The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.261.DI NASEHATI



Setelah menunggu beberapa saat akhirnya tabib kerajaan istana awang-awang Vampire datang ke Puri istana kepribadian Pangeran Tatius.


Dengan cepat Pangeran Tatius menyuruh tabib istana untuk memeriksa keadaan kekasihnya,


"Tabib...! bagaimana keadaan kekasihku ?"


Tabib istana Tersenyum simpul melihat kekhawatiran dari Pangeran Tatius.


"Pangeran sangat berani mengatakan jika gadis ini adalah kekasih Pangeran."


"Dia, memang kekasih ku paman."


Tabib istana lagi-lagi menyunggingkan sebuah senyuman.


"Apa Pangeran lupa, jika sampai Raja tau pasti beliau akan murka, Raja tidak akan trima jika memiliki menantu bukan dari kalangan bangsa kita, apalagi gadis ini berasal dari bangsa manusia, pastilah Raja akan sangat murka, Pangeran sebelum semua terlambat dan demi keselamatan gadis ini, tolong jaga ucapan Pangeran jangan sampai Raja mengetahui jika gadis ini adalah kekasih Pangeran."tutur Sang Tabib memberikan saran dan pandangan kepada pangeran Tatius.


Pangeran Tatius tersenyum smrik sebelum mendudukkan bokongnya pada kursi yang ada di ruang tamu istana Puri kepribadian nya.


"Trimakasih, paman Tabib sudah menghawatirkan aku dan kekasihku, tapi tekad ku sudah bulat dan niatku pun sudah bulat aku akan menjadi kan gadis ini Istri dan pendamping hidupku apapun resikonya aku siap menghadapi, Paman Tabib tidak usah khawatir aku akan selalu menjaga dan melindungi nya, karena aku akan selalu ada di dekatnya."


"Paman mengerti, tapi apakah Raja akan mau mengerti, Raja sangat keras kepala dan sangat kekeh dalam setiap pendirian nya, Pangeran aku sangat mengkhawatirkan mu tolong pikirkan kembali atau setidaknya berikan waktu pada Raja aku khawatir beliau terkejut dan murka pada Pangeran."


"Sekali lagi terimakasih, paman tapi seperti yang sudah kukatakan aku siap menanggung segala resikonya, tenanglah dan doakan saja agar Raja bermurah hati mau menerima keputusan ku dan merestui hubungan kami."


"Baiklah, paman hanya bisa membantu dengan doa semoga Pangeran Tatius dan apa yang menjadi harapan dan keinginan dari pangeran Tatius bisa terlaksana dan sukses dalam mencapai bahagia."


"Trimakasih, paman! bagaimana apakah ada yang menghawatirkan dari kesehatan kekasih ku,"


"Jangan khawatir, Nona Tania hanya syok saja, sebentar lagi semua nya akan menjadi normal."


"Baiklah, paman trimakasih!'


"Kalau begitu saya permisi dulu Pangeran, jaga diri Pangeran dan kekasih Pangeran."


"Trimakasih, baik Paman!"


"Kalau begitu, saya mohon pamit dulu "


"Mari, silahkan Paman."


Tabib istana keluar dari Puri kepribadian Pangeran Tatius Kembali ket istana empat kerjanya.


Dalam perjalanan langkah dari Tabib istana di hadang seorang laki-laki Vampire yang usianya sudah sedikit tua bisa dikatakan laki-laki paruh baya.


"Kau dari mana Tabib?" aku mencari mu kemana mana ternyata kau ada di sekitar sini.'


"Patih Ramboka, ada apa kau mencari ku!"tanya sang Tabib pemasaran.


"Aku mau kau cepat memeriksa putraku, dari kemarin aku mencari mu tapi kau tidak ada."


"Patih Ramboka, memiliki putra di mana putra patih?" aku tidak pernah tau jika Patih memiliki putra."


Patih Ramboka yang keceplosan dalam bicara sedikit gugup dan binggung, agar Tabib istana tidak curiga padanya, Patih Ramboka segera berpura-pura terbatuk.


"Uhuk....uhuk....!" Tabib salah dengar barangkali aku tidak pernah bilang yang sakit putraku tapi putra Ratu Derbah yaitu Pangeran Yervan."


"Oh, itu! nanti aku akan melihat nya."


"Tidak bisa Nanti tapi sekarang juga cepatlah."


"Patih Ramboka sikapmu sungguh aneh, kamu sangat khawatir sekali seolah olah yang sakit adalah putramu."


"Tabib, kau jangan bercanda, kau tau sendiri kan, sifat Ratu Derbah Jika tidak segera dilaksanakan pasti beliau akan marah marah, jadi wajar jika aku sedikit memaksamu."


"Baiklah, ayo kita lihat."


Bergegas Patih Ramboka dan Tabib istana terbang melesat ke dalam Puri Istana kepribadian Pangeran Yervan, tidak menunggu lama mereka akhirnya sampai dan tiba di depan Puri istana Pangeran Yervan.


"Cepatlah kau masuk dan periksa dengan benar keadaan Pangeran Yervan."


Tabib istana mengagguk kan kepala kemudian berjalan dengan cepat menuju ke dalam kamar puri istana di mana Pangeran Yervan sedang berbaring.


Setelah mendapat kan ijin dengan sangat cepat Pangeran Tatius pergi terbang melesat ke arah puri istana tamu kerajaan di mana di sana ada pak guru Wili yang sedang di rawat lukanya.


Tanpa mengetuk pintu dan tanpa Pangeran Tatius langsung mendobrak pintu kamar pak guru Wili di mana, psk guru Wili sedang duduk santai. Tanpa bicara apapun Pangeran Tatius yang sedari kemarin menahan geram langsung melayangkan pukulan pada laki-laki berkulit kuning Langsat.


"Duuuuuuuss.... duuuuuuuss....!"


"Aaaaaaa ....!"ringis pak guru Wili yang tiba-tiba di serang dengan tendangan kaki yang cukup keras bahkan sampai mengakibatkan kursi tempat nya duduk terbalik seketika akibat kerasnya pukulan dari Pangeran Tatius.


"Tatius...!apa yang kau lakukan mengapa tiba-tiba kau menyerang ku." protes pak guru Wili kesal, karena tidak ada hujan tidak ada angin bahkan tidak ada petir Pangeran Tatius datang datang memberikan tendangan padanya.


"Kau masih belum menyadari kesalahanmu Wilil...!" rasakan ini, duuuuuuuss... duuuuuuuss....!"


"Hei... hei. ..!stop Vampire jelek, jelaskan dulu apa salahku, kenapa tiba-tiba kau menghajar ku,apa gunanya kau menyuruh orang untuk menggobati ku jika pada akhirnya akupun harus bonyok di hadapan mu."seru pak guru Wili tidak trima mendapatkan perlakuan yang tidak adil menurut nya.


Pangeran Tatius tersenyum menyeringai, tatapan matanya yang tajam dan sangat mengerikan menatap pak guru Wili dengan sorot ingin membunuh.


"Masih juga tidak tau salahmu, rasakan ini, duuuussss.....Auuuw..!"teriak Pangeran Tatius yang mana tendangan kali ini meleset karena pak guru Wili melempar kan kursi kecil yang di gunakan untuk duduk kearah nya akibatnya kaki Pangeran Tatius menghantam kursi yang akhirnya membuat Pangeran Tatius meringis menahan sakit.


"Kau ...!"


Pak guru Wili terkekeh melihat Pangeran Tatius yang meringis menahan sakit.


"Rasakan tuh, itu balasan bagi orang yang mendzolimi orang yang tidak berdosa."yang mana Pangeran Tatius tentu nya tidak mengerti dan memahami apa itu mendzolimi.


Sambil meringis memegangi kakinya yang sakit Pangeran Tatius berjalan mendekati pak guru Wili.


"Katakan padaku, apa maksud mu membawa Tania pergi dariku."


"Oh, itu!"menurutmu apa?"tanya pak guru Wili sambil meraih kursi untuk duduk.


"Kau .! aku sedang bertanya padamu, kenapa kau tidak menjawab justru balik bertanya padaku."


"Tatius...!"Tidak perlu kukatakan pasti kau juga sudah tau, selama aku bisa aku akan memperjuangkan agar bisa kumiliki."


Pangeran Tatius tersenyum miring mendengar perkataan dari pak guru Wili.


"Oh,jadi kau masih mau menjadi kan Tania milik mu, coba saja jika kau bisa lagi pula, apa jadinya dia jika aku tidak datang tepat pada waktunya, kau melindungi dirimu sendiri saja tidak bisa, bagaimana kau bisa melindungi nya coba lihat betapa takutnya dia betapa tersiksanya saat itu, lalu kau dimana kenapa tidak kau tolong?"


Pak guru Wili terdiam dia menyadari jika dirinya tak mampu melindungi Tania bahkan tak bisa di bayangkan jika laki-laki di depannya tidak datang menolong mungkin dirinya sudah mati dan Tania sudah ternoda, Pak guru Wili menelan ludahnya dengan kasar.


"Trimakasih, kau sudah menolong kami terutama Tania," ucap pak guru Wili lemah sambil menundukkan kepalanya.


Pangeran Tatius menarik satu kursi lalu duduk di depan pak guru Wili.


"Aku sangat menyayangkan kecerobohan mu, lain kali pikirkan dengan matang , beruntung Tania selamat dan perlu kamu tau laki-laki bertato itu belum mati."


"Apa,? dia belum mati, lalu dimana dia apa dia bisa lolos dan kabur."


"Kau ingat kucing yang ku bawa itu kan,"


"Iya, cukup bagus kenapa?"


"Kucing itu perubahan wujud dari laki-laki bertato."


"Apa?"


"Jangan beritahu Tania, aku mau buat kucing itu membayar semua nya agar dia juga merasakan bagaimana rasanya ketakutan."


"Wah, ide bagus aku setuju itu,"


"Aku juga mau memberikan pelajaran bagi orang yang sudah membuat Tania dalam ketakutan."


"Ma-maksud mu apa?"tanya pak guru Wili gugup karena dia tau yang di maksud Pangeran Tatius adalah dirinya.


"Jangan coba coba dekati dan macam macam dengan Tania, karena aku bisa membunuh mu, jika kau sampai melewati batasan mu."


"Tatius, kamu jadi cowok jangan terlalu posesif."


"Terserah apa pendapat mu, jadi berhati-hatilah dan jaga sikap mu karena aku bisa khilaf, Nanti kau boleh menjenguk Tania di kamarku tapi ingat! jangan macam macam."ucap Pangeran Tatius memperingatkan.