The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.95.DINGIN



Pangeran Tatius melesat terbang dengan cepat tanpa mengindahkan teriakan dari putri lin Ying hatinya betul betul sedih dan hancur, tak pernah di bayangkan jika gadis nya akan mengalami penderitaan di negri Vampire, melihat bayangan pangeran Tatius, Devan lngsung menghentikan langkah kakinya.


"Hei .. bukankah itu yang ada dalam gendongan pangeran Tatius adalah Tania.. ..Tania apa yang terjadi dengan mu ." Gumam Devan lirih.


Sementara pangeran Tatius mendarat dengan manis di depan Dodi yang ketika itu menatap tak percaya jika Tania sedang pingsan.


"Tania...kamu kenapa?" apa yang terjadi dengan Tania."


"Aku tidak memiliki waktu untuk bercerita, kamu pergi sama Devan ke Kerajaan Sangkala aku akan membawa Tania ke sana dia harus cepat mendapatkan perawatan."


'Tapi....kami tidak tau jalannya..!"


"Ikuti jalan ini jangan berbelok nanti kamu akan temukan sebuah istana kerajaan masuk lah aku akan menyuruh anak buahku untuk menjemput mu di pintu gerbang utama, sekarang aku pergi dulu."


Dengan gerakan cepat Pangeran Tatius terbang melesat kini tinggallah Dodi yang termangu sendiri menunggu kedatangan Devan. Tak lama kemudian akhirnya yang di tunggu datang, Devan berlari dengan seluruh tubuh hampir berpeluh keringat dan dengan nafas yang tersengal-sengal Devan bertanya.


"Kau tau ke mana Vampire jelek itu membawa Tania pergi?'


Dodi mengagguk sambil terus menatap Devan.


"Hei ... Kenapa kau menatapku seperti itu Dodol."


"Keringat mu banyak."ucap Dodi sambil senyum senyum.


Devan hanya menggelengkan kepalanya.


"Namanya juga habis berlari kalau habis renang ngak kayak gini, sekarang katakan kemana Vampire jelek itu membawa Tania."


"Ke istana kerajaan Sangkala, dia berpesan kita harus kesana karena Tania akan dirawat di kerajaan itu."


"Baiklah ayo sekarang kita ke sana."


Bergegas Devan dan Dodi pergi ke arah di mana Dodi menunjukkan jalan.


Pangeran Tatius yang melesat terbang dengan secepat kilat dan di kejar Putri Lin Ying dari belakangnya tak membuat pangeran Tatius berhenti seakan tuli teriakan putri Lin Ying tidak di dengar nya. Merasa di abaikan dan kesal putri Lin Ying melesat terbang dua kali lebih cepat dan berdiri tepat di hadapan pangeran Tatius, hingga mau tidak mau pangeran Tatius harus menghentikan langkah terbangnya.


"Minggir....!" aku mau lewat." seru pangeran Tatius dingin.


Sakit mendengar ucapan pangeran Tatius yang sangat dingin kepada nya hati putri Lin Ying menjadi sangat sedih sedih.


"Pangeran...dia hanya manusia biasa kenapa pangeran membelanya."


"Apakah aku punya waktu untuk menjawab semua pertanyaan mu, minggirlah aku mau lewat."


"Tapi pangeran?"


"Apa kau tidak mendengar ucapan ku? aku bilang minggirlah..!"Bentak pangeran Tatius pada Putri Lin Ying.


"Ternyata kau disini Tuan putri Lin Ying saya mencari berkeliling Kemana mana mari kita pulang, aku akan mengantar Tuan putri Lin Ying ke kerajaan Barat Daya."


"Paman patih lembu ireng, apakah pangeran Tatius memiliki teman dari bangsa manusia sebelumnya?"


"Mengapa Tuan putri Lin Ying bertanya begitu,setahuku pangeran Tatius tidak memiliki teman seperti yang Tuan putri Lin Ying katakan."


"Paman apa kau tau, hari ini pangeran Tatius bersikap dingin dan marah padaku hanya karena aku ingin menghisap darah manusia."


"Benarkah begitu? kurasa Tuan putri Lin Ying salah duga."


"Tidak paman..!" pangeran Tatius membentukku bahkan menatapku pun seakan tidak mau sangat terlihat jelas dia sangat marah padaku paman."


"Ya sudahlah Tuan putri itu kita bicarakan nanti saja, mari saya antar Tuan putri Lin Ying pulang ke kerajaan Barat Daya."


"Tidak ...!"aku tidak mau aku akan ke kerajaan Sangkala aku ingin Jawaban kepastian dari pangeran Tatius."


"Tapi, Tuan putri."


"Sudahlah paman, jika kau ingin ke kerajaan Barat Daya pergi saja sendiri aku mau ke kranjaan Sangkala."


Tanpa menunggu persetujuan dari Patih lembu ireng putri Lin Ying sudah melesat terbang tinggi ke arah kerajaan Sangkala. Melihat putri Lin Ying sudah terbang patih lembu ireng pun akhirnya mengejar putri Lin Ying.


"Gawat ini, tunggu Tuan putri!'


Pangeran Tatius yang terbang dengan sangat cepat akhirnya sampai di krajaan Sangkala di bawanya putri Lin Ying ke kamar pangeran Tatius ketika dia singgah di Rumah kakeknya, dengan perlahan lahan di letakkan nya putri Lin Ying di atas Ranjang berukir mutiara.


"Kamu harus sembuh, bertahanlah,"


Pangeran Tatius membelai rambut panjang Tania dan....


"Cup....!"sebuah kecupan manis mendarat di kulit lembut Tania.


Pangeran Tatius segera keluar dari kamar dan hanya dengan teriakan seorang pengawal segera berlari menghadap.


"Iya, pangeran apa ada yang bisa saya bantu?"


"Panggilkan tabib istana sekarang juga."


"Baik, pangeran..!" tapi siapa yang sakit?"tanya sang pengawal sambil mengitip ke dalam dan terlihat lah seorang gadis tergeletak di atas Ranjang berukir mutiara dan sang pengawal pun langsung tersenyum membuat pangeran Tatius memukul kepala sang pengawal.


"Cepat, pergi! Ingat, cepat dan jangan lama."


"Baik, pangeran?"ucap sang pengawal sambil tersenyum penuh arti.