The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.8 DUA PiLIHAN



Di dalam kerajaan Awang Awang Vampire , Sang Raja Sedang berada di dalam kamar pribadinya.


Hatinya begitu terluka dan marah.


Dia tidak pernah nmenyangka , kalau Ratu Shima berani menghianatinya.


Dengan Amarah yang menyala ,Raja melempar semua barang yang ada di dalam kamar itu ,


Sehingga semua berhamburan kelantai hingga menimbulkan bunyi yang keras.


Sementara di dalam kamar yang berbeda Ratu Derbah Bersama dengan patih Ramboka , sedang tertawa bahagia.


Mereka sedang merayakan kemenangan yang baru mereka raih.


" Aku , tidak menyangka Ratu Derbah betul betul hebat."


" Bukan hanya kau patih Ramboka, kupikir aku akan sulit menyingkirkan Ratu Shima tapi


ternyata sangat mudah.


Kita tidak perlu bersusah payah mencari cara ,mangsa sudah datang sendiri ke sarang harimau.


" Sekarang , apa rencanamu selanjutnya, Ratu.?"


" Untuk sementara , kita tidak perlu melakukan tindakan apapun , Aku ingin melihat reaksi


Ratu Shima , saat di seret ke dalam penjara,


pasti akan sangat menyenangkan.


Ha...ha..ha ha..


Ibu dan Anak yang malang , nasib mereka berakhir di penjara .


Ratu Derbah dan Patih Ramboka tertawa bersama sama..


Ha haha ha . Ha-ha-ha..


Malam itu , mereka merayakan kemenangan dengan minum dan mabuk mabukan sampai pagi.


Ternyata Negri Vampire pun juga seperti negeri


manusia guys, ada pesta ada pula penjara.


Sementara Ratu Shima yang disuruh , menghadap Raja , sudah mengganti bajunya yang telah di robek patih Ramboka.


Sengaja , sebelum menghadap Raja ,Ratu Shima


membersihkan tubuhnya .


Di dekat cermin Ratu Shima memandangi wajah nya .


" Kau benar benar licik Ratu Derbah , kali ini kau boleh tertawa dan bahagia atas kemenanganmu!"


Tapi kamu belum tau ,siapa Ratu Shima yang sesungguhnya.


Putri Raja Sangkala penguasa segala kerajaan


Vampir.


Permainan kita baru akan di mulai ,lihat saja siapa


yang akan menjadi penghuni penjara .


Dan kau patih Ramboka , berani sekali berbuat kurang ajar kepadaku , nasibmu pun akan berakhir dengan menggenaskan.


Di depan cermin Ratu Shima tersenyum.


Air mata yang tadinya mengalir dan membasahi pipi tidak terlihat lagi,


wajahnya kembali ceria tidak terlihat sedikit pun rasa ketakutan di sana .


Dengan langkah pasti ,Ratu Shima melangkah


menuju Ruang pribadi Raja.


Tidak ada ucapan apapun yang keluar dari bibir


Ratu Shima.


langkahnya begitu berwibawa


datang menghadap Raja dengan menggunakan baju kebesaran lengkap Putri Mahkota kerajaan


Sangkala.


Melihat seisi ruangan yang kacau ,di mana banyak benda benda berserakan dan hancur


di sana membuat Ratu Shima , menghela


nafas panjang .


" Apa seperti ini tindakan seorang Raja yang benar !"


Raja yang kalut dan berpangku tangan setelah


memecahkan dan melempar semua benda yang ada di dalam kamar itu , segera menoleh.


Dan Alangkah terkejut nya ketika melihat , kehadiran


Ratu Shima dengan mengenakan baju lengkap


kebesaran putri mahkota kerajaan Sangkala .


" Apa yang kamu lakukan Ratu..?"


" Kenapa kau memakai baju itu ,?"


" Apa aku tidak boleh memakai nya Raja ?"


" Ratu ...!tentu saja pakaian itu tidak lagi pantas


atas perbuatan hina mu.


" Berani sekali kau ,menghianatiku , dan bermain api di belakang ku dan sudah sepantasnya kau di hukum atas perbuatanmu


itu Ratu ?"


" Apa , semudah itu seorang Raja menggambil


sebuah keputusan ?"


Apa cukup hanya dengan melihat dan tanpa membuktikan suatu kebenaran .


" Aku sudah melihatnya sendiri dan itu cukup


menjadi bukti kesalahan mu Ratu !"


Ratu Shima menatap Raja dengan tatapan yang tajam.


sebelum kemudian Ratu Shima bertepuk tangan.


Pok ..pok ...pok.. pok !


" Hebat..., benar benar keputusan yang luar biasa "


" Yang terhormat , Raja Awang Awang Vampire !"


jika Raja memutuskan segala sesuatu tanpa menyelidiki nya terlebih dahulu , dan hanya


percaya dengan apa yang terlihat oleh mata .


Maka berhentilah dan mundurlah menjadi Raja Awang Awang Vampire .


" Apa maksudmu Ratu...?"


" Sudah ku katakan aku tidak bersalah , tapi Raja tidak percaya bukan ?"


berikan aku waktu tujuh hari , akan ku buktikan


aku tidak bersalah, dan akan ku buktikan juga


Pangeran Tatius , tidak melakukan perbuatan hina yang tega menyakiti dan ingin membunuh saudara nya sendiri !"


Mendengar ucapan Ratu Shima ,Raja Awang Awang tertawa.


Ha ha .. ha ha haha .


Raja Awang Awang Vampire berdiri dari duduknya dan mendekati Ratu Shima.


" Apa kau akan menggaturku Ratu ?"


Ha hahaha..


Aku Adalah Raja di istana ini ,maka patuhi semua keputusan ku.


Tidak ada waktu apapun , karena hal itu tidak perlu .


Aku adalah Raja maka keputusan ku itu lah yang akan terjadi.


" Bersiaplah untuk masuk ke dalam penjara Ratu..?"


Para pengawal bawa Ratu Shima ke dalam penjara !"


" Baik Raja..!"


Bergegas para penggawal kerajaan masuk ke dalam dan hendak membawa Ratu Shima.


"Tunggu...!"


Jangan ada di antara kalian yang berani menyentuhku.


" Aku putri mahkota kerajaan Sangkala , memerintahkan kepada kalian diam disitu !"


Dengan tanpa membantah para pengawal itupun diam di tempat.


Melihat itu Raja semakin marah.


" Jangan dengarkan ucapan Ratu Shima , para pengawal ayo bawa dan seret dia ke dalam penjara cepat !"


" Hey ,!"kenapa diam lakukan perintah ku cepat ?"


" Percuma yang mulia Raja Awang Awang berteriak teriak , mereka tidak akan mendengarkan perintah mu !"


" Para pengawal pergilah dan lakukan tugas kalian.


" Baik Ratu..!


Para pengawal itupun keluar dari kamar Raja.


" Hey...." kalian mau kemana ?"


" Ratu Shima !" Kau benar benar keterlaluan


Maka aku sendiri yang akan menyeret mu ke dalam penjara.


Wajah Raja yang merah padam bergegas mendekati Ratu Shima.


" Berhenti di situ Raja Awang Awang Vampire.


Jangan coba coba berani menyentuh ku !"


" Ingat delapan puluh persen , prajurit Awang Awang adalah anak buah dari kerajaan Sangkala mereka akan lebih patuh dan setia dengan printahku dari pada perintahmu.


"Raja yang mulia!"


Raja hanya memiliki dua pilihan ?"


Menerima tawaran ku dengan memberikan waktu tujuh hari , atau perang.