentu saja Tania sangat senang karena ponsel baru yang di berikan Tatius lebih bagus dan lebih mahal.


"Gelap sekali pak, aku takut."cicit Tania pada pak guru Wili.


"Sini pegang erat tanganku jangan di lepas, kita harus bisa secepatnya pergi dari istana kerajaan ini, jika tidak kau tidak akan memiliki kesempatan dan masa depan yang cerah lagi."


"Maksud pak Wili apa?"tanya Tania yang tak memahami kemana arah pembicaraan dan maksud dari ucapan pak guru nya.


"Sudahlah jangan pikirkan itu, pegang erat tanganku kita akan melewati jalan yang sangat terjal dan berbatu."


"Baik, pak! dengan sangat erat Tania memegang tangan Pak guru Wili yang mana Jantung pak guru Wili hampir saja terasa mau copot karena merasakan ada debar debar aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Awas, Tania! jangan injak yang itu licin."


Terlambat kaki Tania sudah menginjak hingga membuat tubuh Tania limbung dan mau jatuh akan tetapi pak guru Wili yang sudah siaga sejak awal dengan cekatan menangkap tubuh Tania hingga Tania tak jadi jatuh.


"Hati-hati," ucap pak guru Wili dengan suara berat nya, yang mana hatinya semakin berdenyut denyut dengan debaran yang aneh ketika menangkap tubuh Tania yang hampir jatuh.


"Pak...apa benar ini jalan pulang kita."


apa yang ada dalam pikiran Tania akhirnya tania ungkapkan di mana dia merasa ragu jika yang dia lewati adalah jalan pulang.


"Tentu, ini benar."


"Dari mana bapak bisa yakin jika ini benar jalannya."


"Semalam aku menemukan peta dan petunjuk jalan Rahasia cepat menuju alam manusia tanpa sayap, artinya tanpa terbang.


Tania terkekeh mendengar perkataan Pak Guru Willi yang lucu.


"Kita memang tak punya sayap pak jadi kita tidak bisa terbang bisanya jalan kaki."


Pak guru Wili Tertawa lebar mendengar perkataan Tania yang lucu dan ceria sangat, terlihat jelas jika Tania pagi ini begitu bahagia ketika mendengar akan diajak pulang bertemu dengan Ayahnya.


"Pak...!"


"Hmmm."


"jalannya buntu bagaimana ini?"teriak Tania histeris.


"Pak, bagaimana ini,?" tanya Tania panik wajah cantik nya berubah menjadi pucat, terlebih melihat derasnya air di bawah sana, rasanya bergidik hingga membuat dirinya tanpa sadar mengengam erat tangan Pak guru Wili.


"Jangan takut, kan ada aku kita akan melewati sungai itu."


"Aku tidak mau, aku takut."


"Pejamkan matamu, pegang yang erat jangan pernah membuka mata sebelum aku menyuruh mu,ayo naik punggung ku aku akan membawamu berenang."


"Tapi, pak!"


"Sudah, cepatlah naik."


Dengan ragu-ragu Tania naik punggung pak guru Wili dan....


"Byuuuuuuurrr.....!"


"Aaaaaa....!"teriak Tania ketakutan ketika merasakan tubuhnya seolah olah bergerak bagai gelombang yang mana kaki nya terkadang tersentuh air.


Di sisi lain Pangeran Tatius yang sudah selesai menangkap ikan, langsung pergi membakarnya, dalam beberapa menit kemudian semua ikan hasil tangkapan nya sudah di bakar.


Dengan senyum tersungging di bibir Pangeran Tatius Kembali ke bangunan rumah yang mana disana kekasih nya masih tertidur pulas.


Ketika Pangeran Tatius memasuki rumah ruangan masih terlihat sepi, dengan perlahan Pangeran Tatius meletakkan semua ikan hasil tangkapan nya yang sudah di bakar.


"Masih sepi, apa semua masih tidur." perlahan lahan Pangeran Tatius berjalan menuju kamar dimana kekasih nya tidur, karena pintu masih tertutup Pangeran Tatius memilih mengetuk pintu, agar Tania tidak terkejut jika dia belum bangun.


"Tok... tok...tok...!" sayang buka pintunya sudah siang, ayo bangun dan makanlah, aku membawakan banyak ikan untuk mu."seru Pangeran Tatius dari luar pintu.


Semenit,dua menit sampai hampir setengah jam pintu tak kunjung di buka membuat Pangeran Tatius merasa cemas.


"Tania, buka pintunya sayang, kenapa diam saja aku dobrak dari luar lho jika tidak kau buka kan." ancam pangeran Tatius, agar Tania cepat keluar membuka pintu.


Menunggu beberapa saat hasilnya sama pintu tidak kunjung di buka, Pangeran Tatius mulai kesal, hingga tak perduli akhirnya Pangeran Tatius dobrak pintu itu.


"Braaaak....!" suara pintu yang terbuka akibat tendangan dari pangeran Tatius.


"Sayang, bangun...!"


Pangeran Tatius mendelik seketika ketika tmendapati kamar kekasihnya kosong dan tidak menemukan Tania di dalam kamar, wajah tampan nya berubah menjadi pucat ada ketakutan dan panik disana.


"Tania dimana kau....!"Pangeran Tatius berlari keluar kamar dan menggelilingi rumah bangunan berlari dari depan ke belakang kesamping dan kedepan lagi Tak juga menemukan Tania.


Dengan sangat kasar Pangeran Tatius mendobrak satu kamar yang masih tertutup.


"Braaaaakk...!"suara dobrakan pintu yang keras membuat sosok tubuh yang tertidur terbangun seketika.


"Pangeran...! ada apa kenapa kau dobrak kamar ku,"


"Katakan dimana Tania?"


"Aku tidak tau."


"jangan bohong, katakan dengan benar jika kau berani macam macam padanya aku tidak akan segan segan memberikan hukuman padamu"


"Aku, tidak tau Pangeran, kenapa kau menuduh ku."


"Bukan kah semalam aku menolakmu, bisa jadi karena kamu emosi dan marah kamu lampiaskan pada kekasih ku ketika aku tidak ada."


"Pangeran....! aku tidak serendah dan sehina itu menculik dan melampiaskan kemarahan pada gadis lain."


"Putri Lin Ying apa ucapanmu bisa kupercaya."


"Terserah Pangeran, mau percaya atau tidak karena aku benar-benar tidak tau dimana Tania berada, ini saja aku baru bangun setelah semalaman aku tidak bisa tidur karena penolakan mu."


Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Baik kali ini aku mempercayaimu tapi jika sampai ketahuan kau ada hubungan nya dengan hilangnya Tania aku tidak akan main-main dengan ucapanku."


seru Pangeran Tatius dengan suara lantang.


Jika bukan ulah putri Lin Ying mungkin kah ini perbuatan dari guru brengsek itu.


"Wili....! keluar kau," teriak Pangeran Tatius dari luar kamar pak guru Wili. Karena tidak ada jawaban dengan cepat Pangeran Tatius mendobrak pintu kamar pak guru Wili dan pangeran Tatius semakin geram ketika mendapati kamar pak guru Wili kosong.


"Wili......!" beraninya kau membawa kekasih ku pergi, aku akan membuat perhitungan dengan mu, jika bukan karena kau guru dan teman Tania sudah dari dulu aku bunuh kau," geram Pangeran Tatius dengan mata mengkilat, menyalang bagaikan kilatan pedang yang siap menyambar dan membabat habis mangsanya.