The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.173.TERKENA ANAK PANAH



Berkali-kali penasehat hyang Shu menggeleng ngeleng kan kepalanya, melihat pertarungan yang masih berlangsung dengan sangat sengit, keduanya mulai menggeluarkan semua jurus dan kemampuan nya masing masing.


Di sisi lain Patih lembu ireng dan Bibi Derbah masih asik bercengkrama dengan berbagai cerita dan pengalaman masing-masing, kedekatan yang baru dua hari serasa sudah sangat lama diam diam membuat Patih lembu ireng terpesona dengan ke cantikan Bibi Derbah yang terlihat begitu alami dan sederhana.


"Apakah kita hanya akan menunggu Pangeran kembali dengan berdiam diri di sini?" Tanya Bibi Derbah yang mulai bosan hanya duduk dan berbincang bincang tanpa ada niatan dari orang di depannya untuk mencari Pangeran yang selama ini di ikutinya.


"Tidak perlu mencari pangeran Tatius pasti bisa mengatasi dan akan segera kembali ke sini."


" Kamu itu Paman Patih nya kenapa kamu tidak membantu ataupun khawatir padanya kamu benar benar aneh."Geram Bibi Derbah yang mulai merasa kesal, sangat bosan dan tidak nyaman hanya duduk duduk saja, sementara hati dan pikiran nya tak bisa lepas dari pangeran Tatius.


Patih lembu ireng terkekeh mendengar Bibi Derbah yang sedang menggrutu.


"Wah... seperti nya akan turun hujan paman lihat di angkasa langit sangat gelap, padahal baru saja terang cepat sekali gelapnya, ayo, paman kita cari tempat untuk berteduh."seru Bibi Derbah panik.


Patih lembu ireng yang tadinya terkekeh tiba-tiba terdiam, diapun juga merasa aneh, baru beberapa menit yang lalu langit begitu terang dan cerah, tapi kini tiba-tiba mendung mengantung dengan Langit berwarna hitam gelap, dengan gerakan refleks pula Patih lembu ireng yang merasakan aneh pun mendongak, dia menengadahkan kepalanya ke atas menatap tingginya langit yang berwarna hitam dan gelap dan Patih lembu ireng lebih tak percaya lagi ketika tiba-tiba di atas langit menggumpal awan berwarna merah.


"Kenapa ada awan berwarna merah di langit"


"Apa yang kau pikirkan Patih lembu ireng, ayo cepat kita mencari tempat untuk berteduh keburu hujan nanti."


"Tunggu...!" Awan berwarna merah....aku seperti nya pernah mendengar nama itu di sebut siapa yang bilang ya...?"desis Patih lembu ireng lirih.


"Sudahlah..!" kamu kenapa sih Patih lembu ireng, ayo cepat kita cari tempat untuk berteduh."seru Bibi Derbah yang kemudian menarik tangan Patih lembu ireng untuk pergi mencari tempat aman untuk berteduh, akan tetapi belum ada tiga langkah Patih lembu ireng sudah menghentikan langkah kakinya membuat Bibi Derbah semakin kesal.


"Ada apa lagi?" ayo cepat." seru Bibi Derbah.


"Tidak aku tidak akan mencari tempat untuk berteduh kamu cari saja tempat berteduh yang aman, sekarang aku ingat awan merah di atas langit pertanda Raja Awang Awang Vampire ada di sekitar sini, apa...!" Raja Awang Awang Vampire ada di sekitar tempat ini," seru Patih lembu ireng yang tiba-tiba teringat akan ucapan dari Ratu Shima." Gawat..!" itu artinya Raja mencari pangeran Tatius dan jika sampai mereka bertemu itu akan sangat berbahaya bagi Pangeran dia bisa gagal mendapatkan mutiara hijau karena Raja tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Bibi Derbah kamu cari tempat yang aman untuk mu aku harus pergi, aku harus bisa menemukan pangeran Tatius srkarang juga."


"Aku ikut ..!"


"Tidak bisa, itu akan sangat merepotkan aku tidak bisa melindungi mu aku harus membantu pangeran Tatius, maaf aku pergi dulu.'


Tanpa menunggu jawaban dari Bibi Derbah, Patih lembu ireng segera terbang melesat meninggalkan Bibi Derbah yang sedang kebinggungan dengan sikap Patih lembu Ireng yang tiba-tiba panik dan pergi dengan begitu saja.


"Apa maksud dari ucapan Patih lembu ireng."Lirih Bibi Derbah sambil melangkah menuju tempat yang bisa melindungi nya dari curah hujan yang sewaktu waktu datang.


Sementara pertarungan antara pangeran Tatius dengan sosok misterius berjubah hitam masih tetap berlangsung, pisau pisau kecil yang menyerang balik pangeran Tatius bagaikan anak panah akhirnya bisa ditangkis tanpa melukai sedikit pun dari kulit pangeran Pisau pisau kecil itu berhamburan di segala arah ada yang menancap di pohon ada yang jatuh ke tanah dan ada pula yang mesesat dengan manis di dekat semak belukar yang sangat lebar daunnya yang mana di situ ada penasehat hyang Shu yang masih setia melihat jalannya pertandingan.


"Huuuuff...!" hampir saja pisau ini melukai tubuh ku, ada ada saja Raja itu, aku kan tidak ikut bertanding kenapa pula menggirim kan pisau itu padaku, Raja benar benar mahkluk berhati keras dan dingin, kenapa tidak bisa menggalah demi kebahagiaan putranya, kenapa tidak di biarkan saja Pangeran Tatius memiliki mutiara hijau itu kenapa harus di halangi, lagi pula tak ada mahkluk manapun yang bisa merencanakan keinginan pada siapa hatinya akan berlabu."


Terbebas dari serangan serangan pisau yang berbalik menyerang nya, pangeran Tatius mempercepat gerakan terbangnya.


"Aku harus cepat mengakhiri permainan ini dan segera merampas kembali mutiara hijau yang diambil nya."


Tatapan tajam mata pangeran Tatius mengarah lurus ke depan, bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman ketiika menemukan titik celah yang kemungkinan nya mampu merampas dan menghentikan sosok berjubah hitam.


"Penyerangan ku gagal jika aku melakukan dalam gerakan lurus ke depan akan ku coba penyerangan lewat samping."Lirih pangeran Tatius merencanakan penyerang nya yang dengan kecepatan lebih.


Pangeran Tatius sengaja melakukan terbang dengan beberapa kali memutar tubuhnya untuk mengecoh lawan agar tidak mampu mendikteksi dari arah mana serangan akan dilancarkan. Setelah melakukan pemutaran beberapa kali pangeran Tatius dengan cepat menggarahkan tendangan kaki dari arah samping kiri. Kecepatan terbang yang sudah di tambah kecepatan nya dengan di iringi tendangan yang kuat membuat sosok berjubah hitam sedikit limbung Karena dia tidak menyangka akan di serang dari arah samping kiri membuat nya tak mampu menghindar, pangeran Tatius yang melihat lawannya limbung dengan cepat mengayunkan tangannya memberikan beberapa pukulan secara beruntun hingga membuat sosok berjubah hitam itu jatuh menyentuh tanah, akan tetapi tidak sampai tersungkur karena sosok berjubah hitam melakukan salto beberapa kali di atas tanah untuk menyeimbangkan dirinya yang terjatuh.


Pertarungan di udara kini berpindah menjadi pertarungan di atas tanah, pangeran Tatius pun mendarat kan tubuhnya di atas tanah ketika melihat sang lawan sosok berjubah hitam melakukan salto agar tidak sampai jatuh tersungkur dan ketika mereka berdiri berhadapan dengan jarak yang tidak begitu jauh terlihat lah dengan jelas mahkluk misterius apa yang lagi di hadapinya.


Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar dan memicingkan mata serta mengusap wajahnya dengan kasar.


"Raja....!"Kenapa Raja di sini?"apa yang Raja lakukan, Raja, kembalikan mutiara hijau milik ku."ucap pangeran Tatius pada sosok berjubah hitam yang tak lain adalah Ayahnya.


Sang Raja Tersenyum smrik


"Kau ingin membunuh Bapak mu, sampai sampai kau serang aku dengan pisau berantai mu!"


"Ampun.. Raja! aku tidak tau itu Raja, sungguh seandainya itu Raja aku tidak akan berani, Raja... berikan mutiara hijau itu padaku,"pinta pangeran Tatius dengan menengadah kan tangan bagaikan seorang anak kecil yang meminta permen pada Ayahnya.


"Ini...!" tidak bisa Pangeran, jika aku mengginjinkan mu memiliki nya untuk apa sejak dulu aku membuangnya, sudah lupakan mutiara hijau ini, mari kita pulang karena aku tidak mengijinkan Pangeran memiliki mutiara hijau ini aku putuskan mutiara hijau ini akan aku musnahkan."


"Jangan....!"Raja, jangan lakukan itu, aku membutuhkan nya."


"Untuk apa Pangeran?"


"Aku ingin menjadi manusia Raja..!"


"Ya...aku ingin hidup sebagai manusia,"ucap pangeran Tatius dengan menunduk kan kepala.


Raja Tersenyum miring, kali ini wajah nya memerah seolah olah sedang menahan marah.


"Kau ingin jadi manusia, kau ingin meninggalkan kerajaan dan meninggalkan semua keluarga mu yang ada di kerajaan Awang Awang Vampire begitu?" tidak bisa aku sudah memutuskan dan kamu harus menggikuti semua peraturan ku, mutiara hijau ini memang lebih baik aku musnahkan."


Pangeran Tatius membulat kan kedua bola matanya dan berkali-kali menggusap wajah nya dengan kasar, ada kegelisahan di dalam hatinya ada kecemasan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


Raja Awang Awang Vampire yang terkenal sangat tegas dan tidak pernah bisa di bantah tidak lah mungkin bisa di ajak bicara baik-baik, apalagi di minta secara baik baik, karena jika sudah menggatakan A maka Tidak akan pernah berubah menjadi B apapun akan terjadi sesuai dengan kehendaknya.


Lagi-lagi Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar, mata tajam nya tak lepas dari mutiara hijau yang berada dalam gengaman tangan sang Raja yang kala itu sedang bersiap untuk menghancurkan dan memusnahkan mutiara hijau.


"Aku tidak bisa hidup tanpa Tania dan hanya dengan menelan mutiara hijau itu aku bisa menjadi manusia, akan ku perjuangkan cintaku, meskipun penghalang itu datang dari Ayah ku, jika tidak bisa di minta dengan baik baik maka tidak ada jalan lain selain aku harus melawan, maafkan aku yang tidak patuh pada perintah mu." Gumam pangeran Tatius yang diam diam dengan tatapan mata tajamnya bersiap merampas mutiara hijau dari tangan Ayah nya.


Raja yang sudah bersiap menghancurkan mutiara hijau dengan menggangkat tangan yang sudah teraliri kekuatan tenaga dalam siap di arahkan ke mutiara hijau, akan tetapi pada saat yang bersamaan Pangeran Tatius terbang melesat dengan kecepatan tinggi memberikan tendangan pada tangan Raja yang kala itu menggenggam mutiara hijau hingga membuat mutiara hijau itu terpental jauh membumbung tinggi di udara.


Secara bersamaan pangeran Tatius dan Sang Raja pun melesat terbang berusaha menangkap mutiara hijau yang lepas, ketika tangan dari pangeran Tatius sudah dekat dengan mutiara hijau dan hendak menangkap nya dengan gerakan cepat pula sang Raja menendang Mutiara hijau itu dengan kaki hingga mutiara hijau kembali terlempar dan membumbung tinggi.


Pertarungan di udara kembali terjadi antara Pangeran Tatius dan sang Raja.


"Raja jangan halangi aku, ku mohon.!' cicit pangeran Tatius sambil terus menangkis serangan dari sang Raja yang datang bertubi-tubi.


"Tidak bisa pangeran, aku tidak ijinkan pangeran memiliki mutiara hijau itu jadi jangan harap kau bisa memiliki nya."


Sementara di bawah patih lembu ireng sudah sampai di tempat tujuan yang mana dia bisa melihat terjadinya pertarungan sengit antara Bapak dan anak.


"Benar benar Raja Awang Awang Vampire itu keras kepala, pantas saja Raja Sangkala Ayah dari Tuan putri Ratu Shima tidak terlalu suka padanya, dia sangat egois dan selalu meminta semua menurut pada perintah nya, aku akan bantu Pangeran Tatius dan ini kesempatan ku di kala mereka lengah dan sibuk dalam pertarungan akan ku ambilkan Mutiara hijau itu untuk Pangeran."


Dengan sangat hati-hati dan dengan diam diam Patih lembu ireng menggumpulkan kekuatan dia melesat terbang tinggi mendekati mutiara hijau dan menangkap nya, pergerakan dari Patih lembu ireng ternyata dapat terlihat oleh sang Raja merasa kesal ada yang berani membantu putra nya dengan cepat Raja memberikan serangan dengan melemparkan keris ke tubuh patih lembu ireng.


"Srruuuuuuutt.....!" bunyi lemparan keris yang sudah dialiri dengan kekuatan tenaga dalam melesat dengan cepat dan tepat menggenai punggung Patih lembu ireng.


"Aaaaahhh....!" suara jeritan kesakitan dari Patih lembu ireng yang punggung nya tertancap keris milik sang Raja. Keseimbangan terbangnya pun melemah seketika darah hitam menggalir deras dari punggung patih lembu ireng, Pangeran Tatius yang melihat itu berteriak histeris....


"Paman.. . !"


Dengan suara berat dan tertahan patih lembu ireng menjawab.


"Pangeran trima ini dan cepat pergi dari sini."teriak tertahan dari Patih lembu ireng yang kemudian melempar kan mutiara hijau kepada pangeran Tatius dengan cepat pangeran Tatius pun menangkap mutiara hijau itu, ketika mutiara hijau sudah berada di genggaman tangan Pangeran Tatius, sang Raja yang murka dengan kekuatan tenaga dalam nya memberikan serangan tendangan yang kuat pada pangeran Tatius hingga membuat pangeran Tatius tersungkur jatuh di tanah, beruntung mutiara hijau yang ada di dalam gengaman tangan nya tidak lepas.pangeran Tatius yang melihat keris yang menancap di punggung patih lembu ireng segera di cabut nya.


Raja yang semakin kalap dan emosi kembali memberikan serangan pada Pangeran Tatius akan tetapi Patih lembu ireng Abdi setia dari kerajaan Sangkala yang melihat pergerakan itu Dengan sisa sisa kemampuan dengan cepat mendorong tubuh pangeran Tatius menjauh hingga tendangan dan serangan dari Sang Raja Patih lembu ireng lah yang merasakan nya. Melihat Patih lembu ireng menjadi bukan bulanan dari kemarahan Raja maka Pangeran Tatius dengan cepat berusaha melindungi.


"Pangeran jangan hiraukan aku cepat pergi...!"


"Tidak, paman! aku tidak akan membiarkan paman mati di tangan Raja."


"Pangeran Tatius......!!!! berani kau melawan Ayah mu akan ku ikat kau,"Teriak Raja.


Raja yang sudah murka melepas cincin dari tangan nya, Pangeran Tatius yang melihat itu dengan kecepatan lebih tinggi segera menghentakkan kakinya di tanah hingga menimbulkan kekuatan angin yang sangat besar, tidak mau membuang buang waktu Pangeran Tatius segera menyambar Patih lembu ireng membawanya terbang melesat menjauhi tempat itu.


Raja semakin murka dan marah dengan cepat Raja pun melesat terbang nenggejar pangeran Tatius dan patih lembu ireng. Kecepatan terbang Raja yang sangat tinggi membuat nya dengan mudah mampu menggejar pangeran Tatius dan patih lembu ireng. Raja yang murka sudah bersiap hendak menghujamkan panah pada pangeran Tatius dan patih lembu ireng dan pada saat Raja hendak melepaskan anak panahnya tiba-tiba Raja mendapatkan serangan dari dahan pohon lebih dulu, sebuah anak panah melesat ke tubuh sang Raja menggenai bagian dada kiri Raja.


"Aaaaahhh...!" suara jeritan kesakitan Raja ketiika anak panah menancap dalam di dada kirinya.


Pangeran Tatius yang mendengar jerittan kesakitan Raja segera menoleh dan menghentikan terbangnya.


"Raja....!" seru Pangeran Tatius yang bermaksud hendak menghampiri Ayah nya yang terluka.


"Pangeran jangan..!"


"Tapi, paman Raja...


"Sudahlah, pangeran jangan khawatir di sini ada penasehat hyang Shu yang juga tabib istana biarkan dia nanti yang akan mengurusnya, Pangeran Tatius harus cepat mencari tempat agar bisa cepat menelan mutiara hijau agar apa yang pangeran Tatius impikan bisa menjadi nyata.


"Baik, Paman! Raja... maafkan putramu." lirihnya sebelum pangeran Tatius melesat terbang menjauh.


"Ternyata aku bisa juga memanah dan srkarang aku akan menggikuti pangeran dan abdi nya." desis seorang wanita yang tak lain adalah Bibi Derbah yang diam diam menggikuti Patih lembu ireng.