
Wajah Devan terlihat sangat berseri-seri ketika mengantarkan Tania kembali ke Rumahnya sejak peristiwa itu yang seharusnya terjadi adalah peristiwa yang sangat menyedihkan di mana setelah Tania memarahinya dan terjatuh, justru hal itulah yang menjadi penyebab cinta Tania kepadanya semakin dalam, tumbuh dan hadir secara tiba-tiba untuk nya.
Sungguh Devan merasa sangat terharu dan bahagia, setelah bersepakat dengan Ayah Tania untuk melangsungkan pernikahan secepatnya dan tidak menunggu Devan maupun Tania lulus dari sekolah, mereka bersepakat untuk mempercepat pernikahan dan satu Minggu kedepan adalah waktu yang sudah di tentukan dan di sepakati bersama antara Ayah Tania dan Devan.
Mendapatkan cinta dan di trima Tania secara langsung membuat Devan tidak sabar untuk segera memberitau Sang Nenek Tercinta karena Devan yakin Neneknya pasti sangat bahagia dengan kabar berita yang akan dia sampaikan. Nenek nya pasti tidak menyangka jika Devan dan Tania akan segera menikah, bukan hanya sekedar restu dari Ayah Tania akan tetapi juga atas keihklasan dan kesediaan Tania sendiri.
Hari ini Devan berniat pergi ke Rumah Nenek untuk memberikan kejutan kabar bahagia yang sedang di alaminya, selain itu Devan juga berharap agar Nenek lah yang akan menjadi wali dirinnya dimana menggingat Ayah Devan yang tidak ada, karena dia sedang bertugas ke luar kota sementara Sang ibu semenjak peristiwa pertengkaran dengan Sang Ayah Karena tanpa sengaja Ayahnya Devan melihat kemesraan Sang Ibu dengan mantan kekasih nya.
Pertengkaran demi Pertengkaran kala itu kerap terjadi, di mana kedua-duanya sama-sama merasa benar dan tidak mau di salahkan, sejak saat itu hubungan Ayah dan Ibunya sangat buruk meskipun tidak ada perceraian di antara mereka, Namun kehidupan keduanya selalu sendiri sendiri bagaikan orang asing, Ibu dan Ayah Devan adalah sama-sama pengusaha sukses sama-sama memiliki pekerjaan yang bagus sehingga Nama mereka harus selalu di jaga dari publik, untuk itu jika ada perceraian itu artinya adalah aib bagi mereka, untuk itu mereka bersepakat untuk tidak bercerai meskipun hidup sendiri sendiri dan hanya sesekali di depan umum mereka tampil romantis dan baik laksana keluarga bahagia, di mana selalu mendapat kan pujian dan selalu menjadi inspirasi keluarga lainnya, karena mereka menilai kehidupan keluarga Ayah Devan adalah kehidupan keluarga yang sempurna.
Bertahun-tahun permainan sandiwara kehidupan keluarga pura-pura bahagia di pamerkan dan di perankan Ayah dan Ibu Devan untuk itu Devan sama sekali tidak pernah Dekat baik dengan Ayah maupun Ibunya, justru Nenek yang seharusnya di panggil bibinya lah yang sering merawat dan memberikan kehidupan bahagia untuk nya, sehingga Devan tidak terjerembab pada kenakalan remaja akibat keluarga tak bahagia, Ayah dan ibu Devan hanya memberikan uang dan uang berapapun yang Devan butuhkan semua bisa dia dapatkan dengan muda.
Berfoya-foya dan malas-malasan itulah dulu yang sering Devan lakukan, hingga beberapa kali harus di keluarkan dari sekolah, hingga di kota A inilah Devan menemukan kebahagiaan, meskipun terkadang masih terlihat kenakalan nya terbukti Devan sering mendapatkan hukuman dari para guru, terutama dari Pak Guru Willi guru Matematika yang sangat di bencinya, karena kebencian nya pernah satu hari Devan mengajak Tania untuk kabur dari sekolah pada saat mata pelajaran Matematika.
Bagaikan Tumbu bertemu dengan tutupnya Tania yang juga tidak suka dengan mata pelajaran Matematika dengan senang hati menerima ajakan gilaa Devan untuk kabur pada saat mata pelajaran Matematika, akibat nya kedua nya sering mendapatkan hukuman dari pak guru Wili.
Keluarga Devan bisa dikatakan adalah keluarga super kacau yang mana ke egoisan dan Ambisi kerap menjadi dinding retaknya suatu hubungan, bagaimana tidak kacau Ayah dan Ibu Devan sudah tidak akur, kemudian Ayah dan Nenek yang seharusnya di panggil dengan sebutan Bibi Karena Sang Nenek adik kandung dari Ayah nya juga tidak akur dan retak hal itu terjadi karena Sang Nenek yang kala itu menolak perjodohan yang dilakukan Ayah nya Devan.
Sebagai seorang kakak laki-laki satu-satunya terlebih diantara mereka sudah tidak lagi memiliki orang tua yang mana Nenek dan Kakek Devan dari Ayah sudah tiada Karena sakit dan tanggung jawab Ayah Devan untuk memberikan kehidupan bahagia pada sang Adik termasuk menikahkan adalah tanggung jawab Ayah Devan, Namun lagi-lagi kekecewaan yang harus di alami Ayah Devan, di mana sang Adik justru jatuh cinta pada Mahkluk Vampire bahkan menikah dengan nya, akibat nya hubungan Antara adik dan kakak di antara mereka menjadi renggang sang Kakak yaitu Ayah Devan tidak sudih menerima bahkan tidak mau mengganggap Bibi Devan yang dia panggil Nenek sebagai adiknya lagi, maka jadilah kehidupan keluarga mereka sendiri sendiri bagaikan orang asing.
Devan menelan ludahnya dengan kasar mengenang segala kepahitan dari kehidupan keluarga nya, akan tetapi Devan masih bersyukur karena dirinya tidak terjatuh dan terjerembab pada kehancuran di mana rata-rata keluarga yang hancur maka kehidupan anak pun ikut hancur terkena imbasnya, Devan masih bisa hidup dengan bahagia terlebih bertemu dengan Tania itu adalah semangat akan kehidupan bahagia nya.
Siang itu dengan cuaca yang sangat terang dan sinar matahari yang terik Devan melajukan motornya kembali ke Rumah Sang Nenek di mana hanya Nenek lah satu-satunya orang yang selalu ada untuk nya, setelah para pembantu yang ada di Rumah baru, yang selama ini selalu setia menjaga dan memenuhi semua kebutuhan nya, itupun atas perintah dari Ayah dan Ibunya. Mereka berdua melimpahkan segala tanggung jawab dan kebutuhan Devan pada sang Pembantu dan tugas mereka cuma membayar mahal para pembantu itu dengan mahal.
Tidak menunggu lama akhirnya Devan sampai di depan halaman Rumah besar yang terlihat sangat biasa dan sederhana akan tetapi sangat mewah dan indah di dalam nya.
Seperti biasanya Devan masuk melalui pintu belakang di mana pintu depan selalu dalam keadaan tertutup.
Sementara Paman Patih lembu ireng dan pangeran Tatius sudah meninggal kan tempat itu sejak pagi, setelah mengembalikan helaian Rambut Tania pada kotak yang ada di dalam kamar sang Nenek. Sesuai rencana mereka Paman patih Lembu Ireng berpura-pura membawa Pangeran Tatius pergi kembali ke Negri Vampire yaitu ke istana kerajaan Awang-awang Vampire.
Di dalam kamar sang Nenek sedang tersenyum bahagia ketika melihat tusuk konde nya bercahaya dengan begitu kuat dan itu artinya Mantra dari kalung yang di berikan kepada Tania sudah berkerja dengan sempurna.
"Deg ....! serasa jantung Devan mau lepas dari tempat nya, karena secara tidak langsung Devan yang kala itu datang dan masuk lewat pintu belakang langsung mencari keberadaan Sang Nenek, karena tidak menemukan di halaman maupun di ruang tamu, Devan langsung mencari Sang Nenek di kamarnya yang mana sangat kebetulan pintu kamar Nenek tidak terkunci dan sedang sedikit terbuka, Devan hendak berlari masuk karena tidak sabar ingin mengabarkan berita bahagia jika Tania sudah menerima cintanya, akan tetapi Langkah Devan terhenti ketika mendengar ucapan Sang Nenek yang ternyata sudah tau jika Tania menerima cintanya, bahkan yang lebih menyakitkan dengan mata kepala sendiri Devan Melihat dan mendengar jika semua itu terjadi karena pengaruh kalung dan tusuk konde yang di berikan Nenek pada Tania.
Serasa dunia runtuh dan mau hancur, Devan yang tadinya bersemangat dan berbahagia kini jatuh terkulai lemas di depan pintu kamar sang Nenek tubunya ambruk bukan pingsan akan tetapi syok yang dalam.
"Bruuugh...! tubuh Devan membentur dinding pintu hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras, sontak saja hal itu membuat Sang Nenek terkejut dan menoleh ke arah pintu, dan alangkah terkejutnya Sang Nenek Ketika Melihat Devan sudah berada di sana dan jatuh terduduk. Jantung sang Nenek juga ikut bergertar hebat karena dia yakin Devan pasti sudah mendengar semua nya.
"De-devan...!lirih Sang Nenek dengan bibir bergetar berlari menghampiri Devan dan bermaksud menyetuh dan membantu nya untuk berdiri.
"Jangan sentuh aku!teriak Devan dengan mata berkaca-kaca.
"Devan....!"lirih Nenek dengan bibir bergetar.
"Mengapa...? mengapa Nenek melakukan semua ini padaku, mengapa...?"
"Van....! Ne-nenek hanya....
"Cukup...! Devan tidak pernah menyangka jika Nenek mampu berbuat serendah itu, mengapa Nek.... mengapa Nenek lakukan.....?teriak Devan berapi-api sambil menggoyang-goyang kan Tubuh sang Nenek.
"Maafkan, Nenek! Nenek hanya ingin kau bahagia Nenek hanya... .
"Tapi Nek...!mengapa harus dengan cara yang rendah Nek, Apakah Devan seburuk itu sehingga harus mengunakan cara buruk dan rendah agar bisa mendapatkan cinta."
"Maafkan, Nenek! apa yang Nenek lakukan itu semata-mata karena Nenek sangat menyayangi mu, percayalah."Ucap Nenek sambil memeluk Devan
"Nenek....!tapi mengapa harus dengan cara begitu."keluh Devan tersedu-sedu dalam pelukan Nenek nya.
Sementara Sang Nenek membelai lembut Rambut Devan bagaikan seorang ibu yang sedang menenangkan putranya.