The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.37.BELUM SIAP MENIKAH



Setelah kepergian dari Patih Ramboka, Ratu


Derbah merebahkan dirinya di ranjang,


otaknya berfikir keras, bagaimana caranya


bicara kepada Raja, agar Ratu Shima tidak


bisa keluar dari istana ini, terlebih ketika


sayembara di adakan.


"Aku benar benar tidak bisa berfikir, harus


dengan cara apa agar aku bisa membuat


Ratu Shima tetap ada di istana ini.


Dia tidak boleh menyaksikan pertandingan


sayembara itu, Ratu Shima tidak boleh tau


kalau pangeran Yervan, telah membuat


perjanjian dengan pangeran Tatius agar


kemenangan yang dia dapat, seandainya


bisa menggalahkan semua musuhnya


dia akan menggatakan Namanya adalah


yervan, jika Ratu Shima ada pasti rencana


ini kacau semua. Andai saja aku bisa, aku


mau Ratu Shima itu mati saja, agar cuma


aku Ratu satu satunya kerajaan Raja Awang


Awang Vampire. Apapun yang terjadi besok


aku harus menemui Raja."Gumam Ratu


Derbah dalam hati, Sebelum dia terlelap


dalam tidurnya.


***


Malam ini pangeran Tatius sudah mempersiapkan semua yang dia butuhkan


untuk perjalanan besok.


"Pangeran Tatius, apa kamu yakin besok


pangeran pergi sendiri tanpa bantuan siapapun,"Tanya sang kakek kepada pangeran Tatius.


"Sebenarnya aku mau seperti itu, tapi karena


aku takut ibunda Ratu Shima nanti khawatir


dan menggikuti ku, boleh lah satu orang


pengawal istana menemaniku,"Ucap pangeran Tatius kepada sang kakek.


"Pangeran ingin kan siapa, yang menemani


perjalanan pangeran."Tanya sang kakek.


"Paman lembu ireng, juga boleh Kakek,"


"Baiklah, paman lembu ireng akan aku suruh


menemani pangeran."


"Pangeran..!" kakek sangat tidak rela, seandainya pangeran Tatius mau


menggikuti sayembara hanya karena ingin menyenangkan hati Raja Awang Awang Vampire dan juga menuruti keinginan


pangeran Yervan, saudara tiri pangeran itu,"


Pangeran Tatius Tersenyum.


"Kakek..! bukankah kita hidup itu harus


saling tolong menolong?" jadi tidak ada


salahnya jika aku berkorban sedikit


untuk kebahagiaan mereka."


"Pangeran Tatius, bicara mu seperti


bukan ucapan seorang pangeran Vampire


tapi seperti manusia, tidak ada sejarahnya


seorang Vampire memiliki hati lembut


kecuali dia manusia atau titisan manusia."


Pangeran Tatius tertawa lebar mendengar


ucapan sang kakek.


"Seandainya saja, apa yang kakek ucapkan


adalah benar maka aku akan sangat senang,"


Ucap pangeran Tatius sambil tertawa.


"Pangeran coba kau pikirkan sekali


lagi, putri lin ying adalah putri kerajaan


Vampire Raja barat Daya yang paling


cantik dan kaya, apakah rela pangeran melepaskan itu semua," Tanya sang


kakek sekali lagi.


"Kenapa kakek begitu cemas, wanita


cantik sangat banyak kakek, untuk apa


risaukan itu,"


"Sungguh kakek tidak mengerti jalan


pikiranmu pangeran Tatius, bahkan


kakek tidak habis pikir, kenapa


pangeran tidak tertarik sama sekali,"


kakek, jadi wajarlah semua itu terjadi,"


Ucap pangeran Tatius dengan entengnya.


Sang kakek hanya mengelengkan kepala


melihat keteguhan hati sang cucu


kesayangan.


"Baiklah pangeran Tatius, kalau begitu


kakek pergi dulu, setelah semua selesai


pangeran cepat beristirahat, agar besok


dalam perjalanan pangeran, badan


pangeran sangat segar."


"Baik, kakek, jangan khawatir aku akan


segera tidur setelah selesai mempersiapkan


semuanya."


"Ingat pangeran, besok sebelum berangkat


temui kakek dulu ya?"


"Tentu saja kakek, aku akan menemuimu


untuk meminta restu darimu."


"Baiklah, selamat beristirahat pangeran,"


"Selamat beristirahat pula, kakek,"Jawab


pangeran Tatius.


Ketika sang kakek hendak pergi


meninggalkan kamar Pangeran Tatius


tanpa sengaja sang kakek melihat guratan


luka di tangan pangeran Tatius.


Sang kakek memicingkan matanya


karena penasaran sang kakek akhirnya


mendekati pangeran Tatius.


"Pangeran, apa tanganmu pernah terluka?


Tanya sang kakek


Pangeran Tatius yang tidak menyangka


sang kakek berbalik arah kembali


setelah dia hampir sampai di ambang


pintu, terkejut dengan pertanyaan


kakeknya, buru buru pangeran Tatius


menutupi.luka yang ada di tangannya.


"Ah, kakek, bisa saja luka apa kek, tidak


ada luka disini,"Ucap pangeran Tatius


mengelak.


Sang kakek yang memahami gerakan


mencurigakan dari sang cucu segera


tersenyum.


"Apa boleh Kakek melihat tangan


pangeran Tatius yang sebelah kiri itu ?"


"Apa..?" Melihat tanganku, aduh kakek !


tadi katanya aku disuruh cepat beristirahat


jika kakek masih disini, aku tidak bisa


selesai selesai kakek,"


"Pintar, sangat pintar dan pandai dalam


menggalihkan pembicaraan, tapi kamu


belum tau siapa kakekmu ini, pangeran


Tatius !" hari ini aku tidak tau rahasia apa


yang kau sembunyikan itu, tapi lihat saja


esok pagi sebelum kamu berangkat


ke tempat sayembara, aku pasti kan


aku akan menggetahui semua nya dan


kau tidak bisa lagi bermain rahasia


dengan ku.Gumaam sang kakek dalam hati.


"Iya, baiklah pangeran, silahkan Pangeran


lanjutkan berkemas, kakek pergi dulu."


"Trimakasih, kakek,"


Setelah sang kakek pergi dan sudah


menghilang dari balik pintu, pangeran


Tatius mengelus dada sambil berucap.


"Hampir saja, ketahuan, aku tidak boleh


ceroboh agar tidak ada yang tau semua


rahasia ini."