The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab289.TERJEBAK



Pagi yang cerah dengan kicauan burung bersahut sahutan setelah beberapa jam keadaan di sekitar gunung tengger terlihat seram dan menakutkan akibat dari kekacauan semalam.


Suasana memang sudah terlihat sedikit tentang, Air tidak bergolak dan suara Guntur tak lagi menggelegar langit tak lagi berwarna gelap dan bebatuan di atas dan di lereng gunung Tengger tidak lagi jatuh berterbangan, begitu juga angin tak lagi kencang.


Kini yang tersisa dua sosok bayangan yang terus bertanding adu kekuatan demi memperebutkan kristal putih keabadian, yang mana sinar kilau dari cahaya putih nya mampu menghalangi pandangan, sehingga tidak tampak depan jelas siapa dan bagaimana sosok lawan dalam bertarung nya.


Kedua kekuatan yang sedang.beradu dari semalam belum menunjukkan tanda-tanda akan ada salah satu yang menang. Kedua-duanya masih terlihat sama sama kuat dan hebat, kini keduanya mulai menggeluarkan jurus dan ilmu ilmu yang mereka miliki.


Pangeran yasza yang tidak ingin kalah dan tidak ingin membuang buang waktu dengan cepat memberikan serangan dengan kekuatan ilmu yang paling tinggi, begitu juga dengan pangeran Tatius dia jugra berfikiran tidak ingin berlama lama melayani pertarungan yang tidak begitu jelas siapa yang menjadi musuhnya dengan cepat mencabut keris dan menghujamkan pada lawan.


Kristal putih yang membumbung tinggi dekat dengan kepala pangeran Yasza dengan cepat segera disambar nya.


"Kali ini aku yang akan mendapatkan nya." desis pangeran Yasza dengan hati berbunga-bunga karena tujuan nya akan segera tercapai, akan tetapi harapan tak seindah kenyataan itulah yang terjadi ketika tangan kekar pangeran Yasza berhasil menyentuh kristal putih dengan sangat cepat sebuah tendangan kaki mendarat dengan tepat pada punggung pangeran Yasza sehingga tangan kekarnya yang hampir bisa menggambil kristal putih menjadi terlepas.


"Sial,kurang ajar sekali kau, katakan siapa dirimu kenapa kau berani mencampuri urusanku."


"Justru aku yang seharusnya bertanya siapa dirimu mengapa kau berada disini dan berniat mengambil apa yang sudah menjadi incaran ku."


"Apa.... incaran mu, kau benar-benar Aneh sudah pergilah jangan ganggu dan halangi diriku aku mau mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku."


"Apa yang kau maksud adalah kristal putih keabadian itu, hahaha... tidak bisa jika kau ingin mendapatkan nya maka langkahi dulu mayat ku.'


"Kau....! siapa sebenarnya kau anak muda pergilah dan jangan mencampuri urusanku jika tidak aku akan membunuhmu di tempat ini juga, jadi pergilah sebelum kesabaran ku habis."seru pangeran Yasza dingin, dia benar-benar kesal dengan ulah salah satu pemuda yang ada di depannya, benar-benar menjengkelkan.


Sementara pangeran Tatius Tertawa lebar mendengar gertakan dan ancaman dari pemuda yang ada di depannya, meskipun wajah pemuda yang ada di depannya terlihat samar dan tidak begitu jelas akibat dari kilau sinar cahaya kristal keabadian.


"Aku akan tetap menghalanggi dan mencampuri karena aku juga mengginginkan kristal putih itu."


"Kau...! jangan berani berani kau menyentuh apa yang sudah menjadi incaran ku , karena jika kau lakukan aku benar-benar akan menghabisi mu.'


"Jangan hanya mengertak lakukan saja jika kau bisa.".


"Baik, trima ini."


Pangeran yasza langsung mundur satu langkah kebelakang sementara kristal putih yang mendapat kan dorongan kekuatan dari pangeran Tatius terus membumbung tinggi.


"Wuuuuuuzz...! pangeran yasza mengeluarkan tenaga dalam yang mana kedua tangan di arahkan kedepan dan tiba-tiba datanglah sebuah angin yang sangat besar datang menerjang pangeran Tatius.


Ketika pangeran Tatius sibuk menghalau dan menahan kekuatan angin dengan senyum menyeringai Pangeran Yasza langsung terbang melesat tinggi dan meraih kristal putih.


"Aku yang sudah mendapatkan nya jadi selamat tinggal," lirih pangeran Yasza sambil menyunggingkan sebuah senyuman pada pangeran Tatius." hoooop....hiaaaaa..!" tubuh Pangeran Yasza terbang melesat meninggalkan tempat itu.


Pangeran Tatius yang memiliki Insting yang cukup tinggi bisa mengetahui jika musuhnya sudah kabur dengan membawa kristal putih keabadian. Bibir pangeran Tatius Tersenyum miring melihat itu.


"Kau pikir dirimu bisa dengan mudah lepas dariku, hahaha....terbang dsn pergilah sesuka hatimu tapi kristal putih itu akan tetap jatuh ke tangan ku."


Dengan gerakan sangat cepat pangeran Tatius mengeluarkan keris kemudian melemparkannya ke atas, tak lama kemudian keris meluncur dengan cepat ke arah pangeran Yasza dan tanpa di sadari pangeran Yasza keris pangeran Tatius langsung mengarah pada tangan pangeran Yasza yang sedang memegang kristal putih.


Melihat keris meluncur dengan cepat dan dengan kekuatan besar mengarah pada tangan nya dengan cepat pangeran Yasza berusaha menangkisnya, akan tetapi sangat aneh bukan nya. bisa menangkis justru kristal putih itu terlepas dari genggaman tangan nya.


Kristal putih meluncur dengan cepat ke bawah yang mana langsung di sambar pangeran Tatius, dengan senyum penuh kemenangan pangeran Tatius menunjukkan kristal putih ke arah Pangeran Yasza.


"Kristal nya di sini...!" teriak pangeran Tatius sambil menunjuk kan kristal itu pada pada pangeran Yasza.


"Kurang ajar, hebat juga ilmu pemuda itu,siapa dia sebenarnya sayang sekali wajahnya tidak bisa terlihat dengan jelas lantaran sinar dari kristal putih yang menyilaukan.


"Kejar aku dan ambilah jika kau bisa,"teriak pangeran Tatius dengan nada mengejek membuat pangeran Yasza semakin geram dan kesal.


"Apapun yang terjadi aku harus bisa mengambil kristal putih itu meskipun kristal itu harus hancur tak kan kubiarkan pemuda itu memiliki nya jika aku tidak bisa memiliki maka diapun tidak boleh memiliki, aku Pangeran Yasza tidak pernah akan kalah dalam apapun lihat apa yang akan ku lakukan untuk ku." desis pangeran Yasza sambil tersenyum licik.


Pangeran yasza menatap tajam pada pangeran Tatius yang sedang terbang melesat meninggalkan tempat itu dengan membawa kristal putih, diam-diam pangeran Yasza menghimpun kekuatan dengan gerakan yang sangat cepat kekuatan yang sudah terkumpul melalui mulutnya yang mana ketika di arahkan dan di semburkan ke arah dimana pangeran Tatius sedang terbang dengan tiba-tiba pepohonan yang ada di depan pangeran Tatius terbakar seketika, hal itu membuat pangeran Tatius yang terbang dan akan melewati sekitar pepohonan itu berhenti mendadak.


"Sial...!dia menghadang langkah ku dengan semburan api."


Pangeran yasza yang melihat pangeran Tatius menghentikan langkah terbangnya tertawa lebar sebelum kemudian dengan sangat cepat terbang melesat ke arah Pangeran Tatius dengan gerakan kaki menendang yang mana tendangan yang tak terduga dari pangeran Yasza mampu membuat pangeran Tatius terjungkal jatuh.


"Bruuugh....!


Melihat musuhnya jatuh dengan senyum penuh kemenangan pangeran Yasza segera mengambil alih kristal putih yang ada di tangan pangeran Tatius sambil tertawa lebar.


"Hahaha...aku dapat! selamat tinggal."


Dengan gerakan cepat Pangeran Yasza terbang melesat, tapi sebelum itu pangeran Yasza tidak mau kejadian buruk terjadi lagi yang mana dia bisa kehilangan kristal putih, maka dengan sangat cepat pangeran Yasza menggeluarkan kekuatan tenaga dalamnya dengan mengarahkan lurus pada pangeran Tatius yang jatuh tersungkur.


Kekuatan tenaga dalam yang di arahkan pada pangeran Tatius membentuk satu lingkaran putih yang sangat tebal, lingkaran putih itu menggelilingi pangeran Tatius yang mana pangeran Tatius tidak lagi bisa melihat ke arah mana pangeran Yasza pergi membawa kristal putih keabadian dan pasti nya hal itu membuat pangeran Yasza merasa aman.


"Busyet, dia menjebak ku dalam lingkaran kabut putih, baiklah kita lihat sejauh mana kau bisa berlari jauh dari kejaran ku."Gumam pangeran Tatius sambil tersenyum miring.