
Setelah kepergian dari Patih Ramboka, Ratu
Derbah merebahkan dirinya di ranjang,
otaknya berfikir keras, bagaimana caranya
bicara kepada Raja, agar Ratu Shima tidak
bisa keluar dari istana ini, terlebih ketika
sayembara di adakan.
"Aku benar benar tidak bisa berfikir, harus
dengan cara apa agar aku bisa membuat
Ratu Shima tetap ada di istana ini.
Dia tidak boleh menyaksikan pertandingan
sayembara itu, Ratu Shima tidak boleh tau
kalau pangeran Yervan, telah membuat
perjanjian dengan pangeran Tatius agar
kemenangan yang dia dapat, seandainya
bisa menggalahkan semua musuhnya
dia akan menggatakan Namanya adalah
yervan, jika Ratu Shima ada pasti rencana
ini kacau semua. Andai saja aku bisa, aku
mau Ratu Shima itu mati saja, agar cuma
aku Ratu satu satunya kerajaan Raja Awang
Awang Vampire. Apapun yang terjadi besok
aku harus menemui Raja."Gumam Ratu
Derbah dalam hati, Sebelum dia terlelap
dalam tidurnya.
***
Malam ini pangeran Tatius sudah mempersiapkan semua yang dia butuhkan
untuk perjalanan besok.
"Pangeran Tatius, apa kamu yakin besok
pangeran pergi sendiri tanpa bantuan siapapun,"Tanya sang kakek kepada pangeran Tatius.
"Sebenarnya aku mau seperti itu, tapi karena
aku takut ibunda Ratu Shima nanti khawatir
dan menggikuti ku, boleh lah satu orang
pengawal istana menemaniku,"Ucap pangeran Tatius kepada sang kakek.
"Pangeran ingin kan siapa, yang menemani
perjalanan pangeran."Tanya sang kakek.
"Paman lembu ireng, juga boleh Kakek,"
"Baiklah, paman lembu ireng akan aku suruh
menemani pangeran."
"Pangeran..!" kakek sangat tidak rela, seandainya pangeran Tatius mau
menggikuti sayembara hanya karena ingin menyenangkan hati Raja Awang Awang Vampire dan juga menuruti keinginan
pangeran Yervan, saudara tiri pangeran itu,"
Pangeran Tatius Tersenyum.
"Kakek..! bukankah kita hidup itu harus
saling tolong menolong?" jadi tidak ada
salahnya jika aku berkorban sedikit
untuk kebahagiaan mereka."
"Pangeran Tatius, bicara mu seperti
bukan ucapan seorang pangeran Vampire
tapi seperti manusia, tidak ada sejarahnya
seorang Vampire memiliki hati lembut
kecuali dia manusia atau titisan manusia."
Pangeran Tatius tertawa lebar mendengar
ucapan sang kakek.
"Seandainya saja, apa yang kakek ucapkan
adalah benar maka aku akan sangat senang,"
Ucap pangeran Tatius sambil tertawa.
"Pangeran coba kau pikirkan sekali
lagi, putri lin ying adalah putri kerajaan
Vampire Raja barat Daya yang paling
cantik dan kaya, apakah rela pangeran melepaskan itu semua," Tanya sang
kakek sekali lagi.
"Kenapa kakek begitu cemas, wanita
cantik sangat banyak kakek, untuk apa
risaukan itu,"
"Sungguh kakek tidak mengerti jalan
pikiranmu pangeran Tatius, bahkan
kakek tidak habis pikir, kenapa
pangeran tidak tertarik sama sekali,"
kakek, jadi wajarlah semua itu terjadi,"
Ucap pangeran Tatius dengan entengnya.
Sang kakek hanya mengelengkan kepala
melihat keteguhan hati sang cucu
kesayangan.
"Baiklah pangeran Tatius, kalau begitu
kakek pergi dulu, setelah semua selesai
pangeran cepat beristirahat, agar besok
dalam perjalanan pangeran, badan
pangeran sangat segar."
"Baik, kakek, jangan khawatir aku akan
segera tidur setelah selesai mempersiapkan
semuanya."
"Ingat pangeran, besok sebelum berangkat
temui kakek dulu ya?"
"Tentu saja kakek, aku akan menemuimu
untuk meminta restu darimu."
"Baiklah, selamat beristirahat pangeran,"
"Selamat beristirahat pula, kakek,"Jawab
pangeran Tatius.
Ketika sang kakek hendak pergi
meninggalkan kamar Pangeran Tatius
tanpa sengaja sang kakek melihat guratan
luka di tangan pangeran Tatius.
Sang kakek memicingkan matanya
karena penasaran sang kakek akhirnya
mendekati pangeran Tatius.
"Pangeran, apa tanganmu pernah terluka?
Tanya sang kakek
Pangeran Tatius yang tidak menyangka
sang kakek berbalik arah kembali
setelah dia hampir sampai di ambang
pintu, terkejut dengan pertanyaan
kakeknya, buru buru pangeran Tatius
menutupi.luka yang ada di tangannya.
"Ah, kakek, bisa saja luka apa kek, tidak
ada luka disini,"Ucap pangeran Tatius
mengelak.
Sang kakek yang memahami gerakan
mencurigakan dari sang cucu segera
tersenyum.
"Apa boleh Kakek melihat tangan
pangeran Tatius yang sebelah kiri itu ?"
"Apa..?" Melihat tanganku, aduh kakek !
tadi katanya aku disuruh cepat beristirahat
jika kakek masih disini, aku tidak bisa
selesai selesai kakek,"
"Pintar, sangat pintar dan pandai dalam
menggalihkan pembicaraan, tapi kamu
belum tau siapa kakekmu ini, pangeran
Tatius !" hari ini aku tidak tau rahasia apa
yang kau sembunyikan itu, tapi lihat saja
esok pagi sebelum kamu berangkat
ke tempat sayembara, aku pasti kan
aku akan menggetahui semua nya dan
kau tidak bisa lagi bermain rahasia
dengan ku.Gumaam sang kakek dalam hati.
"Iya, baiklah pangeran, silahkan Pangeran
lanjutkan berkemas, kakek pergi dulu."
"Trimakasih, kakek,"
Setelah sang kakek pergi dan sudah
menghilang dari balik pintu, pangeran
Tatius mengelus dada sambil berucap.
"Hampir saja, ketahuan, aku tidak boleh
ceroboh agar tidak ada yang tau semua
rahasia ini."