
Keadaan di istana kerajaan Sangkala sangat ramai dan sibuk hari ini, hal itu karena semua lagi bersiap untuk memberikan sambutan pada calon istri Pangeran Tatius dan semua warga benar benar ingin melihat secara langsung wajah dari pilihan dari pangeran Tatius yang masih muda tapi sudah berniat ingin mengakhiri masa lajangnya, di mana dirinya sudah menemukan tambatan hati.
Kasak kusuk berita tentang Pangeran Tatius dan calon istri sampai juga di telinga Devan yang mana kala dia di tinggalkan sendiri berada di sebuah puri kepribadian tamu, rasa jenuh dan jenggah menyelimuti hatinya yang mana sudah hampir empat jam dia tidak bertemu dengan Clara maupun Tania. Tidak ada tempat yang bisa di ajak untuk curhat maupun berbagi.
"Kenapa Tatius lama sekali, kenapa dia tidak datang menemuiku disini, jangan jangan, Tatius lagi asik dengan Tania dan Clara dan gue di tinggal sendiri tanpa di ingat benar benar sialan tuh Vampire." sungut Devan sambil menijukan tangan nya di udara karena kesal.
Sementara di ruangan kamar perawatan SPA, akhirnya Tania bernafas dengan lega karena selesai juga setelah menjalani perawatan selama empat jam yang sebenarnya membuat Tania bosan dan jenuh harus bergelut dengan alat alat kecantikan.
Ketika semua di anggap selesai Tania yang hendak pergi di tahan oleh ketiga pelayan istana.
"Tuan putri Tania mau kemana?"
"Biasalah aku mau menemui temanku, bukankah kau bilang semua sudah selesai?"jawab Tania.
"iya, Tuan putri, perawatan memang sudah selesai tapi, Tuan putri belum di rias dan menggenakan gaun dari Pangeran Tatius.'
"Apa...? masih harus di rias juga."
"Iya, Tuan putri akan di bawa menemui Raja Sangkala untuk itu penampilan nya juga harus di sesuaikan."ucap salah satu pelayan istana.
"Baiklah,ayo cepat lakukan aku sudah bosan berada di dalam kamar ini terus." sunggut Tania yang kemudian duduk dan ketiga pelayan istana pun mulai merias wajah. Tania.
Tidak menunggu beberapa lama, acara untuk merias sudah selesai. kini sang pelayan meminta Putri Tania untuk mengganti bajunya dengan baju yang disiapkan istana. dan ia sangat terkejut melihat baju yang akan dikenakannya begitu indah dan terlihat sangat mewah.
"apa aku harus menggunakan pakaian ini, kurasa tidak perlu begini, karena ini terlihat sangat mahal dan mewah lebih baik aku menggunakan baju yang biasa saja."tolak Tania.
"tidak bisa Tuan Putri Tania, karena ini sudah ketentuan yang diberikan oleh pangeran Tatius dan kami tidak berani membantahnya karena jika kami membantahnya maka pangeran Tatius akan sangat marah."
"pakai saja Tania bajunya daripada nanti Pangeran tatius marah kepadamu, Hai pelayan baju untukku mana?apakah aku tidak berganti baju juga dan apakah aku harus menggunakan baju jelek ini" ucap Clara dengan perasaan kesal.
"maaf Nona, Pangeran Tatius tidak memberikan perintah untuk itu kami tidak tahu Nona mau makai baju apa?"
akhirnya para pelayan itu saling berunding dan mencarikan baju yang cocok untuk Clara, agar dia tidak lagi merasa iri dengan baju yang akan Tania pakai dan para pelayan itu sepakat memberikan satu baju untuk Clara meskipun baju yang akan di pakai Clara tak seindah dan semewah baju milik Tania semua dia lakukan agar Clara tidak meminta dan merengek meminta baju yang sama seperti milik Tania, meskipun sedikit kecewa akhirnya Clara juga menerima baju yang diberikan oleh ketiga pelayan dari Sangkala.
"sementara Pangeran Tatius yang sudah selesai dengan menggunakan baju kebesaran pakaian dari kerajaan Sangkala kini dia datang menemui Tania yang ada di kamar ruangan spa. Pangeran tatius menatap Tania dengan tidak berkedip ketika netranya melihat betapa cantiknya gadis yang ada di depannya, hal itu membuat pangeran Tatius beberapa kali harus menelan ludahnya dengan kasar.
Pangeran tatius segera mengajak Tania pergi untuk menemui sang raja, di dalam perjalanan Pangeran Tatius tak henti-hentinya mengagumi kecantikan dari Tania.
"Sayang Kau cantik sekali ucap pangeran Tatius memuji kecantikan Tania.
"apaan sih, kamu jangan pegang pegang tanganku dong malu kan dilihat orang." ucap Tania menolak pangeran Tatius yang menggenggam tangannya.
"sayang, masa pegang tangan aja tidak boleh gimana sih, Aku kan calon suamimu masa pegang tangan aja tidak boleh, justru aku tuh malu jika dilihat banyak pengawal dari kerajaan kau menolak genggaman tanganku,"seru pangeran tatius.
"perduli, emangnya gue pikirin ," ucap Tania cuek membuat Pangeran Tatius semakin gemas dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
sementara Devan yang sudah tidak sabar menunggu kehadiran Pangeran Tatius dan Tania dia pergi keluar dari istana tempat kepribadiannya, setelah bertanya kepada beberapa banyak orang warga vampir, Devan mencari keberadaan Tania. di mana di antara mereka mengatakan bahwa Tania berada di ruang perawatan spa yang ada di kerajaan istana Sangkala. mendengar hal itu Devan langsung pergi, mencari tempat dimana Tania berada dan ketika dia sudah sampai di depan pintu, Devan tertegun ketika melihat Tania yang begitu cantik hingga membuatnya menelan ludahnya dengan kasar beberapa kali, buset Dia sangat cantik sekali, beruntung sekali vampir jelek itu itu menjadi calon suaminya.Langkah Devan terhenti Di depan pintu ketika dia melihat disana juga sudah ada pangeran tatius yang mana sangat membuat Devan kesal, kebetulan Tania yang melihat depan di depan pintu langsung tersenyum dengan bahagia dengan berlari kecil dan ia menghampiri Devan yang ada di depan pintu, melihat kekasihnya berlari ke arah pintu Pangeran tatius otomatis memandang kearah pintu dan matanya begitu terkejut ketika melihat depan pintu sudah berdiri sosok yang bernama Devan. Sialan kenapa dia di sini bikin rusak acara saja ucap Pangeran tatius kesal, tapi mau bagaimana lagi Devan itu adalah teman dari calon istrinya yang mana pangeran mau tidak mau harus menerima kehadiran Devan. sementara Clara yang melihat kehadiran Devan menatap dengan pandangan yang sangat tajam.
"Masih saja mereka itu, sudah tidak ada hubungan tapi masih saja berdua masih saja bersama bikin kesal saja andai aku juga tidak membutuhkan cintanya untuk melupakan kekecewaan yang kualami karena sikap dari guru Willy aku juga tidak mau menjadi kekasih Devan, ini sangat menjengkelkan," ucap Clara dalam hati.
"Pangeran tatius mencoba tersenyum melihat kehadiran Devan dengan langkah pasti Pangeran tatius mendekati Devan yang masih berdiri di depan pintu.
" Hei.... kenapa kau berdiri di depan pintu saja, ayo masuk Sebentar lagi kita akan pergi ke istana di mana raja Sangkala akan menyambut kehadiran kita."
dengan senyum terpaksa Devan pun mengganguk mendengar ajakan dari pangeran tatius sementara pandangan matanya tertuju pada Clara yang sedang menatapnya dengan dingin dengan tersenyum kecut lalu menghampirinya.
" Hari ini kau sangat cantik." ucap Devan yang membuat mata Clara mendelik seketika kalau memuji yang tulus daripada menyakiti." sentak Clara dingin.
"sudah-sudah kalian jangan bertengkar saja ayo kita pergi ke istana sekarang juga kita sudah terlambat ajak Pangeran status kepada Devan dan teman-temannya yang kemudian diikuti dengan anggukan bersama oleh Tania Clara dan Devan.