
Pak guru Wili menelan ludahnya dengan kasar melihat wajah cantik dari putri Lin ying, dia tidak pernah menyangka jika sang penolong memiliki wajah yang sangat cantik. sementara Putri Lin ying sedikit canggung mendapatkan tatapan aneh dari mahluk manusia yang dia tolong, hal itu membuat Putri Lin Ying sedikit jeggah yang mana dirinya menjadi salting.
"Kenapa kau menatapku begitu apakah ada yang aneh?"putri Lin Ying bertanya dengan kedua matanya memandang ke arah lain.
"Tidak ada, apakah kau mau mengantarku pulang ke rumah, aku masih sedikit lemah tapi jika kau keberadaan tidak apa apa aku sudah cukup kuat." tanya pak guru wili yang sebenarnya hatinya sedang di penuhi dengan berbagai macam pertanyaan, mengapa banyak mahkluk Vampire yang ada di bumi manusia apakah ada hubungan nya dengan Tatius atau kah semua itu hanya kebetulan saja.
Melihat cara berpakaian dan bentuk dari raut wajah Tatius dan gadis yang ada di depannya bukanlah sembarang Vampire mereka pasti memiliki kedudukan tinggi di bumi dunia Vampire nya, guru Wili tersenyum smrik.
"Seandainya saja Vampire ini di jodohkan dengan Tatius dan gadis Vampire ini mau, pastilah aku bisa memiliki Tania,"Gumam pak guru Wili dalam hati sedangkan putri Lin Ying yang sedang menatap pak guru Wili mengeryitkan dahinya, dia menatap juga dengan penuh keheranan.
"Apakah rumah kamu dekat dari sini?" tanya Putri Lin Ying ingin tau.
pak guru Wili tersenyum seraya mengagguk aku membawa mobil ada di ujung hutan di sana, kita bisa pergi dengan mobil itu.
"Aku ikuti kamu dari belakang saja, aku tidak terbiasa naik mobil."yang mana pasti terlihat lucu jika seorang Vampire biasa terbang tiba-tiba harus duduk dan berdiam diri di dalam mobil, lagi pula bagaimana bisa melacak keberadaan pangeran Tatius jika harus duduk di dalam mobil.
"Aku mengerti apa yang sedang kau pikir kan,tapi setidaknya kau bisa menikmati sensasi lain selain terbang, aku tau kamu pandai dalam ilmu terbang tapi cobalah naik mobil pasti suasana dan rasanya akan beda." bujuk pak guru Wili agar gadis di depannya mau.
"Baiklah, aku mau,"lebih baik menerima saja dari pada terus di bujuk lagi pula tidak ada salahnya juga mencoba naik mobil dari pada terbang sekali kali menggikuti model gaya hidup para manusia, bukankah pangeran Tatius jatuh cinta pada anak manusia, pasti sekarang juga bertingkah seperti manusia." Gumam putri Lin Ying.
Sementara Pangeran Tatius dan Tania sudah berada di tepi pantai, suasana sore yang tenang membuat suasana pantai semakin indah dan romantis untuk tempat pacaran.
Dengan bersemangat pangeran Tatius dan Tania berjalan beriringan, bau dari Aroma makanan yang ada dan berjajar di pinggir jalan membuat perut Tania berbunyi.
"Krucuk...krucuk... krucuk...!"menyadari ada suara aneh di dalam perutnya cepat cepat Tania mendekap perutnya, entah pangeran Tatius mendengar atau tidak atau barangkali juga tidak mengerti itu suara apa.
Melihat kekasihnya tiba-tiba mendekap perutnya dengan kuat Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya.
"Sayang, kamu kenapa?"sakit ya coba ku lihat."
pangeran Tatius segera berjongkok dan meraba perut Tania.
"Yang sakit yang mana?"tanya pangeran Tatius cemas.
Tania yang tidak menyangka pangeran Tatius bersikap culun langsung menarik tubuh pangeran Tatius untuk berdiri.
"Tatius ngapain kamu berjongkok begitu, cepat berdiri malu di lihat orang."seru Tania sambil menegok kiri kanan sambil tersenyum mengagguk ketika melihat beberapa orang memandang ke arahnya.
"Aku kan cuma mau lihat dan cek sakit perut kamu."jawab pangeran Tatius dengan suara sendu.
"Aiiiissshh...ini bukan sakit perut Abang sayang, ini perutku lagi lapar,"ucap Tania menjelaskan.
"Oh, lapar ayo kita masuk ke warung itu kita makan dulu,"ajak pangeran Tatius dengan bersemangat.
"Duh, dasar manusia Vampire, gimana menjelaskan nya,"desis Tania dalam hati yang masih sambil mendekap perutnya dengan satu tangan. Sedangkan Pangeran Tatius menatap dengan tatapan cemas.
Melihat Tania masih berdiri dan begong pangeran Tatius segera menghampiri dan menarik tangan Tania, tapi dengan cepat Tania menggelengkan kepalanya, membuat pangeran Tatius semakin binggung dengan sikap Tania.
"Lho.. katanya lapar kenapa tidak mau ku ajak masuk ke warung makanan itu?"seru Pangeran Tatius.
"Aduh Abang..!" masuk warung makan itu harus pakai uang, aku tidak bawa dompet jadi tidak bawa uang dan aku tidak menggunakan perhiasan apapun karena aku baru masuk rumah sakit, masak kita mau minta." Sungut Tania kesal dengan bibir di kerucutkan.
Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, kini dia menyadari dan mengerti ke khawatir an dari kekasihnya Tania. Untuk beberapa saat pangeran Tatius terdiam tapi sedetik kemudian.
"Ayo, masuk..!
"Aku ngak punya uang,"seru Tania dengan suara tertahan.
"Tenang, saja aku ada."
Tania mendelik.
"Jangan bercanda kamu, masak dunia Vampire ada uang rupiah seperti kami di bumi manusia?'
"Sudah isi perut kamu dulu, nanti aku jelaskan."
"Siap...Nona!"
Karena pangeran Tatius menyakinkan bisa membayar, Tania segera masuk ke dalam warung makan dan memesan makanan sederhana soto dua porsi satu untuk nya dan satu untuk Pangeran Tatius. Ketika makanan pesanan sudah siap Tania segera melahapnya.
"Lapar sekali ya?"
Tania hanya mengangguk
"Tadi pagi Ayah bawa nasi pecel belum sempat ku habiskan."
"Sayang kamu tunggu sebentar ya, aku akan bayar dulu,"
Tania mengagguk
Pangeran Tatius masuk ke dalam menemui sang pemilik warung.
"Permisi...Saya mau bayar makanan saya dan pacar saya dia duduk di ujung sana kira kira aku bayar pakai ini, cukup tidak? tanya pangeran Tatius yang menggulurkan dua buah keping emas kepada sang pemilik warung, melihat dua keping emas sang pemilik warung mendelik tak percaya di bolak balikkan nya dua keping emas itu.
"Emas....ini emas asli..!"desis sang pemilik warung.
"Apakah itu cukup untuk membayar makanan saya dan pacar saya."tanya Pangeran Tatius.
"Cukup, sangat cukup duduklah dan makanlah sepuasmu kami akan melayani."
"Baik, trimakasih."
Pangeran Tatius segera kembali duduk di dekat Tania.
"Bagaimana, sudah di bayar kan?"
"Sudah dong, bahkan katanya kita boleh makan sepuasnya, tunggu aku mau sate itu." Ketika hendak bangkit berdiri menggambil sate sang pemilik warung datang
"Tuan mau apa biar saya dan pelayan kami yang mengambil kan."
"Baik, aku mau makan sate."seru pangeran Tatius yang kemudian dengan cepat para pelayan menyajikan makanan sate di depan pangeran Tatius dengan jumlah porsi yang sangat banyak.
Tania yang melihat itu melongo heran terlebih pangeran Tatius makan dengan cepat dan lahap.
Dengan kesal tangan Tania memukul tangan pangeran Tatius yang memegang sate yang akan masuk ke dalam mulut Pangeran Tatius.
"Cukup..!" mau bayar pakai apa kalau kau makan sebanyak ini?"
"Sudah bayar kok."
"Hiiiiiih.... ngeselin banget sih bayar pakai apa kok kamu makan sebayak ini dan itu si pelayan juga Kenapa masih terus menghidangkan saja.
"Mbak... Stop..!" cukup kami tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar semua yang dia makan jadi jangan di kasih lagi."
"Tenang saja, mbak....mas nya sudah bayar kok."
"Hah.... makan sebayak ini sudah di bayar yang benar saja, mbak atau gini saja nanti aku balik ke sini lagi untuk membayar hutang makan kami,"
"Beneran mbak, mas nya sudah bayar bahkan untuk semua menu di sini tidak sebanding dengan bayaran yang mas nya berikan pada kami."
"Memangnya, dia bayar berapa mbak?"
"Mas nya bayar pakai dua keping emas."
"Apa?"emas, tanya Tania tak percaya.
"iya, mbak ini emas nya."ucap sang pemilik warung sambil menunjukkan dua keping emas yang tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat dengan senyum menyeringai sedang mengawasi Pangeran Tatius dan Tania.