The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.270.MAHKLUK MISTERIUS



Sementara di perbatasan kota tepatnya di lereng gunung Merbabu dimana para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire juga sedang melakukan latihan yang sangat keras di mana para panglima memberikan pelatihan dengan sangat ketat.


"Panah...yang benar!"jangan sampai ada yang meleset, jika kalian tidak serius dan panah kalian ada yang meleset, maka kalian harus mendapatkan hukuman latihan tambahan tiga jam sehingga kalian tidak akan ada waktu untuk beristirahat, apa kalian mengerti?"teriak Panglima ke dua dengan suara yang lantang.


"Siap...! panglima, kami mengerti."


"Kerjakan....!"


"Baik, panglima! ayo semuanya kita mulai bersiap, satu ...dua....tiga .....panah...!


"Sruuuuuuttttt....... sruuuuuuttttt.....sruut..!"


Panah dari para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire melesat dengan sangat cepat bagaikan bunga kembang api yang berselang seling, semua Masing masing dari prajurit berhati-hati dalam memanah mereka tidak ingin jika panah mereka meleset, karena jika sampai panah mereka meleset maka akan mendapatkan tambahan waktu berlatih menjadi tiga jam dan hal itu akan membuat mereka tidak bisa beristirahat.


Panglima satu tersenyum melihat para prajurit Awang-awang Vampire yang sedang berlatih dengan sangat baik dan serius, hal itu membuat nya bertepuk tangan.


"Pok...pok....pok...!" hebat...!"sungguh luar biasa didikanmu adik panglima ke dua, aku benar-benar kagum, mereka berlatih dengan sangat serius aku yakin tidak akan memakan waktu lama para prajurit kita akan sangat mahir dalam memanah."


"Benar kakak panglima ke satu, aku membuat perencanaan dalam memanah, para prajurit harus bisa mahir dan mampu menguasai dengan benar dalam jangka satu Minggu dan dalam jangka waktu satu Minggu berikutnya mereka harus bisa menggunakan kekuatan tenaga dalam untuk membalikkan serangan anak panah dan itu akan di ajarkan langsung oleh pangeran tatius."


"Apa, Pangeran Tatius akan datang ke sini?"


"Tentu saja, Pangeran Tatius akan datang karena dia sendiri nantinya yang akan melatih para prajurit dalam membalikkan anak panah."


"Tapi, aku dengar Pangeran Tatius ada kekasih nya disini, bagaimana dia bisa melatih para prajurit."


"Tenang, Pangeran Tatius adalah pangeran yang cerdas dia akan bisa membagi waktunya untuk melatih para prajurit dan waktu untuk Kekasih nya."


"Apa kau sudah tau maksudku apakah kau sudah melihat kekasih dari pangeran Tatius?"


"Belum, cuma aku sempat mendengar Raja bilang cantik."


"Wah, jadi penasaran!


"Jangan penasaran aku dengar Pangeran Tatius sangat posesif pada kekasihnya itu yang ku tau dari Pengawal yang menjaga Puri Istana kepribadian Pangeran Tatius."


"Kasian...!


"Lho siapa yang kasian?"


"Itu, nasib Putri Lin Ying dia sangat mencintai Pangeran Tatius tapi kelihatannya cinta putri Lin Ying bertepuk sebelah tangan."


"Tenang, Raja kerajaan boleh menikah lebih dari satu, dan pangeran Tatius bisa menjadi kan putri Lin Ying sebagai selir nya."


"Aku tidak yakin kamu bilang Pangeran Tatius sangat posesif untuk itu aku sangat berkeyakinan jika Pangeran Tatius itu cuma cinta dan akan setia sama kekasih nya sama seperti Raja Awang Awang Vampire Hanya karena keadaan sajalah yang membuat Raja harus menikah lagi."


Ucapan dari Panglima ke satu membuat gelak tawa dari Panglima ke dua.


"Ha-ha-ha....!"


"Benar, kakak panglima ke satu, sebenarnya kasian Raja terpaksa harus memiliki selir dan menikah lagi."


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap kedua nya dengan tatapan mata yang tajam.


Dengan senyum penuh arti sepasang mata itu dengan sigap menarik satu panah yang ada di belakang punggung nya dan menggarahkan kepada kedua orang panglima besar kerajaan yang sedang tertawa tawa.


"Sruuuuuuttttt.....!"


Sebuah anak panah melayang dengan sangat cepat seperti bayangan kilat mengarah pada kedua Panglima besar kerajaan yang sedang Tertawa tawa.


Kecepatan anak panah yang bagaikan kilat tanpa sengaja tertangkap mata hitam dari panglima kedua yang kala itu menghadap timur.


"Awas, kakak ...!"


"Taang...,!'


Bunyi suara benda panjang pedang berbenturan dengan anak panah."


"Busyet...! siapa yang berani diam diam menyerang kita."


"Aku , juga tidak tau kakak."


"Kalau ada Pangeran Tatius sudah pasti panah sialan ini akan di terbangkan balik ke arahnya."


"Bener benar kurang ajar orang itu."dengus Panglima ke satu kesal sambil memunggut anak panah yang jatuh akibat berbenturan dengan pedang panjang nya.


"Patahkan saja Adik panglima ke dua, rasanya gemas dan geram aku lihat anak panah itu, kira kira siapa yang telah berani melepaskan anak panah pada kita."


"Entahlah, kakak Panglima ke satu,aku juga tidak tau." jawab Panglima ke dua sambil mematahkan anak panah yang ada di hadapannya.


Cklek....bunyi patahnya anak panah.


"Adik, kedua....? awas..!" ada panah lagi di belakang mu."


Teriakan dari panglima ke satu membuat panglima kedua langsung bersiap siaga dengan melakukan salto depan kemudian dalam hitungan detik membalikkan badannya dan tangannya yang lincah langsung menangkap anak panah yang melesat ke arah tubuhnya.


"Wah....! kau hebat adik panglima ke dua kau berhasil menangkap anak panah itu dengan tanganmu."


"Iya, kakak Panglima ke satu aku memang berhasil menangkap anak panah ini tapi lihat anak panah inipun telah berhasil melukai tanganku."ucap Panglima ke dua dengan menunjukkan luka pada tangannya yang memegang anak panah.


"Hanya terluka sedikit itu Adik selebihnya kamu hebat."puji panglima ke satu pada panglima ke dua.


"Kau terlalu memujiku kakak panglima ke satu, tapi apa kakak panglima ke satu tidak merasa curiga sedikitpun kenapa kita mendapatkan serangan anak panah sampai dua kali?"


"Betul, aku juga merasa curiga jangan-jangan kita sedang dalam pengintaian musuh."


"Kira kira siapa yang sudah berani bermain-main dengan kita,"


"Aku tidak tau tapi yang pasti kita harus waspada siapa tau akan ada panah ke tiga dan seterusnya."


Panglima ke satu manggut-manggut kemudian memicingkan matanya menyapu sekeliling.


"Woi....!" siapa yang telah lancang melemparkan anak panah kesini keluar kau jangan jadi seorang yang pengecut....! keluarlah,"Teriak Panglima ke satu dengan nada tinggi dan keras.


Karena tidak mendapatkan jawaban lagi-lagi Panglima ke satu berteriak dengan sangat keras.


"Bedebah....keluar kau mari kita bertarung secara jantan!" jangan jadi pengecut kau?"


Hening tiada suara balasan ataupun gerak suara yang mencurigakan.


"Adik, bagaimana ini kenapa tidak ada jawaban apakah yang menyerang kita itu.....


"Ssssstt.....!"


Belum juga panglima ke satu menyelesaikan ucapannya panglima ke dua sudah menyuruhnya untuk diam dan jangan berisik.


"Diamlah, kakak panglima ke satu, aku akan memberikan pelajaran padanya aku tau dia ada di sekitar tempat ini, ambilkan semua panah yang ada, akan aku tunjukkan bagaimana memanah dengan benar."


"Baik, adik Panglima ke dua."


Panglima kesatu segera memberikan satu tumpuk panah yang tersimpan di dalam tas karung besar, panah panah itu adalah panah panah persediaan untuk berlatih para prajurit Awang-awang Vampire.


Dengan tersenyum miring panglima ke dua segera mundur dan mulai melakukan persiapan memanah sementara Panglima ke satu melihat dari pinggir semua yang sedang dilakukan.


"Kau, memang hebat wahai mahkluk misterius tapi kau tidak tau siapa yang sedang kau ajak bermain main, baiklah mari kita lihat apakah kau akan sanggup menangkis semua serangan ku aku yang akan kalah atau dirimu." Desis Panglima ke dua dalam hati.