The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.392.BAU



Pangeran Tatius yang merasakan keberadaan Tania segera mempertajam Indra penciuman nya, bagaikan seekor anjing Pangeran Tatius mendengus mencari cari keberadaan Tania.


Karena tidak menemukan dan hanya ada bau yang di yakini Pangeran Tatius itu adalah bau dari Tubuh Istrinya, Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya menatap tajam pada pohon besar dan rindang yang ada di depannya.


"Sekeliling pohon ini kosong tapi bau itu ada disini, tapi mengapa Aku tidak melihat apapun," keluh Pangeran Tatius dalam hati yang mana hatinya sibuk bermonolog sendiri."Aku harus bisa secepatnya mengetahui mengapa pohon ini memiliki aroma yang sama dengan Tania ada apa dengan pohon ini, pasti ada sesuatu yang tidak beres di sini dan ini sangat mencurigakan, Aku harus memeriksa nya,"perlahan-lahan Pangeran Tatius mundur dari pohon yang rindang meskipun dengan Begitu tubuhnya harus basah terkena siraman Air hujan, karena saat itu sedang turun hujan, tapi demi bisa mengetahui apa yang tersembunyi di balik pohon besar yang memiliki Aroma yang sama dengan istrinya, Pangeran Tatius rela berbasah ria, semua karena Pangeran Tatius harus melakukan konsentrasi yang penuh dimana dirinya tidak boleh terganggu dengan bau apapun, karena bau dari Aroma tubuh istrinya akan membuat konsentrasi dirinya terpecah.


Sementara di sebuah gubuk bambu dimana Tania sedang terbaring sosok misterius yang sejak tadi bersembunyi Ketika Tania datang kini sudah berdiri di hadapan Tania yang sedang terbaring di Ranjang berbentuk Rotan.


Dengan tidak sabar orang misterius itu mondar mandir di depan Ranjang.


"Akhirnya turun juga ini hujan, Aku sudah tidak sabar lagi," dengan gerakan cepat sosok misterius itu melempar baju atasnya ke sembarang arah dan mulai mendekati Ranjang rotan yang mana Tania sedang berbaring tidur pulas di atasnya.


"Cantik sekali," Lirih sosok misterius yang mana tangannya yang besar bagaikan Raksasa akan tetapi bertubuh pendek seukuran Manusia dengan telinga sedikit lebar dan bibir tebal tersenyum menyeringai menatap penuh dengan tatapan buas bagaikan serigala yang sedang kelaparan, ke arah Tania yang sedang tertidur pulas.


Sosok misterius itupun mulai berjongkok di pinggir Ranjang dan kedua tangan nya mulai menyentuh pipi halus Tania yang masih tertidur pulas.


"Kamu sangat cantik, sebentar lagi Aku akan membawamu ke surga melayang layang diatas langit menyusuri cakrawala, kau akan merasakan indahnya surga dunia." desis sosok misterius bertangan besar dan bertelinga lebar serta berbibir tebal yang mana mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Tania yang masih tertidur pulas.


Tangan besar yang membelai pipi Tania membuat Tania yang kala itu tertidur menjadi terbangun karena sensasi kasar yang terasa seperti ada benda kasar yang terasa kasar di kulit pipinya menbuat Tania langsung membuka kedua bola matanya dan alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui sensasi rasa kasar yang ada di kulit pipinya ternyata bukan mimpi dan ternyata ada orang sosok misterius yang sedang melakukan nya terlebih sosok orang misterius itu sudah bertelanjang dada memperlihatkan lemak tubuhnya yang over dosis, hal itu membuat Tania bergidik dan menjerit ketakutan, hingga dengan gerakan refleks langsung mendorong tangan dan tubuh sosok misterius itu.


Tania yang memiliki tubuh ramping dan tak memiliki kekuatan apapun ternyata karena memiliki perasaan takut dan terkejut membuat dirinya mampu mendorong sosok manusia misterius yang bertubuh lebih besar darinya yang mana akibat dari dorongan nya mampu membuat sosok misterius itu jatuh terjengkang, kesempatan itu dibuat Tania untuk lari dengan kencang.


Menyadari mangsanya kabur dengan cepat sosok manusia misterius mengejar larinya Tania, manusia aneh dan menakutkan dimana sosok misterius itu mengejar dengan cara melompat lompat seperti katak.


Tania yang panik segera mencari pintu untuk keluar akan tetapi keanehan terjadi di gubuk bambu itu gubuk kecil yang terbuat dari Rotan tiba-tiba terlihat sangat besar dan megah dengan dinding yang juga terbuat dari pasir seperti Rumah pada umumnya.


Merasa bingung dan panik karena Rumah itu terlihat sangat asing dan Tania tidak tau ke arah mana jalan menuju pintu keluar, sehingga dia hanya berputar putar menggelilingi Ruangan yang besar dengan perabotan yang juga lengkap, ada kursi sofa panjang ada akuarium semuanya lengkap bagaikan Rumah yang ada di dalam sinetron India.


Semakin pusing terlebih pengaruh dari Air putih yang Tania minum sedikit demi sedikit mulai bekerja sehingga lari Tania mulai melemah, Tania berlari sambil memegangi kepalanya yang terasa pening.


Kesempatan itu tidak disia-siakan sosok manusia misterius yang mana dia menyadari jika obat perangsaang yang sudah dicampur dalam Air putih yang diminum Tania sudah mulai bekerja.


Sambil tertawa lebar sosok misterius itupun berteriak dengan sangat lantang.


"Tidak perlu lari cantik, Nanti kamu akan capek sendiri, kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini jadi sia-sia kamu berlari, kemari lah ayo kita bersenang-senang, Aku akan menunjukkan indahnya surga dunia kepada mu Aku akan membuat dirimu nyaman dan senang, hahaha, mendekat lah cantik."


"Diam dan jangan coba-coba mendekati ku karena Aku bisa membunuhmu."teriak Tania mengancam.


"Hahaha, cukup berani juga dan apa kau bilang, mau membunuhku, apa kamu bisa sini cantik bunuh Aku jika kamu bisa," ucap sosok manusia misterius yang mana kini tubuhnya semakin cepat melompat menangkap Tania.


Dengan napas tersengal-sengal Tania terus berlari menghindari, ketika tubuhnya berdiri di pojok dinding yang mana di sampingnya terdapat satu benda berbentuk sapu ijuk, dengan cepat Tania mengambil dan tanpa berpikir panjang Tania segera mengayun ayunkan sapu ijuk nya ke arah sosok manusia misterius.


"Pergi kau jangan ganggu Aku" teriak Tania dengan wajah yang masih ketakutan, senyum menyeringai terbit dari bibir sosok manusia misterius, setiap kali sapu ijuk yang diarahkan kepadanya dengan sangat cepat sosok manusia misterius menghindar sambil tertawa, tubuhnya semakin mendekat ke arah Tania menyadari dirinya benar-benar dalam terjepit Tania segera melemparkan sapu ijuk ke arah sosok manusia misterius kemudian berlari tapi kecepatan tangan dari sosok misterius lebih cepat yang mana langsung menyambar tangan Tania hingga terjatuh, jeritan dan teriakan ketakutan keluar dari bibir Tania yang malang, tidak ada lagi harapan dia bisa lepas dari sosok laki-laki misterius yang kini mulai mengungkungnya.


"Jangan lakukan apapun padaku, Aku mohon tolong lepaskan Aku." pinta Tania dengan suara memelas dengan disertai derai Air mata.


"Obat itu belum bekerja rupanya, karena gadis ini masih menolakku dan memberontak,"gumam sosok manusia misterius dalam hati, bibir nya terus tersenyum dia tidak perduli dengan teriakan gadis yang ada di bawah Kungkungannya, perlahan lahan sosok manusia misterius itupun mulai mendekatkan wajahnya pada Tania, Melihat wajah menyeramkan hendak menciuumnya Tania segera memejamkan mata sambil terus menangis.


"Jangan...jangan, Aku mohon jangan Ah tidak...! Tatiuuuuuss....!Tania berteriak dengan sangat kencang


Pada saat yang bersamaan sebuah bayangan hitam dengan sangat cepat menendang wajah sosok manusia misterius hingga membuat dirinya terjengkang kebelakang sehingga tubuhnya yang kala itu sedang mengungkung Tania terlepas seketika.


Sosok misterius sangat terkejut karena ada yang bisa menemukan dan mengaggu kesenangannya, dengan perasaan geram sosok misterius itupun bangkit dan hendak memberikan perlawanan balik pada sosok pemuda yang baru saja menyerangnya tapi sempat sosok misterius itu bangkit dengan sempurna sebuah tendangan kembali menghajarnya.


"Berani sekali kau mengaggu Istriku trima ini, hiaaaa.... duuuusss, duuuuus....buuugh."sosok pemuda yang tak lain adalah pangeran Tatius yang sedang kalap karena mendapati istrinya di ganggu dan hendak di lecehkan, sosok manusia misterius, Pangeran Tatius tidak sedikit pun memberikan Ampun dan kesempatan pada lawannya untuk bisa menyerang balik.


Pangeran Tatius terus menyerang dengan beberapa kali memberikan tendangan beruntung yang mana sosok manusia misterius itu harus berkali-kali jatuh tersungkur dan bangkit lagi.


Merasa lawan nya bukan Manusia sembarangan Sosok misterius segera mengeluarkan kekuatan nya, meskipun dirinya tidak bisa bangkit dengan sempurna karena setiap kali hendak bangkit berdiri Pangeran Tatius sudah lebih dulu menendangnya.


Dengan berjongkok seperti katak sosok misterius menggeluarkan ilmu yang dia miliki dengan sangat cepat dia melakukan gerakan memutar tubuh bagaikan gangsing dan pada detik berikutnya mulutnya terbuka dan menyembur ke arah Pangeran Tatius yang mana dari dalam mulutnya mengeluarkan api.


Pangeran Tatius yang sudah bersiap siaga segera terbang melesat membumbung Naik sehingga kobaran api yang dikeluarkan sosok Manusia misterius mengenai Ruang kosong.


Menyadari serangan nya gagal sosok manusia misterius kembali melakukan serangan untuk yang kedua kali, akan tetapi Pangeran Tatius yang di hatinya sudah murka menatap tajam pada sosok misterius yang telah berani kurang ajar kepada istri nya.


Pangeran Tatius tidak memberikan kesempatan dan celah pada sosok misterius untuk mengeluarkan kekuatan keduakalinya terbukti dengan gerakan sangat cepat Pangeran Tatius yang tadinya terbang membumbung, tiba-tiba kedua tangannya menyambar tubuh sosok manusia misterius.


Dengan kekuatan tenaga dalam yang cukup tinggi yang mana sudah mengalir ke seluruh tubuhnya, dengan gerakan cepat Pangeran Tatius yang sudah murka mengangkat dan memutar tubuh sosok manusia misterius kemudian melemparkannya ketanah dengan sangat keras hingga tanah bergetar.


Belum sempat sosok manusia misterius itu bangkit dari terjatuhnya akibat lemparan Pangeran Tatius yang cukup keras seperti sedang mrmbantting batu, Pangeran Tatius sudah terbang melesat menghampiri dan menginjakkan kakinya diatas tubuh sosok manusia misterius yang mana hal itu tidak lagi bisa membuat sosok manusia misterius itu bergerak.


"Ampun, anak muda tolong lepaskan Aku."


"Apa, melepaskan mu, tidak akan kamu sudah berani menyentuh istri ku untuk itu kamu harus mati."


"Anak muda lepaskan Aku karena jika kau tidak melepaskan maka kau akan sangat menyesal."


"Apa, menyesal, hahaha, justru Aku akan sangat menyesal jika tidak bisa membunuhmu."Ucap Pangeran Tatius dengan berapi-api.


Sosok manusia misterius itupun tersenyum miring tubuhnya yang teriinjaak Pangeran Tatius tidak lagi menampakkan ketakutan sama sekali kini wajah sosok manusia misterius justru terlihat sangat tenang dan biasa saja seolah-olah tidak merasakan sakit dari injaakan kaki Pangeran Tatius.


Tidak ingin berlama-lama Pangeran Tatius memberikan serangan dengan mencoba memukul sosok manusia misterius, akan terjadi sungguh diluar dugaan kaki dari sosok manusia misterius memukul punggung Pangeran Tatius dengan mudah hingga membuat Pangeran Tatius terjungkal jatuh tersungkur ketanah.


Ternyata kaki dari sosok manusia misterius yang memukul Pangeran Tatius dari belakang membentuk sebuah ekor panjang sehingga sangat mudah memberikan pukulan pada Pangeran Tatius.


Tak bisa di elak kan lagi tubuh Pangeran Tatius terlilit ular Naga yang besar. Pangeran Tatius berusaha melepaskan diri akan tetapi semua sia-sia.


ular Naga yang sudah mencapai kemenangan Tertawa lebar.


"Hahaha kau mahkluk Manusia Vampire mau membunuh ku, hahaha kau tidak akan bisa Aku sudah memiliki ilmu yang sangat kuat tidak ada yang bisa menjatuhkan ku, apalagi kamu dan sekarang tunggu lah ajalmuu karena sekarang Aku yang akan membunuhmu."teriak sosok manusia misterius dengan lantang sambil tertawa lebar.


Pangeran Tatius yang menyadari dirinya tidak bisa melakukan pergerakan apapun karena jika tubuhnya terlilit kuat dan jika bergerak maka semakin kuat lilitan itu, Pangeran berpikir keras bagaimana ular Naga itu bisa dilumpuhkan.


Untuk sesaat Pangeran Tatius memejamkan mata mengeluarkan kekuatan tenaga dalam dalam mendalami insting dari kekuatan Yang dia miliki dan rasakan, sedetik kemudian Pangeran Tatius membuka kedua bola matanya menatap tajam pada kepala ular Naga yang sedang tertawa penuh kemenangan.


Diam-diam Pangeran Tatius meraih keris yang terselip di punggung nya yang mana ular naga melilit dirinya hanya sebatas pinggang dan kebetulan kedua tangan dari pangeran Tatius kala itu sedang bergerak memberikan serangan sehingga kedua tangan dari pangeran Tatius terbebas dari lilitan ular Naga.


Dengan tatapan mata yang tajam dan penuh amarah Ketika menggingat sang istri telah di lecehkan mahkluk jadi-jadian yang belum di ketahui wujud aslinya, apakah dia seekor Naga atau ada wujud lain dari dalam dirinya.


Pangeran Tatius menunggu saat yang tepat untuk melakukan penyerangan yang mana sasarannya kali ini adalah mulut dari ular Naga.


Saat yang di tunggu akhinya tiba dimana ular naga itu sedang terbuka mulut nya dan tidak sedang tertawa karena jika sedang tertawa akan sangat sulit karena terkadang dari gerakan tawa itu bisa cepat menutup pula.


Saat yang tepat dimana sang Ular Naga sedang menunduk menatapnya dan pada saat itu pula mulut sang ular Naga juga sedang terbuka, kesempatan itu langsung digunakan Pangeran Tatius untuk menyerangnya dengan cara tangan kanan memegang kuat tanduk Naga dan tangan kiri menancapkan keris ke mulut sang ular Naga, tak Aya lagi Sang ular Naga yang tidak menyangka sangat terkejut akibatnya keris yang menancap di mulut nya membuat dirinya hilang kekuatan sehingga lilitannya terlepas karena menahan sakit di mulut dan kepala.


Sangat geram dan murka yang masih terpancar dari wajah tampan Pangeran Tatius sehingga membuat dirinya semakin memperkeras dan meneekan kerisnya hingga dalam membuat erangann kesakitan keluar dari mulut sang ular Naga dan pada detik itu pula tiba-tiba muncul dari dalam mulut sang ular Naga keristal merah berbentuk bulat, terbang keluar, merasa curiga dengan kristal merah dengan cepat Pangeran Tatius melepaskan tangan kanannya yang memegang tanduk ular Naga dan mencabut keris yang dia tancapkan di dalam mulut sang Naga, dengan kekuatan secepat kilat Pangeran Tatius terbang melesat mengarahkan keris kearah bola kristal berwarna merah dengan kekuatan yang penuh Pangeran Tatius menghantamkan kerisnya ke bola kristal berwarna merah. Tak aya lagi keristal merah itupun hancur.


"Tidaaaakkk...! mahkluk sosok manusia misterius yang sudah berubah wujud menjadi seekor ular Naga berteriak histeris dan seiring dengan Teriakan nya tubuhnya yang berubah menjadi ular Naga tiba-tiba berubah menjadi seekor katak, raksasa.


"Tidaak kau telah menghancurkan semua kekuatan ku,"Teriak sosok manusia misterius yang telah berubah menjadi seekor katak.


"Oh, jadi ini wujud aslimu seekor katak jelek, karena kau telah lancang berani menyentuh istri ku maka Aku akan membunuhmu," teriak Pangeran Tatius berapi-api dirinya masih sangat marah dan emosi.


ketika pangeran Tatius hendak mengayunkan kerisnya untuk membunuh sang katak tiba-tiba suara Tania mengganggunya.


"Ah, panas sekali, dan kenapa ini susah dibuka." crocos Tania.


Mendengar suara sang istri pangeran Tatius segera menoleh dan alangkah terkejutnya dia hingga kedua bola mata Pangeran Tatius membulat seketika.


"Sayang apa yang kau lakukan,"


"Ini,panas Aku mau buka,"


"Jangan," Teriak Pangeran Tatius melarang." dengan perasaan kesal Pangeran Tatius menghampiri sosok manusia misterius yang sudah berubah menjadi seekor katak.


"Apa yang kau lakukan pada istri ku, hah?"


"Tidak ada Aku hanya memberikan minuman yang ada obat perangsang nya saja,"


"Kurang ajar Aku bunuh kau," Pangeran Tatius yang murka dan berniat memberikan serangan Kembali suara sang istri mengganggunya.


"Panas Aku tidak tahan,"


"Iya, sayang sebentar," jawab Pangeran Tatius," kali ini Lo selamat tapi ingat Aku tidak akan melepaskan mu, jadi tinggal lah kau sini selamanya," teriak Pangeran Tatius yang mana langsung mengeluarkan kekuatan gaibnya untuk menggikat sang Katak, kemudian dengan cepat terbang melesat membawa Tania pergi dari tempat itu, Tania yang dalam pengaruh obat perangsang dengan mata terpejam menciumi tengkuk leher sang suami yang mengendong nya.


Pangeran Tatius yang merasakan ada sensasi asing dari sang istri mencoba menahannya, sensasi geli dan tiba-tiba ada gelayar aneh yang sangat panas tiba tiba hadir menyergapnya.


"Sayang bersabarlah, kamu boleh lakukan di Rumah jangan disini."ucap Pangeran Tatius menggingatkan.


"Ayo...!panas ini."


"Iya, sebentar,"jawab Pangeran Tatius yang sedikit geli dengan tingkah sang istri bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman merass gemas dengan gadis yang ada dalam gendongan nya.


"Ternyata lucu juga jika Tania yang minta."lirih Pangeran Tatius bermonolog sendiri.


Tak lama kemudian Pangeran Tatius dan Tania sudah sampai di Dalam Rumah, Pangeran Tatius sengaja membawa Tania masuk kedalam kamar melalui jendela dan dengan hati-hati merebahkan sang istri setelah mengunci semua pintu, Pangeran Tatius khawatir apa yang akan istrinya lakukan dilihat dan di intip orang.


Dengan santai dan tenang Pangeran Tatius merebahkan tubuhnya di samping sang istri.


"Nah, sudah lakukan apapun yang mau kamu lakukan,"ucap Pangeran Tatius yang mengetahui jika istri nya akan meminta jatah, meskipun sedikit geli Pangeran Tatius memilih menunggu sang istri yang bergerak meskipun dirinya sendiri sedang menahan keinginan untuk tidak menyerang lebih dulu.


Tania yang sudah membuka baju atasan tiba-tiba mendorong tubuh Pangeran Tatius dengan kakinya.


Dorongan yang cukup kuat membuat Pangeran Tatius terjatuh dari atas Ranjang.


"Sayang kok Aku kamu tendang sih dan itu kenapa di tutup lagi gak papa dibuka saja Aku juga mau melihat keindahan nya,"


"Pergi...!hueek ..hueek kamu bau katak."Teriak Tania sambil menutup hidung nya.


"Pergi kemana sayang ini kan kamarku juga."


"Mandi sana, bauuuu,"


"Sssst... jangan keras-keras malu di dengar orang, iya-iya Aku mandi, kamu tunggu ya."


Pangeran Tatius segera pergi masuk ke dalam kamar mandi.


"Sial, masak mau bercinta dan ingin menikmati belaian istri di suruh mandi dulu." grutu Pangeran Tatius dalam hati yang mana tiba-tiba bibirnya tersenyum."Ah cepat mandi sajalah Aku ingin tau bagaimana dia menggodaku pasti mengemaskan."Gumam Pangeran Tatius dalam hati.